Oh ya, semua orang berkesempatan jadi influencer loh selama feednya rapi dan engagementnya bagus. Kalau kemarin-kemarin yang banyak dicari brand adalah macro influencer (jutaan followers) dan micro influncer (puluhan-ratusan ribu followers), ke depan yang akan trending adalah nano influencer (ribuan followers).
Minggu, 05 Januari 2020
Tren Instagram Marketing 2020
Oh ya, semua orang berkesempatan jadi influencer loh selama feednya rapi dan engagementnya bagus. Kalau kemarin-kemarin yang banyak dicari brand adalah macro influencer (jutaan followers) dan micro influncer (puluhan-ratusan ribu followers), ke depan yang akan trending adalah nano influencer (ribuan followers).
Selasa, 02 Juli 2019
Belajar di Sekolah Non Favorit
Orangtua saya gak pernah ngomong,
“Sin, kamu belajar yang rajin ya. Biar masuk sekolah anu. Itu sekolah yang paling bagus.”
Rabu, 14 November 2018
Employee Of Allah
Senin, 17 Juli 2017
So Good Chicken Nugget Saus Asam Manis
Idealnya sih pakai tepung tapioka dan perasan jeruk nipis. Tapi berhubung 2 bahan gini ga ada, ya udah seadanya saja. Heuheu..
Udaaaah. Gampang kan ya? Hihihi
Rasanya enak loooooh, meskipun sepertinya kurang banyak sausnya.
So Good Chicken Nugget nya digoreng biasa secara terpisah. Saus Asam Manisnya dituang di atas nya :)
Hasil masakan langsung ludes dalam sekejap. Terutama oleh si bungsu yang kecapekan setelah pulang pergi naik KRL dari Depok-Bogor demi beli seblak tapi ternyata warung seblaknya udah tutup. Cian..
Thanks to..
- Mama yang udah bantuin masak (sampai bikinin hiasan bunga dari tomat)
- Abang Yusuf yang bagian foto-foto
- Adek Rama yang bagian ngabisin paling banyak :D
- Nurul yang udah infoin lomba kreasi masak So Good ini
(Anyway, lombanya sampai tanggal 23 Juli 2017. Ikutan ya! Ada hadiah kamera dan smartphone loh. Info lengkapnya di sini https://bloggerperempuan.co.id/sogood )
Demikianlah postingan masak dari saya yang newbie ini. Semoga memotivasi saya untuk belajar masak lebih giat. Mohon aminkan sama-sama..
Minggu, 09 April 2017
Pengalaman Seru Belajar di Mentoring Jualan Online Batch 1 Free
"Asiiik. Eh tapi kok tiba-tiba? Ada apa nih?"
"Ya nih aku disuruh orang buat cari produk/jasa buat dipromoin di internet."
"Disuruh orang? Siapa?"
"Gak tau nih aku juga ga kenal,"
Heuheu..
Begitulah kira-kira obrolan saya dengan sahabat lama saat saya mengerjakan tugas Brokerpreneur di Mentoring Bisnis Online (MJO) Batch 1. MJO adalah kursus online melalui grup Facebook yang diselenggarakan oleh Andre Hanusa.
Siapa Andre Hanusa?
Jumat, 10 Maret 2017
Satu Alasan Orang Menolak Produk yang Anda Tawarkan
Beberapa hari yang lalu saya ke sebuah toserba kecil yang salah satu dagangannya adalah kosmetik.
Saya mampir ke sebuah counter salah satu merek kosmetik dan bilang ke SPGnya kalau saya mau melihat-lihat lipstik. Sang SPG mempersilakan. Belum 5 menit saya melihat-lihat, SPG itu menawarkan saya pelembab wajah.
Senin, 02 Mei 2016
Meraih 100 Juta Pertama dari Toko Online
Pagi itu sekitar pukul 9.30 WIB, kami tiba di Telkom Corporate University, Gegerkalong Bandung. Acara belum dimulai. Di depan gedung Saraswati, tampak beberapa orang panitia dan peserta yang sedang registrasi.
Saya membayangkan masuk ke dalam membawa Kakang (18 Bulan). Toh ia sedang tidur. Kalaupun bangun, saya yakin dia ga akan nangis meraung-raung. Sayangnya dalam email konfimasi pendaftaran yang saya terima, ada pesan untuk tidak membawa balita. Untunglah Pak Yoga bersedia dan menyanggupi menjaga Kakang selama saya mengikuti seminar dan workshop Meraih 100 Juta Pertama dari Toko Online yang diadakan siswa Young Entrepreneur Acedemy (YEA) ini.
Sebenarnya saya kurang yakin dia bisa. Tapi dia bilang sudah menghubungi teman-temannya untuk membantunya menjaga Kakang. Hahahahaha.. baiklah.
Pukul 9 tepat, meskipun
---
Ruangan berkapasitas 300 orang sudah tampak ramai. Sambil menunggu,
![]() | |
| Khimar Syaza | IDR 149 ribu | Contact BBM 5C869AFB/ WA 088210862289 |
Ada beberapa member yang bertanya, namun Mbak Gita bilang akan menjawab nanti karena ia sedang seminar.
Ow, ternyata beliau ada 3 baris persis di depan saya. Gampang nemuin karena Khimar Syaza yang beliau pake gak ada yang nyamain. Heuheu..
Saya pikir hanya suami Mbak Gita saja (Mas Reza Galih) yang akan hadir karena hanya nama Mas Reza yang tercantum sebagai salah satu pembicara dalam seminar ini. Ternyata Mbak Gita ikut menemani. Cieeh..
Acara dimulai.
Konsepnya berupa talkhow dimana para pembicara yang sudah sukses mendapatkan 100 juta pertama dari toko online berplatform Yukbisnis.com akan sharing testimoninya. Dengan moderator Mbak Ayu dari Yukbisnis, Mas Reza dari Sheika mendapat kesempatan pertama berbagi pengalamannya.
Mas Reza mengisahkan pengalaman pertamanya dalam berbisnis adalah beternak itik. Periode pertama memasukkan 400 itik, lalu karena ada flu burung, hanya panen 15 itik. Periode kedua mencoba lagi memasukkan 200 ekor, hanya panen 30 ekor. Bisnis itik pun ditutup.
Berikutnya beliau (dan istri) mencoba bisnis kuliner berjualan cilok dan seblak. Usaha lancar selama 4 bulan pertama. Bulan kelima tutup karena ada kompetitor yang lebih unggul dari segi lokasi dan rasa. Alhamdulilah, katanya :D
Itu semua tidak membuat ia kapok mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha. Ia lalu mengikuti Entrepreneur Camp (Ecamp), belajar bisnis langsung dari Pak Jaya Setiabudi. Ketika Pak Jaya bilang ilmu bisnis yang pertama harus dipelajari adalah pemasaran (marketing), dan betapa Internet adalah hal yang mau ga mau harus pebisnis kuasai, ia pun kepikiran untuk bisnis online.
Mas Reza kemudian bergabung dengan program reseller Yubi Juragan dimana ia mendapat ebook Yubi Affiliate dengan Facebook Marketing dan 8 Kunci Sukses Bisnis Reseller. Ia lahap semua materi dan setelah diskusi dengan seorang sahabat Ecampnya, ia belajar Facebook Ads.
Awalnya Sheika menjual produk Yubi berupa tas dan hijab. Media promosi melalui FB Ads. Ternyata promosi melalui FB Ads cukup efektif dan mendatangkan beberapa orderan.
Ia juga sempat jadi reseller mukena anak yang diproduksi Kang Asep Saepulloh (pembicara kedua dalam seminar ini).
Mukena anak laris, namun orderan menurun saat momen lebaran telah lewat.
Dengan database/nomor kontak konsumen yang telah mereka dapatkan, mereka mencari produk lain yang bisa dijual. Tercetuslah untuk menjual hijab. Mereka beli kerudung segiempat motif, kulakan di toko grosir lalu menjual retail. Lagi-lagi dengan promosi melalui Fb Ads.
Hmm panjang juga ya ceritanya, capek nih saya nulisnya *plak!
Singkat cerita, setelah berhasil menjual hijab produksi orang lain dengan FB Ads, Sheika mulai produksi sendiri. Sheika sekarang memproduksi khimar segiempat bolak-balik, khimar instan dengan pet antem, pashmina instan, aneka dress motif juga dress polos.
Omset 100 juta mah kayaknya udah lewat. WAAOOW..
---
Kalau menurut saya sih, salah satu kunci sukses beliau membesarkan Sheika adalah karena punya mentor (Jaya Setiabudi) dan patuh dengan petuah-petuah sang guru tanpa tapi tanpa nanti. Termasuk saat Pak Jaya mengajarkan bahwa bisnis itu harus punya toko online. Memang mendapatkan pembeli lewat sosmed bisa, namun sosmed fungsinya seperti pameran, untuk menarik traffic. Sementara rumahnya adalah website/toko online.
Punya website atau toko online akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada kita. Bisnis akan terlihat lebih profesional daripada mereka yang hanya pajang produk di sosmed atau marketplace.
Di Yukbisnis.com, kita bisa membuat toko online sendiri dengan mudah dan cepat.
Kalau mau nyoba versi gratisnya, boleh. Kalau mau Yubi Pro dengan fitur-fitur yang lebih lengkap, cuma bayar aktivasi 100rb dan biaya per bulan 50rb. Bisa juga pakai nama domain sendiri.
Yang kepo boleh intip langsung Yukbisnis.com
---
Setelah Sheika punya toko online, Mas Reza selalu menyertakan alamat toko online dalam setiap iklan di FB Ads. Katanya itu sangat baik karena bisa meningkatkan posisi toko online kita.
Pengalaman Mas Reza di Sheika, meski kebanyakan lead (orang yang minat beli) datang dari FB Ads, tapi konversi paling tinggi berasal dari web. Maksudnya begini: Orang yang add/invite BBM/WA Sheika karena melihat iklan di FB, dari 10 orang yang tanya-tanya, hanya sekitar 3 orang yang akhirnya benar-benar beli. Sementara mereka yang menghubungi Sheika setelah melihat-lihat produk di website, dari 10 orang yang menghubungi, 9 diantaranya benar-benar beli. Wah, jauh ya. Konversi dari Fb Ads 30%, dari toko online 90%.
Mereka yang mencari produk di website adalah mereka yang benar-benar sedang butuh produk tsb.
Karena itulah memiliki toko online sangat penting.
---
Ini kapan postingannya akan berakhir? Hahaha..
Sekian dulu deh ya.
Baru satu pembicara yang materinya saya tulis, padahal total ada empat pembicara.
Semoga sempat ya sharing materi mereka semuanya. Aamiin
---
Kakang rewel gak ya?
Saya ga tahu karena hape lowbat gak bisa nge-charge.
... (semoga) bersambung
Selasa, 29 Maret 2016
7 Kisah Nyata Sukses Bisnis Tanpa Modal
Meski ga menang, tapi saya senang banget baca pengalaman-pengalaman mereka yang sukses bisnis yang awalnya minim modal bahkan tanpa modal uang. Sangat inspiratif dan memotivasi. Saya jadi pengen sharing di sini.
Ini adalah kisah-kisah favorit saya:
Selasa, 09 Juni 2015
Belajar Bikin Konten Viral
Selasa, 26 Mei 2015
Review Buku Bisnis Online Milyaran
| Sumber: Yukbisnis.com | Klik untuk deskripsi produk |
Penulis : @FikryFatullah & @Motivatweet
Tebal : 336 halaman
Pernah menerima foto yang di tag sembarangan untuk Anda di Facebook?
Atau mungkin Anda pernah menerima email yang tidak jelas asal-usulnya, lalu menawarkan Anda berbagai macam barang?
Atau mungkin Anda juga pernah di-mention seseorang yang tidak Anda kenal di twitter, lalu menawarkan barang yang tidak Anda butuhkan?
Semua ini adalah termasuk ke dalam aktivitas spamming.(Hal. 21)
- Mengetahui apa yang sedang dicari atau diminati oleh target pasar dengan Google Keyword Planner & Google Trends
- Mengetahui potensi pasar dari demografinya dengan Facebook Ads
- Membuat banner iklan dengan Canva, dan banyak lagi.
Minggu, 12 April 2015
#BeraniLebih Berinvestasi pada Diri Sendiri
Masuk akal kan?
Orang kaya mampu "memutar" uangnya hingga berlipat ganda. Bahkan ada pula yang mampu menghasilkan kekayaan tanpa modal uang pada awalnya.
![]() |
| Background image source: Pixabay |
Kamis, 26 Juni 2014
Download Ebook Gratis Jaya Setiabudi
1. Silakan ke www.Store.Yukbisnis.com kategori pendidikan, pilih Ebook Gratis 5 Jurus Dongkrak Profit atau ebook 7 Hari Jadi Juragan.
2. Klik "Beli" lalu klik "Bayar"
3. Yang sudah jadi member Yukbisnis, silakan login. Yang belum jadi member boleh tekan "Klik Di Sini" di kotak bagian kanan untuk mengisi data diri.
4. Isi data diri. Dari semua kolom yang wajib diisi, pastikan ALAMAT EMAIL VALID karena link download ebook akan dikirim melalui email.
5. Klik "Lanjutkan"
Selesai! Di layar akan tampil invoice dengan tagihan Rp. 0,-
Silakan cek inbox atau spam untuk melihat link download ebook.
Kalau ada yang mendapat tagihan kode unik, contoh Rp. 234,- atau Rp. 301,- dan tidak menemukan link download ebook di inbox atau spam dalam waktu 1 jam, silakan SMS CS Yubistore di 082126912121. Insya Allah akan dibantu ^^
Dua ebook ini isinya "daging" semua! Wajib baca buat yang mau jadi pebisnis sukses.
Selamat mengunduh dan... Happy reading ^^
Selasa, 12 November 2013
Yuk Jadi Dasterpreneur!
Yah, seperti itulah kira-kira 'kejamnya' bos saya tercinta..
Eh tapi tapiii.. manyun saya saat itu kemudian berubah jadi senyum tersipu saat keesokan harinya saya baca ini:
Kamis, 09 Februari 2012
Home Business (2)
Production
Minggu pertama semua anggota sibuk produksi. Mulai dari mengupas bawang putih, ngulek, menimbang bahan, mencampur adonan, sampai menggoreng. Gak pernah sekalipun bisa mencapai target per hari 80 tabung.

Ruang Produksi Arachis
Minggu kedua, kami merekrut tim produksi dua orang. Dengan bantuan orang yang lebih expert dan penggunaan blender untuk menggantikan ulekan (heuheu), kapasitas produksi bisa mencapai 200 bungkus per hari (!)
Packaging
Seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya, awalnya kemasan Arachis adalah tabung. Lalu kemudian diganti jadi plastik sablon supaya harganya bisa lebih murah. Menyablon plastik ternyata membutuhkan waktu beberapa hari. Jadi dalam masa peralihan *tsah, Arachis pake plastik + stiker.
Kami salah memilih orang untuk menyablon. Hasil sablonan gak sesuai harapan dan kami pun komplain. Jadi pelajaran aja sih..
Bagian packaging
Marketing
Sayang sekali penjualan kami tidak memenuhi target. Tapi setelah dievaluasi, banyak banget pelajaran yang didapat dari pengalaman ini. Antara lain:
1. Untuk produk baru, ga bisa seenaknya menentukan harga. Saat pricing, harus memperhatikan juga harga kompetitor dan “harga psikologis” konsumen (harga yang layak menurut konsumen).
2. Selera orang beda-beda *yaealaaaah
3. Dua minggu ini (ternyata) masih dalam masa riset, trial & error. Produk belum fix untuk disebarluaskan ke pasar.
4. Cara paling efektif untuk memasarkan produk seperti ini adalah melalui reseller dan membuka stand di event-event.
5. Cara paling tidak efektif (selama Home Business) adalah menitipkannya di warung karena cashflownya sangat amat lambat. Mencari warung yang tepat juga gak mudah.
Finance
Pencatatan keuangan gak terlalu bermasalah sepertinya. Maklum, dipegang oleh orang yang ahli: si cici. Hihihi..
Berdasarkan laporan keuangan yang ia buat, net profit Arachis selama Home Business adalah... 13ribuan! Haaaa? Kok bisa? Hahahahaa... saya juga tidak mengerti pokoknya seperti itu lah. Total omset 2jutaan. Gak menang, pastinya. Dan kami jadi kelompok paling "bangkrut'! :))
Well, sejujurnya aku tidak puas. Terutama pada kinerja diri saya sendiri sebagai ketua. Tapi saya pastikan saya (dan teman-teman) mendapatkan "pelajaran". Oh iya dong, udah keluar duit buanyak banget, rugi dong kalau gak dapet ilmu dan pengalamannya. Betul tidak? :p *menghibur diri*
Akhir kata, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak pada rekan-rekan satu tim saya. Kalian semua keren banget. We had a good teamwork and I love you all *eaaaaa. Mohon maaf atas segala kekurangan. I'm sorry and thank you so much ;')
Pada penasaran ga sih sama muka-muka mereka? Hehehehe..
Here we are..
Selasa, 31 Januari 2012
Home Business (1)
Tanggal 5-19 Januari lalu, YEA 13 mengerjakan proyek Home Business. Ini adalah praktek memulai bisnis. Di sini kami diminta menentukan produk, melakukan proses produksi, menentukan merek, logo, dan kemasan, memasarkan, hingga membuat laporan keuangan. Komplit!
Beberapa peraturannya:
1. Modal awal maksimal Rp. 500.000
2. Harus produksi sendiri (1 minggu pertama).
3. Boleh merekrut tenaga penjualan mulai minggu pertama. Boleh merekrut tenaga produksi di minggu kedua.
4. Wilayah penjualan terbatas hanya di Bandung raya
Target : Omset 8 juta dalam 2 minggu.
Kalau omset gak sesuai target, kelompok harus menyerahkan 50% omset ke YEA (25% untuk pemenang, 25% untuk panti asuhan)
Kalau omset mencapai 8 juta tapi ada kelompok lain yang beromset lebih tinggi, cukup serahkan 10% omset pada pemenang.
Satu kelas dibagi menjadi tiga kelompok. Saya beruntung satu kelompok dengan empat orang yang keren: Tallia (Finance), Chandra (Marketing), Ripin (Logistic & Design), dan Febri (Production).
Perkenalan kru nya udah. Sekarang lanjut ke 4P
PRODUCT
Febri mengusulkan beberapa ide produk. Dari pengalaman para senior, lebih baik membuat produk yang tahan lama dan gak cepat basi. Akhirnya setelah brainstorming, kami memutuskan membuat kacang telur pedas dengan merek Arachis. Arachis diambil dari bahasa latin kacang tanah: Arachis hypogaea. Ada tiga level kepedasan. Dari yang paling ga pedas sampai yang paling pedas berturut-turut level Semut Api, Phoenix, dan Naga :)
PRICE
Awalnya, kami mematok harga Rp. 15.000,- untuk 1 tabung Arachis dengan isi 120 gram. Ternyata, banyak yang bilang kemahalan. Kami pun berusaha menurunkan harga jual dengan menurunkan harga pokok produksi (HPP). Berhubung yang paling mahal adalah kemasan, kami pun mengganti tabung dengan plastik. Harga jual akhir pun menjadi Rp. 9000,-
PLACE
Arachis didistribusikan melalui reseller (Arachis Angels) dan beberapa warung dengan sistem konsinyasi.
PROMOTION
Promosi Arachis dilakukan dari mulut ke mulut, Facebook, dan Twitter @Arachiss. Kami juga mencetak poster.
Bersambung...
Next Post : Laporan Produksi, Packaging, Penjualan, dan Keuangan.










