Sabtu, 12 Mei 2018
Seandainya Harta Itu Masih Kita Miliki
Sabtu, 12 Desember 2015
Membuka Jalan Rezeki dari Ngeblog
Bagaimana tidak, kebanyakan para ahli nyaranin untuk fokus pada satu topik. Mereka menyebutnya niche. Saya sudah mencoba bertapa, berpikir panjang sampai berhari-hari, tentang satu topik yang paling saya kuasai dan saya mampu menuliskannya secara konsisten. Hasilnya adalah...
Minggu, 18 Oktober 2015
Yuk, Pilih Merek Lokal! #SmescoNV
Pada suatu perbincangan udara di pesawat Garuda Indonesia, Bang Sandi (sapaan saya untuk Sandiaga S. Uno) menanyakan kepada saya,”Sepatunya kelihatan enak Mas.. Buatan mana itu?”.Saya menjawab,“Kalau mereknya sih US, tapi mungkin udah buatan China.”.Beliau bergumam dan berkomentar,“Hmm.. dulu saya juga pakai merek luar, sampai ketemu Pak JK dan ditegur: 'Nih, buatan Cibaduyut, Indonesia asli'. Sejak itu saya pakai produk (merek) Indonesia..”.Percakapan penutup perpisahan kita di pesawat tersebut membuat saya merenung.Seorang konglomerat sekelas Sandiaga dan Jusuf Kalla, dengan bangganya menunjukkan fashion mereka yang berciri khas Indonesia, koq saya berbangga ria dengan merek luar?
Jumat, 09 Maret 2012
Kabar-Kabari

Senin, 05 Desember 2011
Tugas Dari Chilvi
1. (Ngakunya) orang Bandung
2. Pertama kali pakai kerudung kelas 2 SMP
Ga inget. Hahaha.. 2007 kayaknya. Karena suka nulis. Udah.
Abaikan :p
Pernah! Pas saya lihat, ternyata dia blogger baru dan masih muda banget. Jadi saja kasih info aja bahwa peraturan di dunia blogging salah satunya adalah dilarang copas tanpa sumber. Begitu saja :)
Empat.
Senin. Karena orang-orang banyak yang benci. Aku pengen beda. So I love Monday! :D
Bareng keluarga naik haji dan travelling ke Eropa & Amerika. Tentunya setelah memastikan kebutuhan masa depan tercukupi. Kebutuhan kuliah adik-adik, misalnya *cieeee... sayang adik*
Gogirl, Chic, CitaCinta, Intisari.
Ga inget kapan nangis keras-keras. Ntar tetangga terganggu. Udah, pelan-pelan aja di balik bantal. Hahahahahaha...
Kalau yang segede pasir kayaknya pernah.
Update, Lovable, Recommended :)
Karena kalau mengaum, harimau.
Rabu, 09 November 2011
Behel Oh Behel
Beberapa hari terakhir ini saya galau, pakai behel gak ya?
Jadi begini, struktur gigi saya berantakan. Miring ke sana kemari karena space di gusi gak cukup untuk menampung gigi-gigi saya. Seorang teman saya yang mahasiswi kedokteran (sekarang koas), setelah melihat gigi saya, menyarankan pake behel. Seorang dokter gigi juga pernah menyarankan begitu. Tapi waktu itu saya abaikan karena saya belum sanggup bayar.
Sekarang, uangnya ada. Behel pun lagi ngetrend jadi saya gak akan sendirian mengalami penderitaan *halah. Tapi tapi..
Saya meramalkan, kayaknya minimal tiga gigi saya bakal dicabut. Rebutan tempat soalnya. Membayangkannya saja saya tidak suka. Gigi saya sehat wal’afiat loh! Oke lah dicabut kalau berlubang parah, atau posisi miringnya menyakiti bagian dalam pipi. Tapi gigi-gigi saya tuh baik. Ga lagi sakit. Kayaknya jahat aja kalau saya “membunuh” mereka. Apa salah merekaaa..? Ya kan? (alibi, padahal mah takut sakit :p)
Saya lalu mengadakan survei kecil-kecilan ke teman-teman, meminta dukungan mereka agar saya... TIDAK pake behel! Hahahaha.. Saya tanya mereka, “Penting gak sih aku pake behel?” Dan ini jawaban mereka.
Responden 1 (cowok) : “Kalau manfaatnya ga signifikan dan waktunya ga mendesak berarti belum penting.”
Kata responden pertama ini, uangnya mending buat modal usaha. Well, yang namanya cowok emang lebih gak concern ke penampilan dibanding cewek kayaknya. Lebih concern cari duit (bagus sih). Akhirnya saya tanya deh ke cewek-cewek.
Responden 2 (cewek): “Gak perlu,”
Responden 3 (cewek) : Menggelengkan kepala, “Untuk apa pake behel?”
Responden 4 (cewek, pake behel) : “Terserah, kalau menurutmu penting untuk meningkatkan kepercayaan diri. Kalau udah pede sih ga usah..” *jleb banget ini. Hwkwkwkwk
Responden 5 (cewek, pake behel) : “Perlu..” sambil ngangguk-ngangguk (Oh Nooo..!).
Responden 6 (cowok) : "Beheeeelll...? Hmm..."
Panjang banget deh komentar responden terakhir ini. Dia tidak menyarankan saya pake behel (YES!). Dia ceritain minusnya. Mulai dari: sakit, ribet, beli mahal-mahal tapi ga laku dijual lagi (ya iyyalah!), kelihatan lebih monyong (LOL), kalau makan suka nyangkut, sampai kalo kissing sangat menganggu (sesuatu banget yah). Plus, tentunya sebagai cowok dia juga bilang mending buat modal usaha, sedekah, umroh.. (Subhanallah sekali :D)
Gak mau nanggung, sekalian saya minta komentarnya tentang berantakannya gigi saya. Dan dia bilang.. “Ga ada yang salah dengan senyummu..”Aw aw.. *melting* Gosh, I like this guy :D. Puas banget lah sama jawabannya.
Jadi..
Saya tidak mau ikut-ikutan tren. Saya bersyukur diberi gigi-gigi yang lengkap, sehat, dan berfungsi normal (Alhamdulillah..). Semakin jarang orang yang ber-gingsul, semakin istimewa saya (hohoho). Eh, bener loh, teman saya (cewek) pernah ada yang request, gingsul saya jangan dihilangkan. Pemanis soalnya *blushing*.
Well, kayaknya saya gak akan pakai behel dulu. Nanti aja kalau udah nyobain kissing *eh? *plaaaak!
Me, My Gingsul and The Unperfect Teeth
“You are beautiful no matter what they say.."
(Beautiful - Christina Aguilera)
Sabtu, 20 Agustus 2011
@haspahani
1. Aku membaca sebuah blog. Sang blogger bercerita bahwa ia pernah memberi kata "cupid" pada @haspahani untuk dibuatkan sebuah sajak (atau puisi? -aku ga tau bedanya). Dan @haspahani itu benar-benar membuatkan tweet sajak dari kata "cupid" yang kebetulan pas dengan situasi hati sang blogger.
2. Penasaran, aku lalu mem-follow @haspahani.
3. Suatu hari, tanggal 18 Juli, @haspahani meminta pada followersnya satu kalimat berakhiran M untuk ia buatkan sajak.
4. Aku memberinya kata "MURAM".
5. Lalu ia pun nge-tweet dengan me-mention ku di akhir sajaknya:
"Di sinikah kita janji ketemu?
Di muara muram ini?
Aku elu-elu dari hulu,
kau jerat jerit elang laut itu.
Di muara murung ini?"
6. Wuiiih! Senengnya dibuatkan puisi! Belum ada yang membuatkan puisi untukku.. *terharu* meskipun aku ga ngerti makna puisinya *huuuuuu.
7. Satu bulan kemudian, saya menemukan artikel atas nama Hasan Aspahani di koran Batam Pos.
8. Ternyata eh ternyata.. beliau adalah.. GM & Pemimpin Redaksi Batam Pos! Woooooowwww!
9. Sama sekali ga nyangka aku satu kota dengan beliau. Secara jarak fisik, beliau lebih dekat dari yang kuduga.
Senin, 27 Juni 2011
#kempingromantis
- Bisa melihat cahaya bintang-bintang dengan lebih terang karena tidak ada polusi cahaya
- Ada api unggun yang menerangi dan menghangatkan saat malam mulai semakin dingin
- Kebersamaan dengan teman-teman lebih terasa, apalagi kalau ga ada sinyal buat online. Hihihihi.
- Lebih oke kalau ada gebetan biar kayak iklan yang soundtracknya "Remember Me" itu.. :D
- Menikmati minuman hangat di pagi hari sembari merasakan semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi
- Menjelajahi hutan, menyegarkan mata dengan melihat yang hijau-hijau. Sooo refreshing!
Kapan ya saya bisa kemping lagi?

Jumat, 18 Maret 2011
Gemini

I love Gemini!
I'm not one of those who believe in horoscope. But I have interest in reading the description of my personality or character like i see in horoscope page in the magazines.
I like my zodiac: Gemini. Even i've read that now zodiac is becoming 13 so i'm not under Gemini sign anymore, i can't accept it. I am Gemini, now & then.
Even if someday my parents say, "Sinta, actually you was born on 29th of February. But we don't wanna celebrate your birthday only once in every four years, so we changed the date.", still, I am Gemini. Period. *insist. Heuheu.
There is a blog which the content is all about zodiac.
I like every posts about Geminis. Below are my favourite. Check them out!
Intelectually challenging careers are best for those who carrying Gemini sign.
A Gemini female is amongst the most desirable in the zodiac
As a Gemini, whether you're a friend or a lover, you're one of the main reasons of the planet can be fun for the rest of us
Gemini's are extremely curious. They are the most lighthearted sign in the zodiac.
Gemini's don't know what they want. They think they know. But then it changes.
Once a Gemini is over you, it's really over. Don't ever take a "break" with Gemini. It won't ever come back around to the way it was.
Often, Geminis seek friendship first and, once a mental bond is established, the friendship deepens into love. But this happens when they're really ready for something serious.
Some Geminis are sharp-tongued and incosiderate, they think only of themselves and their own pleasure.
Do keep up! If you bore your Gemini, they will be gone faster than you can blink.
Do not tell you Gemini to stop flirting. Gemini is a natural society butterfly, and won't understand why you want to repress their instinct
I am Gemini and I'm proud of it. How about you? :)
Jumat, 11 Maret 2011
#100happiness
Jadi..
inilah peristiwa-peristiwa kecil yang membuatku bahagia:
- Makan bareng sekeluarga (papa, mama, dan tiga adik), nasi padang 2 bungkus. Dimakan rame-rame kayak lagi ngaliwet.
- Ga ada kerjaan, mood nulis, ngeblog di atas kasur, internet kencang.
- Di luar hujan deras, aku di dalam kamar, browsing/baca novel/nonton film sambil ngopi.
- BUKA PUASA. nikmatnya tak tergantikan.
- Ditraktir nonton di bioskop.
- Makan hasil masakan anak-anak kosan.
- Ditelepon ortu dan meski mereka ga bilang secara blak-blakan, aku tahu kalau mereka kangen dan ingin mengobrol banyak (meski topiknya ga penting).
- Baca buku keren seperti karangan Dee Lestari atau JK Rowling atau Andrea Hirata.
- Hujan-hujanan
- Ketika hari libur, udara pagi terasa dingin, bisa melanjutkan tidur, berselimut di atas kasur nan empuk.
- Minum Teh Kotak *jiaaaah.. ada iklan*
- Syuting
- Syuting, dan krunya kocak.
- Syuting, dan pemainnya kocak (lupa dialoglah, salah adeganlah, dll).
- Syuting, dan liat muka-muka kru lain yang stres (tapi aku gak stres)
- Syuting, dan.. ok, aku mengulang kata syuting 4 kali. Cukup.
- Ketika ada yang memuji tulisanku :)
- Ketika ada yang orang tidak dikenal yang memuji tulisanku (Sinta, kamu mengulang kata lagi *ok maap)
- Ketika ortu mengirim uang meski hanya 100ribu untuk seminggu. Setidaknya masih bisa "nafas".
- Ketika makan buah. Buah apapun. Terutama durian.
- Ketika makan cokelat. Momogi, choki-choki, beng-beng, Better, apapun yang cokelat!
- Baca majalah gratis di Gramedia.
- Makan basreng.
- Nonton OVJ.
- Online seharian.
- Tiap chatting sama Wawan yang geje tapi bikin ngakak.
- Ditraktir Pevi makan :D
- Ketemu bayi/balita lucu.
- Mendengar Papa bercerita ke orang-orang, (dulu) "Anak saya kuliah di Fikom Unpad. Lagi skripsi...", (mungkin sekarang) "Anak saya udah kerja...Anak saya suka bikin film.."
- Menghasilkan tulisan bagus dari hati *haiyaaaaahh
- Menggambar dengan tangan.
- Road trip, mudik dari Garut ke Malang (Lebaran tahun berapa ya? lupa)
- Mendengar curhatan adik-adik ku yang laki-laki (terutama Rama) tentang "cewek-cewek" mereka.
- Mendengar teman/sahabat/keluarga mendapat kesuksesan & kebahagiaan (lulus sidang, wisuda, lamaran, nikah, hamil, punya anak.. :D)
- Ngobrol, ngopi, dan curcol bareng Tessa.
- Teriak-teriakan sama Nurul.
- Nonton DVD bareng anak-anak kosan
- Memperlihatkan film-filmku ke orang-orang
- Memberikan benda-benda buatan tanganku ke para sahabat
- Ketika aku down dan sahabat-sahabat mendukung & memberi semangat.
- Ketika belanja baju & sepatu sama Mama.
- Ketika diajari naik motor sama si Yusuf dan mendengarkan kata-katanya yang sok dewasa dan sok bijaksana.
- Setiap hari, setiap kali mengingat nikmat-Nya, setiap kali mengucapkan Alhamdulillah.
- Setiap melihat kosan dan kamar rapi dan bersih :p
- Ketika sakit dan ada yang ngurusin :D
- Ketika badan pegal-pegal, terus senam pagi di Sabuga hari Sabtu/Minggu.
- Ketika foto-foto, kapanpun dimanapun *dasar narsis*
- Ketika pakai baju matching, kerudung oke, dandan secukupnya, dan merasa manis :p
- Ketika ketemu cowok pintar, humoris, dan ramah *bukan rajin menjamah ya*
- Saat dibantu & ditolong orang lain saat aku membutuhkan
- Mengerjakan sesuatu yang disukai.
- Ke pantai.
- Jalan-jalan ke mana saja bareng keluarga/ anak-anak kosan/ sahabat/teman-teman
- Ketika bertamu ke rumah Robby dan disuguhi makanan/minuman yang selalu enak :p
- Ngumpul bareng Indri, Nisa, Dihyah, Dian, Ogi.
- Ketika main ke rumah uwak-uwak saya yang kembar. Punya banyak 'rumah' itu menyenangkan!
- Ketika ada yang menyapa di facebook, email, blog, atau sms.
- Setiap kali menerima panggilan tes kerja. Berarti ada yang tertarik CV-ku kan? :D
- Setiap melihat senyum si cantik Princess Dija.
- Setiap baca tulisan kocak Raditya Dika atau Ferdiriva
- Berhasil bangun pagi dan naik mobil jemputan. Prestasi tuh!
- Dapet rejeki tak terduga
- Kalau di kantor ada yang bawa makanan atau bahkan makan siang gratis
- Baca majalah (terutama Gogirl) gratis di Pitimoss.
- Setiap mendengar kabar dari Gilbert, terutama prestasi-prestasinya.
- Setiap Teh Ana (senior nyaris summa cumlaude yang sekarang ngambil S2) minta bantuan aku untuk kuliahnya, meskipun kayaknya pemikiran dan analisisku tidak membantu. hihihihi..)
- Setiap Kasih menawarkan bantuan tanpa aku minta.
- Setiap beli kado dan ke kondangan bareng papi Hadi.
- Setiap menonton film animasi yang lucu, terutama Madagascar 2.
- Setiap masuk hutan.
- Setiap selesai mengedit video (rasanya kayak buka puasa *nomor 4)
haduh.. cape..
istirahat dulu yak..
laper nih,
kapan-kapan dilanjutin lagi, otre?
Kamu juga buat dong..
Biar inget kalau hidup itu sebenarnya indah
Life IS beautiful ;)
Sabtu, 01 Januari 2011
Resolusi 2011 (?)
Dipikir-pikir, penyebabnya adalah, karena tahun-tahun sebelum ini adalah tahun-tahunku belajar formal. Ada kalender akademik yang membantu aku kapan aku ujian, ngerjain skripsi, sidang, sampai lulus. Nah, sekarang aku udah kerja. Ga ada lagi kalender akademik. Jadi aku ga bisa nentuin "kapan".
Aku bukan orang yang suka membuat jadwal. Aku sangat spontan dan menikmati hidup yang mengalir. Ya sudahlah ya.. ga wajib juga bikin target.
Tapi aku punya keinginan-keinginan yang berharap bisa terwujud tahun ini. Yaitu:
- Lepas subsidi dari ortu.
- Bisa nabung dan bebas hutang.
- BELAJAR sebaik-baiknya. Bagi aku, bekerja adalah dibayar untuk belajar.
- Menghafalkan semua surat di juz amma.
- Meningkatkan ibadah (solat on time, puasa senin-kamis, solat Dhuha, Tahajud, dan bersedekah)
- Ubah penampilan (gayaku masih ala mahasiswa kere dengan sepatu dan ransel belel. Padahal udah jadi buruh (hah?). Heuheu.
- Belajar mencintai dia yang tidak sempurna. Belajar menerima dia apa adanya.
Itu saja :)
Jumat, 31 Desember 2010
Merangkum 2010
Hmm.. akan panjang kalau aku merangkum 2010. Karena aku sudah mengantuk, let me keep it short and simple, ok? :)
1. Resolusi terbesarku di 2010 hanya dua: lulus kuliah dan bekerja. Alhamdulillah, keduanya tercapai.
2. Sempat mengalami kegagalan saat sidang skripsi. Namun peristiwa itu membuatku lebih dekat pada Allah, dan meyakini bahwa seburuk apapun yang terjadi dalam hidupku, segalanya akan tetap baik-baik saja selama aku bersandar pada-Nya.
3. Merasakan euforia saat diterima jadi freelancer writer di Goorme. It was fun! Terutama saat aku menulis tentang kuliner dari negara-negara peserta World Cup 2010.
4. Menginjakkan kaki di puncak Gunung Geulis. Itu pertama kalinya aku naik gunung, malam hari, pake acara nyasar, pula! Yuwk.
5. Jalan-jalan ke Taman Kupu-Kupu, Tangkuban Parahu, Pantai Nongsa Batam, Kampung Gajah, dan Pantai Santolo Garut.
6. Reuni dengan teman-teman SMA yang 5 tahun ga ketemu, dan teman-teman SMP yang 8 tahun ga ketemu.
7. Ikutan produksi 89 Project.
8. Berpisah dengan hampir semua teman-teman kuliah. Ada yang pulang ke kampung halaman, ada yang bekerja, ada yang menikah.
9. Ketemu Vino G Bastian, Revalina, dan Andhika Pratama. Okay, ini ga penting sebenarnya :p
10. Tahun ini, buku yang aku baca sedikitnya berjumlah 65. Itu yang tercatat di blog ini. Lumayan...
Demikianlah. 2010 adalah tahun yang indah. Tidak heran. Rencana Allah memang selalu indah. Dan aku penasaran, apakah rencana Allah untukku di tahun 2011? Aku yakin, seyakin-yakinnya, bahwa 2011 tak akan kalah indah dari 2010.
Amin :)
Rabu, 17 November 2010
Kalau Cewek-Cowok Bersahabat
Tak hanya teman laki-laki, aku juga punya sahabat laki-laki.
Di mata kuliah Komunikasi Antar Persona, sahabat itu satu tingkat lebih tinggi daripada teman. Lebih dekat, lebih sering berinteraksi, lebih dalam saat berkomunikasi.
Kalau cewek punya sahabat cowok?
Bagi aku, enaknya punya sahabat cowok adalah..
- Ngasih solusi kongkrit dengan logikanya
- Bisa dipercaya dan gak suka ngegosip
- Bisa jadi bodyguard (hihihi..)
- dll
Ga enaknya..
bukan ga enak sih lebih tepatnya...
Tapi gaul sama cowok ada batasan yang lebih, dibanding gaul ma cewek. Ga bisa meluk kalau pengen nangis, ga bisa nginep bareng dan curhat semaleman *ya iyyyaaalaaah.. haha*
Kalau cowok punya sahabat cewek?
Kalau aku tanya sahabat-sahabat ku yang cowok, ada yang bilang, dengan punya sahabat cewek, jadi bisa mengenal cewek itu seperti apa sih, buat bekal nanti berkeluarga dan bersikap terhadap istri dan anak perempuan *cieeeehh...*
Kalau ga enaknya..
ada yang bilang kalau sama cewek, suka ga tega diajak susah. Hehe.
Baiklah, aku ngerti sekarang kenapa aku pernah ga diajak backpacking ke Jogja gara-gara cowok-cowok itu naik KA Ekonomi (dan kecopetan. Yuwk) Heuheu.
Jadi gimana?
Dulu, mamaku pernah memberi nasehat padaku, kayaknya sih, tujuannya supaya aku gak pacaran atau hanya fokus ke satu cowok. Beliau bilang begini:
Bertemanlah sebanyak-banyaknya...
dan karena aku penurut, jadi aku laksanakan saja.
So guys,
mari berteman,
mari bersahabat :)
NB:
Baru-baru ini aku baca di sebuah situs yang menyebutkan bahwa Ali dan Fathimah binti Rasulullah SAW saja sejak kecil berteman dan tumbuh bersama. Well.. berarti ga dosa kan, berteman dan bersahabat? ;)
Selasa, 15 Juni 2010
Pendidikan Seks? Perlu!
Membaca itu, spontan aku mengucap dalam hati, “Yeee.. pendidikan seks itu kan bukan ngajarin cara melakukan seks!”
Correct me if I’m wrong, tapi sejauh pemahamanku, pendidikan seks memang bukan itu. Bukan ngasih materi cara melakukan hubungan seks (eh, emang siapa yang bilang gitu ya? :p). Yang aku tahu, pendidikan seks itu perlu supaya remaja tahu BAHAYA MELAKUKAN SEKS BEBAS.
Sebelum membahas lebih lanjut, aku mau flashback ke jaman SMP-SMA.
Di kedua jenjang sekolah tersebut, ada materi Sistem Reproduksi Manusia, di mata pelajaran Biologi.
DI SMP, materi itu membuat siswa-siswa cowok tahu apa itu keputihan, dan siswa-siswa cewek tahu apa itu impotensi dan masturbasi.
Sementara di SMA, kami (para siswi) diberi tahu bahwa jangan khawatir hamil kalau berenang satu kolam dengan cowok. Sperma itu mati kalau masuk air, jadi ga mungkin berenang jarak super jauh apalagi sampai ke rahim kita.
Di luar itu, tentu kami dijelaskan bagian-bagian, nama, dan fungsi organ reproduksi perempuan dan laki-laki.
Tapi aku GA ingat, para guru biologi itu bilang, “Jangan melakukan seks bebas ya nak..”.
Ga pernah.
Malah yang nasehatin itu guru Matematika SMA *loh?
Ngomong-ngomong tentang guru MTK, beliaulah yang paling sering memberi pendidikan seks (dalam arti yang benar, menurutku) di sela-sela materi MTK-nya.
Beliau pernah bilang, “Kalian pikir petting ga bisa bikin hamil?”
(dimana aku bengong karena ga ngerti arti kata petting).
Atau, “Nyium bibir itu sama rasanya kayak nyium tembok. Ga usah lah kalian nyobain cium bibir. Cium aja tembok. Rasanya sama, kok,”
Secara logika, aku ga bisa nerima. Bagaimanapun, tekstur bibir dan tembok kan beda ya? Tapi aku ga bisa protes, karena belum pernah nyium bibir dan tembok. Mungkin beliau udah pernah, makanya bisa bilang gitu. Hahahaha..
Tapi aku mengerti niat pak guru, bahwa sebaiknya kita tidak mendekati zina.
Sedikipun jangan.
Kembali ke pendidikan seks.
Menurutku, kenapa remaja harus diberi pendidikan seks, biar mereka tahu:
1. Bahwa cinta tidak identik dengan seks, dan mereka harus menolak jika pacar mereka meminta seks
2. Bahwa seks yang sehat itu bukan “menggunakan kondom”, melainkan “Tidak melakukan seks sebelum menikah”
3. Bahwa meski udah pake kondom, meski udah melihat kalender dan tidak sedang berada pada masa subur, meski melakukannya Cuma sekali, kemungkinan hamil akan tetap ada.
4. Bahwa masa depan mereka akan terancam jika kehamilan terjadi.
5. Bahwa aborsi itu menyakitkan, mematikan, dan berdosa besar.
6. Jangan bugil di depan kamera! Bahkan meski udah nikah, meski hanya untuk koleksi pribadi, video itu bisa saja tersebar. Pelaku dan penyebarnya bisa terjerat hukum.
7. dan lain sebagainya.
Kembali ke Pak Guru.
Pak guru MTK itu sangat taat beragama. Kalau ga salah, beliau lulusan pesantren. Sepertinya ia tidak mendapatkan terpaan media yang ‘ngajarin’ seks, sehingga begitu ia menikah, istrinya dibiarkan saja beberapa waktu. Kenapa?
Beliau bilang begini,
"Habis ga tau, mau diapain?"
Hwkwkwkwkw...
Anak-anak satu kelas ngakak mendengarnya.
Ah, beliau memang lucu.
Yah.. setidaknya beliau mempelajari atau ‘mengetahui secara alamiah’ tentang seks (begitu istilah pak menteri) saat ia sudah menikah.
Tapi jaman sekarang, sulit mencegah terpaan media-yang-ngajarin-seks pada remaja. Karena itu, perlu pendidikan seks, dengan fokus pada pendidikan agama serta moral, agar generasi muda Indonesia terlindung dari hal-hal yang penuh mudharat itu.
Untuk kedua adik laki-lakiku yang sedang beranjak remaja,
Yusuf dan Rama:
Jadi anak yang sholeh ya!
:-*
Selasa, 05 Januari 2010
Bandung VS Batam
speechless ni aku *lebay*
Aku mulai jarang meng-updatenya,
tapi visitornya semakin banyak, sekarang udah nyaris 4000.
Followernya juga bertambah.
Yang paling bikin senang, Page Rank nya naik jadi 2!
Hohoho...
Hadiah tahun baru yang membuatku tersenyum lebar.
:D
Beberapa hari lagi aku akan menghadapi sidang kelulusan.
Dan itu bikin aktivitas blogging jadi guilty pleasure buat aku.
Pengen nge-blog, tapi merasa bersalah karena sekarang waktunya belajar.
Hiks.
Dipercepat aja deh sidangnya biar bisa nge-blog dengan tenang.. :p
Postingan kali ini, aku ingin bercerita tentang dua kota besar yang sangat aku cintai:
Bandung dan Batam
Bandung adalah kota tempat aku numpang lahir, kota yang aku tinggali ketika aku di TK O besar, kelas 1 SD, kelas 1 SMP, dan kuliah semester akhir (Jatinangor ga termasuk Bandung, loh ya..)
Sementara Batam, adalah kota dimana aku menghabiskan masa remajaku, mulai kelas 3 SMP sampai lulus SMA.
Bandung dan Batam. Seperti apa perbandingannya?
Pertama,
Naik pesawat (malam hari) menuju Bandung lebih mantap daripada naik pesawat menuju Batam.
Kita bisa melihat citylight Kota Bandung dari atas pesawat yang terbang rendah ketika mau mendarat. Indaaaaaaahh.. sekali. Seperti terbang diantara bintang-bintang (Lebay, tapi beneran!)
Sementara di Batam, karena di sekeliling Bandara itu hutan, jadi gak kelihatan pemandangan apa-apa. Gelap aja gitu. Hehe..
Kedua,
Kalau kalian menjelajahi Bandung, di kanan kiri jalan raya pasti selalu ada bangunan, kan?
Sementara di Batam, selain bisa melihat rumah-rumah, ruko, dan Mall, kita masih bisa melihat tanah kosong, danau, dan hutan yang berkilo-kilo meter panjangnya.
Masih hijau banget.
Mengemudi di jalan raya serasa ada di jalan tol :p
Ketiga,
Bandung lebih tua, lebih banyak penduduknya, lebih rumit jalan-jalannya.
Ga "afdol" deh kalau belum pernah nyasar di Bandung. Hehe..
di Batam, karena perencanaan kotanya dilakukan sejak awal, jadi lebih rapi..
Pemukiman selalu berada dalam kompleks perumahan.
Kalau ada rumah liar pasti langsung "kelihatan" dan sebisa mungkin digusur..
(Kecuali daerah Tiban Kampung yang kini diputihkan)
Keempat,
Bandung adalah lokasi wisata kuliner paling oke.
Batam? Kuliner andalan pastinya Seafood (aja).
But I Love Seafood!
Kelima,
Yang paling aku suka dari Bandung dibanding Batam adalah,
Bandung sangat sejuk!
Kalau tidur kita perlu selimut.
Sedangkan Batam sangat panas!
Boro-boro selimut, justru kita perlu kipas angin yang menyala selama 24 jam, tujuh hari seminggu.
Paling enak sih kalau ada AC di rumah..
*Intinya kamu lebih suka yang mana, Sin?*
Jawab: Aku lebih suka berada di kota manapun dimana Ayah, Ibu, dan adik-adikku berada :p
Buat kamu yang pernah ke Bandung dan ke Batam,
ada yang mau nambahin plus minus Bandung-Batam di atas?
:-)
Jumat, 01 Januari 2010
Senin, 28 Desember 2009
2009: Sebuah Kaleidoskop
Berbeda dengan tahun 2008 yang super-padat-kegiatan (karena jadi Ketua Cine Cub Fikom Unpad), tidak banyak yang aku kerjakan selama tahun 2009 ini. Cuma jobtraining, seminar, pindah kosan, bikin blog ini, dan bikin skripsi yang, aku akui, progressnya kayak siput.
Sungguh, kalau soal skripsi, Allah Maha Memudahkan.
Proposal yang cepat disetujui,
dosen-dosen pembimbing yang baik, tidak saling bentrok, dan sering memotivasi aku untuk cepat lulus,
kucuran dana yang masih mengalir,
responden penelitian yang sangat welcome,
dan tentu saja, teman-teman yang sangat supportif. Satu-satunya masalah ada padaku. *mulai nih sesi curhatnya*
Malas? Mungkin.
Tapi aku merasa, alasan yang lebih tepat mengapa pengerjaan skripsiku yang lambat ini adalah karena..
Aku belum ingin lulus.
Lucu, bukan? Bukankah aku sudah mencanangkan berbulan-bulan sebelumnya kalau aku ingin lulus Agustus 2009?
Tapi begitulah kenyataannya.
Aku berada di zona nyamanku.
Aku masih ingin seperti ini.
Santai.
Berstatus mahasiswa alih-alih pengangguran.
Kerjanya tidur, makan, online, jalan-jalan.
Apa lagi yang kurang dari hidupku yang sekarang? Hff…
Seiring berjalannya waktu, aku pun bosan.
Aku tahu aku tidak bisa jalan di tempat seperti ini.
Aku sadar, bahwa mau tak mau, aku memang harus melangkah.
Move on.
Semakin lama aku merasa bahwa tidak ada tempat untukku lagi di kampus
(ya iyyalah..!).
Aku juga harus belajar mencari uang.
Hidup mandiri.
Melepaskan ketergantunganku pada Papa.
Bahkan kalau bisa, membantu Papa menopang kebutuhan keluarga.
Karena selama ini, Papa-lah satu-satunya tulang punggung keluarga kami.
Ah, sungguh aku sedih karena telah mengecewakan kedua orangtuaku dengan SENGAJA memperlama skripsiku.. :-(
Maafkan Sinta ya, Pa.. Ma..
2009, aku lebih banyak berkomunikasi dengan diri sendiri (bahasa ilmiahnya Intrapersonal Communication :p).
Merenung, berpikir, bermimpi..
Kadang-kadang terjadi perang batin yang lumayan bikin stres.
Tapi semuanya mendewasakanku.
Semuanya.
Aku bahkan sempat menarik diri dari pergaulan.
Membuat berbagai alasan untuk tidak bertemu teman-teman.
Lebih menutup diri.
Bahkan kevakumanku dalam nge-blog beberapa hari terakhir juga karena itu.
Sedang ingin sendiri.
Sedang tak ingin bercerita *maklum lagi stres*.
Dan aku berterimakasih kepada semua pembaca yang, meski aku vakum, tetap memberi komentar.
Dan followerku bertambah! :-)
Somehow, aku optimis menatap 2010.
Aku akan lulus kuliah (amin),
bekerja di tempat yang aku inginkan (amin),
bekerja di posisi yang aku inginkan (amin),
atau membuka usaha sendiri di rumah (amin),
sehingga aku bisa menghabiskan waktu selama mungkin bersama Papa, Mama, dan adik-adikku sebelum aku menikah (kapan? Hehehe)
Kalau kamu, apa pencapaian kamu di tahun 2009 ini?
Lalu, apa resolusimu tahun 2010?
Senin, 07 Desember 2009
Menulis Yang Bermanfaat
Kenapa? Karena skripsiku belum selesai.
Tapi tahu ga sih? Meskipun aku ga nge-post, di kepalaku banyak banget yang pengen aku tulis, dan percaya atau enggak, aku buka Blogspot setiap hari, sesering aku buka Facebook. Hehehe..
Sepertinya aku memang udah cinta sama blog ini..
Aku juga mulai berpikir, sepertinya salah kalau aku berniat dengan sengaja menghentikan aktivitas nge-blog.
Alasan sibuk atau ingin fokus, kurang bisa diterima.
Karena sesibuk apapun, sebenarnya aku masih punya waktu untuk menulis dan nge-blog.
Tapi memang, belum bisa setiap hari seperti yang aku inginkan.
Baru baca status di fb temenku nih, Fatih Beeman. Dia menulis begini,
Orang bijak berbicara karena mereka memiliki 'sesuatu' untuk disampaikan. orang yang kurang bijak berbicara karena mereka harus mengatakan 'sesuatu'
Duh, itu 'dalem' banget.
Soalnya selama November kemarin aku berusaha posting setiap hari, meski apa yang aku tulis entah apa isinya. Ga penting.
Waktu itu yang aku pikirkan yang penting posting tiap hari, dan menomorduakan isi.
Jadi agak menyesal.. :-(
Terus, aku juga dapat motivasi lain dari sebuah buku, yang membuat aku harus tetap semangat menulis, tapi tentunya tulisan itu harus bermanfaat, ada 'misi'nya, inspiratif alias mencerahkan, dan kalau bisa, menghibur.
Itu juga 'ngena' banget, karena sebelumnya aku sangat sebal dengan banyaknya 'aturan' penulisan (disebut juga tips-tips) dalam menulis di blog.
Harus informatif,
tepat sasaran,
topiknya begini dan begitu,
bla..bla..bla..
aku kan pengen menulis sebebas-bebasnya!
Tapi sekarang aku sadar, menulis bebas hanya untuk di diary dengan pengamatan ketat.
Sementara untuk blog, karena banyak yang membaca, maka benar bahwa tulisanku haruslah bermanfaat.
Oke..
Bismillahirahmanirrahiim..
Semoga tulisan-tulisanku di masa mendatang bisa memberi manfaat dan menginspirasi para pembaca blog ini.
Amin..
Selasa, 24 November 2009
Kembali Posting ;p
Miss me?
Hohoho..
begitulah kata Mbak Okke kalau udah menulis Hiatus.
Sebenarnya tidak ingin posting, hanya saja, sayang sekali kalau aku mematahkan komitmenku sendiri untuk posting setiap hari.
Dengan 'proyek' Posting Setiap Hari ini, tentunya aku berharap bisa belajar menulis secara konsisten, apapun isi tulisan itu.
By the way..
buat teman-teman yang nge-blog di Blogspot, mungkin ada yang tahu dengan Blogs of Note?
Itu loh.. jadi pihak Blogspot secara berkala suka merekomendasikan blog-blog keren yang "Patut Dilihat", begitu istilahnya.
Dan aku suka banget melihat blog-blog hasil rekomendasi Blogspot itu.
Selama ini sih, aku belum pernah melihat blog Indonesia yang masuk list.
Eh, pernah deng.
Bogor Daily Photo. Kalau ga salah loh.
Tapi yang mau aku bahas bukan itu.
Aku menemukan satu blog milik teman sekelasku yang keren: Firly in Curlyland.
Isinya gambar-gambar hasil karya dia,
dan cerita ala dongeng dalam bahasa Inggris.
Dengan isi yang sangat spesifik, fokus, dan totally in English itu,
blognya (menurut aku) layak untuk masuk Blogs of Note.
Tinggal tunggu waktu aja (amiin). Hehe..
Firly adalah anak yang sangat berbakat, jago gambar,
gaya berpakaiannya sangat unik, malah aku pernah dengar ada yang menjulukinya Agnes Monica ketika dulu dia bergaya Harajuku (bener ga, Fir?). Pernah juga pakai baju Tailor ala Sailormoon ke kampus, yang pastinya sangat menarik perhatian orang-orang.
Hoho..
Sampai-sampai aku pernah berkhayal, kalau aku bikin film beneran, dia bakal aku tarik untuk bagian Art & Wardrobe.
Hehe.
Imajinaaasii..
Ini salah satu gambar favoritku.

Cekidot yang lain, Gan... :)
Hanya di Firly in Curlyland..
Sabtu, 21 November 2009
Menjadi Dewasa
Agak mengantuk, tapi belum ingin tidur.
Akhir-akhir ini terkadang aku merasa seperti itu..
Mungkin karena pagi/siang/sorenya aku sudah tidur? Entahlah.
Tapi di sisi lain, aku merasa tidak ingin hari ini berakhir.
Aku ingin waktu berhenti. Aku ingin berada di hari ini selama mungkin.
Aku tidak ingin tertidur, kemudian ketika bangun, tanggal otomatis berganti.
Lucu sekali, bukan? Dengan tidak tidur pun waktu akan tetap berubah.
Hari dan tanggal akan otomatis berganti, baik aku tidur maupun tidak.
Aku merenung, betapa banyak waktu yang aku buang dengan percuma.
Di saat orang menghasilkan uang jutaan rupiah per jam, sementara aku sangat tidak produktif.
Siaul.
Aku tidak ingin terus seperti ini, tentu saja.
Tapi aku harus melawan diri sendiri sebelum bisa bergerak.
Ya Allah, tolonglah hamba..
Aku pernah mendengar pepatah,
Menjadi tua adalah pasti. Menjadi dewasa adalah pilihan.
Ha! Omong kosong! Menjadi dewasa adalah sebuah TUNTUTAN.
Tidak normal melihat orang tua yang bertingkah seperti anak-anak.
Setiap orang harus menjadi dewasa.
Harus.
Bisa.
Menjadi.
Dewasa.
Betapa indahnya masa kanak-kanak.
Betapa serunya masa remaja.
Lalu ketika kita harus meninggalkan saat-saat indah dan seru itu, bagaimana?
Aku tidak tahu seperti apa masa dewasa.
Dengan semua tanggungjawab yang diembannya, sungguh, sebenarnya aku takut menjadi dewasa.
Tapi aku tidak punya pilihan.
Menjadi dewasa bukan pilihan.
Menjadi dewasa adalah sebuah keniscayaan.
Sebuah syarat agar aku bisa hidup normal.
Buat kamu yang merasa dewasa, tolong jawab pertanyaanku,
Sebenarnya apa definisi dewasa itu?
Bagaimana rasanya menjadi dewasa?
Ceritakanlah yang bagus, karena yang aku butuhkan adalah jawaban yang membesarkan hati, yang menenangkan, yang menyemangati.
Tapi kalau pun menjadi dewasa adalah hal yang begitu buruk, tak apa. Ceritakan saja.
Karena jika kita tahu kemungkinan terburuknya, dan kita tahu cara mengantisipasinya, maka semuanya akan baik-baik saja.
So..
Dewasa itu apa?
Bagaimana rasanya?



