Minggu, 27 September 2020

#SuratUntukKakang : Pandemi Hari ke-200

World Health Organization (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020. Jadi hari ini tanggal 27 September 2020, adalah pandemi hari ke-200.

Bagaimana duniamu selama 200 hari terakhir, Kang?

Umi lihat kamu sehat, bahagia, dan baik-baik saja. Kamu bahkan tidak pernah bertanya sama sekali, "Umi, kapan aku bisa ke sekolah lagi?"

Jumat, 25 September 2020

Tips Mendapatkan Obat Pien Tze Huang yang Aman

Seumur-umur, Alhamdulillah belum pernah ngerasain kena penyakit tipes. 

Tapi Pak Suami pernah, dan qadarallah dia divonis tipes di Sumedang sesaat setelah saya dan Kakang tiba di Depok untuk mengunjungi orangtua saya.

Waktu itu saya ke Depok cuma buat liburan aja sih, karena udah berbulan-bulan di Sumedang terus. Tapi kalau langsung balik, kan sayang ongkos juga yak :p

Untungnya Pak Suami dengan sifatnya yang baik hati membolehkan saya tetap di Depok karena di Sumedang ada Bapak, Mamah, dan adik-adiknya komplit, sehingga bisa merawat dia. Kan ada ya suami yang nuntut banget istri harus selalu selalu ada, dan bahkan marah-marah saat istri dirasa kurang memberi perhatian. Pak Suami mah enggak gitu. Suami juara satu sedunia pokoknya. Hihihi


Ngomong-ngomong tentang tipes, saya baru tahu loh ada obat herbal yang bisa meredakan gejala tipes yaitu Pien Tze Huang.

Sabtu, 12 September 2020

Proses Kreatif #JenderalJerapah #GardaGajah #LetnanLebah

Pada suatu ketika saat pandemi baru masuk Indonesia, seseorang mengirim sebuah gambar di dalam grup telegram. Tertulis di sana bahwa benda tsb anti corona. Bentuk benda tsb sangat jelek, sangat kaku, mirip bentuk kaset radio jaman dulu. Yang paling bikin shock adalah harganya : 500 ribu rupiah!

Saya pelajari fungsinya, dan saya takjub. Bagus nih idenya. Produk ini beneran bermanfaat di masa pandemi. Tapi kalo 500 ribu jelas itu mahal banget. Maka saya pun melupakannya.

 

Beberapa bulan kemudian..

Saat lagi main Instagram, saya menemukan sebuah akun yang menjual benda anti corona ini dengan bentuk yang luar biasa cantik dan konsep story telling yang sangat menarik. Saking cantiknya, saya sampai pangling dan butuh beberapa detik untuk otak saya memproses bahwa benda cute ini memiliki fungsi yang SAMA PERSIS dengan benda buruk rupa yang pernah saya lihat dulu. Harga Si Cantik pun hanya sekitar 10%-nya harga Si Jelek.

I was stunned.

Saya bener-bener ga nyangka. Rasanya kayak lihat ulat berubah jadi kupu-kupu #halah.

 

Mendadak pikiran saya berimajinasi. Dengan pola dan fungsi ini dan itu, maka sebenarnya sangat luas kesempatan untuk berkreasi.

 

Tak lama, saya menghubungi teman saya yang seorang ilustrator, Jang Shan, dan mengemukakan ide saya. Saya kirim foto Si Cantik dan saya tunjukkan pola & fungsinya. Saya screenshot beberapa ilustrasi hewan dari internet, untuk menjadi referensinya. Maka jadilah draft awal seperti ini:

 


 

Sabtu, 05 September 2020

Catatan Sharing Session YEA : Bisnis di Era New Normal

Beberapa waktu lalu, saya ikutan sharing session via Zoom yang diadakan oleh YEA Indonesia. Abisnya ada embel-embel gratis untuk alumni. Hahahaha dasar pecinta gratisan. Dan memang pesertanya banyak, hampir semuanya alumni. Sayang, YEA Batch 13 cuma aku doang yang ikutan hemmm..

Pematerinya Mas Kukuh. Diingat-ingat, kayaknya terakhir kali saya ketemu Kepsek-nya YEA ini 8 tahun lalu. Lama banget yak. Masih dengan gaya bicaranya yang kalem dan lugas, beliau sharing tentang perubahan mindset yang diperlukan saat era new normal ini.



Mungkin semua orang udah pada tahu, pandemi bikin ekonomi turun. Banyak perusahaan mem-PHK karyawan. Para pebisnis juga mengalami penurunan omzet (meskipun ada juga segelintir yang justru naik). Bagaimana kita harus menyikapinya?

Yang pertama tentunya menerima realita. Tidak denial atau menganggap remeh dengan berpikir, "Ah, paling pandeminya udahan 3-4 bulan lagi.". No, guys. Pandemi masih akan ada sampai akhir tahun 2020, sampai tahun 2021. Bahkan Mas Kukuh juga bilang bisa jadi sampe 5 tahun lagi. Wallahu 'alam.

Dengan kondisi yang banyak berubah, mau gak mau kita dituntut untuk menyesuaikan diri.