Sabtu, 23 September 2017

Blogwalking To DwiPuspita.com

Jalan-jalan di dunia maya kali ini bertujuan ke rumah maya seorang ibu muda yang berdomisili di ibu kota provinsi Jawa Timur. Blogger Surabaya ini bernama Dwi Puspita. Ia adalah ibu rumah tangga yang kesehariannya dipenuhi aktifitas mengasuh anak, mengurus rumah, ngeblog, hingga berkebun.


Tampilan blog DwiPuspita.com

Blog bertema Life Style ini memuat aneka topik yang diminatinya. Dari menu blognya, terlihat beberapa hal yang ia suka tulis adalah tentang kuliner, travelling, review, event, kucing, hotel, Surabaya, dapur, kehamilan, dan diet.

Buat saya, yang paling menyentuh adalah tentang pengalamannya menantikan sang buah hati. 2 tahun 9 bulan baginya sangat lama. Ia (dan suami) ikhtiar dengan beragam cara. Dalam postingan 9 dari 10 Perjalanan Program Kehamilanku Mbak Dwi menguraikan aneka bentuk ikhtiar, terutama makanan-makanan yang dikonsumsi selama program hamil (promil). Mulai dari konsumsi susu, madu, kurma muda, jamu, jeruk, kecambah, kacang-kacangan, brokoli, hingga salmon. Konsultasi medis, berdoa, dan bersedekah pun dilakukan.

Alhamdulillah penantiannya pun berakhir indah. Ia dan suami dikaruniai seorang anak laki-laki yang Desember 2017 nanti insya Allah akan menginjak usia 2 tahun. Semoga selalu sehat ya Dik Ayman sekeluarga. Aamiin :)

Saya suka beberapa tulisannya dalam kategori travelling terutama yang tentang Bali. Misalnya postingan Jalan-Jalan ke Pantai Pandawa Bali. Meski pernah ke Bali, tapi baru tahu tentang adanya Pantai Pandawa ya dari postingan ini. Saya mah tahunya Kuta dan Jimbaran doang. Heuheu

Dari postingan itu saya lanjutkan ke postingan tentang sewa motor di Bali. Siapa tahu kan kapan-kapan kalau keluarga kecil kami ke Bali, bisa jalan-jalan pakai motor juga yang tentunya akan lebih mudah kemana-mana, nyelap-nyelip di jalan, dan dengan budget yang pasti lebih terjangkau daripada nyewa mobil. Kalau mau ke Bali kudu nyempetin bongkar-bongkar blognya Mbak Dwi nih, mantap banget infonya. Kayaknya setiap tempat yang ia kunjungi dibuat postingan sendiri, jadi kita mudah mencari info dengan melihat dari judulnya.

Saya juga menemukan tulisan soal info penyewaan sepeda di Ubud. Eh tapi kalau bawa balita, masih bisa sepedaan gak ya? Ribet tar ngeboncengnya. Hihihi

Bukan cuma tempat wisata. Mbak Dwi juga suka menulis review tempat penginapan yang recommended, lengkap dengan detail foto-fotonya. Misalnya saat ia menulis tentang Siesta Legian Hotel (September 2016). Ia melampirkan foto arena bermain anak yang bikin saya mupeng pengen ke sana. Maklumlah emak-emak dengan balita. Tiap mau jalan-jalan pasti selalu ingin memastikan tempatnya ramah anak atau tidak.

Review kuliner juga banyak saya temukan, terutama di kawasan kota Surabaya. Saya suka dengan pilihan tempatnya yang cukup 'merakyat'. Hehehe

Tahu kan, biasanya orang banyak mereview restoran-restoran yang Instagramable yang harga makanannya selangit (menurut dompet saya). Tapi Mbak Dwi saya lihat justru banyak mereview kuliner skala menengah seperti bakso, terang bulan dan cwimie, juga inovasi kuliner dari UKM-UKM yang memang perlu didukung promosinya seperti Siomay Mercon dan Cake In Jar ZNI. 

Saya angkat jempol untuk Mbak Dwi yang tidak seperti saya rajin kulineran dan menuliskannya di blog. Memang idealnya blogger mengambil peran sebagai pendukung dan promotor UKM-UKM, sehingga para produsen makanan ini jadi terdorong penjualannya dan meningkatkan iklim usaha *halah bahasamu kok jadi berat Sin.

Yang mau bongkar-bongkar blognya, yuk ah cuss ke TKP ^^


Kamis, 21 September 2017

Harga? Inbox ya Cyin!

Di timeline saya lagi ramai soal 'haramnya' menjawab pertanyaan konsumen (tentang harga) via inbox FB.

Yah, sebenarnya kalau balik ke diri sendiri, apakah saya lebih suka orang lain memajang harga di status? Jawabannya adalah YA. Saya suka kalau orang yang jualan langsung pasang harga aja, sehingga dalam sekali baca bisa langsung saya putuskan apakah saya akan beli atau tidak, atau masuk wishlist. Ga pake kepo-kepoan.

Tapi berhubung saya juga menggunakan FB sebagai personal branding sebagai Mompreneur (yang jualan), saya sangat paham mengapa sebaiknya orang yang berminat beli produk dan ingin tanya-tanya lebih lanjut (termasuk harga) sebaiknya dilakukan via inbox.

Ini alasannya:

1. Facebook memiliki aturan tertulis tentang larangan menggunakan akun FB personal untuk jualan

Iya, Om Mark bilang akun FB tidak boleh untuk jualan. Karena itulah dia ciptakan Facebook Page (dikenal juga dengan istilah Fanpage atau FP) untuk kebutuhan komersil.

Kalau kita bandel dan tetap pasang harga di status, siap-siap aja kena hukuman. Apakah akun kita akan di-suspend atau akan diubah sekalian jadi FP, saya kurang tahu (dan saya ga mau mencobanya).

2. Menghindari Pelakor
Istilah ini lagi ngetrend juga nih. Makna sebenarnya Perebut Laki (suami) Orang. Tapi yang saya maksud di sini adalah Pengganggu Lapak Orang. Contoh kasusnya gini,

Misal saya pajang foto jualan saya yaitu mukena lucu bergambar jamur ini.

Product detail : IG @BajuKokoAnak


Kemudian di bagian komen ada Bunda Syahrini bertanya, "Untuk usia 7-9 tahun harganya berapa?
Kalau saya jawab di bagian komentar (bukan di inbox), "200 ribu bun," maka ada kemungkinan Pelakor melihat, lalu meng-inbox Bunda Syahrini dan bilang, "Mending di saya Bun belinya. Di saya mah jualnya 180 ribu aja. Mayan hemat 20 ribu dibanding beli di Sintamilia."

Ngeselin ga tuh?
Padahal 200 ribu itu harga retail resmi dari Produsen dan dengan harga segitu juga untung saya gak banyak #lahjadicurhat.


3. Supaya bisa ngobrol lebih bebas

Siapa tahu calon pembeli benar-benar tertarik dan selain mau tanya harga dia juga mau nanya bahan, asal pengiriman, ongkir dan lain-lain. Melalui inbox juga penjual bisa menjawab dengan lebih personal. Bisa ngobrol ngalor ngidul yang mana gak perlu lah se-antero FB bisa nyimak ngalor ngidulnya. Heuheu..

..dan tentu saja, melalui inbox calon pembeli dan penjual kadang bisa tawar-menawar harga yang pasti kecil kemungkinannya bisa dilakukan di ranah publik (di bawah status atau di kolom komentar).


Demikianlah 3 alasan mengapa penggelar lapak di FB personal senang mengajak calon pembeli untuk chatting via inbox. Mohon dimaklumi yaaa ^^

Saya seneng loh kalau ada yang minat produk saya dan bertanya-tanya. Saya sangat welcome dan gapapa banget meski calon pembeli nanya-nanya doang dulu. 

Bertanyalah Mak, karena BERTANYA itu GRATIS. Siiiip? ;)