Tampilkan postingan dengan label Tips Serius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Serius. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2018

Kalimat-Kalimat Positif Untuk Anak


Saya kenal seorang ayah yang sepertinya nyaris tidak pernah mengatakan kalimat-kalimat positif untuk anak-anaknya. Yang ia katakan hanya suruhan, teguran, dan omelan. Saya perhatikan, anak-anaknya tumbuh seolah tidak punya motivasi untuk jadi seseorang yang bisa dibanggakan. Lebih buruk lagi, malah bikin malu keluarga.

Cukup dimengerti sih. Mungkin sang anak berpikir,
“Ah ngapain aku berprestasi, toh ga akan dianggap juga.”
“Biarin aja saya gini, paling juga dimarahin. Udah biasa.”
“Kenapa aku harus nurut? Toh apa yang kulakukan juga ga pernah dihargai.”
And so on.

Miris ya. Padahal berkata positif pada anak sebenarnya bukan hal yang sulit. Pujian, misalnya. Saya pribadi berusaha untuk selalu memberikan pujian untuk Kakang untuk setiap hal baik yang dia lakukan. Dengan harapan, ia mengerti dan termotivasi untuk melakukan hal baik itu lagi.

Minggu, 07 Januari 2018

Isi Piringku : Komposisi Nutrisi yang Ideal

Senang rasanya berkesempatan  hadir di acara Bincang-Bincang Nutrisi buat si Kecil. Kebetulan saat itu saya sedang liburan 2 minggu di rumah adik di Depok. Jadi untuk ke lokasi acara di Eat & Eat FX Sudirman, Jakarta Pusat, cukup naik KRL plus taksi online. 

Saya ajak Kakang (3th) dan adik saya Yusuf (21 th). Kebetulan Yusuf lagi libur kuliah dan senggang. 

Kami tiba di lokasi sekitar pukul 12 siang. Setelah registrasi dan sholat dhuhur, kami dijamu makan di Eat & Eat. 

Sekitar pukul 1 setelah saya selesai makan, saya titipkan Kakang pada Yusuf, kemudian langsung melipir ke dalam 'kelas' :D


UDAH NELPON NYOKAP?

Senin, 15 Februari 2016

Cara Mengatasi Windows Help dan Chrome Support yang Muncul Terus-Menerus

Buat yang ngikutin semua postingan blog saya setahun terakhir (emang ada?), mungkin tahu bahwa laptop saya kesiram air yang membuat saya terkendala banget untuk ngeblog rutin dan kegiatan online lain.

Minggu, 17 Januari 2016

[Tips Jualan Online] Jika Transaksi Lunas (terpaksa) Batal

Kejadiannya beberapa waktu lalu, tapi saya baru tahu akhir-akhir ini. Kemana aja, Neng? *toyor diri sendiri*.

Itu loh, tentang pembatalan transaksi sepihak yang dilakukan salah satu situs e-commerce besar di Indonesia. Sebut saja toko L.

Meski udah agak-agak basi, menurut saya kalau ada yang bisa pelajari, ambil saja kapanpun kita bisa. Seperti pelajaran sejarah, meskipun penjajahan udah lama berlalu, toh tetap kita pelajari bukan?

Ok back to the topic.

Untuk detail kasusnya bisa baca surat dari konsumen toko L yang dirugikan di sini.
Saya tulis versi singkatnya saja ya:

Pada tanggal 12 Desember 2015 (Harbolnas nih!) Achmad Supardi melakukan transaksi di toko L. Ia membeli 3 unit sepeda motor Honda Revo senilai masing-masing Rp. 500.000,- dan 1 unit Honda Vario senilai Rp. 2.700.000,- cash on the road dan membayar lunas total tagihan sebesar Rp. 4.200.000,-

Dua hari kemudian Achmad terkejut karena status transaksinya dibatalkan dan toko L mengembalikan uang Achmad dalam bentuk voucher (!) senilai 4,2 juta. JRENG JRENG!

Senin, 04 Januari 2016

Canva, Solusi buat yang Gak Jago Desain

Pertama kali saya tahu Canva (www.canva.com) itu dari guru saya, @FikryFatullah. Saat itu beliau sedang mengajarkan cara bikin banner iklan untuk di Facebook. Kenapa Canva? Karena aplikasi desain berbasis web ini penggunaannya gampang dan banyak template-nya. Buat yang gak bisa Photoshop seperti saya, Canva ini solutif banget!

Minggu, 13 September 2015

Tiga Harapan untuk Polantas Idaman


Salah satu risiko hidup di kota besar adalah harus maklum dengan banyaknya pengguna kendaraan yang sering menyebabkan jalanan macet. Polisi lalu lintas (polantas) pun harus bekerja keras menghadapi berbagai tantangan agar frekuensi kemacetan bisa diminimalisir dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengendara.

Seperti apa Polantas idaman masyarakat? Berikut versi saya:

Pertama, menggunakan teknologi.
Seiring kemajuan teknologi saat ini, ada beberapa aplikasi yang bermanfaat untuk pengguna jalan raya terutama untuk menghindari macet. Informasi lalu lintas yang didapat dari pengguna jalan raya ini tentu dapat juga digunakan oleh Polantas untuk mengetahui titik-titik kemacetan atau ‘mendengarkan’ laporan masyarakat tentang kondisi jalanan.

Kedua, cepat tanggap.
Dengan dukungan teknologi berupa berbagai aplikasi serta melakukan monitoring media sosial, diharapkan Polantas dapat merespon dengan tanggap jika kemacetan mulai terjadi. Meskipun terkadang butuh waktu untuk mengurai kemacetan, kehadiran polantas yang lebih cepat akan ‘menenangkan’ masyarakat.

Ketiga, sabar.
Menghadapi kemacetan membutuhkan kesabaran yang besar. Tak hanya para pengendara, tapi juga para Polantas yang tengah bertugas. Seorang teman pernah bercerita tentang dia yang nyaris mengalami tabrakan. Saat itu jalanan sangat ramai. Polantas tengah menghentikan jalur lain dan mempersilakan jalurnya untuk maju. Saat ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang, datang pengendara motor lain dari arah samping (yang seharusnya dalam posisi menunggu) . Kedua motor sama-sama mengerem mendadak. Pengendara motor yang ‘bandel’ itu bahkan terjatuh. Sang Polantas sangat marah. Tentu saja, berani sekali pengendara motor itu melawan instruksi Polantas dan membahayakan orang lain! Meski demikian, saya berharap Polantas tetap menjunjung tinggi kesabaran dan profesionalitas dalam bekerja, dan tidak mudah tersulut emosinya.

Selamat Hari Ulang Tahun Polantas. 

Jaya selalu Polantas Indonesia!

Minggu, 31 Mei 2015

Cermat Memilih Kartu Kredit di Cermati.com

Suatu hari, saya menemukan buku yang sangat menarik. Judulnya  Untuk Indonesia yang Kuat : 100 Cara   untuk Tidak Miskin karya Ligwina Hananto, seorang perencana keuangan.  Di dalam buku tersebut terlampir sebuah kartu panjang berisi daftar 100 Langkah Rencana Aksi Keuangan. Daftarnya sangat informatif sampai-sampai saya catat di buku tapi Cuma sanggup nulis sampai 52. Panjang sih!

Berikut langkah-langkah pertamanya:
  1. Memiliki Penghasilan
  2. Memisahkan Pengeluaran Bulanan dengan Pengeluaran Mingguan
  3. Pergi ke ATM seminggu sekali
  4. Mengerti cara kerja kartu kredit
  5. Utang kartu kredit lunas setiap bulan
Tunggu sebentar..
No 4 Mengerti cara kerja kartu kredit? Haruskah?

Saya kenal dengan seseorang yang terjerat hutang kartu kredit yang mencekik leher, hingga beliau terpaksa pensiun dini demi mendapatkan pesangon untuk melunasi semua hutangnya itu. Belajar dari sana, saya bertekad tak ingin punya kartu kredit.

Tapi tentu seorang Ligwina Hananto tak akan sembarangan menyarankan pembaca bukunya untuk mengerti cara kerja kartu kredit serta mendorong untuk melunasi kartu kredit setiap bulan. Akhirnya saya pun browsing-browsing mengenai kartu kredit.

Hmm.. Jadi ternyata kartu kredit itu seperti “uang plastik”, dimana kita bisa melakukan transaksi pembelian. Transaksi dengan kartu kredit seperti berhutang. Saat belanja kita tidak mengeluarkan uang tunai, namun nanti akan ada tagihan dari bank untuk kita lunasi, yang jumlahnya sesuai dengan transaksi belanja yang sudah kita lakukan.

Apabila kita cerdas dan bijak menggunakannya, kartu kredit akan sangat bermanfaat. Diantaranya:
  • Saat dalam keadaan darurat, misalnya saat harus membayar rumah sakit sementara kita sedang tidak punya uang
  • Jika bepergian ke daerah rawan kriminalitas dan tidak memungkinkan membawa banyak uang tunai
  • Berbelanja online
  • Untuk mendapatkan potongan harga di merchant-merchant yang bekerjasama dengan Bank penerbit kartu kredit.
Hmm.. jadi memang kartu kredit bisa sangat bermanfaat, terutama bagi warga yang hidup di kota besar. Pertanyaannya sekarang,
bagaimana mendapatkan kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan kita?

Kita bisa mendapatkan informasi tersebut di bank sebagai penerbit kartu kredit. Namun memang tidak efektif jika kita harus ke bank atau menelepon beberapa bank satu persatu untuk mendapatkan semua info tentang kartu kredit mereka. Untunglah kini telah hadir https://www.cermati.com/
Cermati.com merupakan sebuah start up di bidang teknologi finansial. Berikut visi misi Cermati yang tertera dalam situsnya:

Visi Cermati adalah untuk menjadikan informasi finansial lebih mudah diakses dan lebih berguna bagi setiap orang dengan menggunakan platform teknologi.
Misi Cermati adalah memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan kendali atas situasi finansial mereka dan menghemat uang mereka, dengan membuat keputusan finansial yang cermat.Produk-produk Cermati memungkinkan masyarakat Indonesia untuk membuat keputusan finansial yang paling tepat dan cermat untuk situasi finansial mereka. Dan kami yakin kesuksesan finansial bermula dari keputusan yang cermat. 

Ayo jadikan masyarakat Indonesia cermat ber-finansial!

Di Cermati.com, kita dapat mengetahui berbagai provider kartu kredit beserta bank penerbitnya, welcome bonusnya, iuran tahunannya (ada yang free loh!), promo-promo terbaru dari merchant (seperti cashback serta diskon), dan lain sebagainya. Pokoknya lengkap! Sehingga kita bisa membandingkan antara satu kartu dengan kartu lainnya.
Kita juga bisa mem-filter pencarian berdasarkan iuran tahunan, penghasilan tahunan, provider, dan bank. Mudah sekali!


Pilah pilih kartu kredit di Cermati.com
  
Setelah menemukan kartu kredit yang cocok, kita bisa langsung  apply ke bank yang menerbitkannya. Gampang kan?


Namun ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam penggunaan kartu kredit. Berikut tips-tipsnya:


Sebelum Penggunaan

Hitung dulu budget Anda
Perhatikan cashflow bulanan Anda. Apakah Anda dapat menyisihkan penghasilan Anda untuk membayar hutang kartu kredit? Jika ya, seberapa besar? Dengan data ini, Anda dapat menentukan sejauh mana Anda akan menggunakan kartu kredit Anda nantinya.

Jangan memiliki terlalu banyak kartu kredit
Meskipun Anda tergoda untuk memiliki banyak kartu kredit, sebaiknya Anda hanya memiliki maksimal 2 kartu kredit saja. Satu untuk digunakan sehari-hari, satu lagi untuk keadaan darurat.

Saat Penggunaan

Jangan Tarik Tunai
Jika Anda melakukan penarikan tunai, pihak bank akan mengenakan bunga yang sangat tinggi, lebih tinggi dari bunga pembelanjaan.

Gunakan untuk berhemat
Perhatikan promosi yang digelar oleh bank dan pihak merchant. Seringkali ada promo potongan harga yang membuat pembelanjaan Anda lebih hemat.



Setelah Penggunaan

Mencatat Pembelian
Dengan menyimpan struk transaksi dan mencatat pembelian, Anda dapat mengevaluasi penggunaan kartu kredit Anda, juga dapat mencocokkannya dengan tagihan dari Bank nanti.

Bayar Lunas Tiap Bulan
Ini yang terpenting dari semuanya. Sebisa mungkin bayar tagihan secara lunas tiap bulannya. Jika tidak, Anda akan dikenakan bunga kartu kredit yang tinggi, apalagi jika Anda hanya membayar tagihan minimum. Lebih parah lagi kalau Anda membayar di bawah tagihan minimum dan juga terlambat membayar. Jangan sampai ya!

Semoga artikel ini bermanfaat.
Selamat memilih kartu kredit, dan gunakanlah dengan bijak :)


Selasa, 21 April 2015

#BeraniLebih Semangat Setiap Hari

Dulu saat saya kuliah, saya memiliki seorang sahabat yang seriiing sekali berseru, “Semangaaat!”

Terkadang , saya merasa suntikan semangatnya kurang pas. Misalnya saat saya sedang menunggu teman-teman untuk rapat organisasi.
“Duh, kemana sih anak-anak? Pada ngaret semua!” keluhku.
“Semangaaat!” sahut sahabatku.
Nah loh. Lagi bete nungguin orang kok disemangatin?

Saking seringnya ngasih semangat itu, suatu hari saya bertanya padanya,
“Kenapa sih kamu sering bilang semangat?”
“Ya kamu bayangin aja gimana kalau orang gak semangat..”
Hmm..

Saya lalu membayangkan..
Kalau orang datang ke kampus gak semangat.. mukanya akan kusam dan murung, bahu turun, jalan pelan-pelan, dan terlihat lemas. Lalu kalau kita kasih senyum, dia hanya membalas dengan senyum samar. Uh.. rasanya enggan sekali berurusan dengan orang yang seperti itu. Ya gak sih?

Itu kalau dia ke kampus. Kalau tidak, mungkin dia hanya tidur-tiduran di kasur, main hp sambil mendengarkan ‘lagu malas’. Mau jadi apa nanti?

Dari situ saya menyadari, bahwa semangat memiliki peran yang besar bagi keberhasilan hidup kita. Dengan adanya semangat, setiap harinya kita memiliki progress, mencapai sesuatu,  hingga akhirnya meraih prestasi. Jadi semangat itu penting banget!

Namun faktanya, semangat manusia memang sering turun naik. Selain meminta dukungan teman dan sahabat untuk saling menyemangati, berikut beberapa tips agar kita selalu semangat:
  1. Setiap pagi sebelum beraktifitas, tutup mata  dan bayangkanlah kegiatan kita pada hari itu akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
  2. Pasang musik yang ceria. Musik yang bertempo cepat akan menambah semangat. Jangan setel lagu mellow, nanti malah galau!
  3. Sering-sering senyum lebar :D
  4. Berdiri tegak, mata fokus ke depan, dan berjalanlah lebih cepat. Tanpa sadar otak akan menyesuaikan dan memberi energi lebih pada tubuh.

Background Image: Pixabay.com


Kembali tentang rapat organisasi. 
Kalau saat melihat teman-teman banyak terlambat lalu saya jadi tidak semangat, tentulah saya akan langsung pulang dan membatalkan rapat. Atau kalaupun jadi rapat, maka mood saya akan hilang dan diskusi pun hanya untuk formalitas saja. 

Tapi kalau saya tetap semangat dan bisa menularkan semangat itu pada teman-teman peserta rapat, tentu diskusi akan berjalan menarik, penuh ide, dan menghasilkan suatu karya atau kontribusi.

Terimakasih sahabat, kini saya bertekad akan selalu #BeraniLebih semangat. 
Semangat menjalani hari, semangat menghadapi apapun yang merintangi.

Semangaaaat! ^^


FB : Sintamilia Rachmawati
Twitter : @sintamilia

Sabtu, 14 Februari 2015

Tips Memaafkan Pasangan

Tips ini terinspirasi dari serial India Jodha Akbar dan FTV Indonesia yang judulnya saya lupa-lupa ingat. Heuheu.. Memang sih, sebenarnya saya tidak suka nonton TV. Tapi ya memang hiburan IRT ya TV (selain internetan). Untunglah ada sedikit pesan moral yang bisa dipetik. Mari kita petik sama-sama :)

Kasus 1 : Istri Berbohong Fatal
Ratu Rukayah sebagai istri pertama Raja Jalal, merasa cemburu dengan kedekatan suaminya itu dengan istri ketiganya Ratu Jodha. Demi mendapatkan perhatian Raja Jalal, Ratu Rukayah mengabarkan bahwa ia hamil. Bukan main senangnya Raja Jalal. Ratu Rukayah pun mendapatkan perhatian yang diinginkan. Namun apa yang terjadi saat akhirnya kebohongan itu diketahui Raja Jalal?

Bu Jodha dan pak (Jalaluddin) Akbar

Menurut saya sih itu keterlaluan banget ya bohongnya. PHP parah. Membuat perasaan kita senang bukan kepalang bagai terbang *halah* untuk kemudian jatuh terhempas ke tanah. Sakiiiiit! Kalau dibohongin pasangan seperti itu mungkin rasanya pengen ngejambak-jambak rambutnya ya gak sih? Raja Jalal begitu murka dan siap memberi Ratu Rukayah hukuman. Namun untunglah sebelum Raja menemui Ratu Rukayah, ia dinasehati oleh Ratu Jodha yang melarang Raja menghukum istri pertamanya itu.

Kenapa?

Ratu Jodha mengajak Raja Jalal INSTROSPEKSI DIRI. Mungkin selama ini Raja bersikap tidak adil pada istri-istrinya? Mungkin karena akhir-akhir ini memang Raja kurang perhatian dengan Ratu Rukayah? Lagipula Ratu Rukayah tidak bermaksud buruk, Justru karena ia begitu cinta dan ingin menghabiskan waktu bersama Raja lebih lama, ia terpaksa berbohong.

Raja Jalal paham. Ia lalu memaafkan Ratu Rukayah dan memberi tahu semua orang (yang mengira bahwa Ratu Rukayah sungguh-sungguh hamil) bahwa istrinya mengalami keguguran. Ini harus ditiru juga: Menutupi aib dan melindungi kehormatan pasangan di depan orang lain. Sebesar apapun kesalahan pasangan, kita harus selalu ingat bahwa istri adalah pakaian bagai suami. Begitu pula sebaliknya. Cukuplah hanya kita yang tahu kekurangan pasangan.

Kasus 2 : Suami tertarik dengan perempuan lain
Seorang suami terpergok sedang bersama perempuan lain. Sang istri (seorang wanita karir) sangat marah. Ia bilang, "Aku sudah melahirkan anak kamu. Aku sudah bantu perekonomian keluarga kita. Tapi ini balasan yang aku dapat? Ini gak adil buat aku!"
Sang suami menjawab, "Gak adil buat kamu? apa kamu udah adil sama aku? Aku gak perlu kamu bantu cari uang. Aku butuh kenyamanan!" Bla..bla..bla.. intinya bahwa suami kehilangan sosok istri di rumah, dan anak pun kehilangan sosok ibu sehingga mereka mendapatkannya dari yang lain.
Sang istri pun lalu menyadari kesalahannya dan meminta maaf.

Emang sih, seharusnya itu gak jadi alasan sang suami untuk main hati. Tapi hikmahnya adalah, jika pasangan melirik perempuan lain, sebelum marah-marah, tanyakan pada diri sendiri, mengapa hal itu terjadi? Adakah kekurangan atau kesalahanku yang membuat pasangan berpaling?
Ujung-ujungnya sih instrospeksi diri juga, dan mencoba memahami dari sudut pandang pasangan kita itu.

Semoga dengan saling memperbaiki diri, saling memaafkan, rumah tangga kita akan selalu rukun dan damai. Aaamiiin.. :D


Sumber gambar dari sini







Kamis, 28 Agustus 2014

26 Alasan Mengapa Orang Membeli Suatu Barang

1. Untuk mendapat uang
2. Untuk menghemat uang
3. Untuk menghemat waktu
4. Untuk menghindari kerepotan
5. Supaya lebih nyaman
6. Supaya lebih bersih
7. Supaya lebih sehat
8. Agar terhindar dari penderitaan fisik
9. Agar memperoleh pujian
10. Agar memperoleh popularitas
11. Agar menarik perhatian lawan jenis
12. Untuk menjaga harga benda
13. Untuk meningkatkan kenikmatan
14. Untuk memuaskan rasa ingin tahu
15. Untuk melindungi keluarga
16. Untuk mengikuti mode
17. Untuk memuaskan nafsu makan
18. Untuk meniru orang lain
19. Untuk menghindari masalah
20. Untuk menghindari celaan
21. Untuk menjadi diri sendiri
22. Untuk menjaga reputasi
23. Untuk mengambil kesempatan
24. Agar mendapat keamanan
25. Agar menjadikan pekerjaan lebih ringan
26. Agar memperoleh atau menjaga benda seni



Sumber : Hypnoselling - Joe Vitale

Kamis, 26 Juni 2014

Download Ebook Gratis Jaya Setiabudi

Mau sharing aja buat yang belum tahu cara download ebook gratis di Yubistore, berikut langkah-langkahnya:

1. Silakan ke www.Store.Yukbisnis.com kategori pendidikan, pilih Ebook Gratis 5 Jurus Dongkrak Profit atau ebook 7 Hari Jadi Juragan.





2. Klik "Beli" lalu klik "Bayar"

3. Yang sudah jadi member Yukbisnis, silakan login. Yang belum jadi member boleh tekan "Klik Di Sini" di kotak bagian kanan untuk mengisi data diri.

4. Isi data diri. Dari semua kolom yang wajib diisi, pastikan ALAMAT EMAIL VALID karena link download ebook akan dikirim melalui email.

5. Klik "Lanjutkan"

Selesai! Di layar akan tampil invoice dengan tagihan Rp. 0,-
Silakan cek inbox atau spam untuk melihat link download ebook.

Kalau ada yang mendapat tagihan kode unik, contoh Rp. 234,- atau Rp. 301,- dan tidak menemukan link download ebook di inbox atau spam dalam waktu 1 jam, silakan SMS CS Yubistore di 082126912121. Insya Allah akan dibantu ^^

Dua ebook ini isinya "daging" semua! Wajib baca buat yang mau jadi pebisnis sukses.

Selamat mengunduh dan... Happy reading ^^

Kamis, 27 Februari 2014

Menikahlah Sebelum Mapan


Seorang teman di Facebook membagi sebuah postingan status dari Ust. Adriano Rusfi yang menurut saya cukup anti-mainstream. Kenapa? Lihat saja, di saat banyak orang berpikir untuk memapankan diri sebelum menikah, beliau justru menyarankan untuk menikah sebelum mapan! Sebuah pemikiran yang seringkali tidak populer di antara para orangtua yang ingin menikahkan anaknya (terutama bila anaknya perempuan).

Alasan Ust. Adriano pun lumayan serius, "Agar anak-anak Anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan Anda."
Saya jadi ingat ketika saya memperkenalkan teman dekat yang belum mapan pada orangtua. Ibu saya awalnya agak keberatan karena tidak ingin saya hidup dengan kesulitan materi, seperti dulu saat Ibu saya menikah dengan Ayah.

Mengapa akhirnya orangtua saya merestui kami menikah? Jawabannya bisa jadi seperti kalimat ketiga Ust. Adriano, bahwa orangtua saya (dan anak-anaknya) telah merasakan ajaibnya kekuasaan Allah.

Sebenarnya ayah saya memiliki gaji yang lebih dari cukup untuk menghidupi anak istri. Namun masalahnya, ayah saya adalah seorang yatim, anak laki-laki pertama yang juga harus membantu menghidupi ibunya dan 5 orang adiknya. Itulah yang membuat kehidupan keluarga kami agak sulit pada awalnya.

Namun ayah saya ikhlas, dan terbukti seiring berjalannya waktu, kehidupan semakin membaik, bahkan ayah saya pernah mendapatkan hadiah perjalanan Haji gratis dari kantornya. Sebuah kesempatan yang secara logika sebenarnya sulit jika mengandalkan diri sendiri karena keluarga kami bisa dibilang tidak memiliki tabungan.

Kami anak-anaknya tumbuh dengan gizi baik, sehat, ceria, terpenuhi berbagai kebutuhan meskipun tidak memiliki harta berlebihan. Sama sekali tidak pernah merasa benar-benar kekurangan. Saya yakin itu karena orangtua kami berusaha untuk selalu bersyukur atas rezeki yang kami terima, dengan harapan Allah akan selalu menambah rezeki seperti yang Ia janjikan.

Kembali ke soal restu. Sejak awal, ayahlah yang lebih memahami perasaan calon suami saya saat itu, karena memang Ayah pernah berada di posisi yang sama 28 tahun yang lalu. Ayah saya yakin, meskipun saat ini belum mapan, selama sang laki-laki selalu berikhtiar dengan sungguh-sungguh, berdoa, solat tepat waktu, banyak bersyukur, bersedekah, dan tawakal, insya Allah kami tidak akan hidup berkekurangan, karena Allah sudah menjamin rezeki kami bahkan sebelum kami lahir. Ayah saya sudah membuktikan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki, Maha Mencukupi.

Jadi demikianlah. Akhirnya kami menikah, meski belum mapan (dalam artian belum memiliki rumah sendiri dan segala perabotannya).

Namun saat ini kami merasa cukup dengan tempat tinggal kami sekarang (ngekos), bisa makan dengan menu baik, bisa jajan dan jalan-jalan dalam kota. Semoga kami dapat selalu bersyukur dan merasa cukup, dengan terus berikhtiar.

Tidak ada manusia yang ingin mengalami kesulitan dalam hidupnya. Namun kesulitan selalu datang bersama kemudahan, dan dengan "paket" kesulitan+kemudahan yang Allah berikan itulah ia menunjukkan kekuasaan-Nya.

Terimakasih pada Ayah dan Ibu saya (juga Bapak dan Ibu mertua) yang menikah sebelum mapan, insya Allah kami telah paham hidup adalah perjuangan.

Terimakasih pada suami yang berani melamar saya meskipun belum mapan, semoga dapat mengajarkan pada anak-anak kami nantinya, agar mereka pun paham bahwa..

Hidup adalah Perjuangan.













Rabu, 21 September 2011

Live Your Life!

Take a step back. Fucking look at yourself. You are human. You are beautiful. You are so beautiful. And you can be anything. You can be everything.

Do not hate because someone broke your heart, or your parents split up, your bestfriend betrayed you, your father hit you, the kid down the street called you fat, ugly, stupid, worthless.

Do not concern yourself with things you cannot control. Cry when you need to, then let go when it's time. Don't hang onto painful memories just because you're afraid to forget. Let go of things that are in the past. Forget things that aren't worth remembering.

Stop taking things for granted. Live for something. Live for yourself. Fall in love. Fall out of love. Fall in love. Fall out of love. Do this over and over until you know what it really is to love someone.

Question things. Tell people how you really feel.

Sleep under the stars.
Create.
Imagine.
Inspire.
Share something wonderful.
Make something beautiful.

Meet new people
Make someone's day.

Follow your dreams. Live your life to its full potential. Just live, dammit. Let go of all the horrible things in your life and just fucking live.

And one day, when you're old, look back with no regrets.

Source: leilockhart.tumblr.com

Terjemahan bebasnya:

Coba mundur selangkah. Lihat dirimu. Kamu manusia. Kamu cantik. Cantik sekali. Dan kamu bisa jadi apapun. Kamu bisa jadi apa saja.

Jangan membenci karena seseorang membuatmu patah hati, sahabatmu mengkhianatimu, orangtuamu bercerai, ayahmu memukulmu, ababil di jalanan menyebutmu gendut, jelek, bego, ga berguna.

Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak dapat kamu kontrol. Menangislah kalau memang perlu, lalu lepaskan. Jangan bergantung pada ingatan menyakitkan hanya karena kamu takut untuk melupakan. Lepaskan semua hal di masa lalu. Lupakan yang gak penting untuk diingat.

Jangan cepat merasa puas. Hiduplah dengan tujuan. Hidup untuk dirimu. Jatuh cinta. Bangkit. Jatuh cinta lagi. Bangkit lagi. Lakukan itu terus menerus sampai kamu tahu sebenarnya bagaimana mencintai seseorang.

Pertanyakan hal-hal. Katakan pada orang lain apa yang kamu rasakan.

Tidur di bawah bintang-bintang.
Berkarya.
Berimajinasi.
Jadilah inspirasi.
Bagikan hal -hal hebat.
Buat sesuatu yang indah.

Temui orang baru.
Buatlah orang lain gembira.

Ikuti mimpimu. Hiduplah dan keluarkan semua potensimu. Tinggalkan semua hal buruk dalam hidupmu. Jalani saja hidupmu.

Suatu hari nanti saat kamu sudah tua, menolehlah ke belakang dengan tanpa penyesalan.





Rabu, 20 Juli 2011

#IngatanPenulis

Mengasah kepekaan adalah pekerjaan full-time penulis (setelah menulis tntu saja). Tdk smua yg ada di sekeliling bs diserap.

Seleksi dilakukan saat penulis buka seluruh indranya sbg kegiatan pra-kepenulisan. Detil2 apa yg prlu diingat dlm ?

Pilihan itu ada di tangan tiap penulis, tp ini bbrp contoh yg bisa digunakan sbg bahan untuk menjadi peka.

1. Yg mencetuskan pertanyaan. Kejadian/peristiwa/pemikiran yg buat bbrp pertanyaan hadir di benak. Prtanyaan2 ini bs diolah.

2. Yg berhubungan dgn moral/kode etik/pelajaran khdpan. Stp cerita psti pny tujuan, jd apapun yg diingat, ingat porsi ini.

3. Yg bisa memancing debat. Jk ada pro-kontra, perhatikan dan serap momen itu. Ini bs dijadikan sumber inspirasi cerita.

4. Yg bisa menguak kemanusiaan. Seni adalah lukisan ttng kehidupan & ketidakadilan/keadilan. Serap yg berhub dgn humanisme.

Kalau sdh terbiasa peka dan menyerap hal-hal yg td aku twit, maka kepingan-kepingan yg tidak "klop", bisa dgn mudah dibuang.

Ingatan yg baik bukan ingatan random yg jumpalitan dan berantakan. Sortir, dan aktifkan indra kepekaan pd hal2 yg penting

Tujuan adlh menyadari "cerita" ada di depan mata pada setiap saat. Inilah apa yg ada di balik kepala profesi seorng penulis.

Ini yg diistilahkan dgn "kjatuhan inspirasi". Kl orng nunggu inspirasi jatuh u/ nulis, maka penulis manggil inspirasinya dr .

Penulis mmbawa "inspirasinya" setiap saat di balik kepalanya. Kepalanya adalah gudang detil cerita. Isinya diambl dr mna? Dr



Sumber: Tweets @clara_ng yang diretweet oleh @_PlotPoint beberapa jam lalu. Thank you for sharing!

Eniwei, aku baru selesai baca dua novel Clara Ng: Jampi-Jampi Varaiya & Ramuan Drama Cinta. Sukaaaaaaaa :)

#Cerpen

Menulis #cerpen itu kayaknya gampang. Padahal butuh skill yg canggih untuk menghasilkan cerpen yg keren. Pendek bukan berarti gampang ;)

Batasan #cerpen itu adalah jumlah kata. Biasanya panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata.

Karena batasan jumlah kata ini, maka #cerpen ceritanya tidak bisa sekompleks novel. Biasanya cuma sebuah event atau plot tunggal.

Walau simpel, #cerpen yg baik tetap bisa punya kesan yg mendalam. Coba deh baca cerpen Putu Wijaya utk @gm_gm di Kompas hari Minggu lalu.

Judul #cerpen itu: “Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata2”. Ttg seorang bapak yg kebingungan memilih di toko bunga.Ringan tp manis & ‘dalam’:)

#cerpen, seperti karya fiksi lainnya, harus punya: karakter utama, keinginan/keadaan ideal dan konflik!

Penulis bebas bikin karakter/plot yg super kompleks. Tp u/ menulis #cerpen kita harus pilih kejadian yg berkesan di antara kekompleksan itu.

Mau latihan menulis #cerpen? Coba tulis cerpen dari kejadian yang paling berkesan dalam hidupmu

Cara ini lumayan gampang, karena kamu sudah tahu endingnya. Coba beri “bumbu” pada kisah hidupmu agar jd #cerpen yg menarik :)

Kalimat pembuka yg menarik dengan kejadian yg menarik wajib ada di #cerpen. Kenapa?

Karena #cerpen biasanya diterbitkan di media yg kontennya banyak. Misal: majalah, koran, buku kumpulan cerpen. “Saingannya” banyak.

Makanya penulis #cerpen terkenal, Edgar Allan Poe bilang: cerpen harus harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk.

Yuk, mari mencoba menulis #cerpen. Kalau masih bingung coba baca #cerpen dari penulis favoritmu. Curi ilmu dari cerpen mereka :)

Setiap penulis punya ciri khas masing-masing. Entah temanya, sudutpandangnya, deskripsinya dan dialognya. Pelajari karya mereka :)

Mau jadi penulis ? Harus rajin baca dong :) Biar kamu kenal gaya menulismu!


Sumber: Tweets @_PlotPoint, 19 Juli 2011, Menjelang pukul 5 sore.

Jumat, 03 Juni 2011

Do Not Regret Anything

Pernah baca postingan di tumblr. Kira-kira bunyinya seperti ini:

Do not regret anything coz at one time it was what you all wanted.

Itu adalah sebuah kalimat yang mengingatkan saya bahwa apapun kondisi, apapun yang saya lakukan sekarang, tidak pantas disesali. Toh saya yang memutuskan. Saya yang memilih.

Seperti saat ini.
Apakah saya menyesal pindah dari Bandung ke Batam? Tidak.
Cuma sedih. Dan itu wajar.
Sedih meninggalkan kehidupanku yang (almost) perfect di sana.

Apakah aku menyesal karena kehidupanku di Batam belum seperti yang aku harapkan?
hmmm.. sedikit.
Tapi sejauh ini I'm fine.
Setidaknya aku masih sehat, aman, nyaman, kenyang, dan punya (sedikit) uang :D

Aku memutuskan ke Batam karena ingin bersama orangtuaku, menghabiskan waktu selama mungkin bersama mereka sebelum aku 'diambil orang' (:p), dan belajar mengurus urusan domestik layaknya Ibu Rumah Tangga *lol

Boleh tertawa karena saya memang lobgay (loba gaya). Orang calon suami aja belum punya! *ketawa guling2
Tapi pengalaman membuktikan, saya tidak akan mencapai sesuatu kalau saya belum siap. Saya tidak lulus kuliah sampai saya merasa siap, saya tidak bekerja sampai saya siap. Saya yakin tidak akan menikah sampai saya merasa siap.
So?
Makanya sekarang saya bersiap-siap! :D

Meskipun teman saya yang bekerja sebagai recruitment staff pernah berkata bahwa masa-masa pengangguran harus diisi dengan aktivitas di luar rumah (alias menjadi pengangguran banyak acara), tapi 'hebatnya', saya malah bertahan di dalam rumah. Online all day long. Haha. Sempet jenuh tingkat tinggi sih, but a thought came to my mind...

Apakah begini rasanya jadi Ibu Rumah Tangga?
Bersihin rumah, nyapu, ngepel, masak, nyuci baju, jemur baju, nyetrika, nonton infotaiment (thanks God there are Star Movies & HBO here), sore-sore kongkow sama ibu-ibu sambil mengawasi rumah (biar ga kemalingan) dan mengawasi anak-anak bermain.

Oke lah mungkin ga se-ekstrim itu. Saya maunya nanti ada pembantu
*huuuuu **disorakin pembaca.
Kalau saya tidak mengerjakan 100% pekerjaan domestik, saya akan menggunakan waktu untuk menulis.
Tapi ya ampun! Bahkan nulis pun mesti nunggu mood & ide. Menyebalkan sekali T_T

Intinya adalah...
Keadaan yang saya jalani saat ini bisa jadi adalah keadaan yang akan saya jalani (lagi) di masa depan.

Meskipun ada pertanyaan besar: "Benarkah ini yang saya inginkan?",
Tapi setidaknya saya tahu,

I WILL SURVIVE IN THE HOUSE!
(jangan lupa pembantu! :p)







Jumat, 15 Oktober 2010

Beratnya Punya Anak Perempuan...

Woaaaa... tiga minggu ga nge-blog!
maafkan aku sodara-sodara, kemarin-kemarin aku konsentrasi penuh revisi skripsi, yang telah tertunda selama 7 bulan (2 bulan lagi melahirkan tuh T_T)
Alhamdulillah, sudah selesai & mendapat ijazah. Yippiieee...!
Jadi, sekarang bisa nge-blog lagi. Asik asik asik.

Udah pada nonton film Satu Jam Saja belum? Meskipun menurutku ceritanya simpel dan alurnya lambat, tapi aku tetap menyarankan kalian nonton demi mendukung perfilman Indonesia yang berkualitas *tsaaah*. Lagipula, soundtracknya bagus (alasanku nonton ini cuma karena soundtracknya aja sih. Hehe)

Aku nonton Satu Jam Saja bareng anak-anak kosan hari senin malam (11/10) di BIP, and surpraisingly, tiga pemain utamanya dateng dong.. Vino, Revalina, dan Andhika Pratama. Reva bahkan ditemani Agus Ringgo. Hohoho.. (Hmm.. paragraf ini ga penting sebenarnya. Mau pamer aja *halah!*)



Film ini bercerita tentang seorang Gadis yang hamil di luar nikah. Sang pelaku yang notabene sahabatnya sendiri , lari dari tanggungjawab. Pesan moral film ini adalah.. Hati-hati dalam bergaul. Bahkan meski ga pacaran, meski statusnya sahabat, tapi kalau syaitan lewat dan kita ga punya tameng cukup kuat untuk melawan tuh syaitan sialan, celakalah jadinya.

Mari kita berbelok sedikit.

Aku tidak terlalu suka acara hipnotis Uya Emang Kuya, karena banyak mengumbar aib.
Kita diperintahkan untuk tidak mengumbar aib orang lain.
Allah saja menutupi aib kita. Masa’ kita membongkar aib sendiri? Ga banget lah pokoknya.

Tapi aku pernah melihat satu episode yang agak bagus. Uya menghipnotis ibu dan anak perempuannya. Dalam keadaan tidak sadar, sang anak bercerita kalau dia merasa dikekang oleh sang ibu, sehingga ia pacaran backstreet. Sementara ketika sang ibu dihipnotis, beliau bercerita kalau ia sangat mengkhawatirkan pergaulan anak jaman sekarang. Sikapnya yang protektif pada anaknya itu adalah karena dia sayang dan tidak ingin anaknya terjerumus. Di akhir acara, sang anak meminta maaf pada ibunya sambil menangis. Mereka berpelukan.

Ah, mengharukan sekali. Melihat itu, aku jadi teringat Papa.

Beberapa bulan yang lalu, aku pernah mendapat sms dari Papa. Isinya kira-kira begini, “Sinta & Nurul, hati-hati ya di sana. Jangan sampai melakukan hal yang dilarang agama”.

Hah? Apaan nih? Ga ada angin, ga ada hujan, tiba-tiba Papa ngirim ini? Emangnya aku ngapain?

Aku bingung dan ga tau mesti merespon bagaimana. Ada beberapa hal yang dilarang agama. Tapi tentu saja yang dimaksud Papa bukan membunuh, merampok, atau korupsi. Kita semua tahu lah ya, apa konotasi "hal yang dilarang agama". Sms itu ga aku balas.

Papa lalu mengirim sms lagi yang menceritakan bahwa tetangga kami, Pak Haji Entahsiapa, yang anak perempuannya hamil di luar nikah. Oalaaah. Jadi itu alasannya Papa ngirim sms ‘aneh’? Akhirnya aku balas sms Papa dan meyakinkan beliau kalau insya Allah kami akan baik-baik saja di sini. Kami saling menjaga dan mengawasi satu sama lain.


Beberapa waktu kemudian, ketika aku pulang ke Batam, aku mendapat cerita versi Mama. Mama bercerita, ketika Papa mendengar tentang anak perempuan Pak Haji Entahsiapa itu, raut muka Papa tiba-tiba berubah. Papa terlihat sediiiiiiiiiiiih.. sekali. Belum pernah Mama melihat Papa sesedih itu (FYI, Papa emang hampir ga pernah terlihat sedih. Dapet cobaan hidup seberat apapun, ia selalu tampak cool, calm, & confident. Heuheu). Mama yang heran lalu bertanya, “Kenapa pa? Kok sedih?”. Papa menjawab,

“Dia yang tinggal sama orangtuanya aja bisa seperti itu. Gimana anak-anak kita, yang jauh dari pengawasan?”

Ya Allah.. Betapa khawatirnya Papa pada kami! Jadi terharu.. Hiks hiks..

Mama sendiri merasa ga sedih, biasa aja tuh (emang, dasar :p). Mungkin karena Mama punya feeling & naluri keibuan yang kuat, jadi kalau anak-anaknya macem-macem pasti langsung ketahuan. Tapi bukan berarti Mama ga peduli. Dulu Mama pernah ngasih aku pilihan, mau diberi kebebasan yang bertanggungjawab, atau, kalau aku belum bisa bertanggungjawab, Mama akan kekang sekalian, biar aman. Aku tentu milih yang pertama dong.

Mama juga pernah menganalogikan, anak perempuan itu seperti gelas kristal. Gelas kristal itu rapuh dan mudah pecah. Kalau sampai retak, nilainya ga akan berharga lagi. Makanya harus dijaga dengan baik.

Mungkin punya anak perempuan memang berat ya. Buktinya, Allah ngasih pahala yang besar bagi para ortu yang berhasil membesarkan, merawat, dan menjaga anak-anak perempuannya. Ada hadist yang bilang, bahwa:

“Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah surga.”

(Sumber hadist: http://www.scribd.com/doc/27449087/40-keistimewaan-wanita)


...

Udah banyak bukti di sekitar kita.
Seharusnya kita belajar.
Belajar dari Gadis, yang menderita karena akhirnya menikah dengan orang yang tidak ia cintai demi menutupi aib..
Belajar dari Uya Emang Kuya, yang menunjukkan betapa parahnya pergaulan remaja sekarang sehingga sang ibu begitu protektif.
Belajar dari Pak Haji Entahsiapa, yang bahkan dengan embel-embel Pak Haji pun tidak menjamin anaknya "selamat".
So girls,
mari kita sama-sama jaga diri,
saling mengingatkan sesama cewek,
supaya gak ada lagi Gadis-Gadis lain,
yang tak lagi "gadis" ketika menikah.
Luv u all :)

Sumber gambar: Indonesian Film


NB: Mbak-mbak tukang sobek karcisnya mungkin terpukau juga dengan kedatangan artis-artis itu sampai lupa menyobek karcisku. Hihihi..

Sabtu, 25 September 2010

Melamar-Melamar Kerja


(Catatan: Tulisan ini aku buat sebagai hadiah kelulusan untuk para sahabatku.. )
Begitu aku dinyatakan lulus sidang skripsi, aku menyimpan skripsiku alih-alih merevisinya. Aku memang berencana fokus nyari kerja dulu. Ga mau nganggur, ceritanya.
Aku ikut beberapa kali jobfair. Hmm.. tiga kali, kalau tidak salah. Pengalaman ketiganya hampir sama: tidak ada posisi yang membuatku sangat tertarik, tidak ada perusahaan yang aku cita-citakan, aku tidak nyaman berada di kerumunan orang pencari kerja, dan aku juga agak ga rela bayar tiket masuk jobfair (bisa buat makan sehari tuh T_T), padahal tidak mendapatkan yang aku harapkan. Di jobfair ketiga aku bertekad, “Ini kehadiran terakhir ku di jobfair. Ga lagi-lagi deh”. Dan memang, sampai sekarang aku ga pernah lagi ke jobfair.
Aku pernah melamar ke sebuah lembaga pelatihan broadcasting, karena tertarik dengan dunia pertelevisian & perfilman (plus konsentrasiku pas kuliah kan di bidang training). Aku diterima, lulus wawancara, dan sempat beberapa kali ikut training pemasaran. Orang-orangnya baik, trainingnya keren, tapi aku merasa belum bisa jadi marketing officer. Apalagi honornya sistem komisi, bukan gaji tetap. Aku pun menghilang dari sana tanpa kabar (ga sopan, emang >.<)
Aku juga pernah melamar ke stasiun TV di Jakarta. Ikut psikotes, lulus wawancara pertama, tapi gagal pas wawancara kedua. Baru beberapa hari kemudian aku ‘ngeh’ dengan kesalahanku yang membuatku gagal wawancara. Kalau aku tahu ‘trik’ itu sebelumnya, pasti aku bisa lolos tuh! Heuheu. Gpp lah. Belum rezeki, berarti.
Aku sempat ingin bekerja freelance. Jadi pengajar bimbel misalnya. Kesempatan itu datang tak lama kemudian. Ada lembaga bimbel buka lowongan. Aku melamar dan langsung diterima. Aku sudah menerima surat tugas mengajar, ketika aku diberitahu bahwa ada training untuk pengajar dengan biaya sekian-sekian (yang membuat honor mengajarku sepertinya akan habis terkuras untuk itu). Aku tidak bisa menerimanya, dan mengundurkan diri H-1 sebelum ngajar (!). Sempet sedih, tapi it’s okay. Allah pasti menyiapkan yang lebih baik.
Aku juga pernah melamar menjadi editor di perusahaan penerbitan ternama di Jakarta. Aku suka sekali membaca, dan tugas utama editor tentu saja membaca (dan mengeditnya). I’ll love this job. Aku dipanggil untuk tes, yang (sayangnya) gagal karena kurang pengetahuan & kurang persiapan. Tapi dari pengalaman terakhir itu, aku tiba-tiba menyadari sesuatu.
Kenapa aku gagal ketika wawancara/tes di Jakarta, padahal aku sangat amat berminat dan merasa mampu?
Jawab: Karena mungkin.. jauh di hati kecilku, ternyata aku belum siap kerja di Jakarta. Aku ingin di Bandung, aku masih ingin bersama teman-temanku.
Aku lalu merenung lebih jauh.
Kenapa belasan lamaran yang aku sebar di jobfair ga ada satu pun yang nyangkut?
Jawab: Karena aku memang tidak sedikitpun tertarik, tidak sedikitpun menginginkannya.
Kenapa lamaranku nyangkut, lalu dipanggil wawancara/tes di lembaga pelatihan broadcasting, di stasiun TV, di lembaga bimbel, dan di penerbitan?
Jawab: Karena aku memang BERMINAT di bidang itu.
Kenapa aku belum bekerja tetap?
Jawab: Karena jelas, aku masih ingin BIKIN FILM (yang ini mah sengaja :p). Keinginanku yang satu ini benar-benar serius dan tidak dapat diganggu gugat.
Aku ingin bikin film. Tapi karena butuh uang untuk hidup, aku harus bekerja. Maunya sih bekerja sebagai pekerja film, tapi mungkin karena “belum siap meninggalkan Bandung & teman-teman”, lamaranku ke PH-PH di Jakarta belum ada balasan. Oke. Menurutku itu masuk akal.
Aku ingin (1)bikin film+(2)bekerja buat makan+(3)di Bandung+(4)masih bareng teman-teman. Solusinya adalah.. berbisnis, atau jadi freelancer. Freelancer dulu aja deh. Karena aku suka nulis, aku ingin jadi freelance writer. Itulah keinginanku yang sebenarnya.
Allah Maha Mendengar, Allah Maha Pengabul Doa.
Sampai bulan Ramadhan lalu, aku kerja di kosan Dago Bandung, jadi freelance writer di sebuah situs kuliner (kerjanya 100% online dan aku maniak internet), serta –tentu saja!-aku juga bikin film bareng teman-teman di 89 Project. I got what I really want. Sempurna sekali hidupku!
Inti yang mau aku sampaikan di sini adalah, kalau di antara kalian ada yang bertanya-tanya: Kenapa sulit sekali mendapat pekerjaan? Kenapa aku ga dapat panggilan? Kenapa aku gagal tes/wawancara padahal aku merasa mampu & memenuhi semua kualifikasi? Kenapa aku belum bekerja?
Tanyakan pada hatimu, teman. Mungkin pekerjaan itu bukan yang benar-benar kamu inginkan.
Hati-hati dengan kata hatimu yang terdalam, yang seringkali kurang terdengar. Bahkan aku dengan keinginan dan kemauan yang sangat menggebu ingin bekerja di PH-PH Jakarta, bisa tertahan dengan keinginan ‘cemen’ seperti “pengen di Bandung & pengen bareng teman-teman”. Hal sepele seperti ini bisa jadi hambatan lho.
Tapi jangan terlalu khawatir tentang pekerjaan. Jangan pernah takut ga dapet kerja. Sekarang, nikmatilah masa-masa kelulusanmu. Setelah puas, mulailah berpikir dengan tenang.
Dengarkan kata hatimu, milikilah mimpi, harapan, keinginan, dan minat, lalu kejar!
Selama kamu yakin, insya Allah, cepat atau lambat, keinginanmu akan tercapai.
Pesan dari Steve Jobs,
The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the hearts, you’ll know when you find it.”
Selamat mengejar impian, kawan! Semoga sukses selalu :)