Sabtu, 10 Desember 2016

Pengalaman Baik Bersama JNE Express? Banyaaaak ^^

Sebagai orang yang sudah hampir 4 tahun malang melintang di dunia OL Shop, mengirim barang dagangan sudah jadi kegiatan sehari-hari. Ekspedisi pengiriman sudah jadi partner super penting yang harus ada. Ya dong, gimana bisa jualan online kalau ga pakai ekspedisi? Kecuali kalau target pasarnya orang sekampung yang barangnya bisa kita antar sendiri. Kalau saya kan kirimnya ke seluruh Indonesia. Ke luar negeri juga pernah.

Ekspedisi pengiriman yang paling sering saya gunakan adalah JNE Express. Kenapa? Well, di postingan ini saya akan ceritakan berbagai pengalaman baik saya dengan JNE yang menjadi alasan mengapa saya tetap setia padanya *uhuk


COUNTER JNE DIMANA-MANA

Saya pernah belajar bisnis di daerah Dipati Ukur, Bandung. Kalau mau ke JNE bisa jalan kaki. Saat itu kosan saya di Jl. Jalaprang (masuk dari Jl. Surapati). Jalan kaki juga ke JNE terdekat.

Bulan Ramadhan lalu, saya tinggal bersama orangtua dan adik-adik di rumah kakaknya mama di Taman Kopo Indah. Persis di belakang rumah ada counter JNE. Perlu kirim barang? Tinggal jalan kaki.

Saya seneng banget dengan keberadaan counter JNE yang banyak dan mudah ditemukan. Hal ini bikin pengiriman barang jadi menyenangkan. Ga harus pergi jauh. Ga harus keluar ongkos. Love it!

Mulai menyambangi JNE setiap hari (Senin-Jumat) itu saat saya bekerja di sebuah toko online yang berkantor di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat. Kantor saya dan counter JNE beda Tatar (semacam Cluster). Kalau jalan kaki jauh. Tapi naik motor sih 5 menit doang. Heuheu..

BISA PICK UP

Toko online tempat saya bekerja tergolong baru. Di beberapa bulan pertama, rata-rata kirim 5-10 paket sehari. Semakin lama, semakin banyak paket yang harus dikirim. Untunglah JNE Cihampelas Cililin ternyata bisa memberikan layanan pick-up alias mereka yang mengambil paketnya di kantor kami. Kebayang kalau bawa puluhan bahkan ratusan paket naik motor. Heuheu..

Apalagi saat itu saya sedang hamil Kakang. Jadi lagi sangat mengurangi naik motor. Di kantor memang belum ada office boy yang bisa disuruh ngirim paket. So, dengan JNE yang mendatangi kantor, it was very helpful.

BEST CUSTOMER SERVICE

Saya pernah baca sebuah blog (lupa, tapi saya dapat dari googling). Sang penulis membandingkan beberapa ekspedisi pengiriman dan JNE mendapat nilai terbaik dalam hal Customer Service
Saya sepakat.

Di antara beberapa ekspedisi pengiriman yang saya gunakan, cuma dengan JNE ada komunikasi 2 arah (di luar counter). Misalnya dalam bentuk SMS yang menginfokan barang sampai, telepon dari kurir yang memastikan alamat dan no HP penerima sudah benar, hingga balasan email saat ada kesalahan pengiriman.

Ketika konsumen melaporkan barangnya belum sampai, misalnya. Gak melulu harus saya terus yang menghubungi JNE. Pihak JNE yang akan menghubungi saya kembali saat paket sudah terlacak. Lega deh..


BEST COUNTER IS...

Dari beberapa counter JNE yang pernah saya datangi, best counter jatuh pada... JNE Agen Kopo Sayati.

Jadi ceritanya, Ramadhan lalu saya tinggal di rumah Uwak di Taman Kopo Indah (TKI). Suatu hari, JNE TKI sedang tutup sementara. Karena perlu ngirim barang, saya pun googling dan menemukan alamat JNE Jl Kopo Sayati. Perjalanan naik motor kurang lebih 10 menit. Sampai di sana, saya takjub.

Tempatnya luas, ga ngantri lama, dan adminnya mengetik wus..wus..! Super cepat!

Pernah sekali saya masuk pintu sampai keluar lagi cuma makan waktu 5 menit. Lebay? Mungkin.
Saya sampai heran sekaligus senang.

Gimana enggak, biasanya di counter JNE lain selalu antri. Ramadhan itu orderan lagi banyak-banyaknya. Dan yang punya OLshop bukan saya aja kan. Saya sering tuh liat orang lain bawa banyak paket.

Saya tanya ke admin jam buka JNE Kopo Sayati. Katanya sampai jam 12 malam. Haaaaa?
Mantap tuh, berarti masih bisa packing-packing setelah sholat tarawih. Hehehe..  


KERJASAMA DENGAN MARKETPLACE FAVORIT

Sekarang saya sudah resign jadi karyawan dan jualan online sendiri di rumah. Selain di Instagram, saya juga jualan di sebuah aplikasi marketplace. Marketplace favorit saya ini punya program free ongkir bekerjasama (hanya) dengan JNE.

Buat saya sebagai penjual, sebenarnya jualan di marketplace itu lebih beresiko. Kenapa? Uang pembeli masuk rekening bersama. Saya tidak akan menerima pembayaran kalau pembeli tidak menerima barang. Dalam hal ini, kalau terjadi masalah dalam pengiriman, skenario terburuknya adalah barang hilang + saya gak dapat duit. Double rugi. Jangan sampai terjadi ya Allah T_T

Untunglah sejauh ini gak pernah ada masalah dalam pengiriman dengan JNE.
Makasih ya JNE :')

Pengiriman cepat oleh JNE



HARI BEBAS ONGKOS KIRIM

Hari Jumat siang tanggal 25 November lalu, seorang adik kelas saya waktu kuliah dulu, Silpi, menghubungi saya karena kepincut dengan salah satu foto dress yang saya upload di Facebook. Ia ingin membelinya.


Dress yang membuat Silpi jatuh hati

Saya lalu menghubungi Teh Wiwi, agen Jakarta tempat saya sering memesan dress. Iya, untuk produk ini saya memang dropship. Teh Wiwi bilang kalau dress itu sudah dikirim dari produsen dari Tasikmalaya, namun belum sampai di tangannya.

Mengetahui hal itu, saya jujur katakan pada Silpi kalau barang belum ready dan insya Allah baru bisa dikirim hari Senin (28 November). Silpi tidak mempermasalahkannya. Saya pun lalu memberikan total tagihan plus ongkir JNE Reg.

Ternyata Teh Wiwi menerima paketnya malam itu (jumat). Sehingga ia bisa mengirim ke Silpi keesokan harinya, Sabtu 26 November 2016 yang bertepatan dengan Hari Bebas Ongkos Kirim (HARBOKIR) yang digelar JNE dalam rangka ulang tahun JNE ke-26. 

HARBOKIR ini diselenggarakan tanggal 26-27 November 2016. JNE membebaskan ongkos kirim dalam kota di 55 kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta tempat Teh Wiwi dan Silpi tinggal.
 
Informasi lebih lengkap tentang HARBOKIR bisa dilihat di sini

Teh Wiwi sebagai pihak pengirim mengonfirmasi bahwa benar ongkos kirim kepada Silpi adalah GRATIS. Bahkan oleh pihak JNE dikirim dengan layanan YES (Yakin Esok Sampai) senilai Rp. 18.000,-
Mungkin kalau Silpi memberikan alamat kosan, paketnya akan sampai hari Minggu. Namun karena Silpi menggunakan alamat kantor, ia menerima paketnya hari Senin.







Ceritanya saya salah ngasih total tagihan. Silpi jadi kelebihan transfer 10 ribu. Saya juga kembalikan ongkir yang telah ia bayarkan sebesar 9 ribu. Sebagai mantan anak kosan, saya mengerti sekali 19 ribu itu berharga. Buat beli sebungkus mie instan dan sebutir telur juga masih kembalian toh? Hahahaha
#perhitungan

 Itulah beberapa pengalaman baik saya dengan JNE.

Sebagai penutup, saya mau ngasih pesan untuk pembaca yang baru mulai jualan online:


Jangan Senang Dulu

Saat ada orang yang menghubungi dan tanya-tanya tentang produk, jangan senang dulu.
Belum tentu dia beli.

Saat ada orang yang sudah memilih suatu produk dan menanyakan nomor rekening, jangan senang dulu.
Belum tentu dia transfer.

Saat ada orang yang transfer, hmm.. bolehlah senang sedikit.
Tapi proses jual beli belum selesai.

Kamu boleh senang,
saat pengiriman lancar tanpa kendala
Konsumen telah menerima barangnya.
Ia puas.
Tidak ada complain,
apalagi return,
apalagi refund.


Teruntuk para staf dan kurir JNE yang sudah membantu saya mengirimkan barang ke konsumen dengan aman, saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya.

Mungkin saya belum bisa mengucapkannya secara langsung dan tatap muka. Tapi kalau teman-teman crew JNE membaca ini, percayalah berkat kalian saya semakin percaya diri untuk terus jualan online. Inilah cita-cita saya, berpenghasilan dari rumah. Tanpa kalian, saya tak mungkin bisa :')
#kemudianbaper

Selamat Ulang Tahun ke-26, JNE Express
Sukses Selalu..


http://www.pungkyprayitno.com/2016/11/punya-cerita-baik-bersama-jne-ayo-tulis.html