Minggu, 30 Agustus 2026

Tentang Sakitnya Kakang

Sejak awal Juni lalu, Kakang bilang dia sering muntah di pagi hari saat ke sekolah.

Kadang sebelum naik angkot, setelah turun angkot, setelah makan MBG, setelah jajan, bahkan pernah 4 kali jadi selama di sekolah perutnya kosong. Ada batuk juga tapi batuknya hilang timbul. 

Udah ke puskesmas, cek darah, dikasih antibiotik, masih aja seperti itu.


Bulan Juli sempat ke IGD puskesmas karena asma, ingin di-nebu. Karena muntahnya masih ada, cek darah lagi, antibiotik lagi, ditambah antasida/domperidone/ranitidine, masih belum ada perubahan. Akhirnya aku minta dirujuk ke spesialis. Puskesmas pun lalu memberi rujukan ke spesialis anak.

Pertemuan pertama oleh SpA, katanya Kakang bronkitis kronis. Penyebabnya paparan asap rokok dan polusi udara. Muntah di pagi hari karena ada dahak. Dikasih cefadroxil syrup dan puyer.

Pertemuan kedua, katanya radang paru. Kudu vaksin PCV 900 ribu. Kaget dong, karena setahuku vaksin akan diberikan pada orang yang sehat agar tidak sakit. Ini Kakang masih sakit kenapa kudu divaksin?

Tapi yang lebih bikin kaget:

- Beliau bilang di pertemuan pertama dia udah infokan soal vaksin ini. DEMI ALLAH, BELUM! Aku sampai memastikan ke Kakang (pas udah di rumah) dan Kakang juga bilang tidak ada info vaksin sebelumnya.

- Katanya vaksin 3 bulan sekali, selama 6 kali. Kupikir 900 rb itu untuk 6x vaksin. Ternyata 1x. Jadi total tuh 900 ribu kali 6 😱 

- Aku nanya soal penurunan berat badan Kakang yang beberapa bulan lalu pernah sampai angka 40, dan sekarang 35 kg. Beliau bilang, karena usianya 11 tahun, batas minimal 26 kg. WHAAAAT? Kakang udah sekerempeng ini masih dianggap normal. Fix ga mau balik lagiiii! Diresepin cefadroxil kapsul dan vitamin B kompleks.

Kakang - Agustus 2025. BBnya sekitar 38 kg, berisi banget.

Kakang - Agustus 2026, 35 kg 😭


Mama menyarankan cari dokter Spesialis Paru aja dan bayar sendiri (ga pake BPJS) biar cepet. Dari hasil googling, nemu tuh di klinik Pranadia Medika.

Sempet galau mau ke Spesialis Paru atau Penyakit Dalam. Nanya ke admin WAnya, katanya karena udah ada diagnosa radang paru, ke paru dulu aja. Oke lah. 

Aku juga nanya soal biayanya. Katanya Spesialis Paru 150 ribu, Spesialis Penyakit Dalam 200 ribu, belum termasuk obat dan tindakan. Sip lah masuk budget.

Datanglah kami hari Jumat, 21 Agustus. Rame banget woy! Di ruang tunggu lebih dari sejam. Untung bocil ga rewel, cuma minta jajan mulu.

Suka banget sama layout kliniknya, banyak akses ke udara segar


Dihandle oleh dr.Riana, Alhamdulillah komunikasinya jauh lebih baik dibanding dokter anak. Beliau ngasih surat pengantar ke puskesmas biar puskesmas bikinin surat rujukan untuk rontgen pakai BPJS. Soal vaksin, bisa diberikan kalau nanti sudah sehat (kan aku betul!). Vaksinnya 1x setahun. 

Tagihannya total 160 ribu (konsultasi 150 ribu, obat 10 ribu). 

Kami balik lagi ke Pranadia hari Rabu, 26 Agustus. Hari itu agak sepi. Dapat nomor antrian jam 16.06, jam 5an sudah selesai semua. Lanjut ke Bio Tamma untuk rontgen, sebelum maghrib udah di rumah. Beliau juga memberi rujukan ke dokter spesialis dalam. Luuuvv 💗 (kali ini ga bayar karena pakai BPJS). 


Kondisi Kakang sekarang : udah hampir ga pernah muntah lagi. Tapi masih suka nyeri perut tiap abis makan. Kadang mual dikit. 

Batuk masih ada sesekali dan tidak berdahak.

Sudah menghabiskan antibiotik, vitamin B kompleks, dan ranitidine. Tinggal Acetylcysteine, cetirizine, dan Seretide Diskus. 


Mohon doanya ya gais biar Kakang lekas sembuh. Aamiiin.. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar