Oh ya, semua orang berkesempatan jadi influencer loh selama feednya rapi dan engagementnya bagus. Kalau kemarin-kemarin yang banyak dicari brand adalah macro influencer (jutaan followers) dan micro influncer (puluhan-ratusan ribu followers), ke depan yang akan trending adalah nano influencer (ribuan followers).
Minggu, 05 Januari 2020
Tren Instagram Marketing 2020
Oh ya, semua orang berkesempatan jadi influencer loh selama feednya rapi dan engagementnya bagus. Kalau kemarin-kemarin yang banyak dicari brand adalah macro influencer (jutaan followers) dan micro influncer (puluhan-ratusan ribu followers), ke depan yang akan trending adalah nano influencer (ribuan followers).
Sabtu, 17 Agustus 2019
Cara Simpel Membuat Deskripsi Produk Untuk Caption IG
Jumat, 10 Maret 2017
Satu Alasan Orang Menolak Produk yang Anda Tawarkan
Beberapa hari yang lalu saya ke sebuah toserba kecil yang salah satu dagangannya adalah kosmetik.
Saya mampir ke sebuah counter salah satu merek kosmetik dan bilang ke SPGnya kalau saya mau melihat-lihat lipstik. Sang SPG mempersilakan. Belum 5 menit saya melihat-lihat, SPG itu menawarkan saya pelembab wajah.
Kamis, 21 April 2016
5 Keunggulan Shopee untuk Penjual yang Harus Kamu Coba!
Tadinya postingan ini mau dikasih judul "Mendapatkan Pembeli Pertama melalui Shopee" biar sama kayak "Mendapatkan Pembeli Pertama di Instagram". Tapi kok ga enak mengulang-ngulang kata "pertama" ini. Nanti lama-lama berlanjut sampai "Mendapatkan 100 juta pertama" atau "Mendapatkan 1 Milyar pertama" dong?
Aamiin.. hehehe
Kenapa saya pakai Shopee? Entahlah. Saat saya menulis daftar marketplace untuk jualan, Shopee ada di urutan terakhir. Paling atas itu adalah Tokopedia, Bukalapak, OLX. Iya, yang pada ngiklan di TV itu loh.
Shopee gak ngiklan di TV. Tapi saya pernah lihat iklannya di Facebook. Pernah juga lihat kakak kelas jualan di Shopee. Saya pikir gak ada salahnya dicoba. Saya meng-upload produk jualan di semua marketplace tersebut dalam waktu yang bersamaan. Surprisingly, sejauh ini transaksi (dan interaksi) yang terjadi HANYA melalui Shopee.
Btw Shopee ini aplikasi ya, jadi gak ada versi web seperti Toped, BL dan OLX.
Saya yakin sebenarnya Shopee punya lebih dari 5 fitur yang ditawarkan untuk para penjual. Tapi saya bahas 5 aja ya yang bagi saya "Berasa banget" *apa deh.
Ini dia:
Rabu, 24 Februari 2016
Mendapatkan Pembeli Pertama dari Instagram
Per Pebruari ini saya mau coba juga #RabuBaru. Ngebahas tentang everything new, berita terbaru yang jadi trending topics, juga first experience alias pengalaman apapun yang baru pertama kali saya alami. Rabu lalu saya posting tentang Gajah Depa Waterplay, dimana itu pertama kalinya saya berenang lagi sejak... entahlah. Mungkin terakhir kali saya berenang tuh waktu SMP.
Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman pertama saya mendapatkan pembeli dari OLShop saya. Isinya bukan tips. Tapi semoga ada ilmu yang bisa diambil yah. Hehehe..
Rabu, 12 Agustus 2015
Lebaran Tahun Ini: Awal yang Baru
Ini pertama kalinya saya tidak menerima THR. Hiks. Sejak 2 minggu sebelum melahirkan, saya memang berhenti bekerja. Kebayang tahun lalu dapat THR yang jumlahnya menyenangkan. Tapi itu tinggal kenangan *tsah
Berharap THR dari suami, ternyata gaji dan THR dari perusahaan tidak cair 100%. Hanya separuhnya saja. Hmm.. sepertinya sedang ada masalah cashflow. Saya jadi agak khawatir dan mengatakan pada suami mungkin inilah saatnya ia pindah kerja.
Ia menyimak kata-kata saya. Namun setelah menimbang-nimbang, ia menggeleng.
"Kalaupun aku pindah kerja, aku gak mau jadi karyawan lagi. Aku mau bisnis." jawabnya.
Saya terkesima.
Dan tentu saja, mendukungnya.
***
Saya dan anak kami duluan mudik ke Sumedang, ke rumah orangtua suami. Kami tiba di sana beberapa hari sebelum bulan puasa. Sementara suami tetap di Bandung, bekerja dan tanpa saya ketahui..
BERDAGANG!
Saat ia mengabarkan bahwa ia jualan sop buah dan pisang ijo untuk berbuka puasa, saya takjub. Ternyata ia bersungguh-sungguh dengan niatnya memiliki bisnis sendiri. Setengah tak percaya, saya minta dia mengirimkan foto sebagai bukti. Ia lalu mengirimkan foto ini:
![]() |
| Lapak Sop Buah dan Pisang Ijo |
Untuk membuat sop buah, ia dibantu teman-temannya. Ada yang berbelanja dan memotong-motong buah, sementara ia sendiri ikut jaga lapak sepulang bekerja.
Untuk pisang ijo, ia mengambil bahan dari seorang temannya. Ia tinggal menambah kacang, vla aneka rasa, dan es saat konsumen datang.
Ia juga banyak bercerita tentang suka duka selama berjualan.
"Ada anak yang pengen beli es buah buat buka puasa, tapi uangnya ga cukup..
aku gratisin tuh es buahnya..
ada bapak-bapak yang tiap hari beli terus, hampir gak pernah absen..
ada perkelahian di depan tempat jualan menjelang buka puasa, batal deh itu puasa sebelum bedug..
ngabuburit dengan cara yang asik..saking asik ngabuburit, sampe buka puasanya beberapa menit setelah adzan terus, karena banyak yang beli..
ibu pemilik warung yang aku titipkan meja untuk jualan, menolak menerima uang dariku..katanya niat bantu aja..
yang paling mengharukan, adalah ketika aku bisa transfer uang ke kamu dari hasil sop buah ini."
Itulah beberapa kesan yang tertinggal baginya.
Saya senang karena ia tampak puas. Ia bahkan berniat mengembangkan usaha itu.
Selama lebaran, yang ada di kepalanya hanya ide-ide pengembangan bisnis sop buah. Hehehe..
Ia bertekad selesai libur lebaran, ia akan mencari supplier buah, mencari lokasi, dan membuat proposal bisnis untuk mendapatkan investor. Bisnis kali ini tidak akan seperti bulan puasa lalu yang sekedar gelar lapak. Kali ini harus lebih berkonsep dengan variasi buah yang lebih banyak dan pemasaran yang menggunakan strategi. Puasa memberikannya ide usaha sop buah dimana setiap harinya ada 7 jenis buah berbeda.
Sekali lagi, ia bersungguh-sungguh menjalankan rencananya.
Selesai libur lebaran dan kembali ke Bandung, ia kesana kemari mencari supplier buah ke Pasar Induk Caringin, Ciroyom, sampai ke Lembang. Ia kaget ketika mengetahui ada beberapa buah yang harganya amat mahal seperti anggur merah dan hijau, kiwi dan peach. Buah peach bahkan mencapai 135ribu perkilonya.
Ia laksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan mimpinya. Banyak hambatan tentu saja. Namun ia coba atasi pelan-pelan, satu persatu.
Baru-baru ini ia membuat sop buah dan memotretnya untuk dilampirkan dalam proposal. Saya sarankan padanya untuk mempublikasikan juga foto itu di media sosial sebagai teaser promo. Ia pun lalu mengunggah foto itu.
![]() |
![]() |
| Es krimnya ancur. Hahaha... |
Lebaran tahun ini sepertinya akan menjadi awal yang baru. Sebuah ikhtiar lain untuk menjemput rezeki yang telah Allah tetapkan.
Sungguh saya salut padanya. Ia adalah sosok suami dan ayah yang mau bekerja keras untuk kehidupan kami yang lebih baik.
Wahai suamiku,
Aku doakan semoga Allah berkenan menurunkan rahmat-Nya padamu, memberikanmu kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang halal serta berkah pada keluarga kecil kita.
Aamiiin ya Rabb..
Selasa, 26 Mei 2015
Review Buku Bisnis Online Milyaran
| Sumber: Yukbisnis.com | Klik untuk deskripsi produk |
Penulis : @FikryFatullah & @Motivatweet
Tebal : 336 halaman
Pernah menerima foto yang di tag sembarangan untuk Anda di Facebook?
Atau mungkin Anda pernah menerima email yang tidak jelas asal-usulnya, lalu menawarkan Anda berbagai macam barang?
Atau mungkin Anda juga pernah di-mention seseorang yang tidak Anda kenal di twitter, lalu menawarkan barang yang tidak Anda butuhkan?
Semua ini adalah termasuk ke dalam aktivitas spamming.(Hal. 21)
- Mengetahui apa yang sedang dicari atau diminati oleh target pasar dengan Google Keyword Planner & Google Trends
- Mengetahui potensi pasar dari demografinya dengan Facebook Ads
- Membuat banner iklan dengan Canva, dan banyak lagi.
Kamis, 28 Agustus 2014
26 Alasan Mengapa Orang Membeli Suatu Barang
2. Untuk menghemat uang
3. Untuk menghemat waktu
4. Untuk menghindari kerepotan
5. Supaya lebih nyaman
6. Supaya lebih bersih
7. Supaya lebih sehat
8. Agar terhindar dari penderitaan fisik
9. Agar memperoleh pujian
10. Agar memperoleh popularitas
11. Agar menarik perhatian lawan jenis
12. Untuk menjaga harga benda
13. Untuk meningkatkan kenikmatan
14. Untuk memuaskan rasa ingin tahu
15. Untuk melindungi keluarga
16. Untuk mengikuti mode
17. Untuk memuaskan nafsu makan
18. Untuk meniru orang lain
19. Untuk menghindari masalah
20. Untuk menghindari celaan
21. Untuk menjadi diri sendiri
22. Untuk menjaga reputasi
23. Untuk mengambil kesempatan
24. Agar mendapat keamanan
25. Agar menjadikan pekerjaan lebih ringan
26. Agar memperoleh atau menjaga benda seni
Sumber : Hypnoselling - Joe Vitale
Kamis, 03 Juli 2014
Ketika Cewek-Cewek Jualan Obat Kuat
"Korban" pertama adalah teman saya, sebut saja Mawar (hahahaha). Dia ditugaskan sebagai admin web yang melayani konsumen melalui fitur live chat. Itu loh.. dimana calon konsumen bisa chatting sama doi buat nanya-nanya. Nah, sang konsumen ini curhat, "Madunya bisa untuk mengatasi ejakulasi dini gak? Soalnya saya suka ejakulasi dini kalau berhubungan sama istri." Eeeww..
dan dengan polosnya si mawar yang masih single ini pun bertanya pada saya, "Ejakulasi dini itu apa, Mbak?" Eerrrr....
Lain lagi yang dialami teman saya yang satunya lagi, sebut saja Melati (hihihi) yang ditugaskan melayani konsumen via telepon. Ada seorang peminat produk tersebut yang menelepon no HP kami, dan Melati pun keluar ruangan untuk mencari sinyal (yeah, ceritanya di sini susah sinyal cyin). Beberapa menit kemudian, pembicaraan via telepon berakhir dan Melati masuk ruangan dengan muka ditekuk.
"Kenapa?" tanyaku penasaran.
"Konsumennya nyebelin!" katanya. "Pertanyaannya gak penting!"
"Emang dia nanya apa?
"Dia nanya, 'Apakah sudah menikah'?"
Gubraaaaak..
Deuh yang belum nikah, sensi amat ditanyain gitu. Heuheu. Menurut saya sih pertanyaan itu masih wajar ya. Saya mengerti calon konsumen ini bukan bermaksud kepo dengan hal-hal pribadi seperti status pernikahan teman saya. Dan pertanyaan selanjutnya dari konsumen pun sudah bisa saya tebak, "Udah coba belum, Mbak? Gimana rasanya?"
Tuh kaaan.. Xixixi..
Kalau pengalaman saya lain lagi. Saya ditugaskan melayani konsumen via sms. Dan suatu malam, saya mendapat sms berikut, "Memperbesar, tambah panjang, dan tahan lama gimana cara ordernya?"
Zzzzzzz...
Saya tidak mau langsung berasumsi bahwa yang ia maksud adalah madu yang kami jual. Karena nomor kontak yang saya pegang ini kadang suka menerima sms salah sasaran, dari para peminat produk di marketplace (bukan online store) kami.
Saya pun balas, "Mohon maaf ini dengan Bapak/Ibu siapa? Apakah yang Bapak/Ibu maksud adalah Madu TE?"
Dia balas, "Saya.. *nama disensor*. Iya mungkin.. saya tidak tahu nama produknya. Kalau untuk memperbesar dan tambah panjang nama produknya apa?'
Yak, saya tidak berhasil closing. Bukan kenapa-napa, madu tersebut khasiatnya adalah untuk menambah stamina. Bisa kalau buat yang ingin tahan lama. Tapi memperbesar dan memperpanjang? Kata teman saya ke Mak Erot aja ceunah :))
Penasaran apa sih produk madu tersebut?
Please welcome..
![]() |
| Pemesanan : http://yuk.bi/t13f5d 081214904992 |
Sumber gambar : Nyolong dari timeline FB Pak Jaya Setiabudi :D
Minggu, 01 Desember 2013
Jasa Animasi Murah
Karena itulah, kali ini postingannya spesial adalah tentang dia :)
Namanya +Yoga Nugraha. Lahir di Kuningan, Desember 1987.
Sulung dari 3 bersaudara.
Koleris-Melankolis.
Romantis abis #eeaaa :))
![]() |
| Entah ruangan kantor siapa yang dia pinjam untuk pemotretan ini :)) |
Saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan swasta sebagai Scriptwriter.
Hmm.. sebenarnya scriptwriter istilah umum ya, posisi tepatnya adalah ID alias Instructional Designer.
Wew, makhluk apakah ID itu?
What is an instructional designer? In summary, an instructional designer is someone who creates and delivers educational training materials (e.g., eLearning courses, videos, manuals, handouts, etc.) for businesses, higher educational institutions, and other organizations.
-Instructional Design Central-Secara garis besar, dia mengolah materi training perusahaan menjadi sebuah script/storyboard/naskah, dimana nantinya script ini akan dibuat menjadi modul e-learning berbentuk video animasi interaktif. Modul ini nantinya menjadi media pembelajaran untuk para karyawan di perusahaan tersebut. Perusahaan yang ia handle besar-besar loh. Antara lain BRI, BRI Syariah, PT. POS, PT. KAI, Kementerian ESDM...
'Ngeri-ngeri' ya... :))
Profesi ini masih jarang dan sejauh ini saya belum pernah mendengar dia menemukan teman seprofesi :))
Dia cukup senang dengan pekerjaannya karena sesuai dengan passion menulisnya. Meskipun saya sih berharap dia mendapat tempat kerja yang bisa ngasih kompensasi lebih ya. Maklum, kan sekarang sudah ada saya yang perlu dinafkahi #ehem :p
Sebenarnya sih dia pengen bisnis (Alhamdulillaaah..), cuma belum tahu aja apa and how-to nya.
Suatu ketika dia melihat teman-teman animatornya punya pekerjaan sampingan dengan menerima orderan untuk individu. Ia lalu terpikir untuk menjual jasa teman-temannya. Bisa dibilang, jadi marketingnya lah.
Ia lalu membuat iklan di salah satu marketplace online. Tapi belum ada respon.
Akhirnya saya ajarkan saja "Jurus Nguping Calon Customer di Twitter" yang ilmunya saya dapat dari master Jupe Yubi +Fikry Fatullah. Alhamdulillah dari hasil nguping orang-orang yang butuh jasa animasi, dia berhasil 'pecah telor' dan mendapat beberapa klien. #sujudsyukur
Berhubung masih baru, dia pasang harga muraaaaaaaah banget. Saya sampai geleng-geleng kepala. Tapi ya mungkin karena masih merintis, yang penting cashflow dulu.
Buat temen-temen yang butuh bantuan untuk bikin animasi, boleh kontak dia via twitter @Jasa_Animasi.
Kalau melihat kondisi pasar, industri ini potensial sekali. Apalagi masih minim pesaing. Di masa depan, akan semakin banyak orang/organisasi/institusi yang membutuhkan animasi sebagai media pembelajaran jarak jauh (e-learning). Ini membuat dia sekarang jadi ikut memperdalam cara bikin animasi juga. Jadi tak hanya menguasai konsep, tapi juga bisa mengeksekusinya sendiri.
Anyway,
Kalau saya perhatikan, dunia animasi itu menarik juga. Saya bahkan mengakui bahwa genre film favorit saya nomor satu adalah animasi. Saya gak pernah ketinggalan nonton Ice Age, Madagascar, Monster Inc, film-film kartun Disney, bahkan Barbie. Ahahahahaha..
Saya jadi pengen belajar animasi. Apalagi teman-teman dia juga belajar animasinya otodidak loh! Ga usah yang sulit dulu. Bikin yang paling simpel seperti video ini bisa cepet kali ya belajarnya.. :D
Sekali lagi, buat yang butuh bantuan untuk pembuatan animasi, feel free to contact him yeaaa..
Good luck! :*
Sabtu, 28 September 2013
Lokasi Pernikahan : Villa Cipedes, Leles, Garut
KTP calon suami beralamat di Sumedang, mengikuti tempat tinggal orangtuanya.
Pertanyaannya, kenapa nikahnya di Garut? Heuheu..
Pertama, biaya tiket pesawat ke Batam (untukku dan keluarga calon suami) gak murah. Lagipula, sebenarnya keluarga besar dari pihak mama dan papa saya adanya ya di pulau Jawa ini. Keluarga mama di Jawa Barat, keluarga papa di Jawa Timur.
Kedua, biaya sewa gedung di Bandung mahal.
Ketiga, kalau keluarga besar datang dari berbagai penjuru, mereka akan 'ditampung' dimana? Orangtua saya tidak memiliki rumah di Bandung (apalagi saya :p). Kami kaum nomaden dan nebeng-ers *halah
Dengan berbagai persoalan di atas, kakak sulung mama (saya memanggilnya Uwak) lalu mengusulkan agar pernikahan saya di villanya saja di Leles, Garut. Alasannya, agar keluarga besar dapat menginap di sana sebelum hari-H. Usulan Uwak menjadi sangat masuk akal dan solutif.
Ditambah lagi bahwa villanya itu memang sudah 'berpengalaman' jadi tempat resepsi. Bahkan Uwak menawarkan untuk memasak makanannya, sehingga tidak perlu membayar katering dari luar. Uwow. Alhamdulillah ya.. We love you, Uwak :*
Berikut penampakkan villanya:
![]() |
| Halaman Luas |
![]() |
| Villa Utama |
![]() |
| Bungalow |
![]() |
| Ada tempat pemancingannya |
Alamat Villa Cipedes ini adalah di Jalan Raya Candi Cangkuang.
Kalau dari arah Bandung, lewat Cileunyi -> Jl. Raya Bandung-Garut bypass Cicalengka -> Jalan Raya Nagreg -> Alun-alun Leles belok kiri -> Ikuti jalan ke arah Candi Cangkuang. Sampai deh!
Oiya, Villa dan 4 Bungalow di sana disewakan untuk umum loh..
Kalau weekend sudah penuh di-booking sampai akhir tahun 2013 ini.
Jadi kalau mau, weekdays aja ya.. *loh :p
Tempatnya asri, pemandangannya gunung dan persawahan. Nyamaaan banget untuk refreshing.
Udaranya segar dan dijamin ga mau pulang kalau udah nyobain ke sini! Haha..
Kebanyakan sih disewa untuk acara kantor atau acara keluarga.
Kalau tertarik, boleh email saya di sintamilia@gmail.com *bantu jualin hihi
Sekian dulu update-annya..
Seeya at D-Day! ;)
Sumber gambar : Nyolong dari FB papa dan sepupu :p
Jumat, 16 November 2012
Alih Profesi
Idenya adalah dari teman saya, Dihyah. Dia yang nyiapin barang, beli peralatan, sekaligus yang koar-koar dan melayani pembeli.
Dibantu oleh Galih sebagai investor (?) dan supir pengangkut barang. Huahahahaha.. Peace, ah, Galih ^_^v
Galih juga bantuin unpack-packing barang :)
Saya? Oh saya bagian mempermanis lapak aja. Kan gersang tuh kalau cowo semua. Huahahahaha...
Kami jualan kaos muslimah, gamis, kemeja cowok untuk dewasa dan anak-anak. Semuanya murah meriah paling mahal cuma 50 ribu perak!
Mampir ya ke lapak kita, di depan gedung dwi warna, antara Museum Geologi & Pusdai.
See ya!
Minggu, 25 Maret 2012
Galeri Foto: Pagelaran Seni Budaya ITB
Senin, 20 Februari 2012
Dari Home Business: Kecab Ijo
Home Business (Hombis) merupakan suatu kegiatan praktek di Young Entrepreneur Academy (YEA) dimana siswa belajar menentukan dan membuat produk, mengemas, memasarkan, hingga membuat laporan keuangan.
Kecab Ijo (Kentang Cabe Ijo) adalah salah satu dari tiga produk Home Business YEA Batch 13 selain Pendekar Makaroni (Juara 1) dan Kacang Telur Pedas Arachis (‘Juara’ 2). Ya, Kecab Ijo memang menempati ‘juara’ ketiga.
Kecab Ijo yang sempat dinamai Kentang Galau ini adalah makanan pendamping nasi yang konon kalau di Bandung lebih populer dengan sebutan kentang mustofa. Kentangnya berbentuk stik tipis yang dibumbui. Kecab Ijo versi awal cukup enak apalagi kalau ditambah teri dan kacang tanah *berkhayal*. Huehehehehe…
Di tiga hari pertama Hombis, Kecab Ijo mendapat masalah pelik yang seolah tak ada solusinya: dalam kemasan, kentangnya melempem dalam waktu tak lebih dari 24 jam! Bagian marketing jadi sulit menjualnya dan justru menderita kerugian. Karena tak menemukan solusi, mereka sempat ingin berganti produk. Sayangnya, YEA tidak mengizinkan. Peraturan tetap peraturan, dilarang mengganti produk di tengah Hombis.
Satu minggu berjalan, YEA mengadakan review. Tiga kelompok mempresentasikan progresnya masing-masing. Mulai dari pencapaian target produksi & penjualan, hingga kendala-kendala apa saja yang dihadapi.
Kecab Ijo yang saat itu tampak madesu (:p), mendapat masukan dari kelompok lain. Saya lupa detilnya (dan gak ngerti juga sih). Intinya, ada yang memberi saran bagaimana mencegah kentang melempem meski dimasukkan dalam kemasan plastik. Tim Kecab Ijo menampung semua saran dan berjanji akan mencobanya.
Beberapa waktu kemudian…
Jreng jreng..!
Wujud Kecab Ijo berubah. Secara tampilan, jadi lebih ‘ciut’ tapi jauh lebih kering. Gak terlihat berminyak seperti sebelumnya. Teksturnya lebih renyah. Rasanya enak dan gurih. Bagi saya, dibanding dua produk lain, Kecab Ijo adalah sang juara dari segi rasa.
Penjualan Kecab Ijo pun meningkat. Bahkan di sebuah seminar dimana tiga produk Hombis YEA 13 membuka stand, penjualan Kecab Ijo lebih banyak dibanding Arachis! Waow.
Satu minggu setelah review YEA itu, Hombis berakhir. Meskipun penjualan membaik, dibanding produk lain omset Kecab Ijo tetap berada di peringkat paling bawah, yang menurut saya lebih dikarenakan permasalahan internal (SDM). Produknya sendiri sudah cukup baik.
Setelah Hombis, tak ada kewajiban untuk melanjutkan produksi. Namun, Kecab Ijo ternyata masih banyak yang mencari. Akhirnya Kecab Ijo melanjutkan produksi berdasarkan pesanan. Itu pun dengan syarat “tukang masak”nya (sebut saja namanya Dina) lagi mood dan ada waktu luang.
Pernah Dina membawa 6 bungkus Kecab Ijo yang udah dipesan. Ternyata itu kurang. Pesanan yang sebenarnya lebih banyak dari jumlah bungkus yang dia bawa. Belum lagi yang tidak memesan, ikutan mupeng melihat Kecab Ijo ‘berseliweran’ *halah, yang sayang sekali tidak bisa ia beli saat itu juga. Hihihi..
Inilah kenapa saya pernah nge-tweet, “Sumpaya ni makanan enak banget dan langka.” Yang udah mesen aja waiting list, apalagi yang belum mesen? J
Saya sangat berharap Kecab Ijo tetap eksis untuk seterusnya. Amiin.
Nah.. berhubung saya lagi ngidam Kecab Ijo dan akan gak efisien kalau Dina bikin 1-2 bungkus buat saya doang, gimana kalau teman-teman ikutan pesan dan nyicip? Dijamin enak! Kalo ga enak kasih saya aja biar saya yang abisin. Heuheu.
Go Kecab Ijo gooo…!
*Arachis murtad*
Kamis, 09 Februari 2012
Home Business (2)
Production
Minggu pertama semua anggota sibuk produksi. Mulai dari mengupas bawang putih, ngulek, menimbang bahan, mencampur adonan, sampai menggoreng. Gak pernah sekalipun bisa mencapai target per hari 80 tabung.

Ruang Produksi Arachis
Minggu kedua, kami merekrut tim produksi dua orang. Dengan bantuan orang yang lebih expert dan penggunaan blender untuk menggantikan ulekan (heuheu), kapasitas produksi bisa mencapai 200 bungkus per hari (!)
Packaging
Seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya, awalnya kemasan Arachis adalah tabung. Lalu kemudian diganti jadi plastik sablon supaya harganya bisa lebih murah. Menyablon plastik ternyata membutuhkan waktu beberapa hari. Jadi dalam masa peralihan *tsah, Arachis pake plastik + stiker.
Kami salah memilih orang untuk menyablon. Hasil sablonan gak sesuai harapan dan kami pun komplain. Jadi pelajaran aja sih..
Bagian packaging
Marketing
Sayang sekali penjualan kami tidak memenuhi target. Tapi setelah dievaluasi, banyak banget pelajaran yang didapat dari pengalaman ini. Antara lain:
1. Untuk produk baru, ga bisa seenaknya menentukan harga. Saat pricing, harus memperhatikan juga harga kompetitor dan “harga psikologis” konsumen (harga yang layak menurut konsumen).
2. Selera orang beda-beda *yaealaaaah
3. Dua minggu ini (ternyata) masih dalam masa riset, trial & error. Produk belum fix untuk disebarluaskan ke pasar.
4. Cara paling efektif untuk memasarkan produk seperti ini adalah melalui reseller dan membuka stand di event-event.
5. Cara paling tidak efektif (selama Home Business) adalah menitipkannya di warung karena cashflownya sangat amat lambat. Mencari warung yang tepat juga gak mudah.
Finance
Pencatatan keuangan gak terlalu bermasalah sepertinya. Maklum, dipegang oleh orang yang ahli: si cici. Hihihi..
Berdasarkan laporan keuangan yang ia buat, net profit Arachis selama Home Business adalah... 13ribuan! Haaaa? Kok bisa? Hahahahaa... saya juga tidak mengerti pokoknya seperti itu lah. Total omset 2jutaan. Gak menang, pastinya. Dan kami jadi kelompok paling "bangkrut'! :))
Well, sejujurnya aku tidak puas. Terutama pada kinerja diri saya sendiri sebagai ketua. Tapi saya pastikan saya (dan teman-teman) mendapatkan "pelajaran". Oh iya dong, udah keluar duit buanyak banget, rugi dong kalau gak dapet ilmu dan pengalamannya. Betul tidak? :p *menghibur diri*
Akhir kata, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak pada rekan-rekan satu tim saya. Kalian semua keren banget. We had a good teamwork and I love you all *eaaaaa. Mohon maaf atas segala kekurangan. I'm sorry and thank you so much ;')
Pada penasaran ga sih sama muka-muka mereka? Hehehehe..
Here we are..
Senin, 14 November 2011
Selling Competition YEA 13
Selasa, 15 Maret 2011
Jual Kaos & Jaket
Buat Indonesian Youth Forum katanya.
silahkan dilihat :)
CP: Isnia 022 722 14747

























