Meskipun aku orangnya banyak mau, seringkali gak fokus, dan terkadang kena shining object syndrom (hahaha!) tapi ide untuk go international ga pernah benar-benar pergi. Ngefollow sosmed pekerja remote Indonesia yang handle klien luar, membuatku terus termotivasi.
Suatu hari, aku menemukan info webinar gratis yang topiknya menarik sekali buat aku: Speak English Confidently In Discover Calls.
Webinarnya itu tanggal 19 April kan. Nah, tanggal 23 April aku ada interview sebagai creative intern untuk sebuah agency VA. Ini agensi di Indonesia, isinya semua orang Indonesia, tapi interviewnya ga aku sangka IN ENGLISH! Dah lah pokoknya simulasi yang waktu itu aku tonton di webinar, tiba-tiba kualami sendiri tanpa persiapan :))
Jujurly santai aja sih ngobrolnya. Mungkin karena aku tahu pewawancara adalah orang Indonesia, dan cara dia ngomong english juga sama kayak aku. Worst casenya kalau pun mentok tinggal mix Indonesia. No worries at all pokoknya. Tapi setelah interview ini belum ada kabar lagi sampai April berakhir.
Lalu pada tanggal 7 Mei aku dapat pesan di Whatsapp in english. Intinya dia memperkenalkan diri (sebut saja A), bilang lagi cari VA dan dia dapat kontak aku dari klienku sebelumnya. Dia juga nanya apakah aku tertarik dengan peluang kerja darinya.
Rasanya antara kaget sama senang. Kaget karena ga nyangka klienku sebelumnya merekomendasikan aku. Senang karena ada yang menghubungi aku duluan di saat aku belum berani reach out orang hahaha
Akhirnya kita kenalan dan menjadwalkan online meeting tanggal 11 Mei.
Rasanya? sudah pasti dag dig dug dhuer!
Persiapanku cuma nanya ke AI soal bahan diskusi discovery call, sama baca-baca profil Linkedin dia.
Selama meeting, aku fokus aja mendengarkan dia. Alhamdulillah cukup mengerti. Cuma agak belepotan aja ngeresponnya wkwkwk dan agak bingung ngatur flownya. You know, jadi kalo dia diem aku ikutan diem sambil mikir "Abis ini aku ngomong apa ya?" :)) Soalnya kan harus ada komunikasi dua arah. Masak aku cuma ngedengerin doang?
Paling speechless di bagian ending sih. Dia udah mengemukakan semua kebutuhannya. Terus aku jawab apa woy? Asli aku cuma bisa bilang kalau aku akan review dulu dan akan aku hubungi lagi nanti -__-
Untungnya dia baik sekali. No redflag found.
Selesai meeting, aku diskusi sama AI lagi. Nanya selanjutnya aku kudu ngapain (makasih AI!). Akhirnya aku bikin proposal. Kupikir kalau dibantu AI bakal kelar sehari dua hari. Loh ternyata 7 hari baru selesai.
Proposal kukirim.
Sesaat setelah ngirim proposal, aku nerima email rejection dari agency VA. Katanya mereka udah menerima kandidat lain sebagai creative intern. Kecewa dikit, tapi gapapa. Aku berpikir positif mungkin Allah mau ngasih aku paid job instead of unpaid internship.
Beberapa hari kemudian, A chat aku lagi. Dia bilang dia suka proposalku dan ngajak meeting lagi tanggal 25 untuk finalisasi agreement & onboarding.
WOW!
Kali ini persiapanku dibantu AI adalah: bikin simulasi percakapan. Hahaha
Plis aku ga mau speechless lagi. Aku latihan ngomong sampai bikin contekan juga wkwkwkwk
Aku mikirin aneka skenario kayak : kalau menurut dia rateku kemahalan, aku jawab apa? Kalau kemurahan, aku bilang apa? Seru dan lieur pokoknya.
Tanggal 25 jam 11, dia WA mendadak harus ke dokter. Akhirnya reschedule jadi tanggal 26.
Dengan persiapan yang lebih matang, aku merasa lebih tenang dan pede sih, meskipun belepotannya masih ada. Heuheu
Ada masa ketika aku literally nyontek baca kertas, tapi dia ga nangkep.
Baru pas aku ngomong langsung, dia nangkep.
Buat aku, pada akhirnya yang terpenting adalah saling mengerti satu sama lain.
Endingnya, kontrak masa percobaan satu bulan. Alhamdulillah...
Doain ya gaes, mudah-mudahan kerjaan ini lancar,
bisa berlanjut sampai seterusnya (dan naik rate). Aamiiin..
Buat kamu yang sedang berjuang juga, semangat!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar