Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2015

Tentang Milikmu dan Bukan Milikmu

Sumber: Status Facebook Fikry Fatullah

Beberapa peristiwa berikut terjadi pada orang-orang yang saya kenal.

Teman A mendapatkan proyek pembuatan sebuah aplikasi. Kalau lancar, A akan mendapatkan komisi 1 juta. Baginya, itu uang yang sangat lumayan. Ia yakin akan mendapatkannya. Sayangnya, ternyata aplikasi tersebut agak rumit dan A tidak berhasil menemukan orang yang bisa membuatnya, sampai akhirnya proyek tersebut dibatalkan. Bagi A, uang sejutanya melayang. Ia sangat kecewa.

Teman B sudah berpacaran kira-kira 3-4 tahun. Long Distance Relationship. Cowoknya sudah melamar. Saat persiapan hari H, sang cowok membatalkan pertunangan. Beberapa bulan kemudian, sang cowok menikah dengan perempuan lain. Nyesek!

Teman C hamil. Ia sangat bahagia. Betapa tidak, ia sebenarnya sulit hamil. Haidnya tidak teratur dan sel telurnya kecil-kecil. Dunia yang indah itu berakhir pada minggu ke 24. Tanpa pertanda apapun, mendadak ia tidak merasakan gerakan janin. Saat diperiksa, janinnya dinyatakan meninggal dalam kandungan. Baginya dunia seolah runtuh. Betapa hancur hatinya.

Teman D dianugerahi kehamilan segera setelah menikah. Ia bertamu ke rumah saya mungkin saat kandungannya berusia 1 bulan. Waktu itu belum terlihat hamil. Pertemuan kami berikutnya adalah di rumah sakit, saat saya menjenguk dia yang habis melahirkan secara Caesar. Sebenarnya belum waktunya ia melahirkan, karena usia kehamilannya masih 32 minggu. Tapi janinnya sudah meninggal dalam kandungan karena plasentanya melintir. Bayangkan, 32 minggu! Bayi perempuannya yang cantik tampak sempurna, kecuali detak jantungnya yang tiada.

Saya sempat merasa ”kesal”, karena Allah ternyata bisa juga PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Ah, tapi bagaimana mungkin kita menyalahkan Allah? Manusialah yang berharap.
Memang tidak salah untuk kita memiliki harapan. Namun seringkali kita harus ingat bahwa,

Yang ditakdirkan menjadi milikmu akan menjadi milikmu.
Yang ditakdirkan bukan milikmu tidak akan pernah menjadi milikmu.

Teman A ditakdirkan tidak menerima satu juta.
Teman B ditakdirkan tidak berjodoh dengan pacarnya itu.
Teman C dan D ditakdirkan untuk tidak perlu mengasuh anak-anak sulung mereka, karena Allah sudah menempatkan anak-anak mereka dalam syurga.

Bicara memang mudah. Tapi mari kita sama-sama belajar dan berusaha untuk tidak menyesali dan meratapi apa yang belum kita dapat. Belum milik kita. Itu saja alasannya.
Tak perlu juga mengejar berlebihan apa yang ingin kita dapatkan.

Rezekimu akan sampai padamu.








Note:

Kini saya setiap hari membiasakan diri selalu bersyukur untuk kebersamaan saya dengan anak (dan suami). Karena saya tidak akan pernah tahu apakah esok kebersamaan ini  masih menjadi milik kami atau tidak. Kebersamaan dengan keluarga, rezeki juga bukan?

Kamis, 27 Februari 2014

Menikahlah Sebelum Mapan


Seorang teman di Facebook membagi sebuah postingan status dari Ust. Adriano Rusfi yang menurut saya cukup anti-mainstream. Kenapa? Lihat saja, di saat banyak orang berpikir untuk memapankan diri sebelum menikah, beliau justru menyarankan untuk menikah sebelum mapan! Sebuah pemikiran yang seringkali tidak populer di antara para orangtua yang ingin menikahkan anaknya (terutama bila anaknya perempuan).

Alasan Ust. Adriano pun lumayan serius, "Agar anak-anak Anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan Anda."
Saya jadi ingat ketika saya memperkenalkan teman dekat yang belum mapan pada orangtua. Ibu saya awalnya agak keberatan karena tidak ingin saya hidup dengan kesulitan materi, seperti dulu saat Ibu saya menikah dengan Ayah.

Mengapa akhirnya orangtua saya merestui kami menikah? Jawabannya bisa jadi seperti kalimat ketiga Ust. Adriano, bahwa orangtua saya (dan anak-anaknya) telah merasakan ajaibnya kekuasaan Allah.

Sebenarnya ayah saya memiliki gaji yang lebih dari cukup untuk menghidupi anak istri. Namun masalahnya, ayah saya adalah seorang yatim, anak laki-laki pertama yang juga harus membantu menghidupi ibunya dan 5 orang adiknya. Itulah yang membuat kehidupan keluarga kami agak sulit pada awalnya.

Namun ayah saya ikhlas, dan terbukti seiring berjalannya waktu, kehidupan semakin membaik, bahkan ayah saya pernah mendapatkan hadiah perjalanan Haji gratis dari kantornya. Sebuah kesempatan yang secara logika sebenarnya sulit jika mengandalkan diri sendiri karena keluarga kami bisa dibilang tidak memiliki tabungan.

Kami anak-anaknya tumbuh dengan gizi baik, sehat, ceria, terpenuhi berbagai kebutuhan meskipun tidak memiliki harta berlebihan. Sama sekali tidak pernah merasa benar-benar kekurangan. Saya yakin itu karena orangtua kami berusaha untuk selalu bersyukur atas rezeki yang kami terima, dengan harapan Allah akan selalu menambah rezeki seperti yang Ia janjikan.

Kembali ke soal restu. Sejak awal, ayahlah yang lebih memahami perasaan calon suami saya saat itu, karena memang Ayah pernah berada di posisi yang sama 28 tahun yang lalu. Ayah saya yakin, meskipun saat ini belum mapan, selama sang laki-laki selalu berikhtiar dengan sungguh-sungguh, berdoa, solat tepat waktu, banyak bersyukur, bersedekah, dan tawakal, insya Allah kami tidak akan hidup berkekurangan, karena Allah sudah menjamin rezeki kami bahkan sebelum kami lahir. Ayah saya sudah membuktikan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki, Maha Mencukupi.

Jadi demikianlah. Akhirnya kami menikah, meski belum mapan (dalam artian belum memiliki rumah sendiri dan segala perabotannya).

Namun saat ini kami merasa cukup dengan tempat tinggal kami sekarang (ngekos), bisa makan dengan menu baik, bisa jajan dan jalan-jalan dalam kota. Semoga kami dapat selalu bersyukur dan merasa cukup, dengan terus berikhtiar.

Tidak ada manusia yang ingin mengalami kesulitan dalam hidupnya. Namun kesulitan selalu datang bersama kemudahan, dan dengan "paket" kesulitan+kemudahan yang Allah berikan itulah ia menunjukkan kekuasaan-Nya.

Terimakasih pada Ayah dan Ibu saya (juga Bapak dan Ibu mertua) yang menikah sebelum mapan, insya Allah kami telah paham hidup adalah perjuangan.

Terimakasih pada suami yang berani melamar saya meskipun belum mapan, semoga dapat mengajarkan pada anak-anak kami nantinya, agar mereka pun paham bahwa..

Hidup adalah Perjuangan.













Rabu, 21 September 2011

Live Your Life!

Take a step back. Fucking look at yourself. You are human. You are beautiful. You are so beautiful. And you can be anything. You can be everything.

Do not hate because someone broke your heart, or your parents split up, your bestfriend betrayed you, your father hit you, the kid down the street called you fat, ugly, stupid, worthless.

Do not concern yourself with things you cannot control. Cry when you need to, then let go when it's time. Don't hang onto painful memories just because you're afraid to forget. Let go of things that are in the past. Forget things that aren't worth remembering.

Stop taking things for granted. Live for something. Live for yourself. Fall in love. Fall out of love. Fall in love. Fall out of love. Do this over and over until you know what it really is to love someone.

Question things. Tell people how you really feel.

Sleep under the stars.
Create.
Imagine.
Inspire.
Share something wonderful.
Make something beautiful.

Meet new people
Make someone's day.

Follow your dreams. Live your life to its full potential. Just live, dammit. Let go of all the horrible things in your life and just fucking live.

And one day, when you're old, look back with no regrets.

Source: leilockhart.tumblr.com

Terjemahan bebasnya:

Coba mundur selangkah. Lihat dirimu. Kamu manusia. Kamu cantik. Cantik sekali. Dan kamu bisa jadi apapun. Kamu bisa jadi apa saja.

Jangan membenci karena seseorang membuatmu patah hati, sahabatmu mengkhianatimu, orangtuamu bercerai, ayahmu memukulmu, ababil di jalanan menyebutmu gendut, jelek, bego, ga berguna.

Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak dapat kamu kontrol. Menangislah kalau memang perlu, lalu lepaskan. Jangan bergantung pada ingatan menyakitkan hanya karena kamu takut untuk melupakan. Lepaskan semua hal di masa lalu. Lupakan yang gak penting untuk diingat.

Jangan cepat merasa puas. Hiduplah dengan tujuan. Hidup untuk dirimu. Jatuh cinta. Bangkit. Jatuh cinta lagi. Bangkit lagi. Lakukan itu terus menerus sampai kamu tahu sebenarnya bagaimana mencintai seseorang.

Pertanyakan hal-hal. Katakan pada orang lain apa yang kamu rasakan.

Tidur di bawah bintang-bintang.
Berkarya.
Berimajinasi.
Jadilah inspirasi.
Bagikan hal -hal hebat.
Buat sesuatu yang indah.

Temui orang baru.
Buatlah orang lain gembira.

Ikuti mimpimu. Hiduplah dan keluarkan semua potensimu. Tinggalkan semua hal buruk dalam hidupmu. Jalani saja hidupmu.

Suatu hari nanti saat kamu sudah tua, menolehlah ke belakang dengan tanpa penyesalan.





Rabu, 20 Juli 2011

#IngatanPenulis

Mengasah kepekaan adalah pekerjaan full-time penulis (setelah menulis tntu saja). Tdk smua yg ada di sekeliling bs diserap.

Seleksi dilakukan saat penulis buka seluruh indranya sbg kegiatan pra-kepenulisan. Detil2 apa yg prlu diingat dlm ?

Pilihan itu ada di tangan tiap penulis, tp ini bbrp contoh yg bisa digunakan sbg bahan untuk menjadi peka.

1. Yg mencetuskan pertanyaan. Kejadian/peristiwa/pemikiran yg buat bbrp pertanyaan hadir di benak. Prtanyaan2 ini bs diolah.

2. Yg berhubungan dgn moral/kode etik/pelajaran khdpan. Stp cerita psti pny tujuan, jd apapun yg diingat, ingat porsi ini.

3. Yg bisa memancing debat. Jk ada pro-kontra, perhatikan dan serap momen itu. Ini bs dijadikan sumber inspirasi cerita.

4. Yg bisa menguak kemanusiaan. Seni adalah lukisan ttng kehidupan & ketidakadilan/keadilan. Serap yg berhub dgn humanisme.

Kalau sdh terbiasa peka dan menyerap hal-hal yg td aku twit, maka kepingan-kepingan yg tidak "klop", bisa dgn mudah dibuang.

Ingatan yg baik bukan ingatan random yg jumpalitan dan berantakan. Sortir, dan aktifkan indra kepekaan pd hal2 yg penting

Tujuan adlh menyadari "cerita" ada di depan mata pada setiap saat. Inilah apa yg ada di balik kepala profesi seorng penulis.

Ini yg diistilahkan dgn "kjatuhan inspirasi". Kl orng nunggu inspirasi jatuh u/ nulis, maka penulis manggil inspirasinya dr .

Penulis mmbawa "inspirasinya" setiap saat di balik kepalanya. Kepalanya adalah gudang detil cerita. Isinya diambl dr mna? Dr



Sumber: Tweets @clara_ng yang diretweet oleh @_PlotPoint beberapa jam lalu. Thank you for sharing!

Eniwei, aku baru selesai baca dua novel Clara Ng: Jampi-Jampi Varaiya & Ramuan Drama Cinta. Sukaaaaaaaa :)

Jumat, 24 Juni 2011

Tertawa (Guling-Guling) Bersama Alay

Suatu hari, seorang senior saya pasang status di facebook bahwa ia menerima sms salah kirim yang isinya begini,
"!MA N Mna ath N0 zoK D Age Th , !La Mh tTrag"
Senior saya ini kebingungan dan ga ngerti.
Akhirnya saya bantu menerjemahkan dengan penuh kesotoyan,
"Ima nu mana atuh nu sok diangge teh, Ila mah teu terang"
(bahasa sunda yang artinya "Ima, yang mana yang suka dipakai? Ila ga tau"

Senior saya itu takjub banget sama hasil terjemahan itu dan jadi curiga kalau saya diam-diam alay juga. Huahahaha. Saya sih jawab aja santai, "Ah tidak, saya hanya orang yang suka mempelajari berbagai bahasa. Bagaimanapun setiap orang (termasuk alay) ingin dimengerti. Hwkwkwkwkw"
dan ia pun tertawa guling-guling.

Saya sering melihat banyak orang terganggu sama alay. Tapi bagi saya sih, lucu-lucuan aja. Saya malah merasa kok bisa sih orang-orang ini kreatif banget memodifikasi bahasa Indonesia sampai jadi sulit dibaca dan sulit dimengerti. Bahasa alay sepertinya lebih nyaman dan lebih bisa dimengerti oleh sesama alay. Hebat dong. Mereka menciptakan bahasa sendiri!

Contoh bahasa alay di atas 'cuma' menyingkat dan bermain di huruf kecil dan huruf besar. Yang lain ada yang lebih parah: pakai angka. Seperti "4Q c!Nt4 k4mUh tW N63rt1 6a z3ch". ckckckck

Jadi kalau saya lihat teman-teman saya pada ngamuk-ngamuk gara-gara para alay, saya sih ketawa aja.
Termasuk ketika beberapa pengguna Twitter mengeluarkan tweet-tweet dengan hashtag #NamaFacebookSpekta. Saya benar-benar ketawa sampai sakit perut.
Berikut ini beberapa diantaranya. Check these out!

  • Agay Ygslalutamppillmenawand Diideppanpperawan (kalau di depan janda?)
  • Rhma Ghaddiez Uchulldt Rhhybliizerscllalluterpuruk Dallamkepedihan (alamaak..)
  • Abdizaynaldsamadenganzhezhe Cintakapersibnepikeun Katitikdarahpenghabisan (Hidup Persib!)
  • RuudjtekeaneanyuntInteristi VengeancefoldNurseschizofrenia (Seperti nama suatu kelainan jiwa)
  • Anjar Jempol Maut Kikukikuktuingtuing (Jempol maut? Kikuktuingtuing? -__-")
  • AndrEe Emo'the-skatePunk Semua'tentangmu-Disini Overdozist'my-Son (Manis banget ga sih.. semua tentangmu di sini overdosis.. Aw Aw)
  • Arizalcupumanik Panitiakeongracun Ygkeracunankeonk (Pesan moral: jangan jadi panitia keong racun kalau ga mau keracunan keonk)
  • Bayu Culundaplund CelaluNgekngok (CelaluNgekNgok apaan ya?)
  • Budy Virgiawan Rasa Strowberry (Yang rasa coklat ada ga, Bang?)
  • Citracitrroott Budaxdefresiikarnacinta
  • CherysdiarysHinwoo Siirahayu-princessriweuhthea Elloupeiu'pangeranbiru (Ssiceue Julekk Sangadt)
  • Miss'caemSanshan Tuinkktuinkk
  • Ariiez Xlaluzttiangantozan Anjeundatank
  • Siidestiididadotidiot Enengradafreakzlemoott Monstersscisorrkumell (??????)

masih ada lagi sebenernya tapi capek ah. Saya sendiri di grup Fb nemu nama "Rifa Siiemuaniezjembatanambrol". Dahsyat banget ga sih itu JEMBATAN AMBROL?

Hwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkw.
Mari tertawa guling-guling.
Tertawa itu sehat (selama tidak dilakukan di depan binatang buas :D)

Selasa, 15 Februari 2011

Kita Menghamba Pada...?

Dapat sms bagus nih dari teman, makanya aku share di sini...

Jika seorang hamba di pagi dan sore hari tidak mempunyai keinginan apapun kecuali Allah SWT semata, maka Allah akan memikul seluruh kebutuhannya.
Tapi jika seorang hamba di pagi dan sore harinya tidak mempunyai keinginan apapun kecuali pada dunia, maka Allah akan membebankan padanya semua yang menjadi keinginannya.
Allah akan meninggalkannya dan menjadikan hatinya sibuk dari ketaatan pada-Nya dengan mengabdi pada manusia sesamanya.

Ketahuilah, setiap orang yang menolak dari menghamba pada Allah, maka ia akan diuji dengan penghambaan pada sesama makhluk, mencintai, dan mengabdinya (Ibnu Qayyim, Al Fawaid)

Kamis, 30 Desember 2010

Buku-Buku Yang Dibaca Di Bulan Desember

1. Curhat Setan - Fahd Djibran
2. Titik Temu Tiga Hati - Ichanx
3. The Lost Symbol - Dan Brown
4. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu - Puthu ET
5. Intrepeter of Maladies - Jhumpa Lahiri
6. Lentera Cinta - Indari Mastuti
7. Devil In Me - Christina Tirta
8. Jingga - Agnes Jessica


Recommended Books: Curhat Setan, The Lost Symbol

Favourite Quote: From Jingga by Agnes Jessica
Aku tidak tahu mengapa kita tidak bisa mencintai seseorang. Dan mengapa kita tidak bisa berhenti mencintai seseorang.

Sabtu, 25 September 2010

Melamar-Melamar Kerja


(Catatan: Tulisan ini aku buat sebagai hadiah kelulusan untuk para sahabatku.. )
Begitu aku dinyatakan lulus sidang skripsi, aku menyimpan skripsiku alih-alih merevisinya. Aku memang berencana fokus nyari kerja dulu. Ga mau nganggur, ceritanya.
Aku ikut beberapa kali jobfair. Hmm.. tiga kali, kalau tidak salah. Pengalaman ketiganya hampir sama: tidak ada posisi yang membuatku sangat tertarik, tidak ada perusahaan yang aku cita-citakan, aku tidak nyaman berada di kerumunan orang pencari kerja, dan aku juga agak ga rela bayar tiket masuk jobfair (bisa buat makan sehari tuh T_T), padahal tidak mendapatkan yang aku harapkan. Di jobfair ketiga aku bertekad, “Ini kehadiran terakhir ku di jobfair. Ga lagi-lagi deh”. Dan memang, sampai sekarang aku ga pernah lagi ke jobfair.
Aku pernah melamar ke sebuah lembaga pelatihan broadcasting, karena tertarik dengan dunia pertelevisian & perfilman (plus konsentrasiku pas kuliah kan di bidang training). Aku diterima, lulus wawancara, dan sempat beberapa kali ikut training pemasaran. Orang-orangnya baik, trainingnya keren, tapi aku merasa belum bisa jadi marketing officer. Apalagi honornya sistem komisi, bukan gaji tetap. Aku pun menghilang dari sana tanpa kabar (ga sopan, emang >.<)
Aku juga pernah melamar ke stasiun TV di Jakarta. Ikut psikotes, lulus wawancara pertama, tapi gagal pas wawancara kedua. Baru beberapa hari kemudian aku ‘ngeh’ dengan kesalahanku yang membuatku gagal wawancara. Kalau aku tahu ‘trik’ itu sebelumnya, pasti aku bisa lolos tuh! Heuheu. Gpp lah. Belum rezeki, berarti.
Aku sempat ingin bekerja freelance. Jadi pengajar bimbel misalnya. Kesempatan itu datang tak lama kemudian. Ada lembaga bimbel buka lowongan. Aku melamar dan langsung diterima. Aku sudah menerima surat tugas mengajar, ketika aku diberitahu bahwa ada training untuk pengajar dengan biaya sekian-sekian (yang membuat honor mengajarku sepertinya akan habis terkuras untuk itu). Aku tidak bisa menerimanya, dan mengundurkan diri H-1 sebelum ngajar (!). Sempet sedih, tapi it’s okay. Allah pasti menyiapkan yang lebih baik.
Aku juga pernah melamar menjadi editor di perusahaan penerbitan ternama di Jakarta. Aku suka sekali membaca, dan tugas utama editor tentu saja membaca (dan mengeditnya). I’ll love this job. Aku dipanggil untuk tes, yang (sayangnya) gagal karena kurang pengetahuan & kurang persiapan. Tapi dari pengalaman terakhir itu, aku tiba-tiba menyadari sesuatu.
Kenapa aku gagal ketika wawancara/tes di Jakarta, padahal aku sangat amat berminat dan merasa mampu?
Jawab: Karena mungkin.. jauh di hati kecilku, ternyata aku belum siap kerja di Jakarta. Aku ingin di Bandung, aku masih ingin bersama teman-temanku.
Aku lalu merenung lebih jauh.
Kenapa belasan lamaran yang aku sebar di jobfair ga ada satu pun yang nyangkut?
Jawab: Karena aku memang tidak sedikitpun tertarik, tidak sedikitpun menginginkannya.
Kenapa lamaranku nyangkut, lalu dipanggil wawancara/tes di lembaga pelatihan broadcasting, di stasiun TV, di lembaga bimbel, dan di penerbitan?
Jawab: Karena aku memang BERMINAT di bidang itu.
Kenapa aku belum bekerja tetap?
Jawab: Karena jelas, aku masih ingin BIKIN FILM (yang ini mah sengaja :p). Keinginanku yang satu ini benar-benar serius dan tidak dapat diganggu gugat.
Aku ingin bikin film. Tapi karena butuh uang untuk hidup, aku harus bekerja. Maunya sih bekerja sebagai pekerja film, tapi mungkin karena “belum siap meninggalkan Bandung & teman-teman”, lamaranku ke PH-PH di Jakarta belum ada balasan. Oke. Menurutku itu masuk akal.
Aku ingin (1)bikin film+(2)bekerja buat makan+(3)di Bandung+(4)masih bareng teman-teman. Solusinya adalah.. berbisnis, atau jadi freelancer. Freelancer dulu aja deh. Karena aku suka nulis, aku ingin jadi freelance writer. Itulah keinginanku yang sebenarnya.
Allah Maha Mendengar, Allah Maha Pengabul Doa.
Sampai bulan Ramadhan lalu, aku kerja di kosan Dago Bandung, jadi freelance writer di sebuah situs kuliner (kerjanya 100% online dan aku maniak internet), serta –tentu saja!-aku juga bikin film bareng teman-teman di 89 Project. I got what I really want. Sempurna sekali hidupku!
Inti yang mau aku sampaikan di sini adalah, kalau di antara kalian ada yang bertanya-tanya: Kenapa sulit sekali mendapat pekerjaan? Kenapa aku ga dapat panggilan? Kenapa aku gagal tes/wawancara padahal aku merasa mampu & memenuhi semua kualifikasi? Kenapa aku belum bekerja?
Tanyakan pada hatimu, teman. Mungkin pekerjaan itu bukan yang benar-benar kamu inginkan.
Hati-hati dengan kata hatimu yang terdalam, yang seringkali kurang terdengar. Bahkan aku dengan keinginan dan kemauan yang sangat menggebu ingin bekerja di PH-PH Jakarta, bisa tertahan dengan keinginan ‘cemen’ seperti “pengen di Bandung & pengen bareng teman-teman”. Hal sepele seperti ini bisa jadi hambatan lho.
Tapi jangan terlalu khawatir tentang pekerjaan. Jangan pernah takut ga dapet kerja. Sekarang, nikmatilah masa-masa kelulusanmu. Setelah puas, mulailah berpikir dengan tenang.
Dengarkan kata hatimu, milikilah mimpi, harapan, keinginan, dan minat, lalu kejar!
Selama kamu yakin, insya Allah, cepat atau lambat, keinginanmu akan tercapai.
Pesan dari Steve Jobs,
The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the hearts, you’ll know when you find it.”
Selamat mengejar impian, kawan! Semoga sukses selalu :)

Kamis, 16 September 2010

Passion

Dapat tulisan bagus nih dari Ngerumpi.
Ga bisa di copas, jadi aku tulis ulang aja (ini yang kedua loh, yang pertama di buku diary. Hehe)
But it's okay. Coz i love these words.

This is your life.
Do what you love, and do it often.
If you don't like something, change it.
If you don't like your job, quit.
If you don't have enough time, stop watching TV.
If you are looking the love of your life, stop;
They will be waiting for you whan you start doing thing you love.
Stop over analizing, life is simple.
All emotions are beautiful.
When you eat, appreciate every last bite.
Open your mind, arms, and heart to new things and people. We are united in our differences.
Ask the next person you see what their passion is,
and share your inspiring dream with them.
Travel often; getting lost will help you find yourself.
Some opportunity will come once, seize them.
Life is about the people you meet and the things you create with them. So go out and start creating.
Live is short.
Live your dream and wear your passion.

Selasa, 07 September 2010

29 Ramadhan: Writing Quote

Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam keduapuluhsembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.


Sumber dari sini

-----

There are three reasons for becoming a writer: the first is that you need the money; the second that you have something to say that you think the world should know; the third is that you can't think what to do with the long winter evenings.

- Quentin Crisp

Kamis, 19 Agustus 2010

9 Ramadhan: Quotes From Oprah

Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-9: Dia menjadi seperti seorang hamba Allah yang beribadah kepadanya seperti ibadahnya seorang nabi.

Sumber dari sini.

-----

"Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan dalam hidup.
Teruskan pendakian Anda."

"Gairah adalah energi.
Rasakan kekuatan yang muncul jika Anda memusatkan perhatian pada apa yang membuat Anda gembira"

"Yang saya tahu, jika Anda melakukan pekerjaan yang Anda cintai,
dan yang memuaskan Anda,
lain-lainnya akan menyusul.
Dan, saya sangat percaya,
bahwa alasan saya sukses secara finansial adalah karena
saya tidak pernah sekali pun memfokuskan perhatian saya pada uang."

"Maukah Anda bekerja tanpa dibayar?
Saya bersedia mengerjakannya,
dan mengambil pekerjaan tambahan hanya untuk mencukupi kebutuhan saya
jika tak ada orang yang membayar saya.
Begitulah cara Anda tahu Anda melakukan hal yang benar"

"Anda akan menjadi apa yang Anda percayai.
Anda berada di posisi Anda yang sekarang karena segala hal yang telah Anda percayai."
(Oprah Winfrey)

BONUS:
(buat diri sendiri yang sedang merevisi)
"Selesaikan masalah Anda.
Selesaikan dengan cepat,
dan selesaikan dengan benar atau salah.
Jika penyelesaian Anda salah, masalah Anda akan kembali lagi untuk menampar Anda,
dan setelah itu Anda bisa menyelesaikannya dengan benar."
-Thomas Watson SR- CEO IBM (1874-1956)-


Sumber: Buku "Crazy Billionaires Speak" by Hodderway Books

Sabtu, 14 Agustus 2010

5 Ramadhan: Juru Cerita

Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-5: Allah memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang shalat di Masjid Alharam (masjidil haram) di Makkah, masjid Nabawi di Madinah dan masjid Al Aqsha di Palestina.

-----

"Setiap orang bisa menjadi juru cerita, setidaknya untuk dirinya sendiri, dengan begitu ia berkuasa atas nasibnya, tidak ditentukan oleh seorang juru cerita lain"
"Barangkali seseorang harus menulis riwayat hidupnya sendiri, agar hidupnya tidak ditulis oleh orang lain. Namun sebelum bisa mulai menulis, seseorang harus mampu membaca. Tanpa pernah membaca kehidupan, riwayat macam apakah yang akan bisa ditulisnya?"
"... kalau engkau menginginkan kebahagiaan, anakku, engkau harus mencarinya, tapi dalam pencarian itu mungkin kamu akan menderita. Dalam penderitaan itulah engkau akan menjadi matang, dan seorang yang matang akan mudah bahagia."(nasehat Walmiki, juru cerita Ramayana)


Dari Kitab Omong Kosong,
karya Seno Gumira Ajidarma
Peraih Khatulistiwa Literary Award 2005