Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 September 2019

Hal Apa Yang Paling Diinginkan Wanita?



Suatu hari, King Arthur pergi berburu dengan beberapa pengawalnya. Saat ia melihat seekor rusa, ia menyuruh para pengawalnya berhenti dan menunggu, sementara ia mendekati rusa itu sendirian dengan mengendap-endap.


Berbekal panah, ia berhasil mendapatkan rusa itu. Begitu King Arthur berada di sisi rusa, tiba-tiba muncul seorang pria tinggi besar dengan pakaian ksatria lengkap.


“Beruntungnya aku menemukanmu di sini. Bertahun-tahun aku menyimpan dendam padamu karena kau telah memberikan tanahku pada Sir Gawain.”


“Siapa kau?” tanya King Arthur.


“Namaku Gromer Somer Joure.”


“Apa yang akan kau lakukan? Menyerangku, dengan kau bersenjata lengkap sementara aku tidak?”


“Aku akan memberimu kesempatan.” Sahut Sir Gromer. “Dua belas bulan dari sekarang, aku ingin kau datang sendiri ke sini, dengan membawa jawaban dari pertanyaanku. Jika jawabanmu tidak memuaskan, kau akan kupenggal. Jangan coba-coba menghindar, karena aku akan mendapatkanmu.”


“Baiklah.”


“Pertanyaannya adalah, apa hal yang paling diinginkan wanita?”

Sabtu, 16 Januari 2016

Tentang Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu

#SaturdayLove kali ini gak membahas soal pernikahan. Gapapa lah ya. Toh masih dalam tema cinta.

Jadi kemarin di saat timeline Facebook ramai tentang terorisme di Jakarta, sebuah Facebook Page tentang Harry Potter (atau Hogwarts?) memberitakan tentang meninggalnya Profesor Snape, guru Ramuan dalam cerita Harry Potter.

Awalnya saya mengabaikan karena meski dulu saya pecinta berat Harry Potter, sekarang sudah merasa ketuaan untuk ngebahasnya. Tapi beberapa waktu kemudian Emma Watson memberi pernyataan turut berduka dan ternyata yang meninggal itu adalah Alan Rickman sang pemeran Prof. Snape. Di situ barulah saya kaget  *yuwk*, dan kemudian mendadak baper inget ceritanya *yee katanya udah ketuaan*


Sabtu, 14 Februari 2015

Tips Memaafkan Pasangan

Tips ini terinspirasi dari serial India Jodha Akbar dan FTV Indonesia yang judulnya saya lupa-lupa ingat. Heuheu.. Memang sih, sebenarnya saya tidak suka nonton TV. Tapi ya memang hiburan IRT ya TV (selain internetan). Untunglah ada sedikit pesan moral yang bisa dipetik. Mari kita petik sama-sama :)

Kasus 1 : Istri Berbohong Fatal
Ratu Rukayah sebagai istri pertama Raja Jalal, merasa cemburu dengan kedekatan suaminya itu dengan istri ketiganya Ratu Jodha. Demi mendapatkan perhatian Raja Jalal, Ratu Rukayah mengabarkan bahwa ia hamil. Bukan main senangnya Raja Jalal. Ratu Rukayah pun mendapatkan perhatian yang diinginkan. Namun apa yang terjadi saat akhirnya kebohongan itu diketahui Raja Jalal?

Bu Jodha dan pak (Jalaluddin) Akbar

Menurut saya sih itu keterlaluan banget ya bohongnya. PHP parah. Membuat perasaan kita senang bukan kepalang bagai terbang *halah* untuk kemudian jatuh terhempas ke tanah. Sakiiiiit! Kalau dibohongin pasangan seperti itu mungkin rasanya pengen ngejambak-jambak rambutnya ya gak sih? Raja Jalal begitu murka dan siap memberi Ratu Rukayah hukuman. Namun untunglah sebelum Raja menemui Ratu Rukayah, ia dinasehati oleh Ratu Jodha yang melarang Raja menghukum istri pertamanya itu.

Kenapa?

Ratu Jodha mengajak Raja Jalal INSTROSPEKSI DIRI. Mungkin selama ini Raja bersikap tidak adil pada istri-istrinya? Mungkin karena akhir-akhir ini memang Raja kurang perhatian dengan Ratu Rukayah? Lagipula Ratu Rukayah tidak bermaksud buruk, Justru karena ia begitu cinta dan ingin menghabiskan waktu bersama Raja lebih lama, ia terpaksa berbohong.

Raja Jalal paham. Ia lalu memaafkan Ratu Rukayah dan memberi tahu semua orang (yang mengira bahwa Ratu Rukayah sungguh-sungguh hamil) bahwa istrinya mengalami keguguran. Ini harus ditiru juga: Menutupi aib dan melindungi kehormatan pasangan di depan orang lain. Sebesar apapun kesalahan pasangan, kita harus selalu ingat bahwa istri adalah pakaian bagai suami. Begitu pula sebaliknya. Cukuplah hanya kita yang tahu kekurangan pasangan.

Kasus 2 : Suami tertarik dengan perempuan lain
Seorang suami terpergok sedang bersama perempuan lain. Sang istri (seorang wanita karir) sangat marah. Ia bilang, "Aku sudah melahirkan anak kamu. Aku sudah bantu perekonomian keluarga kita. Tapi ini balasan yang aku dapat? Ini gak adil buat aku!"
Sang suami menjawab, "Gak adil buat kamu? apa kamu udah adil sama aku? Aku gak perlu kamu bantu cari uang. Aku butuh kenyamanan!" Bla..bla..bla.. intinya bahwa suami kehilangan sosok istri di rumah, dan anak pun kehilangan sosok ibu sehingga mereka mendapatkannya dari yang lain.
Sang istri pun lalu menyadari kesalahannya dan meminta maaf.

Emang sih, seharusnya itu gak jadi alasan sang suami untuk main hati. Tapi hikmahnya adalah, jika pasangan melirik perempuan lain, sebelum marah-marah, tanyakan pada diri sendiri, mengapa hal itu terjadi? Adakah kekurangan atau kesalahanku yang membuat pasangan berpaling?
Ujung-ujungnya sih instrospeksi diri juga, dan mencoba memahami dari sudut pandang pasangan kita itu.

Semoga dengan saling memperbaiki diri, saling memaafkan, rumah tangga kita akan selalu rukun dan damai. Aaamiiin.. :D


Sumber gambar dari sini







Sabtu, 17 September 2011

Puisi: Laut dan Langit

Sebenarnya tiap @writingsession melempar tema baru, saya pengeeeeenn banget bikin cerpen utuh dengan kalimat pertama yang nendang, pilihan kata yang "wow!" dan ending yang ga disangka-sangka. Apa daya, cerpen lain yang sedang saya garap belum selesai padahal cerpen itu udah mulai ditulis berabad-abad lalu *lebay*. Dengan keterbatasan durasi, saya cuma bisa bikin puisi. Hiks hiks. Tapi lumayan lah dibanding gak sama sekali kan?

Jadi tema @writingsession kemarin adalah LAUT. Saya pun mencuri sedikit waktu kerja saya untuk menulis beberapa bait puisi. Pada akhirnya, memang sih karya saya itu ga menang Best Of The Night tapi tapiiii... tumben-tumbenan nih adminnya ngasih komen! Asiiiik..

Aku share ya.


Laut dan Langit

aku laut
engkau langit
manusia mengira, kita bertemu pada cakrawala
padahal tidak begitu adanya

laut mengusap pantai dengan ombaknya
langit bercengkerama dengan awan-awannya
manusia di pantai melihat kita bersama-sama
padahal kita hidup sendiri-sendiri

warnaku biru laut
warnamu biru langit
apakah manusia tahu, biruku sebenarnya adalah pantulan birumu?

adakah manusia yang benar-benar memahami kita
tak melihat dari indahnya saja

karena aku laut dan engkau langit
meskipun serasi,
mustahil duduk saling bersisi.

Komentar admin:
Pertama kali membaca puisi ini, admin langsung sadar bahwa di dalam puisi ini tidak ada satupun huruf kapital yang digunakan.
Berhubung puisi adalah karya yang bebas (terlalu bebas, malah), saya penasaran sendiri, apakah ada filosofi tersembunyi di balik fakta tersebut. (masih belum terjawab sampai sekarang)

Metaforanya bagus. Meskipun laut dan langit sama-sama biru, tetapi mereka biru yang berbeda. Meski berbeda, tetapi yang satu hanyalah pantulan dari yang lain.

P.S : pertanyaan singkat, manakah yang memantulkan biru? Apa laut = pantulan biru langit, atau langit = pantulan biru laut? Ada teori yang mendukung keduanya loh ;)


Hohohhoo..
Saya balas komen admin ah.. (meskipun saya gak yakin admin akan mampir ke blog ini dan membaca balasan saya)

Ya, memang saya sengaja gak pake huruf kapital. Ada alasannya tapi ga ada filosofinya. Jadi sebaiknya saya rahasiakan saja karena alasannya ga seru banget :p

Metaforanya bagus? Trims. Sebenarnya saya agak maksa memuat tentang pantulan biru itu karena secara makna ga ada hubungannya dengan bait pertama dan terakhir. Tapi bisa-bisa aja sih dihubungkan kan ada tali *apasih

Ketika menulis puisi ini, saya berpikir lautlah yang memantulkan warna langit. Setelah membaca komen admin, saya baru ingat tentang teori yang menyebut bahwa langitlah yang memantulkan warna laut. Tidak usah diperdebatkan. Mungkin mereka saling memantulkan warna satu sama lain (???)

Eniwei, puisi ini saya kirim buat dibedah di tempat belajar saya menulis: Kelas Cendol. Penasaran deh pengen tahu komentar para cendoler.

Kalau komentarmu, apa? :)

Sabtu, 20 Agustus 2011

@haspahani

1. Aku membaca sebuah blog. Sang blogger bercerita bahwa ia pernah memberi kata "cupid" pada @haspahani untuk dibuatkan sebuah sajak (atau puisi? -aku ga tau bedanya). Dan @haspahani itu benar-benar membuatkan tweet sajak dari kata "cupid" yang kebetulan pas dengan situasi hati sang blogger.


2. Penasaran, aku lalu mem-follow @haspahani.


3. Suatu hari, tanggal 18 Juli, @haspahani meminta pada followersnya satu kalimat berakhiran M untuk ia buatkan sajak.


4. Aku memberinya kata "MURAM".


5. Lalu ia pun nge-tweet dengan me-mention ku di akhir sajaknya:

"Di sinikah kita janji ketemu?

Di muara muram ini?

Aku elu-elu dari hulu,

kau jerat jerit elang laut itu.

Di muara murung ini?"


6. Wuiiih! Senengnya dibuatkan puisi! Belum ada yang membuatkan puisi untukku.. *terharu* meskipun aku ga ngerti makna puisinya *huuuuuu.


7. Satu bulan kemudian, saya menemukan artikel atas nama Hasan Aspahani di koran Batam Pos.


8. Ternyata eh ternyata.. beliau adalah.. GM & Pemimpin Redaksi Batam Pos! Woooooowwww!


9. Sama sekali ga nyangka aku satu kota dengan beliau. Secara jarak fisik, beliau lebih dekat dari yang kuduga.


10. The End (ga tau mau nulis endingnya gimana).


Senin, 15 Agustus 2011

Aku Membenciku

Aku membenci mataku yang melihat dia begitu sempurna,

Padahal ku tahu pastilah tidak begitu adanya.

Aku membenci otakku yang berandai-andai dia untukku,

Padahal itu hanya ada dalam imajinasiku.

Aku membenci hatiku yang mengabaikan memoriku

yang berteriak, “Hei! Ingatlah kesalahan dia yang telah lalu!”

Aku membenci bibirku

Yang tak mampu mengatakan padanya “Jauhi aku!”

Aku membenci diriku

Yang menyediakan untuknya ruang hatiku.



Aku membenciku.

Senin, 08 Agustus 2011

Departments of The Ministry of Magic (Departemen-Departemen Dalam Kementerian Sihir)


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
-->

1. Department of Magical Law (Penegakan Hukum Sihir)
Departemen ini adalah yang terbesar dan paling vital. Di bawahnya terdapat beberapa divisi penting seperti Auror (bertugas menangkap penyihir jahat), Improper Use of Magic (penggunaan sihir yang sembarangan), Misuse of Muggle Artefacts (Penyalahgunaan benda-benda Muggle), serta Wizengamot (semacam dewan dalam pengadilan sihir)

2. Department of Magical Accidents and Catastrophes (Kecelakaan dan Bencana Sihir)
Departemen ini bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh sihir. Dept ini membawahi Accidental Magic Reversal Squad (seperti semacam pasukan pembersih yang membuat keadaan ‘ancur’ kembali seperti semula ya?), Obliviator Headquarters (tempat menghilangkan ingatan para muggle yang menjadi saksi peristiwa sihir?), Muggle-Worthy Excuse Committee , Invisibility Task Force, dan Muggle Liason. Entah apa itu semua, ga gerti >.<

3. Department for The Regulation and Control of Magical Creatures (Peraturan dan Pengawasan Makhluk Gaib)
Dept. ini membawahi tiga divisi: Being, Beast, dan Spirit. Beast itu monster, Spirit itu arwah, Being itu apa ya? Sepertinya untuk manusia yang bisa berubah jadi binatang. Animagus atau werewolf, mungkin *sotoy.

4. Department of International Magical Cooperation (Kerjasama Sihir Internasional)
Bisa ditebak lah ya kira-kira apa jobdesc departemen ini. Gaya, lah pokoknya :p

5. Department of Magical Transportation (Transportasi Sihir)
Mengurus Floo Network (jaringan Floo), Broom Regulatory (Peraturan sapu terbang), Portkey, dan Apparation.

6. Department of Magical Games and Sports (Permainan dan Olahraga Sihir)
Dept. paling santai, hanya sebagai EO-nya Quidditch World Cup dan Triwizard Tournament.

7. Department of Mysteries
Sesuai namanya, departemen ini paling misterius. Ga banyak yang tahu apa saja yang ada di dalamnya. Yang pasti, di sini tempat penelitian rahasia dan ada ruangan tempat menyimpan bola-bola kristal berisi ramalan.
Dari hasil browsing, ada satu departemen lagi: Magical Maintenance Dept. Inget gak, di film HP 7 Part 1, ada seorang pegawai Kementerian Sihir yang mengadu pada Ron (lagi nyamar) bahwa di dalam kantornya hujan? Hihihi.. Tanggungjawab departemen ini nih!
Salah satu hal yang paling saya suka dari karya JK Rowling adalah imajinasi tingkat tinggi yang super detail seperti di atas. Meskipun fiktif, tapi masuk akal (di dunia sihir). Dia menciptakan dunia sihir begitu rupa sehingga seolah nyata, seperti dunia yang kita jalani.
Membaca tentang departemen di Kementerian Sihir membuat saya berkhayal: Kayaknya enak yah jadi PNS (Pegawai Negeri Sihir :p). Jadi pengen masuk Dept. Kerjasama Sihir Internasional, kan bisa jalan-jalan keliling dunia (meskipun menurutku pasti tiap penyihir bisa keliling dunia dengan super gampang :D)
Kalau kamu, tertarik bekerja di Kementerian Sihir? ;)



Referensi: Harry Potter Exclusive Collector’s Book by Cinemags
Sumber logo: Harry Potter Wikia (di sini kamu juga bisa lihat keterangan lebih lengkap tentang British Ministry of Magic)

Jumat, 05 Agustus 2011

Menciptakan Karakter Dalam Fiksi (Oleh Primadona Angela)

  • Nama unik itu: punya makna tersendiri, mudah diingat, dan yang paling penting: mudah diucapkan dan dituliskan.
  • Mengapa harus mudah diucapkan/dituliskan? Agar tidak mudah typo. Bayangkan kalau nama karaktermu Xerxisyewtizocha. :))
  • Karakter juga harus manusiawi. Kalau karaktermu mahasempurna, apa asyiknya? Malah tidak terkesan realistis.
  • Ciptakan karakter yang punya sisi positif dan negatif. Contoh sederhana: cerdas ilmu eksakta tapi belepotan bahasa Inggris.
  • Tuliskan karakter yang realistis, agar pembaca bisa menyelami dan merasakan emosi karakter2mu.
  • Tip mudah menciptakan karakter: contoh karakter orang2 terdekatmu dan tuangkan dalam tulisan. :)
  • Tip lain: tuliskan sisi + dan - karaktermu, termasuk kebiasaan2 kecilnya, arsipkan. Baca2 lterus agar karakternya konsisten.
  • Konsistensi itu penting, karena harus diingat, karaktermu itu bukan dirimu, bukan orang lain. Mereka adalah ciptaanmu.
  • Jadi karakter harus bertingkah, bertutur kata, sesuai dengan dirinya dan lingkungannya.
  • Misal, lokasinya di desa terpencil. Akan terasa aneh kalau karakter2 di sana ber-elo-gue.
  • Tip lain dalam membentuk karakter: kira2 gambarkan penampilannya, sifat2nya. Baca buku2 psikologi jg membantu lho.
  • Dari buku2 psikologi, kamu bisa menggambarkan karakter dengan watak2 yg lebih akurat.
  • Sebagai penulis, kamu harus jago2 bermain peran, sehingga bisa membayangkan apa yg akan dilakukan/dikatakan karaktermu.
  • Maka dari itu, perluaslah pergaulan, dengan mengenal sebanyak mungkin watak orang. :)
  • Perbanyak mengobrol dengan orang lain, perluas wawasan dgn banyak membaca.
  • Dengan membaca kamu bisa belajar karakter2 kuat dari penulis2 lain. Apa yang membuatnya menarik? Bgmn ia berinteraksi?
  • Menurutku karakter yg biasanya diterima baik oleh pembaca adalah the underdog, from zero to hero. :)
  • Kebiasaan2 kecil karakter akan jadi ciri khas agar mudah diingat orang. Misal, kalau stress suka gigit2 penggaris.
  • Untuk buku2 psikologi, coba mulai dari Personality Plus, Florence Littauer. Atau gugel saja mengenai watak2 manusia.
  • Contohnya saja: Harry Potter, Hercules versi Disney, masa gak rela mereka jadi 'menang'? :)
  • From zero to hero jg harus ada prosesnya ya. Bukan ngedadak karakter underdog tau2 jadi jagoan. Sehingga pembaca akan 'mendukung'.
  • Harus ada perjuangan/pengorbanan lah agar karaktermu 'didukung'. Harus digambarkan bgmn dia berusaha mencapai mimpinya



Sumber: Tweet2nya @cinnamoncherry, 5 Agustus 2011, jam 9an malam.

Rabu, 20 Juli 2011

#IngatanPenulis

Mengasah kepekaan adalah pekerjaan full-time penulis (setelah menulis tntu saja). Tdk smua yg ada di sekeliling bs diserap.

Seleksi dilakukan saat penulis buka seluruh indranya sbg kegiatan pra-kepenulisan. Detil2 apa yg prlu diingat dlm ?

Pilihan itu ada di tangan tiap penulis, tp ini bbrp contoh yg bisa digunakan sbg bahan untuk menjadi peka.

1. Yg mencetuskan pertanyaan. Kejadian/peristiwa/pemikiran yg buat bbrp pertanyaan hadir di benak. Prtanyaan2 ini bs diolah.

2. Yg berhubungan dgn moral/kode etik/pelajaran khdpan. Stp cerita psti pny tujuan, jd apapun yg diingat, ingat porsi ini.

3. Yg bisa memancing debat. Jk ada pro-kontra, perhatikan dan serap momen itu. Ini bs dijadikan sumber inspirasi cerita.

4. Yg bisa menguak kemanusiaan. Seni adalah lukisan ttng kehidupan & ketidakadilan/keadilan. Serap yg berhub dgn humanisme.

Kalau sdh terbiasa peka dan menyerap hal-hal yg td aku twit, maka kepingan-kepingan yg tidak "klop", bisa dgn mudah dibuang.

Ingatan yg baik bukan ingatan random yg jumpalitan dan berantakan. Sortir, dan aktifkan indra kepekaan pd hal2 yg penting

Tujuan adlh menyadari "cerita" ada di depan mata pada setiap saat. Inilah apa yg ada di balik kepala profesi seorng penulis.

Ini yg diistilahkan dgn "kjatuhan inspirasi". Kl orng nunggu inspirasi jatuh u/ nulis, maka penulis manggil inspirasinya dr .

Penulis mmbawa "inspirasinya" setiap saat di balik kepalanya. Kepalanya adalah gudang detil cerita. Isinya diambl dr mna? Dr



Sumber: Tweets @clara_ng yang diretweet oleh @_PlotPoint beberapa jam lalu. Thank you for sharing!

Eniwei, aku baru selesai baca dua novel Clara Ng: Jampi-Jampi Varaiya & Ramuan Drama Cinta. Sukaaaaaaaa :)

#Cerpen

Menulis #cerpen itu kayaknya gampang. Padahal butuh skill yg canggih untuk menghasilkan cerpen yg keren. Pendek bukan berarti gampang ;)

Batasan #cerpen itu adalah jumlah kata. Biasanya panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata.

Karena batasan jumlah kata ini, maka #cerpen ceritanya tidak bisa sekompleks novel. Biasanya cuma sebuah event atau plot tunggal.

Walau simpel, #cerpen yg baik tetap bisa punya kesan yg mendalam. Coba deh baca cerpen Putu Wijaya utk @gm_gm di Kompas hari Minggu lalu.

Judul #cerpen itu: “Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata2”. Ttg seorang bapak yg kebingungan memilih di toko bunga.Ringan tp manis & ‘dalam’:)

#cerpen, seperti karya fiksi lainnya, harus punya: karakter utama, keinginan/keadaan ideal dan konflik!

Penulis bebas bikin karakter/plot yg super kompleks. Tp u/ menulis #cerpen kita harus pilih kejadian yg berkesan di antara kekompleksan itu.

Mau latihan menulis #cerpen? Coba tulis cerpen dari kejadian yang paling berkesan dalam hidupmu

Cara ini lumayan gampang, karena kamu sudah tahu endingnya. Coba beri “bumbu” pada kisah hidupmu agar jd #cerpen yg menarik :)

Kalimat pembuka yg menarik dengan kejadian yg menarik wajib ada di #cerpen. Kenapa?

Karena #cerpen biasanya diterbitkan di media yg kontennya banyak. Misal: majalah, koran, buku kumpulan cerpen. “Saingannya” banyak.

Makanya penulis #cerpen terkenal, Edgar Allan Poe bilang: cerpen harus harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk.

Yuk, mari mencoba menulis #cerpen. Kalau masih bingung coba baca #cerpen dari penulis favoritmu. Curi ilmu dari cerpen mereka :)

Setiap penulis punya ciri khas masing-masing. Entah temanya, sudutpandangnya, deskripsinya dan dialognya. Pelajari karya mereka :)

Mau jadi penulis ? Harus rajin baca dong :) Biar kamu kenal gaya menulismu!


Sumber: Tweets @_PlotPoint, 19 Juli 2011, Menjelang pukul 5 sore.

Sabtu, 12 Februari 2011

Angkot

Malam telah larut.
Saat itu aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku di Dipati Ukur.
Dari Dago Plaza, aku naik angkot Kalapa-Dago ke arah Dago.
Aku duduk di samping supir.

Angkot berhenti saat lampu merah di Simpang Dago, pak supir bertanya padaku,
"Mau ke Dago Atas neng?"
"..."
Aku segera tersadar.

"Di sini pak,"
"Hah?"
"Saya turun di sini. Saya mau ke DU," Aku membuka tas.
"Untung saya ingetin. Ini udah di Simpang Dago,"
"Iya, makasih pak," ucapku sambil mengaduk tas, mencari dompet.
"Neng ngelamun sih. Mikirin pacarnya ya?"
"...."
Aku membayar angkot, lalu turun dan menyeberang jalan.
Saat berjalan aku berpikir sambil sedikit menahan malu.

Ah, apakah yang tadi memenuhi pikiranku sehingga aku seperti tidak sadar sedang dimana?
Memikirkan apa?
Memikirkan siapa?
Damn, i can't remember what i was thinking about!

"Neng ngelamun sih. Mikirin pacarnya ya?"

Ah, aku ingat sekarang.
Ya, aku memikirkan pacarku.
Ah tidak, lebih tepatnya, mantan pacarku,
yang baru saja memutuskanku tadi,
di Dago Plaza,
sebelum naik angkot.

Selasa, 08 Februari 2011

Dua Dunia

Aku sudah menduga sebelumnya bahwa status "in a relationship"ku di facebook akan menimbulkan kontroversi seperti ini.

Ada yang percaya, ada yang tidak percaya.
Ada yang mendukung, ada yang protes.

Buat teman-teman yang percaya, mungkin tidak akan heran aku "in a relationship" dengannya. Kami memang sudah (terlihat) dekat sejak lama.

Buat teman-teman yang tidak percaya, berarti kalian lebih tahu tentang aku.
Kalian benar, aku tidak mungkin berpacaran dengannya.
Tidak di dunia nyata.

Katakan saja kami hanya mencari sensasi.
Karena kami sepakat facebook sudah terasa membosankan akhir-akhir ini.

Terbukti kan? Pergantian status kami dari "single" menjadi "in a relationship" telah menghebohkan jagad per-facebook-an.

Tapi sudah ya, teman-teman tak perlu khawatir.
"In a relationship"ku dengannya semu saja, hanya di dunia maya,
karena kami tahu, dan kalian semua tahu,
di dunia nyata, ini tak akan terjadi.

Tidak akan,
selama kami menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.

Di dunia maya, kami saling mencintai satu sama lain.
Di dunia nyata, kami mencintai Tuhan lebih dari segalanya.



sumber foto: gettyimages

Kamis, 02 September 2010

24 Ramadhan: Pseudo Moments-Beach

Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam keduapuluhempat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.

Sumber dari sini

-----

Kali ini copas lagi. Hehe.
Postingan sebelumnya juga copas.
Pokoknya emang lagi copas mode on lah malam ini. Hihi

Tapi kalau yang sebelumnya copas karya orang,
yang satu ini adalah karyaku sendiri.
Aku copas dari note fb: Sebuah fiksi karya Sintamilia :)

Happy Reading!


Aku takjub dengan apa yang aku lihat.
Pasirnya putih, bersih, dan halus. Pantainya landai.
Dari jauh, ombak biru bening bergulung-gulung kecil.
Matahari sore berwarna oranye kemerahan.
Tak jauh dari sana, perbukitan hijau menambah warna teduh.

Waow! Gila keren buanget! Pas sekali untuk lokasi foto pre-wedding.
Ups.. Aku jadi malu sendiri membayangkannya.


“Kita salat Ashar dulu yuk,” ajak Fariz. Pria kurus tinggi dan berkulit cokelat itu menuntun lengan Angel, keponakan-4-tahun-mirip-Suri Cruise nya. Lengan Angel yang satunya menarik tanganku. Bertiga kami berjalan beriringan menuju mesjid terdekat.

Selesai salat, kami menikmati kelapa muda yang baru dipetik langsung dari pohonnya. Aku selalu suka kelapa muda. Terutama yang alami seperti ini: tanpa susu kental, tanpa pemanis. Meskipun sebenarnya kurang es batu, tapi rasanya sudah nikmaaaaat sekali! Ah, ini pasti karena hormon oxytocin lagi mengalir deras dalam darahku.



Matahari semakin rendah. Semakin sore warnanya semakin merah.
Kami menyusuri pantai, menuju matahari yang mulai terbenam.

Aku, Angel, dan Fariz berjalan pelan di atas pasir. Sesekali kaki kami diusap air laut. Ingin sekali kugenggam tangan Fariz. Bagaimana rasanya ya? Namun saat ini aku harus cukup puas dengan hanya menggenggam tangan mungil Angel.

Ngomong-ngomong tentang Angel, Fariz pernah menjelaskan mengapa Angel selalu ada di setiap kencan kami. Katanya, “Kalau kita cuma berdua, yang ketiganya itu syaitan. Jadi daripada kita ditemenin syaitan, kan lebih baik sekalian aja kita bawa aja malaikat,”. Mungkin karena itu Fariz memanggilnya Angel.

Aku pribadi agak curiga kalau Angel itu bukan nama aslinya. Karena kadang-kadang dia tidak menoleh saat dipanggil ‘Angel’. Kalau sudah begitu, Fariz akan memanggilnya ‘Angelina’, baru kemudian ia menoleh. Jangan-jangan nama sebenarnya adalah Lina. Hihi. Tapi itu tidak penting. Yang penting, bagiku kehadiran Angel bisa mengurangi rasa gugupku. Kalau tidak ada Angel di sini, mungkin aku akan grogi setengah mati.



Aku menatap wajah Fariz, yang sedang terpaku pada matahari.
Ah, ia paling cakep kalau dilihat dari samping.
Garis wajahnya seperti dalam komik. Hidungnya, bibirnya.. Aku memalingkan wajah.

“Fariz..” ucapku pelan sambil menunduk.
“Ya?” ia menoleh padaku.
“Ini seperti mimpi,” sahutku.
Ia tersenyum menahan tawa, “Memang!”

Hah? Aku berpikir sejenak.
Astaga! Dia benar.
Aku bahkan tak perlu repot-repot mencubit tanganku untuk membuktikan itu.

Ah sial, jam berapa aku memasang alarm tadi malam?
Semoga hp ku low bat dan mati sebelum berbunyi.
Amin.


(semoga)
Bersambung..

Sabtu, 10 April 2010

Actually...

Inspirasi postingan ini didapat setelah membaca sebuah postingan di blog senior.

“Kenapa aku yang mesti ngomong? Kamu lah, kan kamu yang perlu bantuan dia,”
“Kamu aja lah. Kan kamu temannya,”
“Gak mau ah. Aku malu,”
“Kenapa mesti malu? Kalau malu berarti suka,”


(mengembalikan handycam) “Tolong bilangin ke temen kamu yah, terimakasih, gitu,”
“Kepake gak handycamnya?”
“Enggak,”


“Kamu sms-an sama mereka? Kirain kamu ga ada pulsa. Kok kalau aku sms kamu, ga dibales?”
“Mereka pake IM3. Kamu enggak,”


“Tadi Mama nelpon, katanya kamu ngirim kado ya buat Mama? Cie..”
“Aku yang ngasih kado, kok malah kakak yang ditelepon Mama?”
“Kan nelpon sesama Esia gratis,”


“Berapa orang yang mau kamu traktir pas ultah kamu?”
“Hmm… 10 orang lah kira-kira,”
“Siapa aja mereka?”
“Pokoknya yang pernah traktir aku,”


“Kalau di sana Wisnu dan Ruli sama-sama dateng, kamu bakal duduk di dekat siapa?”
“Hmm… Ruli kayaknya,”
“Kenapa?
“Lebih enak diajak ngobrol,”
“Kalau Wisnu?”
“Dia mah cuma enak diliat doang..”


“Wah, abis juga. Kirain masakan aku gak enak,”
“Kan sebelum kamu masak juga aku udah janji bakal aku abisin,”


“Dia gak mau pacaran sama aku. Katanya aku jarang sholat,”
“Kamu rajin sholat juga belum tentu dia mau pacaran sama kamu,”
“Kenapa?”
“Karena dia maunya langsung nikah, ga pacaran,”


“Ayolah, kami butuh pemain ni, secepatnya,”
“Aku mau banget. Mauuuuu banget. Tapi ga bisa,”
“Kenapa?”
“Pacarku ngelarang aku jadi artis,”


“Aku punya berita buruk,”
“Apa?”
“Aku mau pinjam uang sama kamu,”
“Hahaha.. Itu berita buruk? Kalau gitu, aku punya berita yang lebih buruk,”
“Apa?”
“Aku juga lagi ga punya uang,”


“Sebenernya untuk apa sih bikin skripsi?”
“Biar dapat ijazah,”


“Kamu suka shushi?,”
“…. emmh, suka..”
“Aku tahu restoran Jepang yang enak. Kita ke sana aja ya?”
“Boleh..”
“ Tadinya aku mau bikin nasi goreng. Tapi nasinya aja belum dimasak. Takut kelamaan, ntar kamu keburu lapar,”
“Aku pengen masakan kamu aja,”


“Minggu depan mau datang ke konser musik ga?”
“Aku ga suka acara yang kayak gitu,”
“Oya? Tapi bulan lalu kamu mau aku ajak ke konser musik,”
“Waktu itu aku lagi stres,”


“Kamu sekarang sombong banget. Kenapa sih?”
“Kamu bukan sahabatku lagi,”
“Kok kamu ngomong gitu?”
“Sahabat itu harusnya selalu ada setiap kali dibutuhin,”
“Waktu itu aku lagi sibuk,”
“Aku yah, sesibuk apapun, kalau sahabat aku butuh, pasti aku luangin waktu buat dia,”
“Ya udah, mungkin aku memang ga bisa jadi sahabat kamu. Tapi aku masih bisa jadi temen kamu, kan?”


“Hei! Aku nyari kamu loh dari tadi. Kamu mau kemana?”
“Pulang,”
“Naik motor?”
“Yap,”
“Hmm, aku mau ke tempat temen aku ni di Cileunyi,”
“O gitu, ya udah. Hati-hati ya di jalan,”