Jumat, 16 April 2010

Kisah-kisah Beedle si Juru Cerita- JK Rowling


Oh I looooooooove JK Rowling!
http://emo.huhiho.com
Setelah lama ga membaca karya-karyanya, akhirnya aku bisa membaca satu-satunya buku Rowling yang belum aku koleksi: The Tales of Beedle The Bard.
Dan seperti biasa, aku jatuh cinta dengan kisah-kisahnya yang luar biasa.

Konsepnya, ini adalah buku dongeng di kalangan dunia sihir, yang diterjemahkan dari bahasa Rune Kuno oleh Hermione Granger. Terdapat lima kisah, dan di akhir masing-masing kisah tersebut diberi catatan tentang pelajaran moral yang bisa diambil oleh pembaca. Catatan tersebut ditulis oleh Albus Dumbledore, sebagai Order or Merlin (Kelas Pertama), Kepala Sihir Hogwarts, Anggota Konferensi Sihir Internasional, dan Warlock Kepala Wizengamot (gile, pejabat tinggi nih! :D)

Kelima dongeng tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sang Penyihir & Kuali Melompat
2. Air Mancur Mujur Melimpah
3. Penyihir Berhati Berbulu
4. Babbity Rabbity dan Tunggul Terbahak
5. Kisah Tiga Saudara

Kisah yang aku respon dengan kalimat “Wow! Keren!” adalah Air Mancur Mujur Melimpah. Pesan moralnya dapet banget.
Bercerita tentang air mancur yang jika ada orang tak mujur yang berhasil sampai disana, lalu membasuh diri, ia dapat kemujuran berlimpah untuk bahagia selama-selamanya.
Tiga penyihir wanita & satu ksatria berhasil melakukan perjalanan penuh rintangan. Mereka berempat saling membantu hingga sampai di air mancur.
Sayangnya, air mancur hanya dapat memberi kemujuran pada satu orang.
Lalu bagaimana mereka memutuskan siapa diantara mereka yang berhak mendapatkan kemujuran itu?
Endingnya oke banget. Harus baca sendiri http://emo.huhiho.com


Kisah lain yang jadi favoritku adalah yang paling kelam & paling berdarah:
Penyihir Berhati Berbulu.
http://emo.huhiho.com
Bercerita tentang seorang pria penyihir yang karena melihat bahwa cinta banyak menimbulkan kebodohan & penderitaan, ia melakukan Sihir Hitam agar ia tidak jatuh cinta. Ia mengeluarkan hatinya dari tubuhnya, dan menyimpannya dalam kotak. Ia menjadi orang yang dingin, aneh, dan angkuh. Ia tidak tertarik dengan gadis manapun dan hidup senang dengan kesendiriannya. Baru ketika lingkungan ‘menantang’nya untuk menikah, ia memasukkan lagi hati itu ke dalam dadanya. Sayang, dia tidak menyadari sebelumnya bahaya yang dapat ditimbulkan jika hati dipisahkan dari tubuh: Hati akan buta, buas, dan jahat. Ia bukan manusia lagi. Ia menjadi pembunuh. Di akhir cerita ia mati dalam usahanya untuk mengeluarkan hati yang jahat itu.. Hiks
http://emo.huhiho.com

Kalimat-kalimat bagus yang aku temukan di buku ini antara lain:

Syarat meraih tujuan (dalam hal ini, tujuannya adalah air mancur pembawa kebahagiaan):
Persembahkan padaku bukti sakitmu
Persembahkan padaku buah usahamu
Persembahkan padaku harta masa lalumu

Tentang penghindaran rasa sakit:
Tak seorangpun, laki-laki maupun perempuan, berkekuatan sihir ataupun tidak, kebal terhadap rasa sakit, baik sakit fisik, mental, maupun emosional.
Merasakan sakit sama manusiawinya dengan bernapas.

Pesan moral dari “Kisah Tiga Saudara”
Upaya manusia untuk menghindari atau mengalahkan kematian selalu berujung pada kekecewaan

Tentang hadiah-hadiah dari Kematian:
Penyihir & Muggle sama-sama memiliki keinginan untuk berkuasa;
berapa banyak yang mampu menolak Tongkat Sihir Takdir?
Manusia manakah, yang pernah kehilangan orang yang dicintai,
dapat menahan godaan untuk memiliki Batu Kebangkitan?

Tentang ramuan cinta sejati:
Hector Dagworth-Granger, pendiri Perhimpunan Pembuat Ramuan Paling Luar Biasa, menjelaskan:
“Rasa suka yang sangat besar memang bisa dimunculkan oleh pembuat ramuan yang hebat, tetapi hingga saat ini belum ada seorang pun yang mampu menciptakan ramuan yang bisa memunculkan hubungan abadi, tak terputus, dan tanpa syarat yang disebut Cinta.”

Laik dis!

gambar diambil dari www.snitchseeker.com

Senin, 12 April 2010

Reason

"I don’t have any reason to see him.
That thought is disturbing me.
Hey, Logic, think!
Give me some ideas!
Or..
May I see him without any reason?"

"If you don’t have any reason, so you shouldn’t see him,"

"I know.
But..
I used to see him.
If I don’t do that, I feel like…
Missing him."

"Hmm.. I think I can guess who he is,"

"Really? Hm, I don’t care.
Even your guess’ true, it won’t help,"

"Do you still care about him?"

"…
Hard question.
I don’t know.
I hope I still care about him.
I just don’t have any reason to.."

"You know, caring about him is a reason to see him."

"Really?"

"If you think that you don’t need to see him,
maybe it’s a sign that you stop caring about him."

"......"

"And if you stop caring, you stop loving."

Sabtu, 10 April 2010

Actually...

Inspirasi postingan ini didapat setelah membaca sebuah postingan di blog senior.

“Kenapa aku yang mesti ngomong? Kamu lah, kan kamu yang perlu bantuan dia,”
“Kamu aja lah. Kan kamu temannya,”
“Gak mau ah. Aku malu,”
“Kenapa mesti malu? Kalau malu berarti suka,”


(mengembalikan handycam) “Tolong bilangin ke temen kamu yah, terimakasih, gitu,”
“Kepake gak handycamnya?”
“Enggak,”


“Kamu sms-an sama mereka? Kirain kamu ga ada pulsa. Kok kalau aku sms kamu, ga dibales?”
“Mereka pake IM3. Kamu enggak,”


“Tadi Mama nelpon, katanya kamu ngirim kado ya buat Mama? Cie..”
“Aku yang ngasih kado, kok malah kakak yang ditelepon Mama?”
“Kan nelpon sesama Esia gratis,”


“Berapa orang yang mau kamu traktir pas ultah kamu?”
“Hmm… 10 orang lah kira-kira,”
“Siapa aja mereka?”
“Pokoknya yang pernah traktir aku,”


“Kalau di sana Wisnu dan Ruli sama-sama dateng, kamu bakal duduk di dekat siapa?”
“Hmm… Ruli kayaknya,”
“Kenapa?
“Lebih enak diajak ngobrol,”
“Kalau Wisnu?”
“Dia mah cuma enak diliat doang..”


“Wah, abis juga. Kirain masakan aku gak enak,”
“Kan sebelum kamu masak juga aku udah janji bakal aku abisin,”


“Dia gak mau pacaran sama aku. Katanya aku jarang sholat,”
“Kamu rajin sholat juga belum tentu dia mau pacaran sama kamu,”
“Kenapa?”
“Karena dia maunya langsung nikah, ga pacaran,”


“Ayolah, kami butuh pemain ni, secepatnya,”
“Aku mau banget. Mauuuuu banget. Tapi ga bisa,”
“Kenapa?”
“Pacarku ngelarang aku jadi artis,”


“Aku punya berita buruk,”
“Apa?”
“Aku mau pinjam uang sama kamu,”
“Hahaha.. Itu berita buruk? Kalau gitu, aku punya berita yang lebih buruk,”
“Apa?”
“Aku juga lagi ga punya uang,”


“Sebenernya untuk apa sih bikin skripsi?”
“Biar dapat ijazah,”


“Kamu suka shushi?,”
“…. emmh, suka..”
“Aku tahu restoran Jepang yang enak. Kita ke sana aja ya?”
“Boleh..”
“ Tadinya aku mau bikin nasi goreng. Tapi nasinya aja belum dimasak. Takut kelamaan, ntar kamu keburu lapar,”
“Aku pengen masakan kamu aja,”


“Minggu depan mau datang ke konser musik ga?”
“Aku ga suka acara yang kayak gitu,”
“Oya? Tapi bulan lalu kamu mau aku ajak ke konser musik,”
“Waktu itu aku lagi stres,”


“Kamu sekarang sombong banget. Kenapa sih?”
“Kamu bukan sahabatku lagi,”
“Kok kamu ngomong gitu?”
“Sahabat itu harusnya selalu ada setiap kali dibutuhin,”
“Waktu itu aku lagi sibuk,”
“Aku yah, sesibuk apapun, kalau sahabat aku butuh, pasti aku luangin waktu buat dia,”
“Ya udah, mungkin aku memang ga bisa jadi sahabat kamu. Tapi aku masih bisa jadi temen kamu, kan?”


“Hei! Aku nyari kamu loh dari tadi. Kamu mau kemana?”
“Pulang,”
“Naik motor?”
“Yap,”
“Hmm, aku mau ke tempat temen aku ni di Cileunyi,”
“O gitu, ya udah. Hati-hati ya di jalan,”

Sabtu, 03 April 2010

Kado Ultah dari Rama

Udah lama ni ga nulis postingan dengan label “Keluarga Gokil”.
Karena tinggal jauh dari keluarga, jadi ga bisa melihat kegokilan adik-adikku itu. Tapi beberapa hari yang lalu, aku dapat cerita lucu dari Batam.

Hari itu, Mama ulang tahun.
Yusuf (adikku yang ke-2) mengucapkan selamat ulang tahun pada Mama.
Mendengar itu, si bungsu, Rama, terkejut.
“Mama ulang tahun, ya?”

Rama pun lalu mengambil uang yang ia punya, jumlahnya sepuluh ribu rupiah.
Ia pergi ke minimarket tak jauh dari rumah dan membeli kado untuk Mama.

Ketika membungkus kado, sang pramuniaga heran dengan isinya.
Ia bertanya pada Rama alasan Rama memberikan benda itu sebagai kado.
Rama menjawab bahwa ia tidak tahu lagi apa yang bisa ia berikan pada Mamanya.

Tahukah kalian apa isi kado dari Rama?


Dua botol Kiranti Datang Bulan!

Hwkwkwkw…
http://emo.huhiho.com

Emang sih, itu adalah salah satu minuman favorit Mama.
Tapi..

OMG!



Ya sudahlah ya..
Mari kita hargai karena sepertinya Rama adalah satu-satunya anggota keluarga yang membelikan kado untuk Mama :p

Gimana ya..?
Memang di keluarga ku ga ada tradisi khusus kalau ada yang ulang tahun.
Paling banter ya ucapan selamat aja.

Dulu sih, waktu Nurul (adikku yang ke-1) masih kecil, dia lumayan rajin ngasih sesuatu kalau ada yang ultah. Tapi semakin lama, karena tiap tanggal ultah di keluargaku “ga rame”, dia menyalurkan ‘bakat dan minat’nya itu ke teman-temannya.

Kalau ada teman yang ultah tuh, dia pasti sibuk.
Beli/bikin kado, ngerjain yang ultah, bikin surpraise party, makan-makan, dan seterusnya.
Dia selalu cari ide sekreatif mungkin,
jadi perayaan ultah temannya yang satu ga sama dengan teman yang lain.
Berbakat jadi EO Ultah nih kayaknya.

Sementara aku? Beda 180 derajat. Hehe..
Aku cuma ngasih selamat Ultah aja via wall facebook *parah
Atau sms.

Udah.

Aku pribadi, cenderung kurang suka dengan yang namanya Ultah.
Habis, tambah tua >.<

Bagi aku, hari Ultah sama saja dengan hari-hari yang lain
Tidak perlu dirayakan.

Bahkan ni, kalau aku Ultah, aku cenderung ‘menghilang’ dari radar teman-teman biar ga minta ditraktir atau dikerjain
(ge-er banget, siapa juga yang inget Ultah lo, Sin? Hehe..)

Tapi aku ga nolak kok, kalau ada yang mau ngasih kado atau bikin surpraise party buat aku.
Hohoho…

By the way,
Bulan depan aku Ultah.
Kalau aku di Batam, Rama bakal ngasih apa ya..?
http://emo.huhiho.com


Teh Kotak, mungkin?
:D