Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2019

Road Trip Garut - Tasikmalaya - Sumedang

Alhamdulillah bulan Juni ini keluarga lagi banyak dapat rezeki. Saya dan adik-adik patungan dan membawa orangtua berkunjung ke Garut (kakak dari Mama), Tasikmalaya (banyak saudara Mama di sana), serta Sumedang (mertua saya).

Minggu, 21 April 2019

Seseruan Sambil Wisata Sejarah di ASUS Zenbook Blogger Gathering Bandung


Betapa girangnya saya saat menerima email berisi undangan ke acara Zenbook Blogger Gathering Bandung yang diselenggarakan ASUS. Gimana enggak, biasanya kan saya sehari-hari di Sumedang. Nah, kebetulan saat itu saya lagi ‘liburan’ di Bandung. Yaaah meskipun liburan saya rencananya cuma sehari dan sebatas ke BIP (wkwkwk) tapi undangan ASUS ini bikin liburan saya jadi diperpanjang deh. Yeaaay

Waktu bangun subuh saat hari H, saya sempat merasakan nyeri di bagian pergelangan kaki kanan. Ga tau kenapa. Kayaknya sih semacam peradangan dari luka yang infeksi. Sempet terpikir untuk mengundurkan diri. Abis, tiap melangkah rasanya sakit. Tapi di satu sisi, ga enak masak batalin pas hari H? Lagipula, ini kan acara yang saya tunggu-tunggu. Terakhir ikut gathering ASUS tuh tahun 2017. Jelas saya ga ingin melewatkan kesempatan ini.

Pada akhirnya saya putuskan tetap ikut dengan mengucapkan Bismillah.. Laa haula wa laa kuwwata illa billah..

---


Begitu masuk Embassy Room Hotel Savoy Homann Bandung, saya dan blogger-blogger lain disambut Mas Anjas Maradita (Youtuber & Content Creator) dan Mbak Katerina (travel blogger). Mereka adalah PIC, panitia, sekaligus pembicara di acara ini. Hanya mereka berdua loh, ga ada lagi anggota tim yang lain. Hebat euy :D

Anjas ini masih muda banget ternyata. Sepantaran adik saya. Tapi dia sudah cukup eksis  di channel youtubenya, Daunnet Films, yang sudah memiliki lebih dari 272 ribu subscribers! Membranding diri sebagai video editor trainer, Anjas banyak sharing tentang tips dan tutorial editing video.

Kalau Mbak Kat siy udah lama berkecimpung dalam dunia blogging. Dengan niche travelling, Blogger cantik ini sering menuliskan pengalaman-pengalaman menariknya mengunjungi berbagai tempat. Tak hanya blog, tulisan-tulisannya pun sudah banyak dimuat di berbagai majalah (termasuk inflight magazine) dan koran. Beberapa penghargaan dan apresiasi pun sudah ia raih. Bener-bener inspiratif deh!


Setelah registrasi, saya sempat memotret beberapa kali penampakan Asus Zenbook yang supeeeer kece. Apalagi yang numberpadnya di bagian touchpad. Uwow, takjub saya kok bisa kayak gini. Hihihi


Selesai sholat dhuhur, kami makan siang. Makanan yang disediakan buanyaaaaak banget variannya. Ga mungkin semuanya masuk ke perut saya yang mungil ini. Saya nyicip nasi putih, nasi goreng, bihun, fillet goreng tepung, sambel, gado-gado, dan kerupuk. Nikmat dan kenyaaaang. Padahal ada perkedel jagung, ayam, dan sop dll yang belum dicicip. Untuk penutupnya saya ambil buah terfavorit yaitu semangka merah dan kuning, jus, juga pudding. Mantap!    

Usai menikmati hidangan, Mba Kat membagikan kain etnik pada semua peserta untuk dipakai. Acara utama pun lalu dimulai.


Anjas dan Mba Katerina. Photo credit : @putracikeusik

Anjas memberikan presentasi mengenai produk laptop terbaru dari ASUS yaitu Zenbook UX333 (13 inch), UX433 (14 inch), dan UX533 (15 inch) yang merupakan laptop paling ringkas di dunia.

Apa aja sih keunggulan mereka? Ini dia:



Screen-To-Body Ratio 95%


Seri ini memiliki Frameless Nanoedge Display di empat sisi dengan bezel ultra tipis. Hal ini membuat layar terlihat sangat luas dan mata kita lebih nyaman dan fokus.

Ergolift Hinge


Saat laptop ini dibuka, desain Ergolift Hinge akan menciptakan kemiringan naik 3 derajat yang membuat posisi mengetik jadi lebih nyaman. Tak hanya itu, audio pun akan terdengar lebih jelas dan system pendingin akan lebih optimal.

NumberPad

Spesial bagi Zenbook seri UX333 dan UX433, ada fitur numberpad virtual di bagian touchpad yang bisa diaktifkan dengan tombol khusus. Ketika tombol ini ditekan, touchpad berubah fungsi jadi numberpad dan akan mempermudah pekerjaan-pekerjaan yang banyak menginput data berupa angka dan melakukan perhitungan melalui aplikasi kalkulator. Unik banget! Saya takjub ada fitur sekeren ini.

Kalau yang UX533 sih ada numpad fisik karena dimensi laptop cukup luas untuk memuat tombol tersebut.

Face Login

Memiliki kamera infra merah yang terintegrasi dengan fitur face login Windows Hello, mempermudah kita kalau mau login. Cukup setor muka aja di depan layar, terus otomatis login deh. Hihihi


Prosesor

Seri laptop terbaru ini diperkuat dengan prosesor Intel Core generasi ke 8, baik core i5 ataupun core i7. Selain hemat daya, generasi ini juga memiliki performa yang tinggi. ASUS juga menyematkan GPU NVIDIA MX150 pada Zenbook UX333 dan UX433 yang mempuni untuk dipakai bekerja dan menikmati hiburan.

Pada Zenbook UX533 ada GPU NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q bagi yang membutuhkan performa grafis ekstra seperti video editor atau main game.  


Banyak lagi keunggulan lainnya seperti kapasitas baterai yang mencapai 14 jam, backlite keyboard yang menunjukkan betapa premiumnya laptop ini, serta berstandar military grade yang membuat laptop-laptop ini tangguh, kuat, tahan guncangan dan benturan, juga aman pada temperatur rendah atau tinggi. Untuk info lengkap, ke web Asus saja yaa 

Setelah dibuat terpukau dengan materi tentang ASUS Zenbook, tibalah acara berikutnya yaituuu jalan-jalan!

Kata Mba Kat sih, sengaja ada sesi outdoor biar kita ngerasain dan ngebuktiin sendiri kalau ASUS Zenbook ini ringkas dan enak banget dibawa kemana-mana. Uhuy!

---

Saat saya keluar Embassy Room, ternyata di sofa lorong sudah duduk pak suami dan Kakang (4,5 tahun). Mereka baru kembali dari quality time di Balaikota. Pasti pak suami ga tau lagi mau ngajak Kakang kemana, makanya nyamperin saya lagi di hotel. Ckckck

Saya pamitan aja mau keluar sama para blogger. Pak suami mengizinkan dan memutuskan menunggu di situ.


Kebetulan pas mau keluar hotel sedang hujan. Jadilah ada beberapa blogger yang foto-foto indoor di restoran Savoy Homann yang cantik.




Untunglah gak lama kemudian hujan mulai reda. Kami pun mulai bertualang di sekitar jalan Asia Afrika dan Braga, dengan Bang Aswi (ketua komunitas Blogger BDG) sebagai guide. Menyeberang Savoy Homann, kami berjalan ke arah kanan dan menuju titik nol Bandung.


Prasasti Bandung KM 0 (NOL)
Titik nol Kota Bandung terletak di depan gedung Dinas Bina Marga Prov. Jabar. Di sinilah pada tahun 1810 Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Daendels, menancapkan kayu dan berpesan pada Bupati Wiranatakusumah II untuk membangun sebuah kota. Dari sinilah awal dibangunnya Kota Bandung yang ada sekarang.

Kemudian kami berbalik arah, menyusuri trotoar dan melewati gedung Pikiran Rakyat.


Bang Aswi in action :D

Bagi warga Jabar, tentu tak asing dengan nama Pikiran Rakyat. Ditengah kemajuan teknologi internet, koran ini masih eksis sampai sekarang. Dibangun tahun 1920, berarti tahun depan gedung ini akan genap berusia 100 tahun. WAOW.

Oh iya, tahun 1930-an gedung ini pernah jadi dealer mobil loh. Bayangkan, pada tahun itu yang keluar dari gedung ini adalah mobil-mobil antik.


Di pertigaan jalan Asia-Afrika dengan Braga, terdapat gedung Kimia Farma. Ternyata Kimia Farma ini sudah ada dari zaman Belanda loh, bahkan menjadi perusahaan farmasi pertama di Indonesia. Sekarang sih, sebagian areanya disewa oleh Starbucks. Tapi apoteknya tetap ada kok.

Kami berjalan lagi dan melewati Hotel Ibis (dulu adalah Hotel Wilhelmina) dan juga De Braga yang menempati gedung pertokoan Sarinah Bandung. Kata Bang Aswi, tulisan Sarinah ini adalah tulisan tangannya Bung Karno. Istilahnya, pakai font handwritten Soekarno lah. Hihihi

Perjalanan sampai ke perempatan Jl Braga dan Jl Naripan. Di sudut jalan ini terdapat taman Braga dan Bank BJB. Gedung Bank BJB ini dulunya bernama De Eerste Nederlandsch Indische Spaarkas (Denis). Pernah ada sebuah peristiwa heroik di gedung ini, dimana dua orang pemuda merobek bagian biru bendera Belanda agar hanya Merah Putih yang berkibar.

Gedung yang desainnya sangat mirip dengan Savoy Homann ini menjadi saksi perjuangan rakyat Bandung sebelum terjadinya Bandung Lautan Api tahun 1946.


Foto bareng di Taman Braga. Photo credit : @putracikeusik

---

Telapak dan pergelangan kaki kanan saya semakin terasa nyeri.

Sebenarnya ketika rombongan mulai menyeberang dan jalan ke arah alun-alun kota, saya terpikir untuk minta izin, berhenti, dan kembali ke hotel. Meski begitu, saya paksakan untuk tetap berjalan. Saya harus jaga optimisme untuk mengikuti acara ini sampai selesai. Saya kuatkan niat.

Pak suami sempat nge-chat saya dan bilang kalau dia merasa ngantuk dan agak pusing. Saya sarankan saja ia pulang dengan Kakang untuk istirahat. Tapi pada akhirnya ia tetap menunggu. Kelak saya merasa beruntung pak suami standby.

---


Kami melewati Gedung Merdeka dimana Konferensi Asia Afrika pernah berlangsung, juga Bioskop Majestik yang sekarang sudah tidak lagi difungsikan. Kemudian kami berjalan ke arah Alun-Alun Kota Bandung.


"Mau nyebrang Mba? Jalanan udah kosong loh ini.."

Rasa sakit saya agak terlupakan karena melihat orang-orang berkostum hantu wara-wiri di pinggir jalan. Pejalan kaki yang lewat bisa berfoto bareng dengan para 'hantu' dan memasukkan uang ke kaleng di hadapan 'hantu'.

Ada valak, hantu tanpa kepala, hantu berkepala tiga, dll yang menyeramkan. Satu-satunya yang membuat indah pemandangan adalah dua orang perempuan cantik yang berkostum Nyi Roro Kidul. Eh bener gak ya itu Nyi Roro Kidul? Warna kebaya hijaunya khas banget sih.

Sepanjang perjalanan, selain mendengarkan cerita Bandung tempo dulu dari Bang Aswi, para blogger juga menyempatkan diri foto bareng ASUS Zenbook untuk IG competition. Saya ikutan juga doooong







Di Masjid Agung sebelah alun-alun, saya dan blogger lainnya sholat ashar. Suami memutuskan menyusul saya. Mungkin dia dan Kakang udah mati gaya juga nungguin di hotel. Heuheu

Ada bagusnya juga pak suami datang. Ia bisa menggandeng dan menopang saya saat berjalan. Dari grup WA saya lihat teman-teman blogger janjian berkumpul di Pujasera. Saya dan suami sempat mencari pujasera yang dimaksud tapi ga ketemu. Ya udahlah saya nyerah. 

Saya akhirnya duduk di pinggir lapangan, menyaksikan Kakang yang lari-lari kegirangan di atas rumput. Harap maklum, ini kali pertama Kakang kemari :D


Kakang di lapangan rumput alun-alun

Setelah Kakang puas main, kami pun jalan kaki bertiga ke hotel.

Pak suami ingin Tahu Gejrot dan berkali-kali ngomong kalau dia mencium aromanya. Semakin dekat hotel semakin kuat.

Saya liat sekeliling gak ada tukang Tahu Gejrot dan ga mencium apa-apa. Ah, halusinasi nih dia pasti. Eeeeeh ternyata beneran dong kita nemu tukang Tahu Gejrot persis di sebelah Savoy Homann. Hahaha

Kami pun menikmati makanan khas Cirebon ini sampai kami melihat rombongan blogger lainnya kembali ke hotel. Kami pun mengikuti.

---

Selesai sholat maghrib, Mba Kat mempersilakan kami untuk langsung makan di resto.

Saya cuma bisa ambil salad buah dengan mayonaise, garlic bread dengan olesan daging, serta 2 tusuk fruit & marshmallow with chocolate fondue. Enak semuaaa

Selebihnya saya minta tolong pak suami aja yang ngambilin makanan. Apalagi menu spesial malam ini adalah BBQ, dimana kita bisa memilih daging yang kita inginkan, kemudian menunggunya selesai dibakar.

Saya mah udah ga pengen berdiri dan jalan lagi. Ni kaki sakit banget cyiiiin..


Pilihan daging






Proses grilling

Sambil makan ada pengumuman pemenang lomba foto Instagram. Ada kuis juga yang pertanyaannya dishare via grup WA dan kudu dijawab via WAG juga. Sayang hape saya lagi dibajak Kakang.

Kali ini saya belum beruntung menangin hadiah lomba foto dan kuis. Gpp lah. Bisa makan enak aja udah seneng. Oh ya, ini dia bintang malam ini:


Bebek bakar supeeer lembuuuut

Acara berakhir sudah. Kami pun pulang setelah sebelumnya foto-foto dulu


Yang motret ini Kakang loh. Maap miring. Namanya aja balita

Langkah kaki semakin terasa susah payah. Sampai di parkiran motor, saya minta digendong pak suami. Ia pun membopong saya di punggung, padahal jarak tinggal 10 meter doang dari motor. Hihihi

Belakangan pas diperiksa, kata dokter saya terkena scabies. Whaaaat?

Ya sudah, yang penting sekarang kondisi kesehatan sudah membaik. Saya sama sekali tidak menyesal sudah berani tetap datang dan mengikuti acara sampai akhir. Alhamdulillah..


Terimakasih ASUS, terimakasih semuaaa

Semoga bisa kumpul-kumpul lagi ya next time ^^


2019? PAKAI ZENBOOK!

Senin, 11 Februari 2019

Melihat Keindahan Alam di Padang, Sumatera Barat

Manusia pada fitrahnya selalu suka melihat keindahan alam. Apalagi mereka yang sehari-hari hidup di 'kota beton' yang minim pemandangan hijau.

Saya pribadi cukup beruntung karena rumah mertua tempat saya tinggal ini terletak  di sebuah kota yang suasananya seperti pedesaan : dekat ke hutan (wisata), bisa melihat bukit dari kejauhan, ada kebun kecil dengan tanaman singkong, pepaya, waluh, dan cabe rawit, serta memelihara ikan, ayam, kucing dan kelinci. Kayaknya kalau dibuat ilustrasinya udah kayak di buku cerita dengan judul 'Liburan ke Rumah Kakek-Nenek di Desa". Hahaha

Rabu, 16 Januari 2019

Depok, We Are Coming!


“Kakang kapan ke Depok lagi? Nenek dan kakek kangen nih..”
“Nanti hari kamis,” jawab Kakang (4 th) asal.
“Betul yaaa? Jam berapa?”
“Jam seratus,” jawab Kakang serius.
Nenek terbahak-bahak di seberang telepon.

Selasa, 21 Agustus 2018

Super Long Holiday in Bandung

Bagi yang nyimak postingan blog saya, mungkin sudah tahu kalau saya tinggal di Pondok Mertua Indah di Sumedang meskipun suami kerja di Bandung.

Sejak tinggal di Sumedang, saya cukup jarang ke kota kelahiran saya ini. Biasanya cuma ke Bandung kalau ada event blogger atau sekedar numpang lewat sebelum saya ke tempat tinggal ortu yang sekarang di Depok.

Baca : Menghabiskan waktu di Nyusu Doeloe, Sumedang

Tanggal 10-19 Agustus lalu jadi rekor terlama saya liburan di kota kreatif ini. Kebetulan ada beberapa agenda yang waktunya berdekatan. Jadi ya sekalian saja :D

So, kemana dan ngapain saja saya di Bandung?

Minggu, 29 April 2018

Inspirasi Liburan Ke Belitung Untuk Puaskan Dahaga Liburanmu


sumber:siptour.co.id



Setelah film Laskar Pelangi sukses di pasaran, Belitung berubah menjadi tujuan wisata utama para pelancong dari berbagai daerah. Tak heran sih, keindahan alam Belitung begitu ditonjolkan di film yang diangkat dari novel terkenal tersebut. Jika kamu berkesempatan untuk berlibur ke sana, kamu bisa booking lion air traveloka dan dapatkan tiket promo menuju ke daerah eksotis tersebut.

Senin, 15 Januari 2018

Hal Tak Terduga Saat Main di Miniapolis Zone PVJ Bandung

Jadi ceritanya beberapa waktu lalu ada lomba blog Traveloka. Saya ikutan selain untuk meramaikan juga tergiur voucher senilai 75 ribu untuk 50 pendaftar pertama tiap kategori. 

Pas saya cek, satu-satunya kategori yang belum mencapai 50 peserta adalah Attraction & Activites. Ya sudah, saya nulis untuk kategori itu. Eh, bener dong dapet voucher. Hanya saja, saya kira vouchernya bisa untuk pesan tiket hotel. Kan saya pengen nyobain staycation. Ternyata vouchernya hanya bisa untuk pesan tiket sesuai kategori. Akhirnya saya putuskan untuk Kakang main playground indoor aja. Pilihan saya jatuh pada Miniapolis Zone, Paris Van Java Bandung.

Senin, 11 Desember 2017

Travelling ke Cirebon Yuk!

Cirebon. Kota ini adalah kota ketiga di Jawa Barat yang pembangunannya berkembang pesat setelah Bandung dan Bekasi. Bidang pariwisatanya pun semakin meningkat, terlihat dari semakin bertambahnya pelancong yang mengunjungi kota ini.

Mudahnya akses menuju Cirebon membuat kota ini jadi salah satu destinasi wisata pilihan. Dari Jakarta misalnya, hanya 3 jam perjalanan menggunakan kereta api Cirebon Express.

Objek Wisata Populer di Cirebon

Jumat, 24 November 2017

Menghabiskan Waktu di Nyusu Doeloe, Sumedang

Saya pernah merasa bosan di Sumedang. Kalau saya bilang ke suami pengen jalan-jalan, jawabannya hampir selalu, "Mau kemana? Di sini ga ada apa-apa.."

Mentok paling ke Griya atau ke Alun-Alun. Pernah juga ke Asia Plaza tapi belum banyak yang bisa dilihat.

Padahal saya ga minta ke tempat yang ngehits atau kekinian gimana gitu. Yang penting tempat dimana bisa merasakan suasana baru, syukur-syukur ada makanan enak. 

Sampai akhirnya keinginan saya terwujud juga. Meskipun berawal dari hal yang tidak mengenakkan : kami harus ke rumah sakit.

Suami mau memeriksa bagian dada kirinya yang terkadang nyeri tanpa sebab, kepala keliyengan, dan badan sering terasa lemas. Sementara saya perlu cabut gigi (AW!). 

Baru kali ini saya ke RSUD Sumedang untuk periksa, daaan ternyata selalu ramai. Wajar sih, ini kan rumah sakit tingkat Kabupaten yang menerima pasien dari seluruh penjuru Sumedang.

Nah, karena mesti ngantri lama (dan juga kepotong istirahat makan siang), kami pun melipir ke sebuah tempat makan unyu yang berjarak sekitar 50 m dari RSUD. Namanya NYUSU DOELOE.

Anggap aja nge-date :*

Ada ibu-ibu karyawan juga yang maksi di sini

Menu Minuman
 
Menu Makanan







Melihat interiornya, kelihatan sekali targetnya anak muda. Faktanya memang kebanyakan yang datang kemari pelajar dan mahasiswa sih. Kayaknya suami istri yang dateng (saat itu) cuma kami doang. Hahahaha

Saya memesan susu rasa melon (8K) dan Indomie Tomyam Spesial (14K). Mie Tomyam ini mie instan dengan kuah tomyam dilengkapi telur ceplok, sawi hijau, baso, dan siomay kering. Di menu malah ada tulisan sosis tapi realnya ga ada. Gpp sih, toh saya juga ga terlalu suka sosis.
Pas mienya saya aduk, terlihat cabenya banyaaaak. Kirain bakal pedas banget. Eh ternyata enggak pedas-pedas amat tuh. Ajaib kata saya mah. Kok bisa ya? :D
 

Suami memesan susu rasa mangga (8K) dan french fries (10K). Jadi total makanan kami 40 ribu rupiah. Murah ga?

Soal rasa sih standar. Tidak istimewa, juga not bad

Soal susu, sebenarnya saya bukan pecinta susu. Tapi susu di sini seger, enaaaak. Gak nolak deh kalau nyusu di sini lagi. Xixixixi.. Mungkin itu juga yang membuat tempat makan ini dinamai Nyusu Doeloe karena memang produk keunggulannya ya susu.

Susunya banyak varian. Mulai dari yang murni (manis/tawar), varian buah (seperti yang kami pesan), varian coklat, varian kopi, hingga varian soda dan yakult.

Untuk makanan, yang paling menonjol ya Indomie. Ada juga roti bakar, sosis bakar, katsu, risoles, pisang panggang, pitsa mie, dan.. nasi. Hem, baca yang terakhir ini saya jadi agak nyesel. Kok tadi ga keliatan ya menu nasi? Kalau keliatan pasti saya pesan Nasi Ayam Rica-Rica (15K) biar 'sah' gitu makan siangnya. Kalau Indomie kan cemilan ya :p

Ya sudahlah, berarti hari itu rezeki saya ya Indomie Tomyam. Kapan-kapan ke sini lagi ah nyobain menu lain. 

Tempatnya nyaman, minuman segar, cemilan banyak. Eh ada free wifi dan colokan juga loh. Saya sampai berkhayal kalau dapet job remote, 'ngantor'nya di Nyusu Doeloe aja ah. Toh deket juga dari rumah, tinggal jalan kaki.

 
Siapa mau ikut mampir? ^^

Sabtu, 18 Juni 2016

Babymoon ke Candi Cangkuang, Garut

Eh, Sinta babymoon?
Hamil lagi, Sin?

Enggak, heuheu.

Saya cuma ga sengaja lihat foto-foto lebaran tahun 2014 di laptop si adik bungsu. Foto-foto yang lumayan bikin baper karena itu adalah momen yang langka dimana saya, suami, mama, papa, dan ketiga adik saya berkumpul saat lebaran. Kenapa saya bilang langka? Karena kami semua tinggal terpisah. Waktu itu mama papa dan dua adik laki-laki saya di Batam. Adik perempuan saya tinggal di Jakarta. Sementara saya dan suami tinggal di Bandung.

Terus lebarannya di mana?

GARUT

Kenapa bisa di Garut? Karena di sana ada villa, penginapan, dan kolam pemancingan milik kakak sulung mama saya. Kami memanggilnya Uwak. Berhubung saya sudah tidak punya kakek-nenek, Uwak jadi tempat keluarga besar mama saya berkumpul.

Baca : Lokasi Pernikahan: Villa Cipedes, Leles, Garut

Saya - Nurul - Adik - Abang - Papa - Mama - Uwak dan suaminya


Setelah sholat Ied dan foto-foto narsis, saya, suami dan adik-adik main ke sebuah tempat wisata tak jauh dari tempat tinggal Uwak, yaitu Candi Cangkuang.

Candi ini terletak tak jauh dari Alun-Alun Leles. Sekitar 10 menit kalau naik motor atau delman.

Candi Cangkuang terletak di sebuah daratan kecil di tengah danau sehingga untuk menuju ke lokasi candi, kita perlu naik rakit.




Kalau saya baca-baca referensi online tentang Candi Cangkuang di situs Perpustakaan Nasional RI, diduga candi ini berdiri pada abad ke-8 Masehi. Hal ini terlihat dari tingkat kelapukan batuan dan kesederhanaan bentuk yang tidak memiliki relief. Pada pelaksanaan pemugaran candi tahun 1974, hanya ditemukan 40% batuan candi yang asli. Sehingga untuk kekurangannya dibuat dari adukan semen, batu koral, pasir, dan besi.


Tinggi bangunan candi 8,5 m. Di bagian dalam candi, terdapat ruangan kecil berisi Arca Syiwa setinggi 62 cm. Kita hanya bisa melihatnya dari luar karena akses ke dalam ruangan tertutup terali besi.



Tak jauh dari candi ada kampung Pulo yang merupakan pemukiman adat. Pemukiman ini terdiri dari 6 rumah yang masing-masing ditempati 1 kepala keluarga. Jumlah rumah tidak boleh bertambah. Apabila ada anak atau anggota keluarga yang menikah, ia harus meninggalkan kampung dan hanya bisa menempati rumah jika kepala keluarga sebelumnya meninggal dunia. Unik ya?


Entah kapan saya akan ke Garut lagi.

Lebaran tahun ini kami sekeluarga akan berpencar kembali. Mama dan Papa ikut program mudik gratis ke Malang dari kantornya Nurul. Saya akan berlebaran dengan keluarga suami di Sumedang. Mungkin adik-adik saya yang cowok (keduanya sudah lulus SMA) akan ikut Uwak lagi ke Garut. Heuheu..

Uwak selalu terbuka menerima kami di sana. Tapi biasanya kalau weekend, villa dan bungalow Uwak selalu di-booking orang. Selalu penuh. Jadi kalau mau ke Garut pas weekend, kayaknya kami perlu sewa kamar hotel di Garut deh kemudian honeymoon. Booking kamar hotel juga toh gampang banget apalagi kalau via Traveloka. Ada beberapa hotel di Garut yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan.

Baca: Pentingnya suami istri kencan setelah punya anak

Buat yang bingung kalau di Garut mau kemana, bolah banget loh mampir ke Candi Cangkuang. Harga tiket masuknya juga murah, ga sampai sepuluh ribu rupiah. Kita bisa wisata sejarah sambil menikmati pemandangan indah (hey, it rhymes!)

Happy holiday ^^












Rabu, 17 Februari 2016

[Galeri Foto] Wisata Air Sumedang: Gajah Depa Waterplay

Gajah Depa Waterplay
Ini sebagian penampakan Gajah Depa Waterplay. Selain yang tampak di foto, setidaknya ada 4 kolam lagi.


Gajah Depa Waterplay
Perosotan paling besar dan paling seru di Gajah Depa


Gajah Depa Waterplay
Pacol. Pacaran Colongan.


Gajah Depa Waterplay
Kakang dan Abinya di kolam setinggi 45 cm


Gajah Depa Waterplay
Kakang bersama Enin (nenek) dan Ateu (tante) kecilnya


Gajah Depa Waterplay
Enin dan sang adik


Gajah Depa Waterplay
Dulu waktu pertama kali ke sini, Kakang takut banget berenang.
Gajah Depa Waterplay
Kali ini karena ada Abi, Kakang berani dan happy ^^

Gajah Depa Waterplay
Jl Raya Serang No 90
Cimalaka, Sumedang
HTM: 
 IDR 20 ribu weekday
IDR 25 ribu weekend