Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Oktober 2020

Oktober 2020 : 7 Tahun Pernikahan & 6 Tahun Kakang

Happy 7th wedding anniversary Cinta..

Happy 6th birthday Kakang.. ^^


Seperti biasa, tidak ada perayaan khusus. Padahal pengennya kencan berdua gitu, minimal makan malam di luar. Tapi beginilah realita (not too) long distance marriage.





Alhamdulillah, tetap bersyukur. Yang penting tiap weekend kumpul dan selalu akur. Insya Allah..


2 hari kemudian, adalah ultahnya Kakang. Ini kali pertama ga ada rame-rame sama sekali. Untungnya Kakang baik-baik aja. Padahal dia udah dari berbulan-bulan lalu dia suka nanya, "Ulang tahunku berapa hari lagi?" Eh sekalinya udah hari-H, krik krik moment.


Saya : I'm sorry I can't give you any gift for your birthday because I have no money.

Kakang : It's ok.

Saya : Wow, you are very kind you know.

Kakang : Aku ga mau masuk neraka.

Saya : What? wkwk


Dia pikir kalo dia maksa emaknya untuk ngasih hadiah, dia bakal masuk neraka. Lebay amat dah..


Dear Kakang, anak sholehnya Umi,

Semoga Kakang sehat terus, jadi anak soleh.. 

Aamiiin..










Jumat, 12 Juni 2020

Jangan Jadikan Biaya sebagai Alasan untuk Tidak Investasi Ilmu


Tahun 2016 saat adik saya (bungsu dari 4 bersaudara) lulus SMA, bisa dibilang perekonomian keluarga kami ada di titik terbawah.

Papa sudah lama tidak bekerja. Tidak punya penghasilan kecuali sedikit dari uang pensiun.
Mama adalah ibu rumah tangga yang sudah menjual seluruh harta miliknya agar bisa mendukung 3 anak tertua kuliah.

Kamis, 20 Februari 2020

Take care of each other. We never know.

Saya tidak pernah ngefans banget sama yang namanya artis, termasuk Ashraf dan BCL.

Tapi harus saya akui, Ashraf cukup tampan dan saya kagum saat dia bisa menghilangkan aksen Malaysianya saat berakting di sinetron Indonesia. Terhadap BCL saya pun salut dengannya yang fokus serta produktif berkarya (terutama film) dan tidak pernah mencari sensasi.

Mungkin yang bikin mata saya berkaca-kaca setiap baca atau nonton berita tentang meninggalnya Ashraf adalah karena saya merasa relate dengan mereka sebagai pasangan, sebagai keluarga.

Dengan mudah saya bisa memposisikan diri ada di posisi BCL.

Jumat, 06 Desember 2019

Pelajaran dari Hangusnya Nomor WA Business-ku 082215053080

Saya harap-harap cemas saat menyimak obrolan antara suami dengan CS Telkomsel via HPnya yang di-loud speaker. CS bilang kalau nomor 082215053080 sudah tidak terdata di sistem yang artinya nomor tsb telah hangus dan tidak bisa saya gunakan lagi.

Saya speechless.


Selasa, 03 Desember 2019

Enaknya Kerja Jarak Jauh (Remote)

Pada jaman dahulu, bayangan saya yang namanya kerja dari rumah adalah menjadi penulis lepas. Ga ada yang lain. Dan memang saya pun sempat melakoninya saat jadi mahasiswa semester akhir.

Semakin kesini, semakin maju teknologi dan semakin bertambah pengetahuan, saya jadi tahu ada beberapa bidang pekerjaan lain yang bisa dilakukan jarak jauh (remote). 

Kamis, 05 September 2019

Membersihkan Telinga di Poli THT RSUD Sumedang

Sudah lama saya merasa tidak nyaman dengan telinga kanan saya. Sangat terasa kalau kotoran banyak menumpuk. Salah satu cirinya, tiap saya coba bersihkan dengan kapas, sering tertangkap sedikit kotoran berwarna coklat tua. 

Membersihkannya juga ga bisa 100% karena posisi kotoran sudah terlalu dalam hingga tidak terjangkau kapas. Dulu waktu masih sering pake cotton bud malah pernah sampe bikin dinding telinga luka. Belakangan saya tahu kalau cotton bud memang tidak direkomendasikan kecuali untuk membersikan daun telinga (bagian luar) saja.

Akhir-akhir ini rasanya makin tidak nyaman. Seperti ada yang mampet. Akhirnya saya putuskan kali ini gak mau menunda lagi.

Kamis, 25 Juli 2019

Influencer Tidak Minta Gratisan

Ada yang lagi viral, tentang seorang so-called-influencer yang minta risoles sebanyak 500 pcs @Rp. 7000,- dengan memberi iming-iming untuk posting produk tsb di Instagramnya yang berfollowers 200K.

Jawaban sang penyedia risoles adalah menolaknya karena merasa risolesnya lebih terkenal dibanding sang influencer dan merasa keberatan dengan biaya dan tenaga yang harus dikerahkan untuk menyediakan 500 pcs gratis.


Sabtu, 08 Juni 2019

Nyinyiran Diri and Some Random Pics

Sebelum menulis ini, saya cek daftar postingan terakhir yang sudah publish.

Bulan Februari publish 5.
Maret 1.
April 2.
Mei 0.

HAHAHAHA

Kasian sekali blog saya :')

Seandainya blogger ada KPI nya pasti saya udah di PHK dan dilarang mencantumkan kata "Blogger" di bio IG. Xixixi

Minggu, 13 Mei 2018

Saya Ingin Gaya Hidup Naik. Harus!

"Yang mahal itu bukan biaya hidup, tapi gaya hidup."

Siapa ya yang pertama kali mengatakan itu? Saya tidak tahu. Tapi saya sepakat untuk beberapa alasan:

- Bahwa pengeluaran tidak boleh lebih besar dari pemasukan
- Bahwa kita MUNGKIN bisa survive dengan gaji UMR
- Bahwa harus bijak menggunakan kartu kredit. Mending ga usah sih. NgeRIBAnget cyin
- Bahwa ga perlu kongkow-kongkow di restoran tiap minggu
- Bahwa tidak usah beli barang mewah toh saya bukan seleb yang penampilannya jadi perhatian umum

Kemudian seseorang dalam friendlist FB saya (lupa siapa namanya) menulis status yang isinya kira-kira begini:

Sabtu, 14 Oktober 2017

Modus Penipuan dengan E-Cash Mandiri Mengatasnamakan Grab



Malam itu di Sumedang. Suami mengaktifkan aplikasi Grab Drivernya. Ia memang menjadi driver ojek online untuk pekerjaan sampingan selain jadi karyawan sebuah perusahaan di Bandung.

Sebenernya di Sumedang masih amat jarang orang yang menggunakan Grab. Terkadang sehari cuma ada 1 penumpang. Kadang tak ada sama sekali. Padahal itu weekend, yang kalau dibandingkan Bandung pastilah sangat jomplang. Ya iyalah yaa
Hapenya berbunyi pertanda ada calon penumpang. Beberapa detik setelah ia terima, ada telepon masuk. Suami kira dari penumpang. Ternyata bukan.

"Mas, bisa telepon satu jam lagi gak ya? Saya baru nerima orderan nih.." begitu ucapan suami kepada sang penelepon.

Sepertinya sang penelepon menolak, sehingga suami lanjut mendengarkannya.
"Oh.. update terbaru ya? Hm.. begitu? terus..?"
Kalau saya nguping sih, sepertinya peneleponnya dari Grab.

Beberapa menit kemudian suami menghampiri saya,

"Mi, minta nomor rekening Mandirimu.."
Weits.. asik ada yang mau transfer! pikir saya.

"Bentar ya Mas, saya ga hapal nomor rekeningnya." sahut suami pada si penelepon. "Oh? Gak perlu ya? Gpp? Ya udah.."

Haaaa? Alarm di kepala saya berbunyi. Bagaimana cara orang mau transfer tanpa tahu nomor rekening tujuan? Saya langsung teringat modus penipuan menggunakan e-cash Mandiri. Sering banget baca cerita seperti itu. Dan.. oh iya, bukankah official Bank untuk Driver Grab adalah CIMB Niaga?

Lebih curiga lagi saat suami mulai  mengeluarkan motor dari dalam rumah.

"Mau kemana?" tanya saya.
"Ke ATM."
"Bisa ceritain dulu gak ini soal apa?"

Dia hanya mengedipkan mata sambil tersenyum. 
Telepon masih terhubung.
FIX.
Saya yakin 100% si penelepon sedang mengarahkan suami untuk transfer uang padanya.
Berhubung suami tampak terburu-buru, saya tidak sempat ngomong apapun kecuali, 
"Hati-hati.."
Satu-satunya yang membuat saya gak terlalu galau adalah..
Rekening Mandiri yang kartu ATMnya dipegang suami itu isinya KOSONG. Heuheu
Maklum udah lama gak dipake.

Menit demi menit berlalu. 
Waktu berjalan terasa amat lambat.
Kemudian turun hujan. 
Menambah suasana semakin gelap.

Bapak mertua menghubungi nomor suami berkali-kali, tidak diangkat.

Sekitar 10-15 menit kemudian suami kembali, kehujanan.

"Ternyata penipuan." begitu kalimat pertamanya.
"Tuh kaaan!" saya berseru. "Duit ada yang ilang?"
"Enggak.." jawabnya.

Kemudian ia ceritakan detailnya, bahwa si penelepon mengaku dari Grab. Katanya, untuk orderan yang suami confirm barusan, tidak apa-apa di-cancel. Tidak akan mempengaruhi performance

Dengan panjang lebar si penelepon menginfokan bahwa Grab memiliki program baru yaitu PayPro, dimana Grab akan memberikan bonus dari awal Driver bergabung sampai sekarang. Bonus ini harus diberikan per tanggal 30 (Saat itu tanggal 30 September). Kalau tidak, bonus akan hangus dan akun driver akan di suspend.

Ancaman suspend membuat suami terus mendengarkan apa yang penelepon katakan. Suami awalnya agak percaya. Namun saat akhirnya si penelepon mengarahkan untuk ke ATM, di situlah suami sadar bahwa ini tidak benar.

Meskipun begitu, suami penasaran dengan modus si penelepon. Suami mencoba mengiyakan semua instruksi, hingga pergi ke ATM. Di ATM, suami pura-pura melaksanakan instruksi si penelepon. Sengaja ia berkali-kali gagalkan transaksinya, yang membuat si penelepon marah-marah, “Yang bener dong Pak!”

Dari instruksi penelepon, suami jadi tahu tentang E-cash Mandiri, dimana kita bisa mentransfer uang ke nomor hape. Kalau saya googling sih, pemilik nomor hape bahkan tidak perlu memiliki rekening di Bank Mandiri untuk memanfaatkan E-Cash ini.

Baiknya sih kalau memang merasa ada kejanggalan, kita bisa hubungi Call Center Mandiri atau cek website resmi Mandiri E-Cash.

Long story short, suami kemudian menutup telepon dan menghubungi Grab pusat. Grab pusat mengonfirmasi bahwa itu adalah penipuan.


Si Penipu Gagal berusaha menghubungi lagi namun suami abaikan. Ia juga mengirim pesan berisi kata-kata kasar dan amarah. Bahkan mengancam akan memblokir Grab ID suami. Suami hanya tertawa dan mempersilakan penipu untuk memblokirnya.


---

Berat amat yak jadi ojek online (ojol).
Udahlah dijadikan target penipuan, eh sekarang ada kemungkinan dilarang beroperasi oleh Dishub Jabar.
Bagaimanapun, kami bersyukur Allah masih melindungi, dan semoga selalu melindungi.

Supaya kita ga jadi korban penipuan e-cash, ada beberapa langkah yang bisa kita ikuti di sini.


Be careful, guys!

Jumat, 30 Juni 2017

Instagram Gue, Suka-Suka Gue!

Beberapa hari lalu, adik saya bertanya apakah saya tidak berniat merapikan feed Instagram.

Entah mengapa dia bertanya begitu. Memangnya feed IG saya berantakan banget apa yak? Well. ya kalau dibandingin sama adik-adik saya mungkin iya. HAHAHAHA



Akun IG adik pertama saya, @alaniadita


Akun IG adik kedua saya, @mchmmdyusuf


Akun IG si bungsu @achmadbachtiar
Akun IG saya @Sintamilia. JOMPLANG! LOL

Saat itu jawaban saya adalah..
"Gak ah. Aku masih ingin punya kebebasan upload foto spontan."

Jujur saja saya memang gak hobi edit foto. Kalau sekali jepret hasil fotonya bagus dan layak publish, ya langsung saja upload. Gak perlu otak-atik photoshop toh ga bisa juga.

Saya bisa post foto di IG kapan saja dimana saja. Ga mau ribet.

---

Tiba-tiba saya jadi teringat akun IG suami saya @yoga_kede.

Saya pernah merasa amat sangat kesal karena dia ga mau ikutan campaign suatu brand padahal jumlah followernya memenuhi syarat. Buat saya, fee nya lumayan besar. Tapi suami tidak mau karena dia keberatan membuka gemboknya. ASTAGA! 


Beruntunglah kamu kalau diterima jadi follower dia. Gemboknya mahal cyin

Dipikir-pikir, sebenarnya saya sama ya dengan dia. Menginginkan kebebasan nge-post sesuatu. 

Bedanya, saya ingin bebas waktu posting. Bebas upload foto meskipun mungkin menurut orang ga menarik dan ga nyeni.

Kalau dia sih suka fotografi. Suka edit foto. Tapi dia ingin bebas menentukan siapa yang boleh lihat foto-foto di akun IG nya. 

Menurut saya sih foto-fotonya sebenarnya aman kok untuk konsumsi publik. But maybe he took every pic personally.

Sah-sah aja sih. Toh akun IG milik dia. Dia berhak ingin memperlakukannya seperti apa.


 ---

Kalau kamu, suka ga rapihin feed IG? 
Akunnya dibuka atau digembok?

Cerita dong alasannya kenapa :)

Minggu, 12 Februari 2017

Tentang Harddisk yang Hilang Bersama Semua Kenangan di Dalamnya

Beberapa waktu lalu, di timeline FB ada yang membagikan sebuah info, bahwa telah hilang sebuah harddisk, berisi foto dan video anaknya dari masih dalam perut, lahir hingga tumbuh besar. Semua kenangan itu begitu berharga baginya sehingga ia menawarkan imbalan bagi siapapun yang menemukan harddisk tersebut.

Saya menghela nafas.

Pasti nyesek memang rasanya.

Saya juga pernah mengalami beberapa peristiwa kehilangan rekaman foto dan video.

Senin, 23 Januari 2017

Pengalaman Transaksi dengan Seller Menyebalkan di Shopee



Huwooow..

Sesuatu banget deh saya nulis ini. Biasanya saya gak suka ngejelek-jelekin sesuatu. Apalagi saya juga seller di Shopee. Saya jualan di shopee.co.id/rumah_sakinah. Saya jual baju koko anak, gamis anak dan gamis dewasa. BEST QUALITY, garansi uang kembali kalau tidak puas ^^
Eh kok malah ngiklan. Lanjut ah..

Jumat, 20 Januari 2017

Wish list 2017 : Laptop Baru



Percaya gak sih kalau sampai sekarang saya masih suka ke warnet? 

Perkembangan teknologi yang makin canggih, smartphone murah yang gampang didapat, serta harga paket data yang terjangkau sebenarnya lumayan menekan bisnis warnet. Ya dong, tidak seperti 10 tahun yang lalu, kalau hanya sekedar browsing dan ber-sosmed ria, sekarang orang tidak perlu lagi ke warnet. Sudah bisa pakai hape sendiri. Jadi saya beruntung kalau di dekat Pondok Mertua Indah yang saya tempati ini masih ada warnet.

Kenapa saya ke warnet?

Tentunya karena ada hal-hal yang sulit saya kerjakan dari smartphone. Misalnya:

Blogging

Untuk sebagian blogger, khususnya yang sudah senior, blogging dari hape itu sudah biasa. Bagi saya tidak. Terutama karena HP saya memorinya sudah penuh dan ga bisa download aplikasi blogging. Plus jempol saya belum kuat untuk nulis ratusan kata. Jadi menulis di PC masih jadi cara satu-satunya untuk saya ngeblog dengan nyaman. Bikin desain untuk postingan blog juga sering pakai Canva yang setahu saya sih belum ada versi app di Android. Jadi musti lewat web di PC.

Setting iklan Facebook

Sebagai emakpreneur yang jualan online, sesekali saya suka ngiklan di Facebook. Untuk setting iklannya setahu saya belum bisa via mobile. Jadi memang harus via PC/desktop. So, kalau saya mau ngiklan ya pasti ke warnet.

Sebenarnya di rumah ada sih laptop. Tapi ada alasan kenapa saya agak malas memakainya.

Pertama, keyboardnya sudah ga berfungsi. Jadi saya pakai keyboard eksternal. Dan itu kan beda ya rasanya. Apalagi kalau kabelnya kesenggol dan saya gak sadar, udah deh.  Saya 
ngetik beberapa huruf, tapi di layar ga muncul apa-apa. Mesti benerin dulu tuh kabel. Ribetnyaaa

Kedua, yang make laptop ini bukan saya sendiri. Melainkan juga adik ipar. Ga masalah sih sebenarnya. Cuma sayanya aja yang enggan melihat tuh laptop bolak balik pindah tangan. Kan kasian ya di ping-pong gitu. *laaah?

Jadi diam-diam saya berharap, tahun 2017 ingin punya laptop baru.


Saya sampai ikut lomba blog berhadiah laptop. Hahahaha..

Eh tapi kalau ngebayangin dapat hadiah laptop, saya mikir apakah bakal diminta sama
adik-adik saya ya?

Saya punya 2 adik laki-laki, cowok, sedang kuliah jurusan teknik. Si abang sedang menjalani tahun keduanya. Sementara si bungsu baru masuk tahun 2016. Keduanya butuh laptop yang mumpuni.

Saya pikir, kayaknya mesti nabung nih buat beli laptop. Berdoa biar jualan online saya laris manis biar bisa beli laptop. Gak cuma buat saya tapi juga untuk Abang dan Adek. Aamiiin..

Kalau tempat beli laptop, sekarang sih gampang. Ga harus ke pergi ke toko elektronik. Kan bisa ke toko laptop online. Banyak pilihan laptop dengan harga bersaing. Kalau butuh aksesoris laptop juga bisa sekalian belinya. Enak kan?

Aneka pilihan laptop di Tokopedia


Dah ah curhatnya. Sekarang waktunya back to work, cari duit buat nabung. 

Semangaaaat ^^

Rabu, 23 November 2016

Laptop Rusak Enaknya Diapain?

Postingan ini isinya curhat ajah.

Ceritanya saya lagi butuh modal untuk usaha.
Bisnis saya jalan sih, meski ga pakai modal uang juga. Tapi kan kalau mau berkembang, modal uang itu perlu.

Jadi saya mulai mikir, jual apa ya yang saya punya?

Koleksi buku Harry Potter saya laku berapa yak? Hahahaha. Lengkap loh dari no 1-7 + Fantastic Beast + Quidditch dari Masa ke Masa.


Tiba-tiba ingat kalau saya punya laptop. Tapi udah rusaaak :((




Itu percakapan di grup Line keluarga yang isinya papa dan adik-adik saya. 
Mama kemana? Beliau mah tidak go online. Xixixi.. 

Betapa benar dunia itu berputar.
Sebuah benda yang dulu begitu berharga, menemaniku skripsi, hampir selalu dibawa kemana pun saya pergi, sekarang teronggok begitu saja.


Bagusnya diapain ya?
Ada gak DIY gitu memanfaatkan laptop bekas? :))

 --


Anyway,
yang mau bantu saya ngumpulin sedikit-sedikit modal usaha,
bolehlah cek IG BajuKokoAnak, GamisPolosCantik, atau GamisMotifCantik.

Pembelanjaan Anda, Menolong Saya
*heeaaaa


See ya ^^

Selasa, 08 November 2016

Berhasil Menyapih dengan Brotowali

Saya sempat galau sebenarnya bikin judul seperti ini. Takut di-bully pembaca dengan kalimat, "Iiih ga boleh nyapih dengan cara gitu. Menyakiti hati anak, tauu. Bikin anak patah hati."

I know. I know.

Saya pernah baca, memang sebaiknya tidak menggunakan cara-cara 'kejam' dalam menyapih, termasuk pakai brotowali. Cara paling ideal itu adalah Menyapih dengan Cinta atau biasa dikenal dengan istilah Weaning With Love (WWL).

Rabu, 01 Juni 2016

When Beautiful Breastfeeding Moment Soon Will Come To An End

Saya harus banyak bersyukur dengan pengalaman menjadi ibu yang luar biasa; bisa saya katakan nyaris sempurna. Melahirkan normal. ASI lancar. Bisa bersama anak 24 jam sehari 7 hari seminggu. Anak sakit, rewel, ibunya kelelahan? Tenang, ada ibu mertua yang sigap membantu. Ada sepupu-sepupu kecil yang bisa jadi babysitter gratisan, ngajak keponakannya main sementara saya leyeh-leyeh atau perlu ke kamar mandi sebentar.

Semua serba menyenangkan. Kalau anak sesekali demam-batuk-pilek atau susah makan, saya yakin hampir semua ibu mengalaminya. Jadi itu tidak akan membuat saya terlalu galau, cuma stres dikit. Hahaha..

Alhamdulillah Kakang jarang sakit. Ga pernah juga mogok makan lebih dari 24 jam. Bisa dibilang saya jarang stres. Sampai baru-baru ini, terjadi sesuatu yang membuat saya galau berat:

KAKANG MENOLAK MENYUSU.

Usianya sekarang 19 bulan.
Saya gak tahu kenapa Kakang mendadak tidak minta menyusu.
Saya tawari, dia tolak.
Saya buka baju bagian dada, dia minta saya untuk menutupnya.
Saya paksa, dia nangis.

Ya Allah, Kakang kenapaaaa? :(

Yang paling berat bagi saya adalah karena ini sangat mendadak. Tahu kan apa yang terjadi saat anak yang tadinya sering menyusu kemudian berhenti MENDADAK?

PD sang ibu akan membengkak.

Itulah yang saya alami. Dada terasa semakin penuh, sementara Kakang pun mati-matian gak mau menyusu. Saya gak tahu harus bagaimana.

Stres!

---

Kira-kira kenapa ya? Saya punya beberapa asumsi.

1. Kakang Menyapih Dirinya Sendiri

Memang beberapa minggu terakhir saya suka sounding ke Kakang saat dia menyusu, "Kakang udah besar. Gak boleh nenen lagi. Nenen mah untuk anak bayi.."

Biasanya dia hanya nyengir, geleng-geleng kepala, sesekali mengeluarkan nada protes. Saya tahu pasti dia mengerti apa yang saya katakan.

Apakah frekuensi menyusunya berkurang? Tidak. Malah justru bertambah! Saya sempat berpikir apakah dia merasa terancam gak bisa menyusu, makanya mumpung masih bisa menyusu, dia menyusu banyak-banyak. Mungkin gak siy anak balita mikirnya seperti itu? Heuheu

Tapi kalau menyapih diri sendiri, harusnya kan berkurang secara bertahap. Ya gak sih?


2. ASI Saya Habis

Akhir-akhir ini sering saat Kakang menyusu, ia melepaskan dan 'melapor' pada saya, "Abis! Abis!"

Saya yakin dia mengerti makna habis. Tapi saya gak yakin ASI saya habis. Mungkinkah ASI saya sungguhan habis? Bukankah produksi ASI akan tetap normal selama frekuensi bayi menyusu normal? Bagaimana bisa ASI saya habis tanpa alasan?

Sejak suka bilang "Abis", Kakang yang biasanya selalu menyusu pada 1 PD, kini minta 2 PD, gantian kanan-kiri. Sejujurnya saya pun merasakan bahwa PD saya tak sepenuh dulu. Tapi sedikitpun terbersit dalam benak saya kalau Kakang akan berhenti menyusu. Karena tak banyak ASI lagi kah?

Saya pun googling penyebab ASI menurun. Ada banyak kemungkinan, ada banyak faktor. Tanya ke teman juga katanya bisa karena stress, kurang sayuran, kurang minum, meninggalkan anak dalam waktu lama, dll. Kalaupun benar ASI saya kering, saya gak tahu apa alasannya.


Pada akhirnya, saya (dan suami juga mertua) mengikhlaskan jika memang Kakang tidak menyusu sampai 2 tahun. Toh dia sudah 1,5 tahun. Sudah bisa mendapatkan gizi dari makanan dan susu formula. Syukuri saja karena kami tidak mengalami hal-hal yang lebih drama dari ini. Bukankah banyak ibu yang mengalami proses menyapih yang tidak mudah?

Ah, Kakang.
Kamu beneran sudah besar ya, Sayang? :')

Minggu, 03 April 2016

Kisah Gagal Belanja Online

Baca kisah-kisah sukses mah udah mainstream kan ya. Hahaha..

Baca : 7 Kisah Nyata Sukses Bisnis Tanpa Modal

Jadi kali ini saya mau cerita kisah gagal saya belanja online.

Rabu, 24 Februari 2016

Mendapatkan Pembeli Pertama dari Instagram

Saya pernah baca tips tentang blogging, katanya blog gado-gado macam saya punya ini idealnya posting topik tertentu di hari-hari tertentu. Awalnya saya coba tiap sabtu posting topik married life & relationship dengan hashtag #SaturdayLove. Masih bolong-bolong sih, tapi saya suka dan insya Allah akan tetap saya lanjutkan.

Per Pebruari ini saya mau coba juga #RabuBaru. Ngebahas tentang everything new, berita terbaru yang jadi trending topics, juga first experience alias pengalaman apapun yang baru pertama kali saya alami. Rabu lalu saya posting tentang Gajah Depa Waterplay, dimana itu pertama kalinya saya berenang lagi sejak... entahlah. Mungkin terakhir kali saya berenang tuh waktu SMP.

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman pertama saya mendapatkan pembeli dari OLShop saya. Isinya bukan tips. Tapi semoga ada ilmu yang bisa diambil yah. Hehehe..

Sabtu, 20 Februari 2016

7 Lokasi di Bandung yang Menyimpan Kenangan Romantis

lokasi bandung romantis


OMG.. saya tidak menyangka akan mengenang Bandung se-baper ini. Hiks. Saya pikir setelah bekerja di Bandung dan berjodoh dengan orang yang bekerja di Bandung, saya akan tinggal di Bandung selama-lamanya, jadi ga akan galau mengenang The Unforgettable Bandung saat ini.

Nyatanya beberapa bulan terakhir saya tinggal di Sumedang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Harap maklum kalau kadang-kadang dalam pikiran saya terbersit sebuah tanya, "Ya Allah, kapankah hamba ke Bandung lagi? Hamba pengen ke Bandung ya Allah. Pengeeeeen banget..."
*kemudian menangis di bawah shower
*padahal ga punya shower