Tampilkan postingan dengan label Bestfriend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bestfriend. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014

Raffi Ahmad, Ardina Rasti, Kiwil, Wendy Cagur dll ngucapin Happy Wedding ;)

Hari minggu lalu, saya dan pacar (baca: suami) berangkat ke Cirebon untuk menghadiri pernikahan sahabat kami, +Pengamen Cinta dengan +Nidya Meidhyana yang dilaksanakan hari Senin, 24 Februari 2014.

Pertanyaan besarnya adalah, kenapa SENIN gitu loooh? Kenapa ga sabtu atau minggu dimana lazimnya orang biasanya banyak menggelar pernikahan?

Kalau kata yang cowok sih, perhitungan tanggal baiknya ya 24 Februari.
Kalau kata yang cewek.. itu karena sudah keluar peraturan bahwa penghulu tidak boleh "menerima order" sabtu minggu karena uang yang mereka terima weekend itu termasuk suap. Penghulu hanya boleh bekerja Senin-Jumat seperti PNS lainnya, bahkan pencatatan nikah (akad?) pun seharusnya di KUA. Wew..

Di satu sisi, mungkin benar bahwa penghulu merupakan PNS yang tidak boleh menerima uang dari masyarakat karena toh mereka sudah digaji pemerintah. Tapi mbok ya masak sih ga ada sedikiiit gitu pengertiannya buat mereka yang ingin seluruh keluarga, kerabat, dan teman-temannya bisa hadir di acara akad nikah dan resepsi?

"Kan bisa Mbak, akad nikahnya Senin-Jumat, resepsinya Sabtu/Minggu?"
Bisa sih.. Tapi itu biaya makannya jadi double. Abis akad pasti pihak tuan rumah (biasanya mempelai perempuan) menjamu keluarga pihak laki-laki toh? Resepsi juga seperti itu, bahkan dengan lebih banyak undangan. Gak cuma biaya makannya, tp juga biaya make-up, baju pengantin, dokumentasi, dll.
Intinya semakin lama waktu perayaan, semakin boros jadinya.

Sebagian besar teman-teman pun jadi absen, lebih karena sulit minta izin bolos kerja. Untung saja atasan saya dan atasan suami mengizinkan kami tidak masuk kerja senin kemarin. Kalau tidak, sedih amat ke kondangan mesti dipotong gaji. Ckckck..

Saya perhatikan juga ada beberapa tamu yang datang dengan pakaian PNS. Mungkin mereka izin sebentar menghadiri kondangan sebelum kembali bekerja. Saya pribadi tidak menyalahkan. Bagaimanapun memenuhi undangan pernikahan adalah sunnah bukan? Tapi bagi saya itu jadi pemandangan 'ajaib' saja karena ini pertama kalinya saya lihat orang ke kondangan pakai seragam kerja alih-alih baju pesta :))

Kenapa sih penghulu itu gak diganti aja jam kerjanya, misal dari Rabu sampai Minggu. Senin-Selasa nya libur, gitu.. Jadi gak "mengorbankan" banyak orang. Kalau hajatannya weekdays, kasian ke para undangan karena sulit datang. Kalau banyak yang ga datang, kasian sama yang punya hajatan, acaranya sepi. Kalaupun ada yang datang, kasian yang datang itu harus minta izin bolos kerja bahkan bisa jadi dipotong gaji. Ah.. banyak deh kasiannya. Plus kasian juga kalau ada 1 orang yang dapet 3 undangan pernikahan, tiga-tiganya pas weekdays! Deziigg!

Saya sih berharap peraturan seperti itu direvisi, sehingga saya dan orang-orang lain bisa menghadiri kondangan di hari libur dengan tenang dan nyaman, yang punya hajat senang karena acara ramai, dan para supervisor dan manajer pun tidak perlu manyun karena karyawannya izin untuk menghadiri kondangan. Hihihi.. Aaamiiiin..

Anyway, saya dan suami mengucapkan selamat menempuh hidup baru buat Ceko dan Nidya, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, langgeng sampai maut memisahkan. Aamiin..
*ga mau kalah sama artis-artis ini :))


Banyak yak artisnya. Mulai Unang, Raffi Ahmad, Gilang Dirga, Kiwil, Yadi Sembako, Krisna bayu & Istri, Ardina Rasti, Denny Cagur, Wendy Cagur, Kiki Farel, Nina Zatulini, Yeyen Lidya, Aming, Ayu Hastari, Daus Sparo, Mega carefansa & Valent :)


























Senin, 28 Oktober 2013

Nyala Accessories, Brings Out The Brightest Side of You

Hari ini adalah hari ke-15 pernikahan saya. Wew. Sesuatu banget rasanya memasuki 'hidup baru', meskipun sejauh ini rasanya ga banyak yang berubah kecuali kalau saya punya kamar kosan lagi dan punya seseorang yang harus saya hormati dan saya jaga hatinya demi mendapatkan surga-Nya *eeaaa..

Kami sangat amat bersyukur acara walimahan di Villa Cipedes Garut tanggal 13 Oktober 2013 lalu itu berlangsung lancar dan menyenangkan. Teruntuk semua pihak yang telah membantu, kami cuma bisa membalas dengan doa yang setulus-tulusnya, semoga Allah membalas kebaikan Bapak-Ibu, Om-Tante, Mas-Mbak, Teman-teman, Kakak-kakak dan Adik-Adik semua. Aamiiin ya Rabb :D

Beberapa pihak yang perlu disebutkan saking spesialnya adalah kakak sulung dari ibu saya yang saya panggil "Uwak", yang telah menyediakan tempat akad dan resepsi, memasakkan makanan untuk seluruh tamu undangan, menyumbang souvenir, hingga menjahit baju yang dipakai sebagai seragam keluarga.

Ada 'Mbah'ku yang make-up dan nyedian baju pengantin.. (sumpah saya baru tahu kalau beliau langganan jadi hair-stylist majalah GoGirl. Kalau ada yang buka rubrik Hair Section atau Beauty Spread-nya GoGirl dan melihat hair do by Ajie, nah itu 'Mbah'ku) :D

Thanks to keluarga dan teman-teman dekat yang membantu sebelum dan selama acara berlangsung. Thanks a lot lah pokoknya.

Ada satu orang sahabat saya, sebut saja namanya +dina rismala. Huft.. gemes banget deh dia berhalangan datang. Tapi saya ga bisa marah juga sih, soalnya menjelang hari H pas saya lagi bingung cari tambahan souvenir yang murah meriah, eeeehhh dia malah ngasih banyaaaaaak bros gratis buat saya jadikan souvenir! Gimana saya gak pengen nangis terharu coba? :')






Teman-teman kosan lama yang bantuin package, sampai kalap dan minta beberapa buat dipakai sendiri. Ya saya kasih aja. Saya ikutan 'nyolong' juga sih 5 biji. Abis lucu-lucu banget sih. Brosnya handmade dan ga ada satupun yang sama. Warna dan modelnya variatif. Jadi ya maab lah ya Din, kalau kami korupsi brosnya dikit :3

Tadinya saya minta dia pasang banner/label atau pajang kartu nama @hujannyala saat hari H. Dianya ga mau. Ya sudah, saya promokan di sini saja.. :D

Buat yang belum tahu, Dina adalah owner brand Nyala Craft. Selama beberapa tahun terakhir ini dia memproduksi aksesoris dari bahan-bahan seperti kancing, restleting, dan entah apa lagi *plak! :p
Produk-produknya beberapa kali masuk majalah, dan laris manis di Berrybenka *aamiiin :D
Wajar sih, soalnya unik banget.





Terimakasih banyak ya Din..
Makasiiiiih banget *hugs

Semoga ke depannya makin laris, laris manis, segera go international. Aamiiin :D








Sabtu, 24 Desember 2011

Praktek Entrepreneur Lapangan

Akhirnyaaaa...! Dua minggu sudah saya melaksanakan Praktek Entrepreneur Lapangan alias #PEL. Rasanya cukup senang. Cafenya nyaman, makanannya enak (makan hampir tiap hari di sini), pembimbing & all crew nya baik dan welcome, super fleksibel, dan tak kalah penting: saya dikasih nilai bagus! hohohooo...

Yang saya dapat dari PEL ini..
1. Awal mula membangun bisnis cafe. Jadi dulunya ini tempat nongkrong aja gitu, makanan pun seadanya. Makan-gak makan asal ngumpul. Tapi kemudian owner nya 'sesak napas' gara-gara gak ada profitnya. Mulai lah tempat ini diseriusin jadi tempat makan. Tentunya dengan tetap membuat suasana senyaman mungkin untuk nongkrong.

2. Proses bisnis cafe. Lumayan kompleks juga ternyata. Belanja bahan baku, atur shift karyawan, masak (menunya lebih dari 100!), melayani pelanggan, promosi, dsb. Tapi kayaknya asik. Tidak membuat saya membatalkan niat untuk bisnis di bidang ini (sejak kapan lo tertarik bisnis cafe, Sin? Heran gw)

3. Jadi admin twitter. Sang owner sekaligus pembimbing PEL saya menugaskan saya untuk mengurus twitter (karena selama ini gak ada yang ngurus). Saya dengan senang hati dong, secara lagi seneng-senengnya twitteran. Bahagia.. sekali ketika kerja online di cafe. Terus kalau gak ada pembimbing, saya bisa kabur *eh :))

Begitu PEL selesai, ada review di kampus YEA. Slide presentasi saya paling banyak dibanding yang lain, 44 slide! Heboh gak siy? Gak tau kenapa saya merasa perfeksionis sekali saat membuat slide itu. Apakah ini pertanda jiwa Ravenclaw saya mulai tumbuh? *halah.

Agenda berikutnya adalah..
- Bikin laporan PEL
- Menulis resume buku Cashflow Quadrant
- Hari Selasa masuk kelas dan akan bermain Cashflow Games seharian. Asiiiik!

Tapi sekarang,
mari liburan sebentar B-)





NB:
1. Sahabat saya di Batam tanggal 20 Des yang lalu melahirkan anak perempuan bernama Khansa.
2. Sahabat saya di Bandung tanggal 22 Des (hari Ibu) juga melahirkan anak perempuan, belum dikasih nama.


TTL: Bandung, 22 Desember 2012 :')
Owh I envy them!

Semoga mereka menjadi orangtua yang baik, mampu merawat dan mendidik putri pertama mereka itu hingga jadi anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat, negara, dan agama *tsaaah. Amiiiin.. :D



Sumber foto: saya curi dari twitpic ibunya :))

Jumat, 16 Desember 2011

Another Quick Update

1. Saya sedang melaksanakan Praktek Entrepreneur Lapangan (PEL) di sebuah cafe di Jatinangor. Tugas utama: admin twitter. Saya dulu pernah berkhayal, kerja sebagai penulis novel, nulis di cafe yang nyaman sambil online. Kegiatan PEL ini nyaris sama dengan khayalan itu, kecuali bagian "menulis novel" :P. Gapapa. Someday I will be. Someday.

2. Adik saya yang satu kosan dengan saya, keterima kerja di Jakarta. Huaaaa... saya gak bisa membayangkan berpisah dengannya. Nanti saya pinjem baju sama siaaappaaaa...?? *loh.

3. Saya pengeeeeeeeen banget nonton The Billionaire. Tapi di PEL ini harus masuk setiap hari. Bahkan hari Minggu itu wajib. Hiks.. kapan saya bisa nonton kalau gini caranya?

4. Orangtua saya ke Bandung! Hore! Mereka mengisi kamar kos saya dengan kulkas, cooler, dispenser, dan penanak nasi. Kamar jadi sempit banget dan terancam tagihan listrik bulan depan membengkak. Hahahaha... Nikmati saja. Alhamdulillah.. :) Plus, pastinya momen favorit saya: BELANJA BAJU!

5. Nemu satu blog baru yang recommended: www.namarappuccino.blogspot.com karya @ericknamara. Saya suka mengutip postingan "Sekeping Frase" dan men-tweet nya dengan hashtag namarappuccino. Check them out, guys! :D

6. Merasa harus ikutan penyusunan buku antologi Banceuy (Bandung Cendoler's Euy). Harus bikin cerpen atau puisi. Kayaknya sih lebih cepat dan lebih mudah bikin puisi. Doakan saya yah. Semoga dapet ide dan mood oke buat nulis puisi. Amiiin YRA.

7. Sahabat saya sebentar lagi akan MELAHIRKAN..! Waaaaooow *ikut deg-degan*

8. Sahabat saya yang sebentar lagi melahirkan gak cuma yang di Bandung, tapi yang di Batam juga! *double deg-degan* :D

9. Resolusi 2009 baru terwujud akhir tahun ini: punya domain sendiri! (sintamilia.com)

10. Resolusi 2011 ada yang belum terwujud. Gak mau dibahas. Trims :p


Sekian dan terima kamu apa adanya :D


Kamis, 15 September 2011

Friendship Through The Years


Buat saya, foto di atas ini mengharukan sekali :')
Sepuluh tahun selalu bareng, dari anak-anak hingga beranjak dewasa.
Gak kebayang gimana jadi mereka yang sekarang harus berpisah.
Pasti sedih banget.

Saya belum pernah punya hubungan persahabatan sepuluh tahun.
Hubungan saya dengan teman terdekat saya baru akan menginjak 9 tahun. Itu pun cewek dan kami kuliah di kampus yang berbeda. Ga sebanding lah sama Emma, Daniel, & Rupert.

Emma sendiri pernah bilang.. apa ya.. intinya bahwa ga banyak orang di dunia ini yang tahu bagaimana rasanya jadi dia (secara dia aktris dan menghabiskan masa remajanya di film Harry Potter yang fenomenal itu). Cuma dua orang yang ngerti karena punya pengalaman yang kurang lebih sama dengan dirinya, yaitu Dan & Rupert. Emma sampai nangis pas produksi film HP berakhir dan dia tahu pasti akan sangat merindukan syuting bersama dua sahabatnya itu.

Saya gak tahu detail persahabatan mereka di dunia nyata. Yang saya tahu persahabatan Harry, Ron, dan Hermione di film (di buku udah lupa >.<).

Satu hal yang saya perhatikan: MEREKA SUKA BERTENGKAR! Hahahahaha..
Harry & Hermione jarang sih.
Ron & Harry kadang-kadang.
Ron & Hermione lumayan sering.

Bagi saya pribadi, pertemanan/persahabatan kurang afdol kalau belum bertengkar. Pertengkaran itu seperti ujian. Kalau setelah bertengkar kita tetap bisa bersahabat seperti sebelumnya, maka bisa dikatakan kita memang benar-benar sahabat. Sebaliknya, kalau malah membuat hubungan memburuk, kita tahu sebatas apa hubungan kita.

Selain pertengkaran, jarak dan waktu juga bisa menjadi ujian. Ketika kita berpisah jauh, atau jarang sekali bertemu, kita akan tahu sejauh mana nilai persahabatan saat kita bertemu. Apakah canggung atau bingung mau ngobrol apa, ataukah akan curhat panjang lebar seperti saat dekat dulu seolah jarak & waktu yang pernah memisahkan itu tidak pernah ada?

Saya benar-benar salut sama orang yang bisa mempertahankan persahabatan sampai bertahun-tahun. Ujian pertengkaran masih bisa dilewati kalau saya dan sahabat saya sama-sama ikhlas memaafkan. Tapi kalau ujian jarak dan waktu... saya agak susah nih, meskipun sekarang saya mulai berharap terbantu dengan adanya internet.

Melihat persahabatan Golden Trio juga bikin saya punya teori *halah.
Sebuah teori tentang persahabatan dengan lawan jenis.
Mari kita sebut dengan "Teori Persahabatan Hermione".
Begini bunyinya,

Seperti Hermione dan Ron, persahabatan bisa berubah jadi percintaan.
Seperti Hermione dan Harry, persahabatan bisa bertahan selamanya.


*Eaaaaaa
Sesuatu banget kan ya? Hehehehehe..

Eniwei, bagaimana kabar sahabatmu? ;)






Rabu, 27 Juli 2011

Memories In The Kost :D

Besok adalah hari terakhir saya di kosan ini. Pondok Mamah(PM), begitu kami menyebutnya. Lusa saya akan pulang ke Batam sampai lebaran. Setelah itu saya belum tahu. Mungkin saya akan bekerja di Batam, atau kembali ke Bandung. Kalaupun saya ke Bandung, tidak akan lagi ke kosan ini karena adik saya sudah menemukan tempat kosan baru.

Kosan ini penuh kenangan, sungguh. Saya di sini selama dua tahun terakhir. Mulai dari jaman jobtraining, seminar, nyusun skripsi, sidang, revisi skripsi, produksi Flickering Light, masa-masa pengangguran, mencari kerja, sampai dapat kerja, sampai berhenti kerja. Hahahaha.. So many stories, right? :’)

Salah satu kenangan terindah di sini adalah saat anak-anak kosan merayakan ulang tahun saya yang ke-22. Sejauh yang saya ingat, itu adalah ‘pesta’ ultah paling meriah yang pernah saya alami sepanjang hidup saya. Sebenarnya lebih tepat dibilang syukuran saja, karena makanan yang disajikan pun sederhana. Masak sendiri (bukan saya yang masak tentu :p).

Yang hadir pun hanya anak-anak kosan (4 orang) dan teman-teman se-geng mereka dan/atau pasangan mereka (kira-kira 6 orang-an) yang sering main ke kosan. Saya sebenarnya mengundang beberapa teman dekat saya juga, tapi yang bisa datang cuma satu orang. Hihihi.. Tak apa, tak mengurangi kebahagiaan saya sama sekali

Kosan ini pun ada dinamikanya sendiri. Ada yang keluar, ada yang masuk. Ada yang pindah kamar. Ada yang kuliah Komunikasi seperti saya, tapi lebih banyak yang kuliah Teknik Informatika. Saat ini malah didominasi mahasiswa Kesejahteraan Sosial.

Kosan ini pernah begitu ramai, sampai-sampai Ibu Kosan marah-marah karena berisik. Pernah juga begitu sepi, sampai-sampai saya merasa tak tahan sendiri lalu pergi (jalan-jalan *halah).


Kosan ini pernah begitu hangat, seperti keluarga kedua.

Pernah juga begitu panas dan penuh dengan pertengkaran.

Pada akhirnya, kosan mulai terasa dingin, ditinggal orang-orang yang dulu pernah menghangatkannya.


Kosan ini adalah saksi bisu. Dinding-dindingnya menyimpan memori saat kami tertawa, saat kami marah, saat kami menangis. Foto-foto yang ditempel bercerita tentang saat kami kuliah, saat kami wisuda, dan saat kami berpisah.


Mengenang semua ini membuat saya sadar kembali, bahwa hidup saya selama dua tahun terakhir di kosan ini begitu ‘ajaib’. Banyak warna, banyak rasa, banyak perubahan yang terjadi.

Kosan ini akan menjadi sepotong puzzle dalam hidupku. Kini saatnya move on, bergerak menuju suatu yang baru, meninggalkan semuanya menjadi masa lalu. Seperti Teh Ana, Ummul, dan Putri yang mendahului kami meninggalkan kosan ini, kami pun akan pergi.

Selamat tinggal PM..

Thank you so much for those sweet moments.. :’)



Ditulis sambil mendengarkan lagu “Semua Tentang Kita” oleh Peterpan.


Rabu, 01 Juni 2011

Update

Helloooooww, fellas!

Kangen saya tidak?
Kangen dong pastinya.. *maksa*.

Udah lama banget saya ga posting ya..
Sebenernya sekarang juga masih males.
Tapi udah mentok banget ga ada hal lain yang bisa dikerjain lagi.
Ya suw, terpaksa posting deh. Hahahaha
*ckckckckck

Quick update sajalah.

1. Umur saya sudah 24 tahun! OMG!
Dan resolusi saya di umur ini adalah.. mulai sekarang saya akan menggunakan kata ganti "saya" di blog ini instead of "aku" yang sebelum ini saya gunakan.
Ga penting? Ember!

2. Status saya saat ini adalah: PENGANGGURAN. Huahahahaha *sok bangga
Nganggurnya saya kali ini lebih buruk daripada dulu pas habis wisuda. Kali ini saya tidak mood blogging, tidak bersemangat melamar kerjaan, tidak sedang terlibat produksi film, tidak bisa membaca novel-novel yang dulu saya sewa dengan beberapa ribu rupiah saja, tidak bisa kongkow dengan sahabat-sahabat saya sesama pengangguran terselubung, dan yang paling parah: tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk melalui ini semua *tsah!

Yah.. positifnya: saya tidak mencemaskan keuangan saya karena setidaknya sekarang saya tinggal di rumah (Batam), ga ngekos lagi di Bandung. But still, I lost everything!

Ga heran akhir-akhir ini saya agak stres.

3. Dua orang sahabat saya kompak banget lagi hamil dua bulan. Ckckckc. Pengen ngasih sesuatu tapi ga tau apa. FYI, saya tidak hadir di acara resepsi pernikahan dua sahabat saya itu. Kadang-kadang saya protes pada diri sendiri, sahabat macam apa saya?



Demikianlah kegalauan saya kali ini.
Terimakasih sudah menyimak.
Wasalam..

Y_Y






Senin, 16 Mei 2011

Farewell (Part 1): Jatinangor

Malam itu aku ke Jatinangor.

Tujuan utamanya siy, ngembaliin majalah & pensil warna Alvi. Tapi sebelumnya aku mengundang dua sahabatku Indri & DG (baca: Diji) untuk makan malam bareng.

Mereka agak heran, tumben banget aku ngajak dinner bareng. Tapi mereka tetap hadir dan mendengarkan ‘pengumuman’ku sesaat setelah kami duduk di sebuah tempat makan di dekat Pangdam, sambil menunggu pesanan datang.

“Jadi, maksud saya mengundang saudara-saudara datang kemari…”

“… adalah karena..”

“.. lusa aku akan ke Batam.”

Indri speechless. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca tapi ia cepat menguasai diri. Sementara DG hanya tersenyum pahit (tsah, bahasanya!). Ya iyalah, si DG kan cowok, masak mau berkaca-kaca? :p

Setelah pengumuman (agak) shocking pink itu, kami makan & mengobrol seperti biasa.

Indri paling pertama menghabiskan makanannya dan minta izin ke Jatos. Pikiran pertama yang terlintas di benakku adalah, ni anak pasti mau ngebeliin sesuatu deh buat aku *geer*.

“Indri mau beli shampo,” ucapnya. Aku & DG heran.

“Jauh-jauh amat beli shampo ke Jatos,” sahut DG. “Tuh di warung depan juga ada..”

“Iya ya? Tapi di Jatos aja shamponya suka ga lengkap, apalagi di warung,” Indri ngeles.

Begitu Indri pulang dari Jatos, terbukti benar dugaanku. Ternyata dia ke Jatos ngebeliin aku bros kupu-kupu. Cantik sekali. Jadi ngerasa agak bersalah karena ga ngasih apa-apa buat Indri..

Selesai makan, aku memutuskan untuk langsung ke kosan Alvi. DG pengen ikut. Indri juga. Waa.. aku terharu. Mereka bersedia menemani aku jalan kaki ke kosan Alvi padahal kosan dia jaaaaauuuuuhhh pisan! Terpencil, lah.

Di tengah perjalanan, kami melewati minimarket tempat DG bekerja. Di depan minimarket itu ada gerobak penjual jus buah yoghurt. Surprisingly, ternyata jus yoghurt itu usaha milik DG! Pantesan aja tadi sebelum makan dia promosi, “Cobain deh ada jus yoghurt, harganya Cuma 6000”.

Lebih surprise lagi, ternyata usaha jus yoghurt yang saat itu baru berumur dua hari adalah usaha berdua bareng someone specialnya, Nisa (sahabatku juga, di Jakarta). OMIGOT OMIGOT OMIGOT! Isn’t it so sweet? Menurut aku punya usaha bareng pasangan tuh romantis. So sweet so sweet so sweet… Mupeng.. >.<

Akhirnya aku dan Indri pun membeli jus yoghurt itu. Rasanya lumayan.

Via sms, Alvi bilang dia akan keluar kosan. DG tampak kecewa karena dia sebenarnya tetap ingin jalan kaki sampai kosan Alvi. Dia lagi pengen jalan-jalan. Tapi akhirnya kami memutuskan menunggu Alvi saja di sana, bertiga nongkrong-nongkrong sambil minum jus dan menemani si penjual (karyawannya DG) melayani pembeli. Heuheu.

Lama kemudian, Alvi datang naik motor. Setelah aku menyerahkan semua barang-barangnya, dia minta traktir es krim. Gubraaaaak..! Ni anak ga segan-segan banget deh kalo request sesuatu. Aku siy mengiyakan aja, secara kapan lagi aku bisa traktir dia? Lagipula dia pernah ngebeliin aku es krim pas aku ultah J

Dia minta dibeliin es krim di Jatos, atau di kedai Indra dekat Griya. Indri pamit pulang ke kosan. Aku udah siap naik motor Alvi ketika aku tanya DG, “DG abis ini mau kemana?”

Tebak apa jawabnya?

“Ga tau”.

Jiaaaaaahh, ni anak labil amat yak? Hahahahaha..

Aku ceritakanlah pada Alvi bahwa si DG ini belum ingin berpisah denganku (bohong) dan masih ingin jalan-jalan (beneran). Alvi maklum. Ia lalu menitipkan motornya di warnet Bunga Mas dan mengajak DG ikut kami beli es krim. Ckckckckck.

Dan.. berjalan kakilah kami (lagi) dari gerbang Unpad ke Jatos. Jatos udah mau tutup dan yang jual es krim.. pastinya udah tutup duluan. Haha. Kami lalu melanjutkan perjalanan ke Kedai Indra dan beli seporsi es krim goreng untuk Alvi saja :D

Ketika aku bilang aku akan ke Batam, respon Alvi datar aja (emang lo ngarep responnya apa Sin?). Baguslah. Coz kalau aku melihat orang yang berat hati berpisah denganku, kayak di DG ini *tetep geer, lol*, aku pun jadi semakin berat hati.

Eniwei, beneran loh aku sampe mengusir DG pulang.

Abis dari Kedai Indra, kami jalan kaki lagi sampai gerbang Unpad. Aku & Alvi menuju parkiran motor. Si DG masih ngekor! Akhirnya aku bilang, “DG pulang sana!” sahutku sambil nunjuk angkot.

“Wah, diusir nih?” protesnya.

Apa boleh buat, DG. Sudah malam, waktunya pulang.. :D

Sampai jumpa lagi DG, Indri, Alvi…

Kamis, 12 Mei 2011

Thanks For Being My Good Friends

Sedang merasa 'tertampar' & menyadari bahwa aku harus lebih banyak bersyukur karena memiliki teman-teman yang baik dalam hidupku. Jadi seperti Nurul yang membuat tulisan apresiasi untuk teman-temannya, maka aku pun menuliskan ini.

Tessa Pamela Sari

Aku bukan orang yang pintar memelihara persahabatan sebenarnya, apalagi kami jarang bertemu semasa kuliah dan pasca lulus. Jadi kalau kami sekarang masih bersahabat.. well, ini adalah sebuah prestasi. Delapan tahun!

Terimakasih Allah, Engkau menggariskan Tessa kuliah di Bandung, sehingga dia bisa menemaniku saat galau di masa-masa SPMB. Heuheu (Thanks to Delvina, too. Dua orang ini yang sebenarnya soulmate-an. Hihi).

Pevi Karamina Putri

Sahabatku yang selalu menginspirasi selama kuliah. Cantik, pintar, sholehah. Subhanallah lah pokoknya. Yang menginspirasi, yang selalu memberi nasehat, yang sering nraktir *eh?. Semoga Pevi dan keluarga selalu diberkahi Allah. Amin.

Isnia Nurul Dita, Ana Nur'anafi, Syarifatunnisa M. Putri, Ridha Umami, Ummul Fitri Afifah, Revina Bayu, Ermitha.

Tempat curhat dan ngegosip, pastinya :p

Supporter paling hebat di masa-masa stres menyusun skripsi.

Kehangatan, kebersamaan, kekompakan, kenarsisan, kegembiraan, ke'gila'an. Merekalah yang membuat kosan menjadi 'home sweet home'.

Dihyah Gunalloh

Teman yang SELALU SATU KELAS dari semester satu sampai semester akhir. Mengingat prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2005 ada 12 kelas, yang lalu dibagi jadi 3 jurusan, lalu dipecah lagi jadi 3 konsentrasi, 'ajaib' aja kita selalu bareng. Andai kita lulusnya bareng, perfect banget tuh pasti. heuheu.

Dg selalu tahu kalau aku abis nangis, atau lagi galau. Menyebalkan. Padahal aku selalu berusaha menyembunyikan ekspresi supaya orang-orang ga pada tahu. Tapi Dg selalu tahu. Kok bisa seh? Ckckckc

Indri Sulistiowati, Annisa Fitriani

Mankomers D + Thias.org. Belajar di kelas bareng, jobtraining bareng. Kosan mereka sering jadi tempat nginep kalau aku bosen di Bandung, atau ada acara malam di Nangor. Sering curhat-curhatan, pasti. Terimakasih ya temans, bersedia mendengarkan ceritaku yang suka ga penting ini. hihihi. (Terimakasih juga buat Suci Septiani, Dian Merdiana, Putri, Maya, Adi, Hadi, Adit, & teman-teman Mankomers lain)

Robby Prasetyo

sahabat sejatiku banget lah di CC. Yang ngajarin aku ngedit, tempat konsultasi, tempat curhat, tempat membuang masalah-masalahku a.k.a tempat 'sampah', temen nongkrong, temen nonton, temen makan, teman kerja & tempat melimpahkan pekerjaan. Ckckckc. You are the best, Robby! :D

'Best moment'ku dengannya adalah pas pra produksi Gancu Production. Kami pernah berdebat via sms, bales-balesan sms pake huruf kapital. Hahaha. Berhubung kami sama-sama tipikal orang yang jarang bisa marah, jadi itu peristiwa langka banget. Hehe. Bagian terbaiknya adalah, bahwa hari itu juga kami baikan. Baguslah (Robby yang mengalah, pastinya :p)

Terimakasih juga untuk ALL CC'ERS semua angkatan. Love you all! :)

Gilbert Orlando Sitorus

He was my angel :)

Sangat baik hati dan sangat inspiratif.

(Udah ah segitu aja kayaknya cukup :p)

Aku yakin suatu hari nanti dia akan jadi orang yang hebat & sukses.

Nosa Sintari Dewi, Ade Puspitasari

Tempat curhat di kantor.

Teh Puput adalah temen nebeng pulang kalau ga ikut jemputan. Mbak Ocha tempat minta cemilan *halah*. Terimakasih ya.. kalian baik sekali.. (Terimakasih juga buat Teh Tia, Teh Nelly, Teh Yessie, Teh Rika, & all crew HR-GA Dept Shafco)

Chandra Darusnal

I ALWAYS enjoy every moment & conversation with him.

sekian :D

(jiaaaah, lebih singkat dari deskripsi Gilbert :p)

Terimakasih juga aku ucapkan buat Randa.. :)

Persahabatan kita ga selalu mulus, memang. Maafkanlah aku yang tak sempurna.

Kita pun tak selalu bersama.

But I believe that good friends are like stars. They're not always can be seen. But they're always there.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau mengirim mereka padaku.

Alhamdulillah, Alhamdulillah..

Thank you very much, guys.

I'm very grateful having you all in my life.

Thank you, thank you so much.

with love,

Sinta

Senin, 21 Maret 2011

Terbiasa (Dengan Perpisahan)


Aku terbiasa dengan perpisahan; hasil dari hidupku yang berpindah-pindah sejak kecil. Kehilangan terbesar adalah saat kenaikan kelas 2 SMP, ketika aku pindah dari Bandung ke Lhokseumawe, Aceh Utara. Saat itu aku merasa kehilangan hidupku: sahabat, organisasi, dan kota yang aku cintai. Beberapa hari pertama di sana aku habiskan di rumah, menolak main di luar, dan kalau malam, menyendiri di kamar sambil mendengarkan lagu Sherina “Lihatlah Lebih Dekat”.
Galau abis.
Sejak saat itu, aku bertekad tak ingin lagi menautkan hatiku dengan siapapun (atau apapun, kecuali Allah). Perpisahan adalah hal yang PASTI terjadi dan aku gak mau sedih lagi. Kalau berteman atau bersahabat, aku pastikan tidak boleh terlalu dalam sehingga jika aku berpisah dengan mereka, tidak akan depresi (?) lagi seperti dulu.
Dalam sebagian besar kasus, strategi itu berhasil. Memang resikonya aku jadi sering merasa kesepian. Tapi itu cukup ampuh ‘mematikan’ hatiku dan tidak merasa terlalu sedih ketika harus berpisah dengan teman-teman atau sahabat. ‘Sial’nya, selalu ada pengecualian.
Tentu saja sebenarnya aku tidak ingin ada pengecualian itu. Tapi selalu ada orang-orang yang entah bagaimana, membuat hatiku terpaut dengannya. Yang tanpa aku sadari, menempatkan dirinya cukup dalam di hatiku.
Misalnya Ummul. Ia adalah sahabat adikku dan dulu satu kosan dengan kami. Ketika ia harus pindah ke Medan, aku menangis hebat. Aku juga menolak ikut mengantarnya ke bandara karena tidak ingin melihat perpisahan, melihat ia pergi. Agak mengherankan karena aku merasa tidak terlalu akrab dengannya. Mungkin aku sedih karena selama ini aku terbiasa dengannya, bertemu dan bercanda nyaris setiap hari. Kepindahannya benar-benar sebuah kehilangan.
Sekarang, ada perpisahan yang lain lagi.
Dulu ia teman akrabku. Lalu ‘seperti biasa’, kami berpisah. Awalnya disebabkan jarak. Pada akhirnya, hati pun berpisah. Dalam arti, tak lagi menjadi sahabat. Perpisahan saat itu tidak terasa menyedihkan. Hanya sedikit mengecewakan tapi aku bisa menerimanya.
Ketika jarak itu ‘musnah’, aku senang. Memang, aku tidak berharap bisa kembali seperti dulu, bisa sedekat dulu. Tidak perlu. Entah mengapa, berada satu kota dengannya saja sudah cukup bagiku. Konyol.
Mungkin karena kalau satu kota, masih ada kemungkinan untuk bertemu. Mungkin tak sengaja berpapasan di jalan, mungkin ada acara kumpul-kumpul dengan teman-teman yang lain. Masih ada kemungkinan untuk melihatnya, menyapanya, dan mencuri inspirasi darinya. Tapi Sang Jarak hidup dan hadir kembali untuk kedua kali. Kami akan terpisah lagi.
...
Udah ah sesedihannya. Kita nyanyi aja yuuuwwkk *eh?
Dulu kita selalu berdua (ga juga siy)
Kemana-mana pun kita bersama
Kau dan aku tak mungkin terpisahkan (mungkin banget lah!)
Karena engkaulah ‘belahan jiwa’ku (pake tanda kutip ya)
Kini aku ada di tempat jauh
Kau di sana sendiri tanpaku
Aku merasa ada sesuatu yang hilang
Tanpamu aku di sini berantakan (lebaaaay.. heuheu)
( The Ox- Bulan Yang Sama)
Ya sudahlah. Memang seperti inilah hidup. Aku sudah terbiasa. Tapi aku yakin, suatu hari nanti, kami akan bertemu lagi. Harus.
Seperti biasa, aku tidak ingin mengucapkan selamat tinggal,
melainkan “Sampai jumpa lagi, teman..”.
I just need to see you again someday.
Good luck! :’)

Senin, 07 Februari 2011

Jadilah Yang Membanggakan

"..I'm proud of you,, I like your way to get your dream. It's amazing..
..Keren aja sin. You did what you passion on it. It's cooool."
Bukan sekali ini temanku itu "menggombal" seperti itu.
Itu bukan pertama kalinya dia bilang bahwa dia bangga padaku.
Sebenarnya sih, menurutku dia lebih membanggakan dibanding aku. Terutama dari segi prestasi. Tapi yah.. aku siy Alhamdulillah aja kalau ada yang bangga padaku. Heuheu (seneng dong, masa' ga seneng?)

Disadari atau tidak, seperti orangtua, teman-teman kita juga bangga loh, kalau kita melakukan suatu kebaikan dan berprestasi (kecuali yang sirik). Sebaliknya, mereka juga pasti malu kalau kita berbuat sesuatu yang malu-maluin. Aku punya contoh (meskipun ini agak ekstrim)

Pernah ada orang yang "menuding"ku: "Eh, kau kenal gak sama yang namanya A? B? Temen-temen kau kan itu? Mereka bikin video mesum, tau! Sampai masuk koran!"
(bukan, bukan Ariel. Aku ga temenan ma Ariel. Lagipula yang bikin video mesum bukan dia doang kan?)

Clep! Nancep banget tuh kata-katanya. Awalnya aku ga percaya. Tapi ternyata itu fakta. Ya Allah, maluuuuuu... banget rasanya!

Emang siy, kasus itu gak ada hubungan langsung denganku. Tapi tetap saja. Mereka temanku, dan kasus yang menimpa mereka (entah mereka sadar atau tidak) membuat aku & teman-temanku yang lain malu & meringis.

Seandainya mereka bilang, "Kenapa situ yang malu? Kan kami yang dipermalukan?"

Mungkin aku jawab, "Entahlah. Yang namanya malu, seperti rasa yang lain, kan muncul begitu saja, tanpa direncanakan, tanpa bisa dicegah. Aku memang merasa malu. Aku akui itu,"

Sekarang aku sadar, hal-hal yang kita lakukan, berpengaruh pada perasaan orang lain (dalam hal ini, perasaan bangga & malu).
Kamu mungkin bisa bilang, "Apapun yang mau aku lakuin, terserah aku dong! Ini hidup aku, kan?"

Ya, terserah.
Memang, ini hidup kamu.
Kamu bisa milih, ingin seperti apa kamu di mata orangtua, keluarga, dan teman-temanmu?
Ingin jadi orang yang bikin mereka bangga, atau bikin mereka malu?

Terserah kamu.

Rabu, 02 Februari 2011

Hari Ini, Satu Tahun Yang Lalu

I’m dead
But I’m happier than my previous life
No more tears


16 Januari 2010.
9.13pm

Pa..
masih banyak banget printilan2 skripsi yang belum dikerjain..

dua orang responden wawancaranya belum selesai..
transkrip hasil wawancara belum dibikin..
bab 4 & 5 masih revisi..
sistematika penulisan.. ada panduannya tapi saking detilnya sinta pusing sendiri..

konfirmasi hasil wawancara ke responden belum..
Huaaaaa... stres..! :-(

pengeeeen banget bisa ngundurin jadwal sidang.
tapi ga bisa, lah.
the show must go on

sebenernya sih merasa siap buat sidang..
kan di sidang mah yang penting bisa ngomong..

tapi ya itu...
skripsi sinta bakal ga lengkap.. :-(

klo dosennya belum ngijinin lulus gimana?
=((

hiks
hiks
Message sent to Dad

16 Januari 2010.
11.19pm.
Message received from Dad
Yang penting..optimalkan Ikhtiar plus doa..siapa tahu Allah memberi kemudahan dan kelancaran...Amin


17 Januari 2010

Aku pusing.
Terlalu banyak yang harus dikerjakan.
Terlalu banyak kekurangan
Terlalu membingungkan
Aku tidak siap sidang

Aku menangis.

18 Januari 2010
1.56am


jam 01.30 WIB
Dan sinta masih bingung bagaimana merevisi Bab 4 & 5 ini.
Transkrip masih belum selesai. Padahal Sinta udah men-delete beberapa responden biar ga banyak bikin transkrip.
Tetap saja.

Tinta printer habis.
Masih buanyak bgt yang harus di print.
Padahal 6 eks. skripsi harus dikumpulin paling lambat jam 10.00 WIB di Jatinangor.

Sinta dari kemaren2 pengen begadang.
Baru bisa begadang malam ini.
Tetap saja.
Otak Sinta juga susah diajak mikir jam segini.

Sinta belum siap, Pa. :-(
Bukannya Sinta takut sidang.
Semata-mata karena Sinta memang merasa belum mampu mempertanggungjawabkannya.
Belum siap lahir batin.

Ibaratnya mau perang,
Sinta bukannya takut sama musuh,
tapi memang sinta belum selesai berkemas-kemas,
belum menguasai senjata.

Kalau sinta paksa sidang selasa,
takutnya sinta bahkan ga tau argumentasi apa yang bisa Sinta pake,
karena toh Sinta sendiri merasa apa yang sinta tulis di skripsi itu belum memuaskan untuk dianggap benar.

Sinta pengen mundurin tanggal.
kalau boleh (dan kalau jurusan juga mengijinkan)
sinta pengen sidang skripsi tanggal 2 Februari..

Gimana, Pa?
Message sent to Dad

Aslm. Ibu, revisi Bab 4 & 5 sy blm selesai. Msh m’pelajari ttg kategorisasi.
Transkrip wawancara blm slesai semua. Sy mrasa skripsi sy blm siap utk sidang bsk.
Klo sy mundurin tgl sidang bs ga y, bu? Mnurut ibu bgmn?
Message sent to Pembimbing 1 @05.45 WIB


Setelah mengirim sms itu, aku berbaring. Mencoba tidur.
Teh Ana menyuruhku bangun dan melanjutkan skripsiku.
Aku bilang padanya kalau aku tidak mengerti tentang kategorisasi yang harus dibuat untuk perbaikan skripsiku.
Aku telah memutuskan untuk tidak sidang besok.
Tapi ia kemudian membantuku membuat kategorisasi
Ia juga menyuruhku meminta bantuan anak-anak kosan yang hari itu nganggur, buat bantuin aku menyelesaikan pernak-pernik skripsi.
Dan diriku yang lain, tidak rela aku menyerah lalu tidur kembali
Tubuhku ingin bergerak.
Berusaha melakukan apa yang aku bisa.
“Kerjakan saja sekarang, berhasil atau tidak, lihat saja nanti.”
Maka aku pun menulis skripsi lagi.
Dan meminta tolong Putri & Ami membuatkan transkrip wawancara


Aku mengumpulkan skripsi ke jurusan pukul 3 sore.
Terlambat 6 jam dari waktu yang ditentukan.

Pulangnya, aku menemui Nisa & Dg. Masih di kampus.
Dan aku pun menangis di depan mereka.
Sekali lagi menyatakan bahwa aku tidak siap sidang.
Skripsiku belum selesai!

***

I’m sorry for rejecting your call, bicky.
I just don’t wanna let you hear me cry.
Message sent to Bicky

Do you have alter ego?
Another different person live in you?
I have one.
And she pushing me in front of lions without any weapon
How come she do that to me?
Message sent to Bicky

I’ve choose to die.
Messages sent to Bicky

***

19 Januari 2010

Pukul 8.30 WIB,
Ketua sidang menanyakan kesiapanku.
Hatiku ragu.
Namun atas nama konformitas dan formalitas, aku menjawab, “Siap”.


Dan terjadilah.
Tak penting aku ceritakan detailnya.

***
I’m dying.
Message sent to bicky
***

Aku habis tercabik-cabik
Sakit.

Aku menangis lagi.

Bukannya aku takut tidak lulus.
Kelulusan hanya soal waktu.
Kalau tidak lulus saat ini, berarti ada saat yang lain.

Aku sedih semata-mata karena aku mengecewakan orang tuaku.
Aku sedih karena aku belum memaksimalkan kemampuanku saat menulis skripsi.
Aku sedih karena menyadari kesalahan dan kemalasanku selama ini.

Ampuni hamba, Ya Allah…
Ampuni hamba..
Astaghfirullah..


Pukul 16.50 WIB
Aku dinyatakan tidak lulus.
Tapi aku tidak menangis lagi.

Allah selalu memberikan yang terbaik.
Aku selalu percaya itu.


Aku pulang bersama Nisa, Indri, Dg, dan Ernest,
yang menemaniku sidang dari pagi.
Bercanda dan tertawa sepanjang perjalanan.
Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur hari itu.


I’m dead.
But I’m happier than before
No more tears
Message sent to all of you




Ceritanya,
Tulisan ini aku publikasikan di facebook tanggal 20 Januari 2010,
hanya 15 orang Very Important Person On My Friendlist yang aku tag & aku perbolehkan membacanya. Semuanya memberikan motivasi dan dukungan.

Hari ini, 1 tahun yang lalu, aku mengulang sidang skripsi, dan dinyatakan LULUS.
Alhamdulillah.. :)


*Tulisan ini mengalami editing ulang tanpa mengubah substansi

Selasa, 25 Januari 2011

Surat Balasan Dari Pevi

Palu, 24 Januari 2011

Assalamu’alaikum..

Dear Sinta,

Alhamdulillah, say..seperti harapanmu aku sehat-sehat disini. Walaupun dalam beberapa hari kemarin suamiku dilanda demam, batuk & flu, alhamdulillah skarang uda mendingan. Dan semoga flu sinta cepet hilang ya..

Palu indah sekali, sin. Aku suka banget sama kota ini dengan segenap kesederhanaannya. Kamu ga akan nemu macet, jalanan bolong, sampah bertebaran atau banjir di kota ini. Karena jalanan disini lebar, mulus, rapih, dan bersih (halah!)

cuma pengguna jalan disini sangat memanfaatkan jalanan yg kosong dgn menggunakan kecepatan tinggi. Kamu perlu aga ati2 buat nyebrang disini :D

ANGKOT

Banyak hal unik yang aku temuin di kota Palu, salah satunya tentang angkot. Yang kita kenal sebagai angkot di Bandung, disini disebut TAKSI, hehehe gaul ya? dan taksi yang sesungguhnya disebut ARGO. Mungkin disebut TAKSI karena mereka bisa mengantarmu kemana saja dengan tarif Rp.3.000 kemana saja, itupun kalo si supirnya mau.

Kalo di Bandung angkot yang ngemis2 minta kita naik, kalo disini mereka amat sangat jual mahal, dan kita yg ngarep2 mereka mau antar kita, jumlahnya pun sedikit sekali. contoh kasus: setelah menuunggu 10menit'an angkot lewat, aku berentiin, aku bilang "Abdurrahman Saleh?" kalo mereka ga mau, mereka langsung pergi tanpa permisi. hmmm, sadis bukan?? :( dan itu berarti kita harus menunggu sekita 10menit lagi untuk menanyakan hal yang sama

Selain itu, jangan kaget kalo kita liat interior angkot yg penuh dg speaker, karena di malam hari si supir akan menyalakan musik "ajep-ajep", sehingga kita akan berpikir "Ada diskotik jalan2" yang kalo kita jadi penumpang jantungmu ga akan berhenti berdegup mengikuti ritme musik "ajep-ajep" itu.

MAKANAN

Bagian ini nih yang bikin aku kangen banget sama Bandung. Lauk Pauk disini dijual dengan harga paket, pokonya mah untuk sayuran/tumisan semangkok Rp.5.000, kita ga bisa beli lebih sedikit dari itu. Dan kalo kita mau makan nasi rames/warteg, dijual juga paketan Rp.10.000. Kalo masalah rasa, semua akan kurang garam. Jadi jauh sekali dengan cita rasa orang Bandung yg tiap makanannya cenderung asin.

Untuk makanan camilan (gorengan, camilan) disini jaraaaaaaaaaaaaang sekali gorengan asin (ah, membuatku tersiksa). Disini kue basah Pastel aja isinya ubi manis, roti goreng isinya manis, bahkan lemper dan risoles pun isinya manis (tidaaaaaakk). Untuk telur dijual harga satuan. Untuk sayuran, mereka uda buat seikat2/se'plastik2, contoh: wortel seikat (isi 3 batang) harganya seribu, jagung seikat (isi 2 batang) seharga 2ribu, kentang see'plastik harganya 2ribu, cabe rawit se'plastik kecil 3ribu. Jadi hampir ga pernah nemu timbangan di tukang sayur.

Itu pun berlaku untuk ikan mentah, mereka uda kelompokin ikan dalam piring, harganya macem2. Nah, untuk ayam, kita ga bisa beli potongan tapi harus seekor ayam, gila ya..Makanan khas daerah sini namanya KALEDO, kaki sapi gitu disertai tulangnya dengan kuah bening, yg membuat khas'nya isi sumsum tulangnya. Harganya lumayan mahal sekitar Rp.50ribu satu porsi.

HIBURAN

Hihihihih, blom apa2 aku uda pengen ketawa. Seperti di awal aku cerita kalo Palu penuh dengan kesederhanaan. Kalo Mall di Bandung, dalemnya komplit-lah yaa..dept.store, makanan, games, aksesoris, cinema21, cafe, dengan merk2 internasional'nya. Nah kalo Mall disini hanya ada satu, namanya Mall Tatura, dept.store nya RAM*YANA, swalayannya RAM*YANA, toko bukunya KHAR*SMA, fastfoodnya KF*, store yg terkenal hanya POI*TBREAK, sekeren2nya ya itulah..heuheuheueheu.. Di kota Palu kita ga akan temukan franchise2 supermarket/minimarket selain RAM*YANA, tapi yang menyerupai ada namanya, BNS & GrandHero.

Hiburan lain selain Mall ada Taman Ria, apa yg kamu bayangin kalo aku sebut Taman Ria? Dufan? Kaya TMII? oh, salah..Taman Ria itu sebutan untuk kafe2 yang berjejer di pinggir pantai ^^ Pantai di kota Palu ga ada pesisirnya..jadi kita ga bisa main2 di pantainya..hanya bisa memandangi dari pinggiran pantai. Nah, di siang hari kita akan melihat kafe2 sederhana (mirip di gelapnyawang) kosong, kursi2 plastik pun disimpan di atas meja..tapi di malam hari...mmmmm, motor2 & mobil2 penuhhh parkir disana, orang2 banyak memenuhi kafe, hilir mudik dipinggir jalan, ato sekedar duduk2 di batas antara jalan dan pantai, situasi yang berubah banget..dimana malam makin larut makin ramai..bahkan kalo malam Taman Ria jadi tempat paling ramai di kota Palu.

Ada tempat favoritku di kota Palu, namanya Bukit Teletubbies ato ada sebagian yg bilang Bukit Cinta..hehehe..memang begitulah..Kamu pernah liat bukit yang ada di acara Teletubbies, yaa begitulah..pas diajak suami ke arena maen Trail-nya aku awalnya berpikir kalo ini tempat maen golf tapi ternyata bukan..dari atas bukit kita bisa liat indahnya kota Palu..mmm, keren banget deh..

AKTIFITASKU

nah, kalo tanya tentang aktifitasku sehari2..bak liburan panjang terus deh..hahahaha..

rutinitasku pagi2, bangun, mandi terus sholat subuh, nyiapin sarapan buat suami terus sarapan bareng, suami pergi aku nonton TV pe jam 9an sambil hunting tukang sayur..karena tukang sayur disni mah pake motor dan gileee kenceng banget bawa motornya..jadi harus "ditangkep", kaya lalat..kedengeran suaranya, pas diliat uda ga ada dan kalo lengah..yuu marriiii, ga bakalan kekejar deh..:P

abis "nangkep" tukang sayur, terus olahraga (yoga/aerobik) dengan panduan Betty Tilarso (gaya bener yaa..dari VCD, hahaa) abis gitu mulai beres2 rumah, nyapu, cuci piring, cuci baju, dll jam 11an aku baru mulai masak..jam stengah satu masakan jadi, suami pulang, aku mandi terus makan siang bareng abis gitu sholat dzuhur..

abis gitu nyetrika (kalo mood lagi OK), FBan, Ngasku (buka KasKus), Nonton HBO ato NatGeo, jam stgh 4 Sholat Ashar, ngaji, al-matsurat, hafalan, sampe suami pulang jam 18..abis suami pulang, sholat maghrib, trus masak buat makan malem, makan bareng suami deh..tapi kalo suami berbaik hati, kami makan malam diluar abis sholat isya..

abis itu nonton bareng sambil diskusi tentang apa yang terjadi selama seharian tadi (ttg kerjaan suami, masakan aku, politik, agama, NatGeo, Thread KasKus & Film yg paling sering kami bahas ^^)..abis gitu tidur dehhh..berasa liburan tiap hari kan?? hahahahahaha \(^o^)/

kecuali hari sabtu dan minggu..Sabtu pagi aku ada kajian tafsir, terus ngaji bareng temen2 tarbiyah, kalo suami ke Tanah Runtuh latihan Motor Trail dg Track pendek..Hari minggu, aku biasanya ada kajian juga, suami maen trail (dari pagi pe sore..dari bersih sampe penuh lumpur, hehehehe) tapi kalo kami ingin berduaan (huhuyyy), saat weekend, seharian penuh kami di dalem rumah, males2an, nah kalo weekend giliran suamiku yg masak ato makan diluar..^^b

Begitulah sekilas tentangku dan kota Palu..HIDUP BARU: tempat tinggal BARU, lingkungan BARU, keluarga BARU, ahhh, subhanallah..sangat menikmati fase kehidupanku yang ini..ayo, sin kapan kamu menikmati hal yang sama denganku..merasakan keindahan luarbiasa, anugrah terindah..pacaran setelah menikah..^^ meskipun hingga kini kami menunggu kehamilan, tapi kami menunggu bukan dengan kecemasan/kekhawatiran tapi menunggu dengan kebahagiaan & kesyukuran karena waktu2 yg dijalani pun sudah bahagia, maka perkara Allah berikan kami rezeki anak, maka kami akan lebih berbahagia..amin ya Rabb..Wallahualam Bishowab..

Sekian dulu yah, surat balasan yg panjang ini..hahaha.. Udah siang nih.. Saatnya memasak..hoohohohooo

Doaku selalu menyertaimu juga, sin..


Wassalamu’alaikum..

:)



Nyonya Ridzky, hohohoho



Jembatan Teluk Palu


Kaledo



Bandara mutiara Palu, kalo kata suamiku kaya Puskesmas, hehehe

Sabtu, 22 Januari 2011

Dear Pevi..

Bandung, 21 Januari 2011



Assalamu’alaikum..

Dear Pevi,
Apa kabar dirimu di sana? Semoga sehat-sehat aja ya. Aku pun di sini dalam keadaan sehat wal’afiat.
Heuheu.

Gak deng.
Aku sedang flu sebenarnya. Tapi opening surat kan biasanya begitu. Ya gak? :D

Bagaimana Palu, Pev? Sepertinya di sana menyenangkan. Aku melihat foto-fotomu di pantai dengan suamimu. Indah ya. Aku selalu suka laut. Gini-gini kan aku mantan anak pantai :p. Sayang, di Bandung gak ada laut.

Belum dua bulan kamu di sana. Udah kangen Bandung, Pev? :)

Kemarin kamu tanya apakah aku kangen Batam. Menurutku, kerinduanmu pada Bandung tidak akan sama dengan kerinduanku pada Batam. Di Batam, yang aku rindukan “hanya” keluarga, teman-teman, dan pantai. Tapi Bandung? Kesejukannya, kulinernya, FO & distro-distronya, seluruh kota dan segala isinya juga ngangenin. Jangankan yang menghabiskan 23 tahun di Bandung seperti Pevi, aku yakin banyak orang yang meskipun sekedar mampir sebentar di Bandung, tapi selalu ingin berkunjung lagi kemari karena kangen.

Pevi inget gak, isi novel “Cinta: Sebuah Rumah Untuk Hatimu” yang pernah aku ceritakan? Tentang seorang istri, wanita karir kota metropolitan, yang harus ikut suaminya yang ditugaskan di daerah. Dengan adanya beberapa masalah di kota terpencil itu, ia gak betah dan minggat, balik ke ibukota. Tapi pada akhirnya ia menyadari bahwa, yang disebut “rumah” adalah suatu tempat dimana kita bisa bersama dengan orang yang dicintai. Jadi dia balik lagi deh. Hihihi. Kocak ya?

Temanku juga ada yang berpendapat sama. Baginya, gak penting kemana dia pergi. Yang penting, sama siapa. Kalau sama orang yang kita suka, kita sayang, dan kita cintai, kemanapun, hayo aja. Betul tidak? ;)

Aku tahu, di Bandung ada orang-orang yang kamu sayang: keluargamu, sahabat, teman-teman, dan aku pastinya*geer tingkat tinggi*. So what? Suatu hari nanti toh Pevi akan kembali ke sini kan? Insya Allah. Bandung gak akan kemana-mana Pev. Kami setia menunggumu *halah* :D

Sekian dulu yah, suratnya. Udah malem nih. Besok aku kerja (yeah, Saturday, and I’m going to work).

Baik-baik di sana ya Pev.
Doaku selalu menyertaimu *cieeh.

Wassalamu’alaikum..

:)



Sintamilia