Tampilkan postingan dengan label YEA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YEA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 September 2020

Catatan Sharing Session YEA : Bisnis di Era New Normal

Beberapa waktu lalu, saya ikutan sharing session via Zoom yang diadakan oleh YEA Indonesia. Abisnya ada embel-embel gratis untuk alumni. Hahahaha dasar pecinta gratisan. Dan memang pesertanya banyak, hampir semuanya alumni. Sayang, YEA Batch 13 cuma aku doang yang ikutan hemmm..

Pematerinya Mas Kukuh. Diingat-ingat, kayaknya terakhir kali saya ketemu Kepsek-nya YEA ini 8 tahun lalu. Lama banget yak. Masih dengan gaya bicaranya yang kalem dan lugas, beliau sharing tentang perubahan mindset yang diperlukan saat era new normal ini.



Mungkin semua orang udah pada tahu, pandemi bikin ekonomi turun. Banyak perusahaan mem-PHK karyawan. Para pebisnis juga mengalami penurunan omzet (meskipun ada juga segelintir yang justru naik). Bagaimana kita harus menyikapinya?

Yang pertama tentunya menerima realita. Tidak denial atau menganggap remeh dengan berpikir, "Ah, paling pandeminya udahan 3-4 bulan lagi.". No, guys. Pandemi masih akan ada sampai akhir tahun 2020, sampai tahun 2021. Bahkan Mas Kukuh juga bilang bisa jadi sampe 5 tahun lagi. Wallahu 'alam.

Dengan kondisi yang banyak berubah, mau gak mau kita dituntut untuk menyesuaikan diri. 

Sabtu, 17 Maret 2012

Galeri Foto: Kape Juragan

Sekarang di YEA udah ada kafe loh. Namanya Kape Juragan. Iya, pake "p" bukan pake "f" :D

Saat ini baru punya dua meja di halaman tengah kampus YEA.


Ini namanya Nasgor Bule. Salah satu yang paling laris.


Suasana dapur


Bisa juga makan di dapur. Kalau makan di sini bisa nyolong2 nambah garnish *eh :P
Kalau beruntung, kadang dapet tester hasil eksperiman menu :D


Ini adalah Kape Juragan di halaman depan YEA yang sedang dibangun. Baru selesai masang ubin.


Saat ini konsumen Kape Juragan kebanyakan masih siswa, staf, dan fasilitator YEA. Plus, orang-orang yang hadir ketika ada acara #JarumYEA. Nantinya kalau yang di halaman depan udah dibangun, kafe ini akan lebih gencar lagi promosi untuk menarik masyarakat umum. Doakan yaah..

Yang ga sabar dan penasaran banget pengen makan di sini, boleh langsung mampir ke Jalan Teuku Angkasa No. 26 Bandung.

Ditunggu.. ;)




Sabtu, 25 Februari 2012

Galeri Foto YEA 13 (Part 1)

1. Dongeng In'am - Communication Skill


2. Packaging - Selling Competition


3. The Winners - Creative Promotion


4. Bazaar - Praktek Entrepreneur Lapangan


5. Silhoutte of Simon - Pra Home Business

Jumat, 24 Februari 2012

Business Plan

Begitu Home Business selesai, kami ditugaskan untuk membuat Business Plan, yaitu perencanaan bisnis yang akan kami buat selepas dari YEA *materi Business Plan bisa dipelajari dalam YEA Virtual Modul 5. Meski diberi waktu beberapa hari (yang sebenarnya cukup), saya masih sulit membayangkan bisnis apa yang ingin saya buka. Sempat mau bikin tempat makan bekerjasama dengan pembimbing PEL saya, tapi modalnya gedeee banget dan saya nyerah *jangan ditiru*:p

Akhirnya saya explore minat saya yang lain: bisnis online. Pengen jualan online tapi gak tau produknya apa. Pada akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan bisnis sahabat saya, Dina, yang akan melanjutkan bisnis aksesorisnya: Nyala.

Nyala di Gogirl terbaru yang edisi 7th Birthday. Cool..!

Saya menempati posisi Marketing, yang diberi tugas mengelola sosial media Nyala di blog, Facebook dan Twitter. Daaaaan.. surprise! Di blog-blog yang Nyala follow, di teman-teman Fb-nya Nyala, buaaanyaaak banget produk-produk kreatif yang lucu-lucu. Sukaaaaaa…!
Anyway, masih ingat kalimat ini?
Hello, I'm Sinta, 24 years old. Currently living in Bandung, Indonesia.
Love books, movies, behind the scene, and arts.
Itu adalah bagaimana saya mendeskripsikan diri saya di blog ini. Dibanding books, movies, dan behind the scene, arts adalah sesuatu yang jarang (atau hampir ga pernah) saya bahas. Sejauh ini saya masih sebagai penikmat memang. Penikmat gambar yang bagus, penikmat benda-benda dengan desain unik, penikmat foto & film yang artistik. Dan dari Nyala, surga banget deh dapet link-link blog/ fb yang menampilkan segala hal yang kreatif itu.

Doakan ya, semoga bisnis ini lancar. Harus serius ni di sini. Ga bisa main-main coz menyangkut masa depan *sok iye*.

Buat teman-teman yang suka aksesoris handmade dan gak pasaran, langsung aja follow Nyala di:
Fb : Nyala Hujannyala 2
Fan Page : Nyala
Twitter : @hujannyala
Keep Shining! 

Senin, 20 Februari 2012

Dari Home Business: Kecab Ijo

Home Business (Hombis) merupakan suatu kegiatan praktek di Young Entrepreneur Academy (YEA) dimana siswa belajar menentukan dan membuat produk, mengemas, memasarkan, hingga membuat laporan keuangan.

Kecab Ijo (Kentang Cabe Ijo) adalah salah satu dari tiga produk Home Business YEA Batch 13 selain Pendekar Makaroni (Juara 1) dan Kacang Telur Pedas Arachis (‘Juara’ 2). Ya, Kecab Ijo memang menempati ‘juara’ ketiga.

Kecab Ijo yang sempat dinamai Kentang Galau ini adalah makanan pendamping nasi yang konon kalau di Bandung lebih populer dengan sebutan kentang mustofa. Kentangnya berbentuk stik tipis yang dibumbui. Kecab Ijo versi awal cukup enak apalagi kalau ditambah teri dan kacang tanah *berkhayal*. Huehehehehe…

Di tiga hari pertama Hombis, Kecab Ijo mendapat masalah pelik yang seolah tak ada solusinya: dalam kemasan, kentangnya melempem dalam waktu tak lebih dari 24 jam! Bagian marketing jadi sulit menjualnya dan justru menderita kerugian. Karena tak menemukan solusi, mereka sempat ingin berganti produk. Sayangnya, YEA tidak mengizinkan. Peraturan tetap peraturan, dilarang mengganti produk di tengah Hombis.

Satu minggu berjalan, YEA mengadakan review. Tiga kelompok mempresentasikan progresnya masing-masing. Mulai dari pencapaian target produksi & penjualan, hingga kendala-kendala apa saja yang dihadapi.

Kecab Ijo yang saat itu tampak madesu (:p), mendapat masukan dari kelompok lain. Saya lupa detilnya (dan gak ngerti juga sih). Intinya, ada yang memberi saran bagaimana mencegah kentang melempem meski dimasukkan dalam kemasan plastik. Tim Kecab Ijo menampung semua saran dan berjanji akan mencobanya.

Beberapa waktu kemudian…

Jreng jreng..!



Wujud Kecab Ijo berubah. Secara tampilan, jadi lebih ‘ciut’ tapi jauh lebih kering. Gak terlihat berminyak seperti sebelumnya. Teksturnya lebih renyah. Rasanya enak dan gurih. Bagi saya, dibanding dua produk lain, Kecab Ijo adalah sang juara dari segi rasa.

Penjualan Kecab Ijo pun meningkat. Bahkan di sebuah seminar dimana tiga produk Hombis YEA 13 membuka stand, penjualan Kecab Ijo lebih banyak dibanding Arachis! Waow.

Satu minggu setelah review YEA itu, Hombis berakhir. Meskipun penjualan membaik, dibanding produk lain omset Kecab Ijo tetap berada di peringkat paling bawah, yang menurut saya lebih dikarenakan permasalahan internal (SDM). Produknya sendiri sudah cukup baik.

Setelah Hombis, tak ada kewajiban untuk melanjutkan produksi. Namun, Kecab Ijo ternyata masih banyak yang mencari. Akhirnya Kecab Ijo melanjutkan produksi berdasarkan pesanan. Itu pun dengan syarat “tukang masak”nya (sebut saja namanya Dina) lagi mood dan ada waktu luang.

Pernah Dina membawa 6 bungkus Kecab Ijo yang udah dipesan. Ternyata itu kurang. Pesanan yang sebenarnya lebih banyak dari jumlah bungkus yang dia bawa. Belum lagi yang tidak memesan, ikutan mupeng melihat Kecab Ijo ‘berseliweran’ *halah, yang sayang sekali tidak bisa ia beli saat itu juga. Hihihi..

Inilah kenapa saya pernah nge-tweet, “Sumpaya ni makanan enak banget dan langka.” Yang udah mesen aja waiting list, apalagi yang belum mesen? J

Saya sangat berharap Kecab Ijo tetap eksis untuk seterusnya. Amiin.

Nah.. berhubung saya lagi ngidam Kecab Ijo dan akan gak efisien kalau Dina bikin 1-2 bungkus buat saya doang, gimana kalau teman-teman ikutan pesan dan nyicip? Dijamin enak! Kalo ga enak kasih saya aja biar saya yang abisin. Heuheu.

Go Kecab Ijo gooo…!

*Arachis murtad*

Kamis, 09 Februari 2012

Home Business (2)

Production

Minggu pertama semua anggota sibuk produksi. Mulai dari mengupas bawang putih, ngulek, menimbang bahan, mencampur adonan, sampai menggoreng. Gak pernah sekalipun bisa mencapai target per hari 80 tabung.


Ruang Produksi Arachis

Minggu kedua, kami merekrut tim produksi dua orang. Dengan bantuan orang yang lebih expert dan penggunaan blender untuk menggantikan ulekan (heuheu), kapasitas produksi bisa mencapai 200 bungkus per hari (!)

Packaging

Seperti yang sudah diceritakan di postingan sebelumnya, awalnya kemasan Arachis adalah tabung. Lalu kemudian diganti jadi plastik sablon supaya harganya bisa lebih murah. Menyablon plastik ternyata membutuhkan waktu beberapa hari. Jadi dalam masa peralihan *tsah, Arachis pake plastik + stiker.

Kami salah memilih orang untuk menyablon. Hasil sablonan gak sesuai harapan dan kami pun komplain. Jadi pelajaran aja sih..


Bagian packaging

Marketing

Sayang sekali penjualan kami tidak memenuhi target. Tapi setelah dievaluasi, banyak banget pelajaran yang didapat dari pengalaman ini. Antara lain:

1. Untuk produk baru, ga bisa seenaknya menentukan harga. Saat pricing, harus memperhatikan juga harga kompetitor dan “harga psikologis” konsumen (harga yang layak menurut konsumen).

2. Selera orang beda-beda *yaealaaaah

3. Dua minggu ini (ternyata) masih dalam masa riset, trial & error. Produk belum fix untuk disebarluaskan ke pasar.

4. Cara paling efektif untuk memasarkan produk seperti ini adalah melalui reseller dan membuka stand di event-event.

5. Cara paling tidak efektif (selama Home Business) adalah menitipkannya di warung karena cashflownya sangat amat lambat. Mencari warung yang tepat juga gak mudah.


Bagian Marketing lagi bantuin ngulek merica :))

Finance

Pencatatan keuangan gak terlalu bermasalah sepertinya. Maklum, dipegang oleh orang yang ahli: si cici. Hihihi..


Pemasukan, pengeluaran, belanja, HPP, utang, piutang, dll.

Berdasarkan laporan keuangan yang ia buat, net profit Arachis selama Home Business adalah... 13ribuan! Haaaa? Kok bisa? Hahahahaa... saya juga tidak mengerti pokoknya seperti itu lah. Total omset 2jutaan. Gak menang, pastinya. Dan kami jadi kelompok paling "bangkrut'! :))

Well, sejujurnya aku tidak puas. Terutama pada kinerja diri saya sendiri sebagai ketua. Tapi saya pastikan saya (dan teman-teman) mendapatkan "pelajaran". Oh iya dong, udah keluar duit buanyak banget, rugi dong kalau gak dapet ilmu dan pengalamannya. Betul tidak? :p *menghibur diri*

Akhir kata, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak pada rekan-rekan satu tim saya. Kalian semua keren banget. We had a good teamwork and I love you all *eaaaaa. Mohon maaf atas segala kekurangan. I'm sorry and thank you so much ;')


Pada penasaran ga sih sama muka-muka mereka? Hehehehe..

Here we are..

Dari bawah ke atas:
Tallia (Finance), Sinta (Director), Ripin (Packaging), Febri (Production), Chandra (Marketing)


NB:
Yang penasaran pengen nyicipin Arachis, bisa pesan via @Arachiss :)

Selasa, 31 Januari 2012

Home Business (1)

Tanggal 5-19 Januari lalu, YEA 13 mengerjakan proyek Home Business. Ini adalah praktek memulai bisnis. Di sini kami diminta menentukan produk, melakukan proses produksi, menentukan merek, logo, dan kemasan, memasarkan, hingga membuat laporan keuangan. Komplit!

Beberapa peraturannya:

1. Modal awal maksimal Rp. 500.000

2. Harus produksi sendiri (1 minggu pertama).

3. Boleh merekrut tenaga penjualan mulai minggu pertama. Boleh merekrut tenaga produksi di minggu kedua.

4. Wilayah penjualan terbatas hanya di Bandung raya


Target : Omset 8 juta dalam 2 minggu.

Kalau omset gak sesuai target, kelompok harus menyerahkan 50% omset ke YEA (25% untuk pemenang, 25% untuk panti asuhan)

Kalau omset mencapai 8 juta tapi ada kelompok lain yang beromset lebih tinggi, cukup serahkan 10% omset pada pemenang.


Satu kelas dibagi menjadi tiga kelompok. Saya beruntung satu kelompok dengan empat orang yang keren: Tallia (Finance), Chandra (Marketing), Ripin (Logistic & Design), dan Febri (Production).

Perkenalan kru nya udah. Sekarang lanjut ke 4P

PRODUCT

Febri mengusulkan beberapa ide produk. Dari pengalaman para senior, lebih baik membuat produk yang tahan lama dan gak cepat basi. Akhirnya setelah brainstorming, kami memutuskan membuat kacang telur pedas dengan merek Arachis. Arachis diambil dari bahasa latin kacang tanah: Arachis hypogaea. Ada tiga level kepedasan. Dari yang paling ga pedas sampai yang paling pedas berturut-turut level Semut Api, Phoenix, dan Naga :)



PRICE

Awalnya, kami mematok harga Rp. 15.000,- untuk 1 tabung Arachis dengan isi 120 gram. Ternyata, banyak yang bilang kemahalan. Kami pun berusaha menurunkan harga jual dengan menurunkan harga pokok produksi (HPP). Berhubung yang paling mahal adalah kemasan, kami pun mengganti tabung dengan plastik. Harga jual akhir pun menjadi Rp. 9000,-



PLACE

Arachis didistribusikan melalui reseller (Arachis Angels) dan beberapa warung dengan sistem konsinyasi.

PROMOTION

Promosi Arachis dilakukan dari mulut ke mulut, Facebook, dan Twitter @Arachiss. Kami juga mencetak poster.






Bersambung...

Next Post : Laporan Produksi, Packaging, Penjualan, dan Keuangan.


Selasa, 27 Desember 2011

Cashflow Game

Agenda kelas hari ini adalah bermain Cashflow Game! Keren banget permainannya. Game ini diciptakan oleh Robert T. Kiyosaki berkaitan dengan bukunya yang berjudul The Cashflow Quadrant. Kita belajar mengatur arus kas sebagai seseorang yang bekerja aktif, kemudian sedikit demi sedikit mengumpulkan passive income hingga nilainya lebih dari total biaya (pengeluaran) per bulan dan bergelar bebas finansial, terus “main-main” di investasi sampai kekayaan kita berlipat-lipat dan meraih impian. Cool!

Maaf foto agak blur karena blur adalah fitur *alibi* :p

Sekilas game ini mirip permainan Monopoli. Ada papan bermain, uang-uangan, melempar dadu, menjalankan bidak, pemberian gaji, transaksi dengan bank, kartu-kartu peluang dan pengeluaran (kalau di Monopoli ada Kesempatan dan Dana Umum). Bedanya, di Cashflow Game kita bisa punya anak (semakin banyak anak, pengeluaran bertambah :D), bisa di-PHK, dan kalau cerai uang kita ludes (saya ga ngerti apa hubungannya cerai dengan uang ludes. Udah jatuh tertimpa tangga pula itu mah yak. Ckckck…).
Cara ngumpulin uang? Ada gaji, saham, real estate, dan bisnis. Pinter-pinter lah kita mengalokasikan uang tunai yang kita punya untuk investasi. Siapa yang nanti pada akhirnya berhasil meraih impian atau mencapai pertambahan cashflow 50.000 dolar, maka dialah pemenangnya.

Juara pertama di kelompok saya. Kalau udah jadi milyuner dan bebas finansial, tidur pun uang tetap ngalir. Enak toh? Siapa mau? ;)
Dari lima orang pemain (dalam satu papan), saya meraih juara keempat! *jiaaaaaah. Hahahaha.. Eits, gapapa dong. Yang penting saya berhasil meraih impian saya: Menghadiri Festival Film Cannes! Cihuuuy!

Bidaknya berbentuk tikus. Di sebelahnya itu adalah keju untuk menandai petak impian kita :D. Btw, saya mau ke festival film di luar negeri bukan sebagai aktris yah. Tapi sebagai kru di balik layar. Penting tuh dicatet :p
Kata fasilitator, kami akan memainkan game ini lagi nanti setelah menerima materi Accounting for Business Owner (bisa dipelajari di YEA Virtual Modul 3). Siiip..!

Kalau kamu penasaran dan pengen nyoba game ini, main aja ke YEA, Jl Teuku Angkasa No. 26 Bandung. Ajak teman-teman kamu, sediakan waktu seharian dan uang 50ribu perak per orang *gubraaaks!* :p Eh tapi ini seriuuuus. Kalau tertarik, mention aja saya di twitter yak (@sintamilia), kita kopdar dan main bareng ;)

Seeya!

Sabtu, 24 Desember 2011

Praktek Entrepreneur Lapangan

Akhirnyaaaa...! Dua minggu sudah saya melaksanakan Praktek Entrepreneur Lapangan alias #PEL. Rasanya cukup senang. Cafenya nyaman, makanannya enak (makan hampir tiap hari di sini), pembimbing & all crew nya baik dan welcome, super fleksibel, dan tak kalah penting: saya dikasih nilai bagus! hohohooo...

Yang saya dapat dari PEL ini..
1. Awal mula membangun bisnis cafe. Jadi dulunya ini tempat nongkrong aja gitu, makanan pun seadanya. Makan-gak makan asal ngumpul. Tapi kemudian owner nya 'sesak napas' gara-gara gak ada profitnya. Mulai lah tempat ini diseriusin jadi tempat makan. Tentunya dengan tetap membuat suasana senyaman mungkin untuk nongkrong.

2. Proses bisnis cafe. Lumayan kompleks juga ternyata. Belanja bahan baku, atur shift karyawan, masak (menunya lebih dari 100!), melayani pelanggan, promosi, dsb. Tapi kayaknya asik. Tidak membuat saya membatalkan niat untuk bisnis di bidang ini (sejak kapan lo tertarik bisnis cafe, Sin? Heran gw)

3. Jadi admin twitter. Sang owner sekaligus pembimbing PEL saya menugaskan saya untuk mengurus twitter (karena selama ini gak ada yang ngurus). Saya dengan senang hati dong, secara lagi seneng-senengnya twitteran. Bahagia.. sekali ketika kerja online di cafe. Terus kalau gak ada pembimbing, saya bisa kabur *eh :))

Begitu PEL selesai, ada review di kampus YEA. Slide presentasi saya paling banyak dibanding yang lain, 44 slide! Heboh gak siy? Gak tau kenapa saya merasa perfeksionis sekali saat membuat slide itu. Apakah ini pertanda jiwa Ravenclaw saya mulai tumbuh? *halah.

Agenda berikutnya adalah..
- Bikin laporan PEL
- Menulis resume buku Cashflow Quadrant
- Hari Selasa masuk kelas dan akan bermain Cashflow Games seharian. Asiiiik!

Tapi sekarang,
mari liburan sebentar B-)





NB:
1. Sahabat saya di Batam tanggal 20 Des yang lalu melahirkan anak perempuan bernama Khansa.
2. Sahabat saya di Bandung tanggal 22 Des (hari Ibu) juga melahirkan anak perempuan, belum dikasih nama.


TTL: Bandung, 22 Desember 2012 :')
Owh I envy them!

Semoga mereka menjadi orangtua yang baik, mampu merawat dan mendidik putri pertama mereka itu hingga jadi anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat, negara, dan agama *tsaaah. Amiiiin.. :D



Sumber foto: saya curi dari twitpic ibunya :))

Jumat, 16 Desember 2011

Another Quick Update

1. Saya sedang melaksanakan Praktek Entrepreneur Lapangan (PEL) di sebuah cafe di Jatinangor. Tugas utama: admin twitter. Saya dulu pernah berkhayal, kerja sebagai penulis novel, nulis di cafe yang nyaman sambil online. Kegiatan PEL ini nyaris sama dengan khayalan itu, kecuali bagian "menulis novel" :P. Gapapa. Someday I will be. Someday.

2. Adik saya yang satu kosan dengan saya, keterima kerja di Jakarta. Huaaaa... saya gak bisa membayangkan berpisah dengannya. Nanti saya pinjem baju sama siaaappaaaa...?? *loh.

3. Saya pengeeeeeeeen banget nonton The Billionaire. Tapi di PEL ini harus masuk setiap hari. Bahkan hari Minggu itu wajib. Hiks.. kapan saya bisa nonton kalau gini caranya?

4. Orangtua saya ke Bandung! Hore! Mereka mengisi kamar kos saya dengan kulkas, cooler, dispenser, dan penanak nasi. Kamar jadi sempit banget dan terancam tagihan listrik bulan depan membengkak. Hahahaha... Nikmati saja. Alhamdulillah.. :) Plus, pastinya momen favorit saya: BELANJA BAJU!

5. Nemu satu blog baru yang recommended: www.namarappuccino.blogspot.com karya @ericknamara. Saya suka mengutip postingan "Sekeping Frase" dan men-tweet nya dengan hashtag namarappuccino. Check them out, guys! :D

6. Merasa harus ikutan penyusunan buku antologi Banceuy (Bandung Cendoler's Euy). Harus bikin cerpen atau puisi. Kayaknya sih lebih cepat dan lebih mudah bikin puisi. Doakan saya yah. Semoga dapet ide dan mood oke buat nulis puisi. Amiiin YRA.

7. Sahabat saya sebentar lagi akan MELAHIRKAN..! Waaaaooow *ikut deg-degan*

8. Sahabat saya yang sebentar lagi melahirkan gak cuma yang di Bandung, tapi yang di Batam juga! *double deg-degan* :D

9. Resolusi 2009 baru terwujud akhir tahun ini: punya domain sendiri! (sintamilia.com)

10. Resolusi 2011 ada yang belum terwujud. Gak mau dibahas. Trims :p


Sekian dan terima kamu apa adanya :D


Senin, 05 Desember 2011

Creative Promotion YEA 13: WE WON!

Creative Promotion adalah proyek kedua setelah Selling Competition. Satu kelas (17 orang) dibagi menjadi empat kelompok. Fasilitator membuka kesempatan untuk siapapun (kecuali yang sudah jadi ketua di Selcom) untuk menjadi pemimpin grup di Crepro ini. Empat orang teman saya mengajukan diri. Mereka berempat lalu hompimpa, dan memilih sendiri siapa saja yang mereka inginkan untuk jadi anggota timnya. Salah satu dari mereka, Ripin, menunjuk saya untuk bergabung. Well, makasih loh atas kepercayaanmu, Pin :)

Kami semua diberikan sebuah kasus nyata, tentang restoran Bali yang selama dua bulan terakhir sepi pengunjung. Kami diminta menganalisis usahanya dan membuat strategi promosi yang kreatif dengan (pura-puranya dikasih) budget 2 juta untuk masa satu bulan promosi. Kelompok yang menang akan dipilih oleh sang Manager resto dan hadiahnya makan bareng Pak Jaya Setiabudi (Owner YEA, penulis The Power Of Kepepet), terserah dimana. Hohohohoho... Boleh nih.

Singkat kata singkat cerita... KELOMPOK KAMI MENANG...! \^_^/


The Winners: (Kiri-Kanan) Sinta, Chandra, Ajus, Ripin

Sebenarnya sih, ide kelompok kami gak terlalu istimewa. Saya pribadi merasa data yang didapat masih sedikit dan kurang mendalam. Tapi kami (terutama saya) menomorsatukan efektifitas. Jadi kami rekomendasikan untuk optimalisasi sosial media dan membuat event untuk mengundang crowd. Eventnya pun lumayan asik (menurut saya): Bali Dance Performances! (gini-gini saya mantan penari Bali loooh ;p). Alhamdulillah sang owner ngasih nilai maksimal (5) masing-masing untuk poin Efektifitas & Kreatifitas ide. Yes!

Pengen cerita di balik layarnya nih.

Segera setelah proyek Creative Promotion diumumkan, saya menerima info kalau Hima Mankom (jurusan saya dulu) ngadain seminar Creative Digital Marketing. Pas banget! Saya pun merelakan kocek demi mencuri ilmu dari sana (dan memang beneran terpakai di crepro!).

Saya juga konsultasi dengan sahabat saya yang lumayan ekspert soal Advertising. Lumayan.. kepake juga idenya.

Tapi salah satu rahasia paling gedenya sih..
saya sudah pernah dikasih tugas kayak gini! Hahahahaha.. mata kuliah Komunikasi Konsultatif. Bikin strategi marketing juga, sampai begadang, sampai menginap di kampus. Lebih dahsyat, lebih susah dan lebih "ancur". Gagal banget waktu itu. Tapi cara dan proses berpikirnya ya sama. Produknya apa, cocoknya buat target pasar yang seperti apa, dan bagaimana mengkomunikasikannya biar sampai ke target yang dimaksud.

Tentunya gak dipungkiri, ilmu dari YEA-nya juga terpakai. Kritis banget fasilitator kami. Harus detail, harus jelas, harus kena sasaran, dsb. Lumayan bikin stres lah.

Senangnya, kelompok saya santai. Terutama karena ketua kelompoknya juga "slow". Di banding kelompok lain, kelompok saya yang durasi ngumpulnya paling sedikit. Hwkwkwkwkw. Bagi saya itu penting banget. Kenapa? Karena kuliah di sini sangat amat padat sampai-sampai susah ada waktu buat diri sendiri *aih*. Jadi kalau gak ngumpul kelompok, kan saya bisa refreshing gitu loh. Hohohohohoho...

Ngomong-ngomong tentang kelompok, saya dapat tim yang oke banget. Ada Ripin, sang ketua yanggood listener dan jago desain. Ada Chandra yang berwawasan luas dan kreatif buanget dapat ide "Yes We Ikan" dan "Ikan Perjuangan" (jangan tanya apa maksudnya. Cuma Allah yang tahu :D). Ada Ajus juga yang karena dari Bali, ngerti banget gimana narik anak muda buat ke Lounge & Bar nya tuh restoran. Kalian semua keren, guys! :bd


Intinya.. hari ini saya senang sekali. Siap-siap mimpi indah ah... Bakal ditraktir makan di mana ya.. hmm... :)

Oya, kalau mau belajar tentang materi promosi, bisa beli YEA Virtual Modul 2 ini ;)

Senin, 14 November 2011

Selling Competition YEA 13

Nama saya Sintamilia *halah!*. Saat ini saya sedang kuliah di Young Entrepreneur Academy (YEA) Bandung angkatan 13. Karena saya udah lulus S1, teman-teman mengira kuliah lanjutan saya ini setara S2. Salah besar! Saya tidak tertarik S2 dan sejak lama ingin kuliah yang memberikan ilmu praktis, ga cuma teori kayak di kampus yang sebelumnya.

Dulu yang sempat kepikiran adalah kuliah film di luar. Tapi prioritas hidup saya berubah. Saya jadi ingin pengusaha. Karena itulah saya memilih kuliah di sini, yang menjanjikan akan banyak praktek entrepreneurship.

Materi yang kami pelajari di awal adalah tentang selling alias penjualan. Mulai dari teknik komunikasi, kalibrasi, dan persuasi. Materi tentang selling skill bisa dipelajari di YEA Virtual Modul 1.  Sementara materi Communication Skill dan Negotiation Skill di YEA Virtual Modul 2.

Dan inilah praktek pertama kami, tepat sebulan sejak hari pertama kuliah. Yaitu: Selling Competition!

Satu angkatan (kelas) yang berjumlah 16 orang dibagi jadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberi modal 30kg cokelat (!) untuk dijual selama 5 hari. Untuk menjadi pemenang, barang harus habis terjual dan meraih omset terbesar. Hadiahnya: Omset tim yang kalah semuanya dikasih ke tim yang menang. Sesuatu banget kan? Hohohoho..

Coklat yang siap dijual

Tim pertama (yang menang) meraih pendapatan omset terbesar Rp. 8,762,000. Wow! Fantastis! Kelompok ini punya satu orang marketer hebat yang terancam ga makan sampe akhir bulan kalau ga menang. Hehehe. Gak heran dia “ngotot” harus menang. Semua orang yang dikenal di teleponin. Berani malu banget deh! Salut! Mereka memang pantas jadi pemenang.
Tim ketiga mendapatkan omset paling kecil, Rp. 3,266,000. Tapi saya paling iri dengan pengalaman yang mereka dapatkan. Kalau kelompok pertama banyak melakukan telemarketing, kelompok ketiga ini banyak turun ke jalan, menemui orang baru, mencari customer tak dikenal, sampai buka lapak ala kaki lima :D Challenging banget lah! KEREN!

Bagaimana dengan kelompok saya? Jangan tanya! Ancur paraaaaaahh!. Hwkwkwkwk. Yang jelas saya cukup puas mendapatkan omset Rp. 944,000 sendiri. Bagi saya itu prestasi banget.
Berhubung semua omset yang kami dapat diserahkan pada yang menang, bisa dibilang saya bangkrut (modal bikin packaging, komunikasi, & transportasi gak balik). Gak papa, bangkrut adalah sebuah pembelajaran. Bangkrut segitu mungkin ga seberapa dibanding “dunia nyata” nantinya. Jadi yah.. mari belajar ikhlas dan lapang dada J

Untuk merayakan keberhasilan kami semua yang meraih total omset Rp. 16,896,000, kelompok yang menang memutuskan untuk mentraktir teman-teman sekelas di Hanamasa. Horeeeee...!!! \^_^/
I love YEA 13 :*