Buat yang ngikutin semua postingan blog saya setahun terakhir (emang ada?), mungkin tahu bahwa laptop saya kesiram air yang membuat saya terkendala banget untuk ngeblog rutin dan kegiatan online lain.
Tampilkan postingan dengan label Tips Iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Iseng. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Februari 2016
Selasa, 22 Februari 2011
Contract Signing :)
Hari ini aku senang.. Kenapa? Karena aku menandatangani surat (perpanjangan) kontrak. Horraaay! Alhamdulillah. Padahal aku udah pasrah aja bakal dipecat, mengingat:
Tapi ternyata aku dikasih kesempatan lagi selama setahun. Seneng dong.. Yah.. meskipun gaji tetap belum memuaskan *biasa, manusia memang ga pernah puas*. Gajiku “cuma” cukup buat makan, jajan, transport, pulsa, laundry, ke warnet, dan nyewa buku. Belum bisa beli baju (halah biasanya juga make punya Nurul tanpa ijin :D), belum bisa ngirim ke ortu (bisa sih, tapi kalau gitu biasanya akhir bulan minta duit lagi ke mereka. Hahahaha), dan belum lunas bayar utang *eh?
Tapi tapi.. aku sadar kok, ini saatnya belajar manajemen uang. Dengan gaji pas-pasan, aku harus..
So…
Let me say.. ALHAMDULILLAH…! :D
- Suka browsing internet di jam kerja. Meski facebook udah di block, tapi tetap bisa ngecek notif via email. Hihihi..
- Kadang-kadang suka datang telat. Abis kan kantorku jauh. Terus aku sering males bangun pagi :p
- Dulu sering pulang ontime jam 5, dengan alasan ikut mobil jemputan. Aku jadi yang paling cepat pulang tuh. Karyawan lain di ruanganku pada pulang jam setengah 6, jam 6, bahkan bada maghrib.
- Beberapa hari kemarin aku ga pulang jam 5. Malah pengen tinggal di kantor selama mungkin. Ngapain? Ngedit BTS 89P. Hwkwkwkwkwkw. Tapi kapok ah. Beneran ga enak ni ma supervisor & manajer. Mereka tahu & ga sedikit pun mengkritik. Tapi aku tahu diri lah. Sekarang urusan BTS aku serahkan sama anak buah *ahaaayy*
- Hasil kerja ku masih cupu.. Terutama dalam segi edit mengedit gambar & video. Baru belajar banget soalnya.
Tapi ternyata aku dikasih kesempatan lagi selama setahun. Seneng dong.. Yah.. meskipun gaji tetap belum memuaskan *biasa, manusia memang ga pernah puas*. Gajiku “cuma” cukup buat makan, jajan, transport, pulsa, laundry, ke warnet, dan nyewa buku. Belum bisa beli baju (halah biasanya juga make punya Nurul tanpa ijin :D), belum bisa ngirim ke ortu (bisa sih, tapi kalau gitu biasanya akhir bulan minta duit lagi ke mereka. Hahahaha), dan belum lunas bayar utang *eh?
Tapi tapi.. aku sadar kok, ini saatnya belajar manajemen uang. Dengan gaji pas-pasan, aku harus..
- Bangun pagi-pagi dan ikut mobil jemputan. Lumayan. Bolak-balik sehari bisa menghemat 10ribu.
- Puasa Senin Kamis (hey, luruskan niat, Sinta! Puasa tuh karena Allah, bukan karena pengen hemat. Ckckckc..)
- Jaga kesehatan, karena kalau sampe sakit, MAHAL bok!
- Nabung dong. Terbukti celengan bisa menjadi penyelamat di saat kantong kering (jiaaaah.. gini nih kalau punya celengan gampang dicongkel. Heuheu)
So…
Let me say.. ALHAMDULILLAH…! :D
Minggu, 14 November 2010
Sering Kehilangan Kunci? Ini Solusinya!
Saya sering sekali lupa membawa kunci kosan. Kalau di dalam kosan ada orang, memang tidak perlu membawa kunci karena ada yang membukakan pintu. Tapi pernah selama beberapa hari saya pulang dari bepergian, saya mendapati kosan dalam keadaan kosong dan terkunci, sementara saya ga bawa kunci. Jadilah saya “terkunci di luar” alias ga bisa masuk. Lalu saya pun mengungsi ke masjid atau warnet, menunggu anak-anak kosan pulang membawa kunci. Zzz…
Itu terjadi 3x dalam seminggu. Yuwk. Saya lalu memutar otak dan akhirnya muncul ide ‘brilian’ ini.



Sekarang HP dan kunci punya fungsi tambahan. Kunci menjadi gantungan HP, HP jadi gantungan kunci. Brilian, bukan? Hahahaha…
Satu lagi: kalau saya kebingungan mencari kunci di kamar yang sering berantakan, saya bisa me-MISKOL kunci itu! Hohohoho…
Jenius sekali saya!
NB:
Yang menjadi model memegang HP itu adalah Ami
Ini adalah crossposting dari blog anak-anak kosan
Itu terjadi 3x dalam seminggu. Yuwk. Saya lalu memutar otak dan akhirnya muncul ide ‘brilian’ ini.
Sekarang HP dan kunci punya fungsi tambahan. Kunci menjadi gantungan HP, HP jadi gantungan kunci. Brilian, bukan? Hahahaha…
Satu lagi: kalau saya kebingungan mencari kunci di kamar yang sering berantakan, saya bisa me-MISKOL kunci itu! Hohohoho…
Jenius sekali saya!
NB:
Yang menjadi model memegang HP itu adalah Ami
Ini adalah crossposting dari blog anak-anak kosan
Selasa, 15 Juni 2010
Pendidikan Seks? Perlu!
Beberapa waktu yang lalu (sudah agak lama sebenarnya), aku membaca koran yang memuat pernyataan dari Menteri Pendidikan, Muhammad Nuh, yang menyatakan bahwa pendidikan seks itu tidak perlu, dengan alasan masyarakat akan memiliki pengetahuan seks secara alamiah tanpa perlu diajarkan.
Membaca itu, spontan aku mengucap dalam hati, “Yeee.. pendidikan seks itu kan bukan ngajarin cara melakukan seks!”
Correct me if I’m wrong, tapi sejauh pemahamanku, pendidikan seks memang bukan itu. Bukan ngasih materi cara melakukan hubungan seks (eh, emang siapa yang bilang gitu ya? :p). Yang aku tahu, pendidikan seks itu perlu supaya remaja tahu BAHAYA MELAKUKAN SEKS BEBAS.
Sebelum membahas lebih lanjut, aku mau flashback ke jaman SMP-SMA.
Di kedua jenjang sekolah tersebut, ada materi Sistem Reproduksi Manusia, di mata pelajaran Biologi.
DI SMP, materi itu membuat siswa-siswa cowok tahu apa itu keputihan, dan siswa-siswa cewek tahu apa itu impotensi dan masturbasi.
Sementara di SMA, kami (para siswi) diberi tahu bahwa jangan khawatir hamil kalau berenang satu kolam dengan cowok. Sperma itu mati kalau masuk air, jadi ga mungkin berenang jarak super jauh apalagi sampai ke rahim kita.
Di luar itu, tentu kami dijelaskan bagian-bagian, nama, dan fungsi organ reproduksi perempuan dan laki-laki.
Tapi aku GA ingat, para guru biologi itu bilang, “Jangan melakukan seks bebas ya nak..”.
Ga pernah.
Malah yang nasehatin itu guru Matematika SMA *loh?
Ngomong-ngomong tentang guru MTK, beliaulah yang paling sering memberi pendidikan seks (dalam arti yang benar, menurutku) di sela-sela materi MTK-nya.
Beliau pernah bilang, “Kalian pikir petting ga bisa bikin hamil?”
(dimana aku bengong karena ga ngerti arti kata petting).
Atau, “Nyium bibir itu sama rasanya kayak nyium tembok. Ga usah lah kalian nyobain cium bibir. Cium aja tembok. Rasanya sama, kok,”
Secara logika, aku ga bisa nerima. Bagaimanapun, tekstur bibir dan tembok kan beda ya? Tapi aku ga bisa protes, karena belum pernah nyium bibir dan tembok. Mungkin beliau udah pernah, makanya bisa bilang gitu. Hahahaha..
Tapi aku mengerti niat pak guru, bahwa sebaiknya kita tidak mendekati zina.
Sedikipun jangan.
Kembali ke pendidikan seks.
Menurutku, kenapa remaja harus diberi pendidikan seks, biar mereka tahu:
1. Bahwa cinta tidak identik dengan seks, dan mereka harus menolak jika pacar mereka meminta seks
2. Bahwa seks yang sehat itu bukan “menggunakan kondom”, melainkan “Tidak melakukan seks sebelum menikah”
3. Bahwa meski udah pake kondom, meski udah melihat kalender dan tidak sedang berada pada masa subur, meski melakukannya Cuma sekali, kemungkinan hamil akan tetap ada.
4. Bahwa masa depan mereka akan terancam jika kehamilan terjadi.
5. Bahwa aborsi itu menyakitkan, mematikan, dan berdosa besar.
6. Jangan bugil di depan kamera! Bahkan meski udah nikah, meski hanya untuk koleksi pribadi, video itu bisa saja tersebar. Pelaku dan penyebarnya bisa terjerat hukum.
7. dan lain sebagainya.
Kembali ke Pak Guru.
Pak guru MTK itu sangat taat beragama. Kalau ga salah, beliau lulusan pesantren. Sepertinya ia tidak mendapatkan terpaan media yang ‘ngajarin’ seks, sehingga begitu ia menikah, istrinya dibiarkan saja beberapa waktu. Kenapa?
Beliau bilang begini,
Hwkwkwkwkw...
Anak-anak satu kelas ngakak mendengarnya.
Ah, beliau memang lucu.
Yah.. setidaknya beliau mempelajari atau ‘mengetahui secara alamiah’ tentang seks (begitu istilah pak menteri) saat ia sudah menikah.
Tapi jaman sekarang, sulit mencegah terpaan media-yang-ngajarin-seks pada remaja. Karena itu, perlu pendidikan seks, dengan fokus pada pendidikan agama serta moral, agar generasi muda Indonesia terlindung dari hal-hal yang penuh mudharat itu.
Untuk kedua adik laki-lakiku yang sedang beranjak remaja,
Yusuf dan Rama:
Jadi anak yang sholeh ya!
:-*
Membaca itu, spontan aku mengucap dalam hati, “Yeee.. pendidikan seks itu kan bukan ngajarin cara melakukan seks!”
Correct me if I’m wrong, tapi sejauh pemahamanku, pendidikan seks memang bukan itu. Bukan ngasih materi cara melakukan hubungan seks (eh, emang siapa yang bilang gitu ya? :p). Yang aku tahu, pendidikan seks itu perlu supaya remaja tahu BAHAYA MELAKUKAN SEKS BEBAS.
Sebelum membahas lebih lanjut, aku mau flashback ke jaman SMP-SMA.
Di kedua jenjang sekolah tersebut, ada materi Sistem Reproduksi Manusia, di mata pelajaran Biologi.
DI SMP, materi itu membuat siswa-siswa cowok tahu apa itu keputihan, dan siswa-siswa cewek tahu apa itu impotensi dan masturbasi.
Sementara di SMA, kami (para siswi) diberi tahu bahwa jangan khawatir hamil kalau berenang satu kolam dengan cowok. Sperma itu mati kalau masuk air, jadi ga mungkin berenang jarak super jauh apalagi sampai ke rahim kita.
Di luar itu, tentu kami dijelaskan bagian-bagian, nama, dan fungsi organ reproduksi perempuan dan laki-laki.
Tapi aku GA ingat, para guru biologi itu bilang, “Jangan melakukan seks bebas ya nak..”.
Ga pernah.
Malah yang nasehatin itu guru Matematika SMA *loh?
Ngomong-ngomong tentang guru MTK, beliaulah yang paling sering memberi pendidikan seks (dalam arti yang benar, menurutku) di sela-sela materi MTK-nya.
Beliau pernah bilang, “Kalian pikir petting ga bisa bikin hamil?”
(dimana aku bengong karena ga ngerti arti kata petting).
Atau, “Nyium bibir itu sama rasanya kayak nyium tembok. Ga usah lah kalian nyobain cium bibir. Cium aja tembok. Rasanya sama, kok,”
Secara logika, aku ga bisa nerima. Bagaimanapun, tekstur bibir dan tembok kan beda ya? Tapi aku ga bisa protes, karena belum pernah nyium bibir dan tembok. Mungkin beliau udah pernah, makanya bisa bilang gitu. Hahahaha..
Tapi aku mengerti niat pak guru, bahwa sebaiknya kita tidak mendekati zina.
Sedikipun jangan.
Kembali ke pendidikan seks.
Menurutku, kenapa remaja harus diberi pendidikan seks, biar mereka tahu:
1. Bahwa cinta tidak identik dengan seks, dan mereka harus menolak jika pacar mereka meminta seks
2. Bahwa seks yang sehat itu bukan “menggunakan kondom”, melainkan “Tidak melakukan seks sebelum menikah”
3. Bahwa meski udah pake kondom, meski udah melihat kalender dan tidak sedang berada pada masa subur, meski melakukannya Cuma sekali, kemungkinan hamil akan tetap ada.
4. Bahwa masa depan mereka akan terancam jika kehamilan terjadi.
5. Bahwa aborsi itu menyakitkan, mematikan, dan berdosa besar.
6. Jangan bugil di depan kamera! Bahkan meski udah nikah, meski hanya untuk koleksi pribadi, video itu bisa saja tersebar. Pelaku dan penyebarnya bisa terjerat hukum.
7. dan lain sebagainya.
Kembali ke Pak Guru.
Pak guru MTK itu sangat taat beragama. Kalau ga salah, beliau lulusan pesantren. Sepertinya ia tidak mendapatkan terpaan media yang ‘ngajarin’ seks, sehingga begitu ia menikah, istrinya dibiarkan saja beberapa waktu. Kenapa?
Beliau bilang begini,
"Habis ga tau, mau diapain?"
Hwkwkwkwkw...
Anak-anak satu kelas ngakak mendengarnya.
Ah, beliau memang lucu.
Yah.. setidaknya beliau mempelajari atau ‘mengetahui secara alamiah’ tentang seks (begitu istilah pak menteri) saat ia sudah menikah.
Tapi jaman sekarang, sulit mencegah terpaan media-yang-ngajarin-seks pada remaja. Karena itu, perlu pendidikan seks, dengan fokus pada pendidikan agama serta moral, agar generasi muda Indonesia terlindung dari hal-hal yang penuh mudharat itu.
Untuk kedua adik laki-lakiku yang sedang beranjak remaja,
Yusuf dan Rama:
Jadi anak yang sholeh ya!
:-*
Minggu, 22 Maret 2009
Tips Menonton Film Horror Tanpa Takut (1)
Film bergenre horor adalah film yang dinyatakan sebagai film dengan peminat yang sangat besar di Indonesia.
Walaupun demikian, banyak pula orang yang tidak berani menonton.
Padahal, ada beberapa film horror berkualitas yang tentunya sayang bila dilewatkan.
Di bawah ini, saya akan memberikan beberapa tips untuk Anda yang takut menyaksikan film horror, tetapi tidak ingin ketinggalan info tentangnya.
Perlu digarisbawahi bahwa tips-tips yang saya kemukakan hanya berlaku pada film horror, bukan film thriller, dimana menurut saya film thriller jauh lebih mengerikan dibandingkan film horror.
Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menonton film horror:
1. Hindari nonton di bioskop. Sewalah VCD/DVD-nya di rental terdekat, & menontonlah di rumah.
2. Waktu yang tepat menonton adalah siang hari (09.00-16.00 WIB). Anda dilarang keras menonton di atas jam 10 malam.
3. Jangan menonton saat cuaca buruk-awan gelap, hujan deras, angin kencang, kilat & petir. Lagipula, acara menonton Anda bisa terganggu karena mati lampu.
4. Menontonlah di saat cuara cerah-matahari bersinar terik, & hawa panas. Alih-alih merasa tegang, Anda akan merasa lemas karena dehidrasi.
5. Ajaklah sebanyak mungkin orang-Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Kakek, Nenek, Paman, Bibi, sepupu, teman, sahabat, tetangga dekat, tetangga jauh dsb. Keuntungan lainnya adalah keluarga Anda akan semakin kompak & harmonis.
6. Masih berkaitan dengan poin 5, kalau perlu ajak pula balita hiperaktif dan/atau batita rewel agar suasana semakin ramai.
7. Masih kurang ramai? Nyalakan TV serta Tape/radio Anda.
8. Jangan mengurung diri di kamar, apalagi kamar mandi (yang adegan disana hampir SELALU jadi bagian film horror manapun). Bila memungkinkan, menontonlah di teras, balkon, pinggir kolam renang, atau tempat terbuka lain yang pemandangannya indah.
9. Kalaupun Anda hanya bisa menonton di dalam rumah, bukalah pintu & jendela Anda lebar-lebar, namun pastikan rumah Anda aman dari pencurian.
(bersambung…)
Walaupun demikian, banyak pula orang yang tidak berani menonton.
Padahal, ada beberapa film horror berkualitas yang tentunya sayang bila dilewatkan.
Di bawah ini, saya akan memberikan beberapa tips untuk Anda yang takut menyaksikan film horror, tetapi tidak ingin ketinggalan info tentangnya.
Perlu digarisbawahi bahwa tips-tips yang saya kemukakan hanya berlaku pada film horror, bukan film thriller, dimana menurut saya film thriller jauh lebih mengerikan dibandingkan film horror.
Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menonton film horror:
1. Hindari nonton di bioskop. Sewalah VCD/DVD-nya di rental terdekat, & menontonlah di rumah.
2. Waktu yang tepat menonton adalah siang hari (09.00-16.00 WIB). Anda dilarang keras menonton di atas jam 10 malam.
3. Jangan menonton saat cuaca buruk-awan gelap, hujan deras, angin kencang, kilat & petir. Lagipula, acara menonton Anda bisa terganggu karena mati lampu.
4. Menontonlah di saat cuara cerah-matahari bersinar terik, & hawa panas. Alih-alih merasa tegang, Anda akan merasa lemas karena dehidrasi.
5. Ajaklah sebanyak mungkin orang-Ayah, Ibu, Kakak, Adik, Kakek, Nenek, Paman, Bibi, sepupu, teman, sahabat, tetangga dekat, tetangga jauh dsb. Keuntungan lainnya adalah keluarga Anda akan semakin kompak & harmonis.
6. Masih berkaitan dengan poin 5, kalau perlu ajak pula balita hiperaktif dan/atau batita rewel agar suasana semakin ramai.
7. Masih kurang ramai? Nyalakan TV serta Tape/radio Anda.
8. Jangan mengurung diri di kamar, apalagi kamar mandi (yang adegan disana hampir SELALU jadi bagian film horror manapun). Bila memungkinkan, menontonlah di teras, balkon, pinggir kolam renang, atau tempat terbuka lain yang pemandangannya indah.
9. Kalaupun Anda hanya bisa menonton di dalam rumah, bukalah pintu & jendela Anda lebar-lebar, namun pastikan rumah Anda aman dari pencurian.
(bersambung…)
Tips Menonton Film Horror Tanpa Takut (2)
Apabila suasana yang kondusif sudah dibangun, maka acara menonton dapat dimulai.
Berikut ini yang dapat Anda lakukan saat menonton:
1. Berdoalah sebelum menonton.
2. Apabila Anda mulai merasa tegang, matikan volumenya!
3. Apabila Anda beruntung, Anda bisa mematikan volume dari awal film. Namun hal ini hanya bisa dilakukan pada film yang ada subtitle-nya.
4. Berdasarkan tingkat keseraman saat hantu muncul, Anda dapat bereaksi sebagai berikut:
-Tidak menyeramkan :
Katakanlah, “Itu hantunya..? Masa sih..? Kok mirip si.. (sebutkan orang yang tidak kamu sukai)
-Agak menyeramkan :
Yakini diri Anda bahwa si tokoh tidak pernah sendirian, minimal ia ditemani cameraman, lightingman, & boomer. Hantu juga tidak pernah sendirian. Kemungkinan besar ia diawasi ketat oleh make-up artist.
-Cukup menyeramkan :
Berpalinglah dari layar. Apabila orang di dekat Anda berteriak ketakutan, tertawakanlah.
-Sangat menyeramkan :
Anda harus menghargai si pembuat film. Katakanlah, “Gila..! Keren banget! Serem abis! Ck..ck..ck..”
Geleng-gelengkan kepala Anda. Bertepuk tanganlah, kalau perlu berikan standing applaus.
5. Selalu berkomunikasi dengan orang-orang disekitar Anda. Anda bisa menonton sambil bergosip atau curhat.
Setelah film selesai, Anda akan merasa lega.
Lupakan film tersebut dengan mengalihkan pikiran Anda pada aktifitas lain.
Bila Anda nonton beramai-ramai, lanjutkan dengan acara arisan, pesta barbeque, potong kue, makan-makan atau menonton film lagi dengan genre komedi.
Anda dapat mempraktekkan tips-tips di atas sesering mungkin hingga Anda tidak merasa takut lagi. Diharapkan, kelak Anda dapat menonton film horror kapanpun & dimanapun, dalam situasi & kondisi apapun.
Demikianlah, semoga bermanfaat.
Berikut ini yang dapat Anda lakukan saat menonton:
1. Berdoalah sebelum menonton.
2. Apabila Anda mulai merasa tegang, matikan volumenya!
3. Apabila Anda beruntung, Anda bisa mematikan volume dari awal film. Namun hal ini hanya bisa dilakukan pada film yang ada subtitle-nya.
4. Berdasarkan tingkat keseraman saat hantu muncul, Anda dapat bereaksi sebagai berikut:
-Tidak menyeramkan :
Katakanlah, “Itu hantunya..? Masa sih..? Kok mirip si.. (sebutkan orang yang tidak kamu sukai)
-Agak menyeramkan :
Yakini diri Anda bahwa si tokoh tidak pernah sendirian, minimal ia ditemani cameraman, lightingman, & boomer. Hantu juga tidak pernah sendirian. Kemungkinan besar ia diawasi ketat oleh make-up artist.
-Cukup menyeramkan :
Berpalinglah dari layar. Apabila orang di dekat Anda berteriak ketakutan, tertawakanlah.
-Sangat menyeramkan :
Anda harus menghargai si pembuat film. Katakanlah, “Gila..! Keren banget! Serem abis! Ck..ck..ck..”
Geleng-gelengkan kepala Anda. Bertepuk tanganlah, kalau perlu berikan standing applaus.
5. Selalu berkomunikasi dengan orang-orang disekitar Anda. Anda bisa menonton sambil bergosip atau curhat.
Setelah film selesai, Anda akan merasa lega.
Lupakan film tersebut dengan mengalihkan pikiran Anda pada aktifitas lain.
Bila Anda nonton beramai-ramai, lanjutkan dengan acara arisan, pesta barbeque, potong kue, makan-makan atau menonton film lagi dengan genre komedi.
Anda dapat mempraktekkan tips-tips di atas sesering mungkin hingga Anda tidak merasa takut lagi. Diharapkan, kelak Anda dapat menonton film horror kapanpun & dimanapun, dalam situasi & kondisi apapun.
Demikianlah, semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)
