Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2020

Tren Instagram Marketing 2020


Haiiii,
Happy new year!

Baru-baru ini saya baca artikel (berbahasa Inggris) bagus nih dari Later tentang tren Instagram Marketing di tahun 2020. Yang saya tulis di sini bukan terjemahan bebas ya, tapi lebih ke poin-poin penting dan catatan untuk saya sendiri. Sebagai owner OLshop yang jualan di Instagram, penting rasanya selalu update dengan kabar terbaru. Yuk cuuuuss!

SEMAKIN BANYAK KONTEN VIDEO

Kayaknya IG pengen ngambil sedikit “kue” milik Youtube nih dengan memperbolehkan user upload video dengan durasi yang lebih panjang di feed IG. Konten video juga akan disebarkan oleh algoritma IG lebih luas (mendapat reach lebih banyak) dibanding konten foto.

Untungnya, dengan teknologi pada smartphone yang makin kece fitur kameranya, hampir semua orang bisa memproduksi video sendiri. So, ayooo kita lebih banyak lagi bikin video untuk konten IG.

JUMLAH LIKES DISEMBUNYIKAN

Kalau di Indonesia saat ini kita masih bisa melihat berapa jumlah likes pada suatu foto. Kalau di US udah mulai disembunyikan tuh. Alasannya sih, mendukung kesehatan mental terutama pada remaja. Mungkin selama ini mereka menggunakan IG sebagai ‘hamba likes’, yang kalau fotonya dapat likes banyak mereka girang, sementara kalau sedikit, mereka stress.

IG berharap ke depannya user bisa posting foto lebih sering dan lebih bebas, ga perlu mikir apakah foto tsb udah perfect banget, ga perlu khawatir “gimana kalau ga ada yang like ya?”

IG MENJADI PLATFORM ECOMMERCE

IG sedang mengembangkan fitur Instagram Checkout, dimana followers bisa berbelanja langsung di akun Brand tanpa keluar dari aplikasi Instagram. Saat ini ada beberapa brand di US yang sudah bisa menggunakan fitur tsb. Tahun 2020 diramalkan akan semakin banyak lagi Brand yang menggunakan fitur ini. Bahkan bisa jadi semua OLshop bisa.

Btw sebenarnya saat ini udah ada loh layanan yang mirip IG Checkout tsb di Indonesia. Namanya belanja.bio. Coba deh googling.


IG MENJADI PLATFORM INFLUENCER MARKETING

Bersamaan dengan fitur Instagram Checkout, dikembangkan juga fitur Shopping From Creators. Dalam bayangan saya sih, cara kerja influencer mirip affiliate jadinya. Bedanya, dalam affiliate marketing, calon pembeli perlu meng-klik link. Sementara dalam influencer marketing, calon pembeli meng-klik foto yang diupload creator (selebgram/influencer) untuk kemudian diarahkan ke akun Brand tempat mereka bisa membeli produk yang dipromokan influencer. Jadi lebih smooth deh proses belanjanya. Asik ya!

Oh ya, semua orang berkesempatan jadi influencer loh selama feednya rapi dan engagementnya bagus. Kalau kemarin-kemarin yang banyak dicari brand adalah macro influencer (jutaan followers) dan micro influncer (puluhan-ratusan ribu followers), ke depan yang akan trending adalah nano influencer (ribuan followers). 


TIKTOK “MENJAJAH” INSTAGRAM

Merhatiin gak sih di IG sekarang semakin banyak konten Tiktok?

Buat yang belum tahu, Tiktok adalah aplikasi video sharing yang disertai musik. Konten dari Tiktok lebih real, ga pake filter, fokus ke isi bukan ke estetika. Ga perlu lokasi yang Instagramable buat bikin konten Tiktok.

Tiktok dulu sangat populer diantara remaja. Sekarang orang dewasa ikutan juga. Tiktok adalah aplikasi ketiga paling banyak didownload tahun 2019. Tiktok punya 500 juta pengguna aktif, sama dengan pengguna Instagram stories. So, diramalkan nanti IG stories akan semakin banyak memuat konten dari Tiktok.

Daaan you know what? IG lagi ngembangin aplikasi untuk menyaingi Tiktok. Namanya Reel. Saat ini lagi berusaha dipopulerkan di negara yang belum dimasuki Tiktok seperti Brazil dan Mexico. Seru nih!


IG MENJADI MICRO BLOG

Data menunjukkan dari tahun ke tahun user IG menulis caption semakin panjang. 

Orang tak hanya menikmati foto-foto indah melainkan juga kata-kata yang menarik.
Ini adalah kesempatan kita untuk bercerita lebih banyak di caption, sehingga followers  menghabiskan lebih banyak waktu di postingan kita. Ini mempengaruhi algoritma dan meningkatkan engagement.

Bagi brand owner, yang namanya brand voice akan semakin penting. Foto bagus saja tidak cukup. Followers ingin tahu dan ikut mendukung hal-hal yang dikampanyekan brand di balik produknya.

Dalam artikel tsb memuat tips ini : Next time sebelum posting di IG, pikirkan dulu mau nulis caption apa (mau menyampaikan pesan apa) baru cari foto yang cocok.

Tips lain,
Share tips di caption. Kalau pembaca klik ‘Save’ di postingan kita, ini juga terhitung engagement dan mempengaruhi algoritma loh. Jadi next time postingan kita akan lebih sering terlihat mereka.

Ada beberapa insight lain seperti akan semakin banyak iklan di IG Stories, fitur IGTV series, dan juga perkembangan filter Augmented Reality untuk shopping. Tapi saya belum bisa nulis lebih panjang lagi karena tangan pegel #jujur.

Bagaimana menurutmu? Apa resolusimu di Instagram tahun 2020 ini?


Selasa, 02 Juli 2019

Belajar di Sekolah Non Favorit




Lagi ramai nih soal PPDB sistem zonasi yang kontroversial. Salah satu ortu yang kecewa curhat kalau anaknya yang udah berusaha belajar keras demi bisa masuk sekolah favorit, eh ujungnya gagal hanya karena lokasi rumah kalah dekat dibanding calon murid lain. Bahkan ada juga berita tentang anak yang membakar sekian piagamnya karena gagal masuk sekolah yang dia incar.

WHAT?

Saya lalu mengenang masa sekolah dulu.

Saya polos atau apa ya, tapi memang saya tidak mengenal label sekolah favorit dan non favorit. Mungkin karena orangtua saya gak pernah ‘mengedukasi’ saya soal label itu. 

Orangtua saya gak pernah ngomong, 
“Sin, kamu belajar yang rajin ya. Biar masuk sekolah anu. Itu sekolah yang paling bagus.”


Tidak pernah sama sekali.

Orangtua saya punya prinsip hidup seperti ini (dan menanamkan mindset ini juga pada anak-anaknya) : Kalau keinginan kita tercapai, Alhamdulillah. Kalau tidak tercapai, keputusan Allah tetap yang terbaik. Semua pasti ada hikmahnya.

Prinsip itu berlaku pula untuk pemilihan sekolah. Kalau bisa masuk sekolah yang terkenal bagus, Alhamdulillah. Kalau ternyata takdir menentukan kita masuk sekolah tidak terkenal, berarti ini yang TERBAIK MENURUT ALLAH bagi kita.

Rabu, 14 November 2018

Employee Of Allah





Beberapa hari terakhir ini saya beruntung bisa nyimak beberapa materi tentang Employee of Allah (EOA) via grup WA Deary Castle EOA, dengan fasilitator Mas Reza Novary.

Apa yang beliau share begitu menggugah. Membuat saya harus kembali meluruskan ilmu tauhid saya, yang barangkali sudah mulai melenceng karena terlalu terpesona dunia.

Memang secara kasat mata saya hanya menyembah Allah. Namun ternyata banyak ‘berhala-berhala’ di sekitar saya yang saya ‘sembah’ tanpa saya sadari.

Senin, 17 Juli 2017

So Good Chicken Nugget Saus Asam Manis

Beberapa hari lalu saat saya pulang belanja dari supermarket, adik saya mengintip kresek dan menemukan nugget So Good di dalamnya. Saya memang sengaja membelinya untuk Kakang (2 tahun 9 bulan).

Tiba-tiba adik saya teringat sesuatu, "Eh, kan ada lomba blog resep So Good. Ikutan aja..!" sarannya.

"Emang nugget bisa dimasak gimana?"

"Ya udah goreng aja. Mau digimanain lagi kan?"

Wahahahaha.. kakak adik sama-sama blank soal mengolah nugget. Selama ini cuma tahunya cukup goreng dan langsung dimakan. Super praktis, ga pake mikir. Ga perlu tambahan apapun juga udah enak toh.

Saat saya ceritakan tentang lomba ini pada Mama, Mama tidak setuju kalau So Good Chicken Nugget digoreng saja tanpa ada tambahan apapun. Apa menariknya?

Beliau menyuruh saya googling dan mencari tahu apa olahan nugget sederhana yang mungkin bisa kami coba masak.

FYI, kalau boleh saya menilai kemampuan memasak anggota keluarga yang perempuan, maka dari angka 1-10 saya akan memberi nilai 8 untuk Mama, 7 untuk adik saya, dan 4 untuk saya. HAHAHAHA

Iya, keterampilan memasak saya masih sangat rendah. Makanya saya sangat berterimakasih pada para pencipta makanan siap saji termasuk nugget.

Karena alasan itu pula, saya pun mencari resep yang paling sederhana diantara resep-resep olahan nugget. Ketemulah dengan resep saus asam manis. Buat yang udah expert masak mah pasti bikin saus ini adalah keterampilan memasak level anak TK saking gampangnya.

Tapi saya (dan Mama) belum pernah bikin saus asam manis sebelumnya. Jadilah kami memutuskan bereksperiman bikin saus asam manis untuk menemani So Good Chicken Nugget biar ga jomblo.




Bahan-bahan :
1 buah Bawang Bombay, iris
3 siung Bawang putih, cincang
Setengah botol kecil Saus Tomat
3 sendok makan Saus Sambal
2 buah Wortel ukuran sedang, potong dadu kecil
100 gr Kacang Polong
3 sendok makan Minyak untuk menumis
2 gelas air 
Sedikit garam dan gula
16 buah So Good Chicken Nugget Original 
(Untuk 5 porsi)

Idealnya sih pakai tepung tapioka dan perasan jeruk nipis. Tapi berhubung 2 bahan gini ga ada, ya udah seadanya saja. Heuheu..


Cara memasak saus asam manis:
Panaskan minyak
Masukkan bawang putih dan bawang bombay, tumis hingga wangi
Masukkan wortel dan air, masak hingga wortel agak lunak
Masukkan saus sambal dan saus tomat
Masukkan sedikit garam dan gula
Terakhir, masukkan kacang polong
Aduk hingga merata


Udaaaah. Gampang kan ya? Hihihi

Rasanya enak loooooh, meskipun sepertinya kurang banyak sausnya.




So Good Chicken Nugget nya digoreng biasa secara terpisah. Saus Asam Manisnya dituang di atas nya :)

Hasil masakan langsung ludes dalam sekejap. Terutama oleh si bungsu yang kecapekan setelah pulang pergi naik KRL dari Depok-Bogor demi beli seblak tapi ternyata warung seblaknya udah tutup. Cian..



Thanks to..
- Mama yang udah bantuin masak (sampai bikinin hiasan bunga dari tomat)
- Abang Yusuf yang bagian foto-foto
- Adek Rama yang bagian ngabisin paling banyak :D
- Nurul yang udah infoin lomba kreasi masak So Good ini
(Anyway, lombanya sampai tanggal 23 Juli 2017. Ikutan ya! Ada hadiah kamera dan smartphone loh. Info lengkapnya di sini https://bloggerperempuan.co.id/sogood )


Demikianlah postingan masak dari saya yang newbie ini. Semoga memotivasi saya untuk belajar masak lebih giat. Mohon aminkan sama-sama..

Minggu, 09 April 2017

Pengalaman Seru Belajar di Mentoring Jualan Online Batch 1 Free

"Aku mau promosiin bisnismu ya.."
"Asiiik. Eh tapi kok tiba-tiba? Ada apa nih?"
"Ya nih aku disuruh orang buat cari produk/jasa buat dipromoin di internet."
"Disuruh orang? Siapa?"
"Gak tau nih aku juga ga kenal,"

Heuheu..

Begitulah kira-kira obrolan saya dengan sahabat lama saat saya mengerjakan tugas Brokerpreneur di Mentoring Bisnis Online (MJO) Batch 1. MJO adalah kursus online melalui grup Facebook yang diselenggarakan oleh Andre Hanusa.

Siapa Andre Hanusa?

Jumat, 10 Maret 2017

Satu Alasan Orang Menolak Produk yang Anda Tawarkan

Ini adalah curhatan saya sebagai seorang calon pembeli yang pernah dapat sedikit ilmu penjualan.

Beberapa hari yang lalu saya ke sebuah toserba kecil yang salah satu dagangannya adalah kosmetik.
Saya mampir ke sebuah counter salah satu merek kosmetik dan bilang ke SPGnya kalau saya mau melihat-lihat lipstik. Sang SPG mempersilakan. Belum 5 menit saya melihat-lihat, SPG itu menawarkan saya pelembab wajah.

Senin, 02 Mei 2016

Meraih 100 Juta Pertama dari Toko Online

Minggu, 1 Mei 2016

Pagi itu sekitar pukul 9.30 WIB, kami tiba di Telkom Corporate University, Gegerkalong Bandung. Acara belum dimulai. Di depan gedung Saraswati, tampak beberapa orang panitia dan peserta yang sedang registrasi.

Saya membayangkan masuk ke dalam membawa Kakang (18 Bulan). Toh ia sedang tidur. Kalaupun bangun, saya yakin dia ga akan nangis meraung-raung. Sayangnya dalam email konfimasi pendaftaran yang saya terima, ada pesan untuk tidak membawa balita. Untunglah Pak Yoga bersedia dan menyanggupi menjaga Kakang selama saya mengikuti seminar dan workshop Meraih 100 Juta Pertama dari Toko Online yang diadakan siswa Young Entrepreneur Acedemy (YEA) ini.

Sebenarnya saya kurang yakin dia bisa. Tapi dia bilang sudah menghubungi teman-temannya untuk membantunya menjaga Kakang. Hahahahaha.. baiklah.

Pukul 9 tepat, meskipun bala bantuan teman-teman Pak Yoga belum hadir, tapi ia mempersilakan saya masuk. Saya pun menyerahkan Kakang padanya, berharap mereka berdua baik-baik saja tanpa saya *lebay*.

---

Ruangan berkapasitas 300 orang sudah tampak ramai. Sambil menunggu, seperti kebanyakan orang saya main hape. Ada beberapa chat dari grup Line reseller Sheika Hijab. Ternyata Mbak Gita (Owner Sheika) memasukkan produk terbaru di album grup: Khimar Syaza.

Khimar Syaza | IDR 149 ribu | Contact BBM 5C869AFB/ WA 088210862289

Ada beberapa member yang bertanya, namun Mbak Gita bilang akan menjawab nanti karena ia sedang seminar.

Ow, ternyata beliau ada 3 baris persis di depan saya. Gampang nemuin karena Khimar Syaza yang beliau pake gak ada yang nyamain. Heuheu..

Saya pikir hanya suami Mbak Gita saja (Mas Reza Galih) yang akan hadir karena hanya nama Mas Reza yang tercantum sebagai salah satu pembicara dalam seminar ini. Ternyata Mbak Gita ikut menemani. Cieeh..

Acara dimulai.
Konsepnya berupa talkhow dimana para pembicara yang sudah sukses mendapatkan 100 juta pertama dari toko online berplatform Yukbisnis.com akan sharing testimoninya. Dengan moderator Mbak Ayu dari Yukbisnis, Mas Reza dari Sheika mendapat kesempatan pertama berbagi pengalamannya.

Mas Reza mengisahkan pengalaman pertamanya dalam berbisnis adalah beternak itik. Periode pertama  memasukkan 400 itik, lalu karena ada flu burung, hanya panen 15 itik. Periode kedua mencoba lagi memasukkan 200 ekor, hanya panen 30 ekor. Bisnis itik pun ditutup.

Berikutnya beliau (dan istri) mencoba bisnis kuliner berjualan cilok dan seblak. Usaha lancar selama 4 bulan pertama. Bulan kelima tutup karena ada kompetitor yang lebih unggul dari segi lokasi dan rasa. Alhamdulilah, katanya :D

Itu semua tidak membuat ia kapok mewujudkan cita-cita menjadi pengusaha. Ia lalu mengikuti Entrepreneur Camp (Ecamp), belajar bisnis langsung dari Pak Jaya Setiabudi. Ketika Pak Jaya bilang ilmu bisnis yang pertama harus dipelajari adalah pemasaran (marketing), dan betapa Internet adalah hal yang mau ga mau harus pebisnis kuasai, ia pun kepikiran untuk bisnis online.

Mas Reza kemudian bergabung dengan program reseller Yubi Juragan dimana ia mendapat ebook Yubi Affiliate dengan Facebook Marketing dan 8 Kunci Sukses Bisnis Reseller. Ia lahap semua materi dan setelah diskusi dengan seorang sahabat Ecampnya, ia belajar Facebook Ads.

Awalnya Sheika menjual produk Yubi berupa tas dan hijab. Media promosi melalui FB Ads. Ternyata promosi melalui FB Ads cukup efektif dan mendatangkan beberapa orderan.
Ia juga sempat jadi reseller mukena anak yang diproduksi Kang Asep Saepulloh (pembicara kedua dalam seminar ini).

Mukena anak laris, namun orderan menurun saat momen lebaran telah lewat.

Dengan database/nomor kontak konsumen yang telah mereka dapatkan, mereka mencari produk lain yang bisa dijual. Tercetuslah untuk menjual hijab. Mereka beli kerudung segiempat motif, kulakan di toko grosir lalu menjual retail. Lagi-lagi dengan promosi melalui Fb Ads.


Hmm panjang juga ya ceritanya, capek nih saya nulisnya *plak!

Singkat cerita, setelah berhasil menjual hijab produksi orang lain dengan FB Ads, Sheika mulai produksi sendiri. Sheika sekarang memproduksi khimar segiempat bolak-balik, khimar instan dengan pet antem, pashmina instan, aneka dress motif juga dress polos.

Omset 100 juta mah kayaknya udah lewat. WAAOOW..

---

Kalau menurut saya sih, salah satu kunci sukses beliau membesarkan Sheika adalah karena punya mentor (Jaya Setiabudi) dan patuh dengan petuah-petuah sang guru tanpa tapi tanpa nanti. Termasuk saat Pak Jaya mengajarkan bahwa bisnis itu harus punya toko online. Memang mendapatkan pembeli lewat sosmed bisa, namun sosmed fungsinya seperti pameran, untuk menarik traffic. Sementara rumahnya adalah website/toko online.

Punya website atau toko online akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada kita. Bisnis akan terlihat lebih profesional daripada mereka yang hanya pajang produk di sosmed atau marketplace.

Di Yukbisnis.com, kita bisa membuat toko online sendiri dengan mudah dan cepat.
Kalau mau nyoba versi gratisnya, boleh. Kalau mau Yubi Pro dengan fitur-fitur yang lebih lengkap, cuma bayar aktivasi 100rb dan biaya per bulan 50rb. Bisa juga pakai nama domain sendiri.
Yang kepo boleh intip langsung Yukbisnis.com

---

Setelah Sheika punya toko online, Mas Reza selalu menyertakan alamat toko online dalam setiap iklan di FB Ads. Katanya itu sangat baik karena bisa meningkatkan posisi toko online kita.

Pengalaman Mas Reza di Sheika, meski kebanyakan lead (orang yang minat beli) datang dari FB Ads, tapi konversi paling tinggi berasal dari web. Maksudnya begini: Orang yang add/invite BBM/WA Sheika karena melihat iklan di FB, dari 10 orang yang tanya-tanya, hanya sekitar 3 orang yang akhirnya benar-benar beli. Sementara mereka yang menghubungi Sheika setelah melihat-lihat produk di website, dari 10 orang yang menghubungi, 9 diantaranya benar-benar beli. Wah, jauh ya. Konversi dari Fb Ads 30%, dari toko online 90%.


Mereka yang mencari produk di website adalah mereka yang benar-benar sedang butuh produk tsb.
Karena itulah memiliki toko online sangat penting.

---

Ini kapan postingannya akan berakhir? Hahaha..

Sekian dulu deh ya.
Baru satu pembicara yang materinya saya tulis, padahal total ada empat pembicara.
Semoga sempat ya sharing materi mereka semuanya. Aamiin


---

Kakang rewel gak ya?
Saya ga tahu karena hape lowbat gak bisa nge-charge.


... (semoga) bersambung



Selasa, 29 Maret 2016

7 Kisah Nyata Sukses Bisnis Tanpa Modal

Beberapa waktu lalu, di grup FB Belajar Wirausaha Bareng Saptuari, Mas Saptu bikin thread untuk member sharing pengalaman bisnis tanpa modal. Tiga tulisan terbaik akan diberi hadiah buku. Wuiiiih saya langsung nimbrung ikut sharing. Pada akhirnya saya ga mernang sih. Bayangin aja, komentarnya sampai 700 lebih!

Meski ga menang, tapi saya senang banget baca pengalaman-pengalaman mereka yang sukses bisnis yang awalnya minim modal bahkan tanpa modal uang. Sangat inspiratif dan memotivasi. Saya jadi pengen sharing di sini.

Ini adalah kisah-kisah favorit saya:


Selasa, 09 Juni 2015

Belajar Bikin Konten Viral

OMG.. isi blog ini jadi artikel lomba semuaaah. Ckckck
Maklumlah lagi butuh duit. Mohon maaf ya pembaca.. 
heuheu

Akhir-akhir ini selain nulis buat lomba, saya juga penasaran pengen bisa bikin konten viral terutama lewat status Facebook. Kenapa konten viral? Karena konten viral bisa menarik traffic tanpa harus bayar. Heuheu..

Konten viral yang ideal bisa menghasilan puluhan bahkan ratusan share. Sejauh ini beberapa status yang saya posting maksimal menghasilkan 2 shares T____T. Kalo like sih udah sekitar 30-50 likes. Komentar juga biasa aja sih. Ga banyak.

Ini beberapa status saya dan engagementnya:

Kemarin siang, meja makan dihadiri oleh sambal yang mantap banget rasanya, apalagi ditemani lalap. Hanya saja..
Saya : “Kurang timun ya?”
Suami: “Jangan mengeluhkan yang tidak ada. Syukuri dan nikmati saja apa yang ada.”
#Jleb

Sorenya kami pergi berjalan-jalan dan pulang saat maghrib akan menjelang.
Saya : “Sedih deh jalan-jalan tapi gak belanja.”
Suami: “Kita masih mending bisa jalan-jalan, Yang. Di rumah sakit nih (nunjuk RS yang sedang kami lewati) banyak yang pengen jalan-jalan tapi gak bisa.”
#Jleb

Terus terang saya sebal. Banget.
Bukan, bukan sebal karena apa yang dia katakan benar.
Tapi sebal karena biasanya saya yang suka mengingatkan suami untuk banyak bersyukur.
Ealah.. sekarang nasehatnya balik ke saya :3

“Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”
(Q.S. Al-Asr : 1-3)

Like : 40
Komentar (selain saya dan suami): 2
Share : 2

#statuscurhat
TULISAN SAYA MEMANG BELUM BAGUS, TAPI...

CERITA SATU
Suatu hari saya mengikuti lomba menulis di facebook.
Saya TIDAK MENANG, tapi beberapa waktu kemudian sang penyelenggara (yang saya tidak kenal) memasukkan saya pada sebuah grup kepenulisan bernama Cendol.
Di grup inilah saya bertemu A Yoga Nugraha, yang ternyata adalah jodoh saya.

CERITA DUA
Saya mengikuti lomba menulis lagi dengan tema Job Review.
Lagi-lagi saya TIDAK MENANG, tapi beberapa waktu kemudian ada email masuk menawari saya job review.
Kata pengirim email, ia mengetahui email saya dari PA, penyelenggara lomba menulis Job Review itu.

___
Di saat saya sedang bosan & down karena lomba nulis kalah mulu (HAHAHA), mengingat dua cerita di atas membuat saya ingin bergerak lagi.
I have to keep writing. Mungkin saya akan kalah lagi. Tapi saya tidak akan tahu rezeki apa yang Allah siapkan dari tulisan saya yang jelek itu.

Jika Anda merasa apa yang Anda lakukan hasilnya belum memuaskan, keep doing. Improve.

Kata guru saya,
KETEKUNAN akan menemukan jalannya.

Like : 18
Komentar : 5 orang
Share : 0

Lagi  musim nyinyir-nyinyiran ya?
Jadi perempuan ternyata memang besar godaannya untuk nyinyir.
Saya berusaha sekali untuk tidak nyinyir sama orang, tapi ternyata itu tidak mencegah orang lain nyinyir sama saya.
Hmm.. cerita ini mungkin lebih tepat kalau saya bilang nyinyiran orang terhadap ibu saya tentang saya.

Seorang ibu berkata pada ibu saya,
“Saya merasa rugi banget loh, Bu, kalau nguliahin anak mahal-mahal, eh akhirnya dia malah ga kerja.”

Ibu saya menjawab,
“Bu, nyekolahin anak itu kewajiban orangtua. Memang keinginan saya nguliahin semua anak sampai S1. Anak laki-laki perlu karena mereka akan jadi tulang punggung keluarga. Kalau anak perempuan, memang setelah menikah harus memilih (tetap bekerja atau tidak).
Anak pertama saya memilih tidak bekerja. Anak kedua saya memilih jadi wanita karir. Dua-duanya saya dukung.
Anak pertama tidak bekerja karena ingin fokus mengurus anak. Kalau saya paksa dia kerja, lalu dia terbebani, untuk apa?
Bagi saya, yang penting anak saya bahagia, cucu saya bahagia.”

:’)
*peluk my mom

Like  : 29
Komentar : 5 orang
Share : 0

Hmm.. masih jauh sekali dari viral. Berpotensi viral aja belum. Tapi tetap semangat belajar. Semoga bisa bikin artikel se-viral hipwee atau hello pet.

Semangaat ^^


Selasa, 26 Mei 2015

Review Buku Bisnis Online Milyaran

Sumber: Yukbisnis.com | Klik untuk deskripsi produk


Judul : Bisnis Online Milyaran
Penulis : @FikryFatullah & @Motivatweet
Tebal : 336 halaman


Suatu hari di sebuah grup facebook  yang saya ikuti, seseorang mengumumkan akan membagikan ebook cerpen gratis. Puluhan orang komentar memberikan alamat emailnya. Terbersit keinginan saya untuk mengumpulkan semua alamat email yang tercantum lalu mengirimkan email berisi promo produk. Untunglah sebelum saya melakukan rencana itu, saya membaca buku ini.

Pernah menerima foto yang di tag sembarangan untuk Anda di Facebook? 
Atau mungkin Anda pernah menerima email yang tidak jelas asal-usulnya, lalu menawarkan Anda berbagai macam barang? 
Atau mungkin Anda juga pernah di-mention seseorang yang tidak Anda kenal di twitter, lalu menawarkan barang yang tidak Anda butuhkan? 
Semua ini adalah termasuk ke dalam aktivitas spamming.(Hal. 21)

Ow. Ternyata kalau saya sembarangan mengirim email promosi ke orang, itu namanya spamming (menyampah), dan merugikan bisnis dalam jangka panjang.

Itulah salah satu materi tersaji di buku ini. Bahwa spamming itu salah dan yang benar adalah dengan membangun audiens terlebih dahulu sebelum menjual apapun.

Selain materi bagaimana membangun audiens (baca: calon pembeli) di dunia maya, buku ini juga memuat materi tentang bagaimana menentukan target pasar, mendapatkan inspirasi untuk membuat konten, beriklan di internet (termasuk menghitung biaya iklannya), melakukan optimasi social media untuk promosi, membangun brand, berhubungan dengan influencer, membangun jaringan offline, dan banyak lagi.

Bagi saya yang baru memulai bisnis online, buku ini memuat materi yang sangat berharga dan sangat bisa menjadi panduan untuk dipraktekkan sehari-hari. Penjelasannya detail, teknis, namun mudah dimengerti. Penulis juga menjabarkan berbagai tools yang mendukung bisnis online kita beserta tutorialnya, lengkap dengan screenshot yang mudah dipraktekkan.

Beberapa tutorial yang termuat dalam buku ini antara lain:
  • Mengetahui apa yang sedang dicari atau diminati oleh target pasar dengan Google Keyword Planner & Google Trends
  • Mengetahui potensi pasar dari demografinya dengan Facebook Ads
  • Membuat banner iklan dengan Canva, dan banyak lagi.


Meskipun saya menemukan sedikit typo dan beberapa istilah asing yang tidak (atau lupa?) di-italic, buku ini tetap menjadi buku bisnis terbaik yang saya baca di tahun 2015 sejauh ini.

Buku yang dapat dibeli di Yubistore ini disusun oleh @FikryFatullah (Juragan Pemasaran Yukbisnis.com) dan @Motivatweet si burung Zuper yang hobi membakar semangat hampir 250ribu followersnya di twitter untuk berbisnis.

Jika Anda berminat untuk berbisnis online, atau sudah memulai bisnis online tapi ingin meningkatkan omset, buku ini wajib Anda miliki.

Happy reading ^^



Minggu, 12 April 2015

#BeraniLebih Berinvestasi pada Diri Sendiri

Suatu hari, sebuah berita menjadi awal diskusi menarik antara saya dan suami. Berita itu tentang pemain bola di luar sana yang dinilai sekian miliar rupiah. Pemain bola yang satunya lagi digaji sekian miliar rupiah. Pokoknya bikin geleng-geleng kepala deh. Beda dengan pemain bola Indonesia *ups. Suami saya heran kenapa distribusi pendapatan orang tidak merata dan berkhayal seandainya semua orang memiliki penghasilan sama besar, tentu tidak ada lagi orang miskin.

Saya menggelengkan kepala tidak setuju. Saya katakan, 
“Seandainya semua uang yang ada di dunia ini dikumpulkan jadi satu, lalu dibagi merata ke setiap manusia, tebak apa yang akan terjadi!”

“Apa?” sahutnya penasaran.
“Dalam jangka waktu tertentu, mungkin 3 tahun, yang asalnya kaya akan kembali kaya, dan yang asalnya miskin akan kembali miskin.” Jawab saya.

“Kok bisa?”

Karena orang kaya tahu cara menghasilkan uang, sementara orang miskin cuma tahu cara menghabiskan uang.

#JLEB

Masuk akal kan?

Orang kaya mampu "memutar" uangnya hingga berlipat ganda. Bahkan ada pula yang mampu menghasilkan kekayaan tanpa modal uang pada awalnya.

Saya lalu bercerita pada suami bahwa saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana orang kaya “bekerja”. Beliau seorang perempuan, mungkin usianya pertengahan 30an.  Saya yakin ia kaya, terlihat dari penampilannya yang sangat baik dan mengenakan perhiasan. Dalam sebuah tantangan, seluruh perhiasan, uang, dan HP yang ia miliki “disita”, lalu ia “dibuang” ke sebuah lokasi. Dalam beberapa jam, ia pulang dan membawa uang 1 juta rupiah! 

Mendengar beliau bercerita tentang pengalamannya mencari uang tanpa modal uang itu, saya salut. Orang ini bermental kaya. Buktinya, meski “dimiskinkan” pun ia tetap bisa menghasilkan uang halal, bermodalkan pengetahuan, pengalaman, serta skill-nya, terutama keterampilan berkomunikasi dan berjualan. Keren banget lah.

Berkaca pada diri sendiri, saya merasa belum menjadi orang kaya. Saya belum berinvestasi dalam bentuk reksadana, emas, apalagi properti. Maklum, semua yang saya sebutkan itu butuh modal uang. Tapi saya sadar, saya bisa melakukan investasi pada diri saya sendiri, dengan selalu menambah pengetahuan dan pengalaman, mengasah potensi yang saya miliki, dan memperluas jaringan. Karena suatu hari nanti apa yang ada pada diri saya inilah yang akan menjadi modal utama menghasilkan kekayaan.

Background image source: Pixabay


Berharap agar Indonesia menjadi negara yang makmur?
Mari mulai dengan #BeraniLebih berinvestasi pada diri sendiri. 

Salam ^^


FB : Sintamilia Rachmawati
Twitter : @sintamilia 



Kamis, 26 Juni 2014

Download Ebook Gratis Jaya Setiabudi

Mau sharing aja buat yang belum tahu cara download ebook gratis di Yubistore, berikut langkah-langkahnya:

1. Silakan ke www.Store.Yukbisnis.com kategori pendidikan, pilih Ebook Gratis 5 Jurus Dongkrak Profit atau ebook 7 Hari Jadi Juragan.





2. Klik "Beli" lalu klik "Bayar"

3. Yang sudah jadi member Yukbisnis, silakan login. Yang belum jadi member boleh tekan "Klik Di Sini" di kotak bagian kanan untuk mengisi data diri.

4. Isi data diri. Dari semua kolom yang wajib diisi, pastikan ALAMAT EMAIL VALID karena link download ebook akan dikirim melalui email.

5. Klik "Lanjutkan"

Selesai! Di layar akan tampil invoice dengan tagihan Rp. 0,-
Silakan cek inbox atau spam untuk melihat link download ebook.

Kalau ada yang mendapat tagihan kode unik, contoh Rp. 234,- atau Rp. 301,- dan tidak menemukan link download ebook di inbox atau spam dalam waktu 1 jam, silakan SMS CS Yubistore di 082126912121. Insya Allah akan dibantu ^^

Dua ebook ini isinya "daging" semua! Wajib baca buat yang mau jadi pebisnis sukses.

Selamat mengunduh dan... Happy reading ^^

Selasa, 12 November 2013

Yuk Jadi Dasterpreneur!


Fuuaaaah.. hari ini genap 30 hari saya menikah. Hmm.. gini toh rasanya jadi pengantin baru, menyenangkan :p

Pernah teman saya bertanya, 
"Mbak Sinta sekarang udah ga galau lagi ya? Hehe.." yang saya jawab, 
"Masih galau. Tapi galaunya udah naik level. Hahaha..." 
Iya dong, kalau sebelumnya galau masalah jodoh, sekarang galau gimana cara dapet duit banyak buat beli rumah. #Eeeaaa :))  

Jadi pengantin baru juga ternyata bisa jadi bahan "bully"-an. Gak cuma suami yang "dibully" teman-teman kantornya, saya juga kena "bully" di kantor saya. Kayak waktu Mas JuTek (Juragan Teknik) nemu toko online di Yubi yang mengandung kata "perangsang" dan mau nge-banned, kan saya menawarkan diri tuh, "Saya coba ya Mas..." 
Ealaaah, dapet responnya gini =..=


Yah, seperti itulah kira-kira 'kejamnya' bos saya tercinta..

Eh tapi tapiii.. manyun saya saat itu kemudian berubah jadi senyum tersipu saat keesokan harinya saya baca ini:




Ah, sebenarnya saya belum layak mendapat pujian itu. Yang saya lakukan hanya mengerjakan apa yang Mas Fikry ajarkan dan instruksikan. Kalau berhasil, Alhamdulillah berarti ajaran guru saya ini beneran bukan ajaran sesat *eh *kabooor :))

Saya cinta banget dah sama Yubi. But I realized, mungkin, bisa jadi, tidak sampai setahun lagi saya di sini. Huhu.. sedih ngebayanginnya juga. Tapi keputusan sudah bulat, kalau nanti saya punya bayi, semoga saya tidak pernah meninggalkannya untuk bekerja di luar. Aamiiin..

Berbisnis online sudah menjadi cita-cita saya sejak lama. Ingin sekali bisa mendapat penghasilan tanpa meninggalkan rumah dan anak-anak. Sedikit demi sedikit saya tempuh perjalanan menuju ke sana, melalui pilihan-pilihan hidup yang saya buat *tsah, bahasanya..

Adalah sebuah keberuntungan saya bisa di sini sekarang dan mendapat kesempatan untuk belajar banyak mengenai bisnis online. Termasuk, belajar internet marketing di Workshop Yubi Affiliate tanggal 17 November besok. Ya, ini adalah workshop dimana para peserta akan belajar mendapatkan jutaan rupiah dengan modal laptop + modem + sarung/daster :)) 

Saya ingin hadir. Saya HARUS hadir. Demi cita-cita #Dasterpreneur *tsaaah..

Yang mau ikutan juga, boleh hubungi Nurin di 0888 530 1133 atau pin 3305 D02D.
Ketemu di sana yaaa..

Seeya! :*


F!GHT !!!
  







Kamis, 09 Februari 2012

Home Business (2)

Production

Minggu pertama semua anggota sibuk produksi. Mulai dari mengupas bawang putih, ngulek, menimbang bahan, mencampur adonan, sampai menggoreng. Gak pernah sekalipun bisa mencapai target per hari 80 tabung.


Ruang Produksi Arachis

Minggu kedua, kami merekrut tim produksi dua orang. Dengan bantuan orang yang lebih expert dan penggunaan blender untuk menggantikan ulekan (heuheu), kapasitas produksi bisa mencapai 200 bungkus per hari (!)

Packaging

Seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya, awalnya kemasan Arachis adalah tabung. Lalu kemudian diganti jadi plastik sablon supaya harganya bisa lebih murah. Menyablon plastik ternyata membutuhkan waktu beberapa hari. Jadi dalam masa peralihan *tsah, Arachis pake plastik + stiker.

Kami salah memilih orang untuk menyablon. Hasil sablonan gak sesuai harapan dan kami pun komplain. Jadi pelajaran aja sih..


Bagian packaging

Marketing

Sayang sekali penjualan kami tidak memenuhi target. Tapi setelah dievaluasi, banyak banget pelajaran yang didapat dari pengalaman ini. Antara lain:

1. Untuk produk baru, ga bisa seenaknya menentukan harga. Saat pricing, harus memperhatikan juga harga kompetitor dan “harga psikologis” konsumen (harga yang layak menurut konsumen).

2. Selera orang beda-beda *yaealaaaah

3. Dua minggu ini (ternyata) masih dalam masa riset, trial & error. Produk belum fix untuk disebarluaskan ke pasar.

4. Cara paling efektif untuk memasarkan produk seperti ini adalah melalui reseller dan membuka stand di event-event.

5. Cara paling tidak efektif (selama Home Business) adalah menitipkannya di warung karena cashflownya sangat amat lambat. Mencari warung yang tepat juga gak mudah.


Bagian Marketing lagi bantuin ngulek merica :))

Finance

Pencatatan keuangan gak terlalu bermasalah sepertinya. Maklum, dipegang oleh orang yang ahli: si cici. Hihihi..


Pemasukan, pengeluaran, belanja, HPP, utang, piutang, dll.

Berdasarkan laporan keuangan yang ia buat, net profit Arachis selama Home Business adalah... 13ribuan! Haaaa? Kok bisa? Hahahahaa... saya juga tidak mengerti pokoknya seperti itu lah. Total omset 2jutaan. Gak menang, pastinya. Dan kami jadi kelompok paling "bangkrut'! :))

Well, sejujurnya aku tidak puas. Terutama pada kinerja diri saya sendiri sebagai ketua. Tapi saya pastikan saya (dan teman-teman) mendapatkan "pelajaran". Oh iya dong, udah keluar duit buanyak banget, rugi dong kalau gak dapet ilmu dan pengalamannya. Betul tidak? :p *menghibur diri*

Akhir kata, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak pada rekan-rekan satu tim saya. Kalian semua keren banget. We had a good teamwork and I love you all *eaaaaa. Mohon maaf atas segala kekurangan. I'm sorry and thank you so much ;')


Pada penasaran ga sih sama muka-muka mereka? Hehehehe..

Here we are..

Dari bawah ke atas:
Tallia (Finance), Sinta (Director), Ripin (Packaging), Febri (Production), Chandra (Marketing)


NB:
Yang penasaran pengen nyicipin Arachis, bisa pesan via @Arachiss :)

Selasa, 31 Januari 2012

Home Business (1)

Tanggal 5-19 Januari lalu, YEA 13 mengerjakan proyek Home Business. Ini adalah praktek memulai bisnis. Di sini kami diminta menentukan produk, melakukan proses produksi, menentukan merek, logo, dan kemasan, memasarkan, hingga membuat laporan keuangan. Komplit!

Beberapa peraturannya:

1. Modal awal maksimal Rp. 500.000

2. Harus produksi sendiri (1 minggu pertama).

3. Boleh merekrut tenaga penjualan mulai minggu pertama. Boleh merekrut tenaga produksi di minggu kedua.

4. Wilayah penjualan terbatas hanya di Bandung raya


Target : Omset 8 juta dalam 2 minggu.

Kalau omset gak sesuai target, kelompok harus menyerahkan 50% omset ke YEA (25% untuk pemenang, 25% untuk panti asuhan)

Kalau omset mencapai 8 juta tapi ada kelompok lain yang beromset lebih tinggi, cukup serahkan 10% omset pada pemenang.


Satu kelas dibagi menjadi tiga kelompok. Saya beruntung satu kelompok dengan empat orang yang keren: Tallia (Finance), Chandra (Marketing), Ripin (Logistic & Design), dan Febri (Production).

Perkenalan kru nya udah. Sekarang lanjut ke 4P

PRODUCT

Febri mengusulkan beberapa ide produk. Dari pengalaman para senior, lebih baik membuat produk yang tahan lama dan gak cepat basi. Akhirnya setelah brainstorming, kami memutuskan membuat kacang telur pedas dengan merek Arachis. Arachis diambil dari bahasa latin kacang tanah: Arachis hypogaea. Ada tiga level kepedasan. Dari yang paling ga pedas sampai yang paling pedas berturut-turut level Semut Api, Phoenix, dan Naga :)



PRICE

Awalnya, kami mematok harga Rp. 15.000,- untuk 1 tabung Arachis dengan isi 120 gram. Ternyata, banyak yang bilang kemahalan. Kami pun berusaha menurunkan harga jual dengan menurunkan harga pokok produksi (HPP). Berhubung yang paling mahal adalah kemasan, kami pun mengganti tabung dengan plastik. Harga jual akhir pun menjadi Rp. 9000,-



PLACE

Arachis didistribusikan melalui reseller (Arachis Angels) dan beberapa warung dengan sistem konsinyasi.

PROMOTION

Promosi Arachis dilakukan dari mulut ke mulut, Facebook, dan Twitter @Arachiss. Kami juga mencetak poster.






Bersambung...

Next Post : Laporan Produksi, Packaging, Penjualan, dan Keuangan.


Jumat, 16 Desember 2011

Another Quick Update

1. Saya sedang melaksanakan Praktek Entrepreneur Lapangan (PEL) di sebuah cafe di Jatinangor. Tugas utama: admin twitter. Saya dulu pernah berkhayal, kerja sebagai penulis novel, nulis di cafe yang nyaman sambil online. Kegiatan PEL ini nyaris sama dengan khayalan itu, kecuali bagian "menulis novel" :P. Gapapa. Someday I will be. Someday.

2. Adik saya yang satu kosan dengan saya, keterima kerja di Jakarta. Huaaaa... saya gak bisa membayangkan berpisah dengannya. Nanti saya pinjem baju sama siaaappaaaa...?? *loh.

3. Saya pengeeeeeeeen banget nonton The Billionaire. Tapi di PEL ini harus masuk setiap hari. Bahkan hari Minggu itu wajib. Hiks.. kapan saya bisa nonton kalau gini caranya?

4. Orangtua saya ke Bandung! Hore! Mereka mengisi kamar kos saya dengan kulkas, cooler, dispenser, dan penanak nasi. Kamar jadi sempit banget dan terancam tagihan listrik bulan depan membengkak. Hahahaha... Nikmati saja. Alhamdulillah.. :) Plus, pastinya momen favorit saya: BELANJA BAJU!

5. Nemu satu blog baru yang recommended: www.namarappuccino.blogspot.com karya @ericknamara. Saya suka mengutip postingan "Sekeping Frase" dan men-tweet nya dengan hashtag namarappuccino. Check them out, guys! :D

6. Merasa harus ikutan penyusunan buku antologi Banceuy (Bandung Cendoler's Euy). Harus bikin cerpen atau puisi. Kayaknya sih lebih cepat dan lebih mudah bikin puisi. Doakan saya yah. Semoga dapet ide dan mood oke buat nulis puisi. Amiiin YRA.

7. Sahabat saya sebentar lagi akan MELAHIRKAN..! Waaaaooow *ikut deg-degan*

8. Sahabat saya yang sebentar lagi melahirkan gak cuma yang di Bandung, tapi yang di Batam juga! *double deg-degan* :D

9. Resolusi 2009 baru terwujud akhir tahun ini: punya domain sendiri! (sintamilia.com)

10. Resolusi 2011 ada yang belum terwujud. Gak mau dibahas. Trims :p


Sekian dan terima kamu apa adanya :D