Tampilkan postingan dengan label Awan Arsyad Nugraha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Awan Arsyad Nugraha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Agustus 2026

Tentang Sakitnya Kakang

Sejak awal Juni lalu, Kakang bilang dia sering muntah di pagi hari saat ke sekolah.

Kadang sebelum naik angkot, setelah turun angkot, setelah makan MBG, setelah jajan, bahkan pernah 4 kali jadi selama di sekolah perutnya kosong. Ada batuk juga tapi batuknya hilang timbul. 

Udah ke puskesmas, cek darah, dikasih antibiotik, masih aja seperti itu.

Selasa, 10 Mei 2022

Tentang Kakang: Puasa Pertama, Lebaran & Khitanan

Tahun lalu saya mulai mengenalkan Kakang tentang puasa. Pada pelaksanaannya sih, bisa dibilang gak bener lah. Heuheu. Misalnya nih:

- Gak pake niat

- Tidur larut malam, ga sahur.

- Bangun siang jam 10

- Pas azan dhuhur jam 12, berbuka puasa. Wkwkwkwk

Puasa apaan tuh cuma 2 jam ye kan.

Jumat, 22 Mei 2020

ANJING!



Kakang sedang main game di laptop ketika kami mendengar dia berseru, "ANJIIIIIING!"

Semua orang kaget.

"Kok Kakang ngomong gitu?" tegur saya dengan nada dibuat se-selow mungkin.

Sementara itu Abinya langsung menghampiri Kakang. Dia tidak ngomong apa-apa. Tapi sepertinya melakukan sesuatu pada Kakang yang membuat Kakang membela diri, "Ini ada anjing beneran!" dan 10 detik kemudian Kakang menangis.

"Hei, kenapa Kang? Kok malah nangis?" tanya saya.

"Aku tuh bukannya ngomong bahasa (kasar).." jawabnya sambil berderai air mata.

"Oh gitu. Heuheu.. Yah, begitulah Kang kalau di tanah Sunda. Kalau kita di Medan mah engga apa-apa."

Om nya Kakang juga tertawa dan menimpali, "Kalau di Batam, ga ada yang peduli."

"Lain kali kalau ngeliat anjing, bilang aja 'It's a dog!' gitu ya Kang.." tutupku.

---

Kata "Anjing" di tanah sunda itu unik pemaknaannya.

Kalau dikatakan oleh anak kecil, maka anak itu akan dicap tidak sopan, kurang ajar, bahkan bagi yang didikannya ekstrim, mulut si anak bisa dijejali cabe. 

Tapi kalau anak tsb laki-laki, berusia di atas 15 tahun, mengucapkan kata anjing (pada temannya, bukan pada hewan), maka itu adalah tanda keakraban. Contohnya, "Si anjing!" atau agak diperhalus jadi, "Si anying, dasar!"


Menjadi dilema bagi saya yang sehari-hari berbahasa Indonesia dan menganggap bahwa sah-sah saja kalau Kakang menyebut binatang berkaki 4 pemakan tulang ini sebagai anjing. Silakan cek di KBBI, Kakang menggunakan bahasa yang benar.

Saya memang tak pernah mempermasalahkan Kakang saat dia menyebut kata anjing, selama yang ia maksud memang hewan anjing. Toh Kakang tidak pernah mengumpat.

Yang gak boleh itu kan mengumpatnya toh?

Tapi ya sudahlah..

Pepatah bilang, dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Jadi Kang, next time kamu melihat anjing, bilang aja dalam bahasa sunda "Gog-gog!" atau english sekalian ya. Heuheu


Pict by Canva



Selasa, 23 Juli 2019

Hari-Hari Pertama Kakang Sekolah

Senin, 15 Juli 2019



Terharu rasanya melihat anak yang selama ini bermain dan belajar sama saya, sekarang mulai bersekolah :')

Jumat, 07 September 2018

Kakang 3 Tahun 10 Bulan

Minggu depan Kakang akan menginjak usia 3 tahun 11 bulan. Jadi sebenarnya postingan ini agak-agak telat. Gpp lah yaa..

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali toh?

So, ini dia perkembangan Kakang di usia 3 Tahun 10 bulan.

Selasa, 17 Juli 2018

Celetukan-Celetukan Kocak Kakang

Tanggal 15 kemarin Kakang menginjak usia 3 tahun 9 bulan. Alhamdulillah sehat, masih bawel dan masih romantis banget sama ibunya. Heuheu

Di sini saya mau cerita celetukan-celetukan Kakang yang kocak. Berhubung copas dari status FB, jadi yang temenan di FB saya mungkin udah tahu :D


#Kakang3y6m

TIDAK MUNGKIN!

Kakang lagi suka ngomong "Masak sih? tidak mungkin!"
Contoh:
Ummi : Ummi keluar dulu ya bentar. Kakang di sini sama Enin.
Kakang : Iya. Tapi Eninnya mana?
Ummi : Ada di teras
Kakang : Masak sih? tidak mungkin!
---
Pas lagi ada gambar orang main tali.
Ummi : Kakang inget ga dulu Kakang pernah main tali?
Kakang : Masak sih? tidak mungkin!
😑😑😑





KAKANG SEMBELIT

Pas lagi ngasih Kakang pepaya,
Ummi : Pepaya ini bagus Kang. Biar gak sembelit.
Kakang : Huum *ngunyah
Ummi : Tau ga sembelit itu apa?
Kakang : Huum *ngangguk2
Ummi : Sembelit itu, ee nya gak keluar-keluar
Kakang : Enggak. Kalo ee gak keluar keluar itu... NO GO OUT!


KAKANG SEMBUH DARI SEMBELIT

Ini dia ngomong random banget, ga ada angin ga ada hujan, ga ngomong apapun sebelumnya. Tahu-tahu bilang,

"Terimakasih ya Allah, sudah bikin aku tidak sembelit lagi.."

#Kakang3y7m

ABIS NONTON DORA

Lagi menghadapi labirin..

"Ummi, kalau kau melihat jalan buntu, katakan.. BUNTU!"



SUDAH KUBILANG

Kakang meniru dialog dari Detektif Peet
Kakang : Baba, sudah kubilang kau jangan main-main..
Ummi : Kakang, sudah kubilang kau jangan nonton terus..
Kakang : Ummi, sudah kubilang kau jangan chatting terus..



KAKANG LAKI-LAKI

Saya menemukan Kakang sedang menonton sesuatu yang kelihatannya seperti video game makeup-makeup an (apa sik istilahnya)
Ummi : Kang, itu buat perempuan..
Kakang : Hm? Buat Kakang?
Ummi : Bukan. Kakang kan laki-laki
Kakang : Huuh, tapi aku tidak kuat..
?? 😅

Mungkin menurut Kakang laki-laki itu = kuat. Karena biasanya kalau dia lagi kesakitan saya selalu bilang, "Kakang kuat. Kakang kan laki-laki."

Kakang : Aku perempuan
Ummi : HAHAHAHAHAHA.. Kakang emangnya tau perempuan itu apa?
Kakang : Ga tau.
Xixixixi
Sudah kuduga. Bagaimana ya jelasin ke Kakang apa itu perempuan?
mikir..
mikir panjang..
lalu
AHA!
Ummi : Kang, perempuan itu ga punya nanut
Kakang : Haaa? Aku ga suka ga punya nanut..


SINDIRAN

Kakang main agar-agar sampai berserakan di playmat. Saya membersihkannya.
Ummi : Bagooooos. Bagooooosss..
Kakang : Itu tidak bagus, Ummi.
Ummi : Ini namanya sindiran Kang.
Kakang : Apa itu sindiran?
Ummi : Sindiran itu, ketika Ummi bilang bagus padahal maksud Ummi tidak bagus.
Kakang :???

BELI KUOTA GAMPANG

Ummi : Kakang mah streaming terus. Liat nih kuota Ummi jadi abis deh 😢
Kakang : Ummi kan bisa beli kuota lagi?
😱😭



#Kakang3y8m


KAKANG LAGI KERJA

Ketika Kakang asyik megang hape dan mendadak hapenya mati kehabisan baterai,
Kakang : Heh hape! Jangan mati! AYO NYALA LAGI! CEPAAT!
Ummi : Ga usah marahin hape. Dia ga akan nyala dengan cara dimarahin..
Kakang : Tapi aku lagi kerjaaaa
Ummi :...
Yeah right, jadi udah berapa customer yang kamu balesin chat WA nya Kang? 



TEH KOTAK VS AYAM GORENG

"Mi, ayam goreng ini lebih enak daripada Teh Kotak.."

Kang, itu perbandingannya gak apple to apple tauuuk



ISTRI KAKANG

Pertama kalinya saya mendengar Kakang mengucapkan kata istri adalah pas Kakang lihat suatu scene sinetron.

Kakang : Mi, lihat itu kasian istrinya meninggal..
Ummi : O gitu? Kalau Kakang istrinya mana? 😁
Kakang : Istri Kakang? Ummi..
Ummi : HAHAHAHAHA
Kakang : Kalau Bapaknya Kakang, Abi..
Ummi : Betul bapaknya Kakang itu Abi. Tapi kalau Ummi mah istrinya Abi, bukan istrinya Kakang..
Kakang : Istri Kakang jugaaa
Ummi : Wkwkwkwkwk
Dah ah ga usah dilanjutin. Udah kebayang kalo obrolannya dilanjut, bakalan kayak gini..
Ummi : Kakang tau gak istri itu apa?
Kakang : Gak tau
Ummi : Istri itu adalah perempuan yang Kakang nikahi
Kakang : Nikahi itu apa?
BHAY!



PENGALAMAN DALAM PERUT 

Di Fb ada seorang ibu yang cerita kalau anak balita(?) nya bisa mendeskripsikan memorinya saat masih dalam kandungan. Saya jadi penasaran apakah Kakang juga ingat.
Umi : Kakang inget gak sih waktu ada dalam perut Umi?
Kakang : Iya
Umi : Bagaimana rasanya di dalam perut Umi?
Kakang : Aman
Umi : 😂😂😂
Kakang : Tapi aku takut...
Umi : Kenapa?
Kakang : Karena ada monster
Umi :???
Umi : Apakah Kakang merasa sempit?
Kakang : Iya. Aku melihat tulang Umi
Umi : O yaaaaaaa?
Kakang : Dan juga otak
Halah ngaraaaaaang 😅
mau



MAUNYA PIPI UMI

Nasib punya anak balita. Mau maskeran aja susah.
Kakang : Umi, tolong dong itu putih-putihnya diilangin. Kakang mau cium pipi Umi..
😅
Padahal baru juga beberapa menit. Belum kering betul. Udah dibilang nanti aja, tetep keukeuh.
Saya coba mengulur waktu.
Umi : Kenapa Kakang pengen cium pipi Umi?
Kakang : Karena Kakangnya gemeeeess
Umi : Cium tangan Umi aja nih *sodorin tangan
Kakang : Heuheu. Pipi Umiii
Umi : Cium perut Umi?
Kakang : Pipi Uuumiiiiiii
Umi : Cium kaki Umi *sodorin kaki 😂
Kakang : Piiiipiiiii Uuuumiiiiiiii....
Baeqlah, sebagai ibu yang baik, saya ngalah. Saya bilas wajah sampai bersih, lalu menerima lima kecupan di pipi dari Kakang. Alhamdulillah 😇
Lesson learned : Kalau mau maskeran pas Kakangnya bobo ajah. Oke sip.


6=3+3


Abi membelikan Kakang Bobo Junior. Kakang senang sekali dan semangat mengisi lembar aktivitasnya.

Pas nyampe bagian menghitung balon udara..

Kakang : Umi, ini jawabannya apa? 


Umi : Lima tambah satu berapa?

Kakang : Enam

Umi : Betul

Kakang : Tapi kan enam itu tiga tambah tiga. Kok ini lima tambah satu?

Umi : 🙄🙄🙄

Selasa, 20 Maret 2018

So Good Nugget Ayam favorit Kakang


Jujur saja, bagi saya menyiapkan menu makanan untuk balita susah-susah gampang. Entah kenapa. Padahal saya dan suami tipikal pemakan apa saja, atau lebih tepatnya apa yang ada. Huehehehe..

Maunya kan apa yang dimakan ortu, itu pula yang dimakan Kakang (3,5 tahun). Sayangnya lidah Kakang suka agak ‘beda’, yang membuat saya harus memutar otak hanya untuk menentukan menu yang Kakang sukai.

Rabu, 21 Februari 2018

Kakang 3 Tahun 4 Bulan



Alhamdulillah sampai di usia ini Kakang masih sehat dan kelucuannya belum memudar. Huahahaha

Tau kan ya, orang-orang kan suka ngomong ke anak bayi, "Udahlah jangan gede. Biar lucu terus kayak gini..". Ngerti sih maksudnya. Tapi kalau dibayangkan beneran, buat saya sih horor banget. Apa jadinya kalau anak bayi ga tumbuh besar, kayak gitu terus selamanya? HOROR!

Beberapa catatan saya tentang Kakang saat ini:


Senin, 15 Januari 2018

Hal Tak Terduga Saat Main di Miniapolis Zone PVJ Bandung

Jadi ceritanya beberapa waktu lalu ada lomba blog Traveloka. Saya ikutan selain untuk meramaikan juga tergiur voucher senilai 75 ribu untuk 50 pendaftar pertama tiap kategori. 

Pas saya cek, satu-satunya kategori yang belum mencapai 50 peserta adalah Attraction & Activites. Ya sudah, saya nulis untuk kategori itu. Eh, bener dong dapet voucher. Hanya saja, saya kira vouchernya bisa untuk pesan tiket hotel. Kan saya pengen nyobain staycation. Ternyata vouchernya hanya bisa untuk pesan tiket sesuai kategori. Akhirnya saya putuskan untuk Kakang main playground indoor aja. Pilihan saya jatuh pada Miniapolis Zone, Paris Van Java Bandung.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kakang 3 Tahun, YEAY

OMG..

Kerasa banget waktu cepat berlalu. Perasaan kemarin dia masih nenen, masih merangkak-rangkak, sering jatoh saat belajar jalan, pernah sampai benjol 3 di kening. Huahahahahaha

Sekarang? Wuiiiih..

I'm so proud


Sabtu, 29 Juli 2017

Kakang 2 Tahun 9 Bulan : Perjuangan Mengurangi Screen Time

Kakang tuh dulu tiada hari tanpa youtube-an di HP saya.

Apaaaa? Batita udah dikasih main HP?

Ya, ya, saya tahu itu sebaiknya tidak dilakukan. Tapi gimana yah, bukankah itu yang paling mudah membuat anak tenang? *plak!

Tenang, saya bukan ibu yang membiarkan dia main HP berjam-jam sepuasnya kok. Kenapa? Ya karena HP saya cuma 1 dan saya perlu banget buat jualan online Sis. Jadi saya lumayan sering rebutan HP dengan Kakang dengan bilang, "Ummi pinjam dulu ya HP nya. Lihat nih ada yang mau beli bajuuu.."
kemudian Kakang nangis kejer sampai nenek kakeknya pada heboh, "Kakang kenapaaa..?"
Saya jawab aja santai, "Rebutan hape sama umminya.." heuheu

Saya biasanya memilih video yang menurut saya bagus dan edukatif untuk Kakang di Youtube, mendownloadnya, sehingga kalau Kakang ingin nonton langsung saja saya sodorkan list dalam album offline

Tapi itu dulu.

Sekarang jemari Kakang sudah terampil geser-geser, scroll-scroll, tak hanya memilih video di album offline tapi juga dia udah bisa nonton STREAMING.

OH NO!

Awal-awal sempat saya biarkan. Saya pikir, ah tar kalau habis kuota beli kartu perdana aja yang kuotanya (konon?) lebih murah.

Sampai suatu ketika saat tanggal tua (baca:bokek) kemudian kuota habis, saya pun baper. Gak bisa gini terus nih. Kalau kuota habis dan ga ada duit buat beli, kasihan dong para customer yang nyariin saya *aih

Akhirnya saya bertekad: Kakang harus berhenti nonton di HP saya!

Berhentinya langsung total, gak bertahap seperti saat saya menyapihnya.

Baca : Berhasil Menyapih dengan Brotowali

Saat dia bilang, "Mi, Kakang boleh nonton HP Ummi?"

Saya jawab tidak.

Ia sempat merengek. Tapi saya bergeming.

Untungnya sih ga sampai tantrum atau nangis kejer. Hari pertama dia sempat 3x minta HP tapi saya tolak terus. Hari kedua dia minta sekali, saya tolak lagi. Hari ketiga dan seterusnya dia gak minta HP saya lagi. Mungkin dia mulai mengerti.

Udah gitu doang. Ga seru amat ya dramanya? Hihihi
Tapi buat saya ga semudah itu. Bagian paling berat adalah agar Kakang tidak tertarik dengan HP saya, saya pun harus berusaha agar Kakang tidak melihat saya main HP mulu. Ini beraaaaat.

Kadang saya harus sembunyi. 
Kadang saya chatting dengan konsumen dengan HP ditutupi bantal. 
Kadang mengecek HP di rak atas, dimana masih terjangkau tangan saya tapi gak terjangkau mata Kakang.
Kalau Kakang ngajak main, saya harus segera 'lompat' dan melepaskan HP.

Tapi endingnya menyenangkan karena saya ga manyun lagi soal kuota :))


Terus sebagai pengganti main HP, Kakang ngapain?
Nonton di laptop * jiaaaah screen time lagi dong!

Tapi di laptop itu koleksi videonya membosankan, plus udah kebanyakan data (atau mungkin keberatan aplikasi) sehingga lemoooot banget. Jadi kalau Kakang lagi nonton, loadingnya lama dan suka macet di tengah-tengah kayak nonton dari CD bajakan.  
Ngeselin kan? Kalau Kakang udah kesel langsung saya matikan dan singkirkan aja laptopnya. Alihkan dengan kegiatan lain.


Kalau soal menonton, sebenarnya paling enak tuh nonton TV. Ga pake kuota, ga macet-macet, bahkan kalau ada iklan pun Kakang udah bisa maklum dan menunggu dengan sabar. Sayangnya (dan untungnya) pilihan tontonan dia sangat terbatas. Cuma Ipin-Upin, Shaun The Sheep, dan Tayo. Praktis Kakang paling cuma nonton TV pas pagi setelah mandi dan sarapan, serta sore menjelang maghrib.

Tapi someday saya ingin kami hidup tanpa TV.


Anyway, enaknya ngasih aktivitas apa ya untuknya sebagai pengganti screen time? ada ide?


Senin, 24 April 2017

Kakang Usia 2 Tahun 6 Bulan

Alhamdulillah.. Kakang menginjak usia 2,5 tahun dengan sehat, ceria, aktif, dan cerewet. Heuheu..

Baca juga yang sebelumnya : Kakang di Usia 2 Tahun 4 Bulan


Beberapa poin yang menurut saya 'sesuatu' adalah..

Tentang Toilet Training (TT)

Kalau ngeliat pengalaman orang lain, ada yang mulai toilet training sebelum anaknya usia 1 tahun (WOW). Ada juga yang santai mulai usia 3 tahun. Ya.. sah sah aja sih. Terserah yang ngadain trainingnya. Kalau saya pribadi, merencanakan mulai TT saat Kakang sudah menguasai 2 keterampilan ini:
1. Mengerti instruksi, termasuk "Kalau mau pipis bilang ya!"
2. Mampu bicara "pipis" atau lebih bagus lagi, "Mi, Kakang mau pipis!"

Kenapa menunggu Kakang bisa bicara? Karena meskipun toilet training bisa dilakukan tanpa bicara (?), yaitu cukup dengan membawa anak ke toilet secara berkala, saya merasa lebih nyaman jika ada komunikasi 2 arah. Saya ingin TT adalah aktifitas 2 pihak. Bukan saya saja yang 'berjuang', tapi juga Kakang. Saya ingin Kakang terlibat dengan cara melapor kalau mau buang air. Kalau Kakang bisa lapor kan:
1. Saya ga usah pasang alarm satu jam sekali untuk membawanya ke toilet. 
2. Menghindari sia-sianya Kakang ke toilet padahal sebenarnya dia belum pengen pipis :D

Secara resmi Kakang mulai TT begitu selesai disapih (usia 24 bulan)

Baca : Berhasil Menyapih dengan Brotowali

Sooo.. 6 bulan berjalan, gimana progressnya?

Bulan-bulan awal lancar. Kakang mudah diajak kerjasama. Sekarang sudah jarang banget pakai diapers di siang hari. Kalau malam memang masih saya pakaikan diapers karena saya tak ingin tidur saya tidurnya terganggu.

Akhir-akhir ini entah kenapa malah kayak kemunduran. Kakang jarang laporan lagi. Musti saya tawarkan dulu, "Kang, pipis yuk!" barulah dia merespon "Ayuk!" kalau memang mau pipis.

Daaan.. beberapa kali pipis di celana. Aaargh sebaaaal T_T

Plus kalau mau pup dia sama sekali ga pernah lapor jadi tetap di celana.

#Sabaaaaarr

Satu hal yang tetap memotivasi saya adalah bahwa neneknya mendukung saya untuk TT. Beliau lah yang mendorong saya untuk mulai melepas diapers Kakang di siang hari. Beliau tidak pernah masalah dengan ompol dan pup di lantai. Gak pernah marahin Kakang untuk alasan apapun :')
Masih lebih galak saya deh ke Kakang mah. Heuheu

#PelukMamahMertua 


Tambah Fasih Bicara

Kakang menunjukkan kemajuan dalam kefasihan bicaranya.

Dulu : Gak leh!
Sekarang : Gak boleh!

Dulu : Akit
Sekarang : Sakit

Dulu : Akut
Sekarang : Takut 

Dulu : Alah
Sekarang : Salah

Dulu: Aku namanya Va!
Sekarang : Shiva! Shiva! Shiva!

Dulu : Gak au
Sekarang : Gak tau/ Gak mau

 
Sekarang juga Kakang udah mulai hafal lagu-lagu. Salah satunya yang lagi hits adalah lagu Wali. Saya gak ngajarin. Dia hafal karena tiap malam kakek neneknya suka nonton sinetron Dunia Terbalik yang pakai soundtrack ini:

Ada gajah di balik batu
Batunya hilang gajahnya datang
Aku tahu maksud hatimu
Diam-diam suka padaku

Kadang-kadang kami sengaja plesetin,
"Ada kakang di balik batu.."

nanti dia teriak, "Gajah! Gajah!" Hahahaha


Love you always, Kakang.. :*


Koko Bayi from IG @BajuKokoAnak









Minggu, 19 Februari 2017

Kakang di Usia 2 Tahun 4 Bulan

Kenapa ya susah sekali konsisten menulis tentang perkembangan Kakang di blog? Kirain kalau pindah ke Instagram bakalan bisa lebih konsisten karena ga usah nulis sepanjang blog. Nyatanya sama gak konsistennya. Huuaaaahh

Kali ini nulis di blog lagi lah biar blog ini gak kosong-kosong amat. *jiaaah

Sooo..
Tanggal 15 lalu Kakang tepat menginjak usia 2 tahun 4 bulan.

Bagaimana kabarnya Kakang di usia ini?

- Tinggi badan sekitar 83 cm. Berat badan.. hm.. batas minimal BB ideal lah T_T

- Sehat, aktif, dan semakin bawel. Alhamdulillah..
Bisa nyerocos mulu bahkan sampai tengah malam di saat semua orang udah tidur dan saya pun udah ngantuk.

- Kalimat terpanjangnya saat ini adalah, "Mi, (mo)bil (k)akang (m)ana? Kok ilang? (dikem)anain?"

- Pengaruh TV mulai terlihat. Akhir-akhir ini dia suka ngomong, "Aku (n)amanya (Shi)va!". Kayaknya kalau dia lebih gede lagi bakal niru omongan Shiva yang ini, "Jangan panggil aku anak kecil!"

- Sedang toilet training. Sudah jarang BAK di celana. Selalu lapor kalau dia ingin pipis jadi bisa dibawa ke toilet dan pipis di sana. Kalau BAB? Nah ini, dia belum bisa lapor sebelum BAB. Jadi yaaa begitulah..

- Sering memeluk, menciumi, dan minta dicium oleh saya. He is really the sweetest baby in the world :')*dilarang protes*

- Lagi seneng belajar ngomong, suka mengulang-ngulang kalimat, mulai bisa bercerita meskipun ngarang. Hahahaha..
Contoh: "Mi, tuh hape Umi, di atas pohon.." What is the maksud? T___T

- Sambil meluk kadang bilang, "Mi, aku (d)atang!" sambil mengangkat tangan kanannya. Entah kenapa dia bilang gitu. Menurut saya sih, cocoknya kalimat itu diucapkan mungkin 20 tahun lagi, saat Kakang sedang kuliah di luar kota, terus pas libur pulang ke rumah. Naaah.. pastilah kusambut dengan ucapan Alhamdulillah dan pelukan :')

- Mulai suka tantrum
Dulu Kakang mudah diatur. Sekarang dia sudah mulai bisa mengungkapkan keinginannya. Bisa marah kalau ga diturutin. Bisa nangis untuk hal-hal yang menurut saya sepele dan biasanya ga perlu ditangisin. 

- Kalau ngambek dia tunjukkan dengan kedua tangan bersidekap dan mendengus. Kalau udah gini dia malah keliatan lucu dan akhirnya diketawain deh :))




- Tontonan favoritnya saat ini: kartun bis dan dinosaurus. 
Kadang-kadang dia bersenandung menirukan lagu-lagu Wheels on The Bus terutama bagian "Swish, swish, swish.. beep, beep, beep.. up and down, up and down.."

- Sudah bisa menyebutkan angka 1-10 dalam bahasa Inggris

 

Sekian duluuuu

See you next time ;)




Selasa, 08 November 2016

Berhasil Menyapih dengan Brotowali

Saya sempat galau sebenarnya bikin judul seperti ini. Takut di-bully pembaca dengan kalimat, "Iiih ga boleh nyapih dengan cara gitu. Menyakiti hati anak, tauu. Bikin anak patah hati."

I know. I know.

Saya pernah baca, memang sebaiknya tidak menggunakan cara-cara 'kejam' dalam menyapih, termasuk pakai brotowali. Cara paling ideal itu adalah Menyapih dengan Cinta atau biasa dikenal dengan istilah Weaning With Love (WWL).

Jumat, 18 Desember 2015

#Wishlist Sepatu JD Kids yang Nyaman dan Stylish

Benar kata orang-orang, bayi itu cepat besar. Buat saya, perkembangan Kakang paling pesat itu usia 10-11 bulan. Perasaan baru kemarin merangkak, udah pengen jalan aja. Mending kalau cuma di rumah. Kakang maunya nginjek tanah!

Sabtu, 21 Maret 2015

How I Met Your Father

Sejak 2 minggu sebelum saya melahirkan sampai Kakang usia 5 bulan, bisa dibilang nyaris saya gak pernah jalan-jalan lagi. Paling banter ke klinik untuk imunisasi, ke mall buat beli kebutuhan bayi, atau ke kondangan. Belum pernah bepergian murni hanya untuk refreshing sejenak dari kesibukan mengerjakan urusan domestik.

Wajarlah kalau akhirnya saya merasa sangat amat jenuh. Akhirnya saya pun minta izin suami untuk jalan-jalan bersama Kakang. Pas suami nanya saya mau kemana, saya bilang kalau saya ingin ke Zoe Corner (biasa kami sebut Zoe saja). Alhamdulillah suami mengizinkan.

Di Zoe Corner bersama Kakang
Foto wefie bareng Kakang pakai kamera belakang susah juga ya. Seandainya punya Smartfren yang ada fitur wide angle front camera. Pasti lebih asyik..

Anyway, Zoe Corner ini semacam library cafe. Ada ribuan novel, majalah, dan komik yang dapat disewa. Para pengunjung juga bisa menikmati makanan dan minuman ala cafe. Perpaduan itu membuat tempat ini jadi salah satu tempat favorit anak muda termasuk saya untuk nongkrong. Kebanyakan yang datang adalah dari kalangan mahasiswa, terutama karena lokasinya cukup dekat dengan beberapa universitas seperti Unpad, ITB, Unikom, ITHB, dan lain sebagainya.

Buat saya yang hobi baca tapi duit cekak untuk belanja buku, adanya tempat penyewaan buku ini bikin saya sangat bersyukur.  Gimana enggak, bisa baca berbagai macam novel dan majalah terbaru dengan harga sewa yang jauuuuh lebih rendah daripada harga beli. Ini salah satu alasan saya betah tinggal di kota Bandung :D



Bukan itu saja yang bikin saya suka tempat ini. Zoe Corner juga menjadi tempat yang bersejarah bagi saya. Di sinilah tempat saya dan suami pertama kali bertemu dulu *eeaaa..

Jadi ceritanya begini..

Saya mengikuti suatu komunitas penulis di Facebook. Sebut saja komunitas tersebut namanya Cendol, dan untuk wilayah Bandung namanya Banceuy (Bandung Cendolers Euy). Nah.. Banceuy ini beberapa kali mengadakan kopdar, dan kopdar kali itu (Januari 2012) bertempat di Zoe Corner.

Saya datang paling awal. Belum ada anggota Banceuy lain yang datang. Saya menunggu sambil membaca buku yang saya bawa, judulnya Kabut Perang. Buku tersebut saya dapat dari workshop Cendol yang pernah saya hadiri.

Setelah menunggu agak lama, saya mulai bosan. Saya lalu mengirim sms salah satu anggota Banceuy, Suhe.

   “Suhe, dimana? Jadi gak acara kopdarnya? Aku mau pergi lagi nih. Ada acara lain..”
Tak berapa lama, Suhe membalas. 
   “Tunggu bentar. Gue lagi di jalan. Udah ada Yoga kok di sana..”

Hmm, Yoga? Siapa dia? Anggota baru Banceuy?

Keterangan Suhe itu tidak membantu. Saya kan gak tahu yang namanya Yoga yang mana. Saya lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Menebak-nebak yang manakah yang namanya Yoga? Sampai ketika pandangan saya jatuh pada seseorang yang duduk persis di 
belakang saya, saya terkesiap.

Ia tengah duduk menghadap saya, matanya fokus membaca sebuah buku di tangannya berjudul.. Kabut Perang!

Merasa ada yang memperhatikan, ia mendongak menatap saya. Saya lempar senyum padanya sambil menunjukkan sampul buku yang saya pegang, yang judulnya sama dengan yang tengah ia baca.

   “ Hei..” sahutnya surprised.
   “Banceuy?” tanya saya.
   “Iya..”
Saya lalu memutar arah duduk hingga posisi saya berhadapan dengannya.
   “Sinta..” Saya menjulurkan tangan. Ia menyambutnya.
   “Yoga..”
Dan mengalirlah obrolan kami.  Bicara mengenai daerah asal, kegiatan saat ini, dan pastinya ngebahas Cendol, Banceuy, dan Kabut Perang (ia mendapatkan Kabut Perang dari kuis di twitter yang diadakan Kepsek Cendol).
There was nothing special. Yang istimewa hanya karena dia seumuran dengan saya (iya, di komunitas ini susah nemu yang seumuran. Biasanya lebih tua atau lebih muda). Obrolan kami berakhir saat Suhe datang. Kebetulan juga saya ada urusan lain. Jadi bagi saya itu judulnya Kopdar bersama Yoga, bukan Kopdar Banceuy. Hahaha..
Demikianlah.
Kopdar di Zoe menjadi kisah awal, lalu berlanjut di kopdar berikutnya. Kesamaan minat membuat kami semakin lama semakin dekat. Merasa cocok, ia memantapkan hati melamar saya hingga in the end kami menikah pada 13 Oktober 2013, dan setahun kemudian lahirlah Kakang tanggal 15 Oktober 2014.

Saat ini mungkin Kakang belum mengerti kalau saya cerita panjang lebar seperti itu. Tapi suatu hari nanti Insya Allah, setelah Kakang sudah besar dan mengerti, saya ingin jalan lagi bareng Kakang ke Zoe, dan bercerita,

“Kakang, I have a story. This is how I met your father. Here.”







Jumat, 23 Januari 2015

Tahun Baru, Resolusi Baru

Selamat Tahun Baru 2015! *telat. Hehe..

Postingan terakhir saya di tahun 2014 adalah tentang kelahiran Kakang Awan. Dan sekarang si Kakang udah lewat 3 bulan saja. Time flies, huh?

Saat ini saya tinggal di rumah mertua di Sumedang, dalam rangka mengabulkan permintaan mertua karena ingin berpartisipasi mengurus cucunya. Itu bahasa halusnya. Tapi kayaknya sih karena mereka gak yakin saya bisa ngurus bayi sendirian :3 *suudzon

Awalnya sih sedih banget sampai nangis-nangis karena gak mau pisah sama suami yang kerja di Bandung. Tapi setelah dijalani, ambil saja deh positifnya. Alhamdulillah ada yang bantu ngasuh Kakang, terutama kalau dia lagi rewel karena masuk angin atau habis imunisasi. Alhamdulillah juga masih bisa ketemu suami seminggu sekali. Orang lain mah ada yang “gara-gara” bayi-bersama-kakek-nenek ini, musti Long Distance Marriage (LDM) dan ketemuan ma suaminya sebulan sekali. Ya, syukuri saja..

Niat untuk kerja lagi pun bubar jalan. Ada tawaran kerja freelance di Bandung yang mengharuskan saya ke kantor  dulu 1-2 minggu di awal, terpaksa saya tolak karena tidak ada yang bisa saya titipin Kakang. Sementara untuk kontribusi di tempat yang lama secara remote juga harus tertunda karena koneksi internet di sini agak parah, jadi takut malah mengecewakan nantinya.

Untuk saat ini sih lagi fokus dulu aja ngurus Kakang. Sehari-hari kerjaan saya motret dan ngerekam videonya untuk di-share ke Papi Mami di Batam, juga belajar soal internet marketing biar bisa menghasilkan uang dari rumah.

Jurus pamungkasnya adalah.. langsung tidur sendiri.

Ngomong-ngomong soal cari rezeki dari rumah, sepertinya saya ingin mulai lebih serius jadi blogger, karena melihat peluang yang lumayan dari sana. Sejauh ini sih, secara materi dari ngeblog saya baru dapat:
  • Voucher belanja 170rb dari sebuah toko online besar , cukup dengan memasang 1 link yang mengarah ke web mereka. Vouchernya saya pakai buat beli kemeja untuk suami tercinta.
  • Voucher belanja di minimarket 200rb dari sebuah platform blog yang sedang mengadakan event. Vouchernya sebagian besar buat beli kebutuhan Kakang seperti pampers dll J


Saya yakin blogger bisa menjadi sebuah profesi yang bisa menghasilkan. Apalagi memang ada beberapa model bisnis untuk blogger, dimana sebuah blog bisa di-monetize dengan mengikuti program Google Adsense, affiliate marketing, product review, jual space iklan, dan lain sebagainya. Saya juga lagi berminat ikut berbagai lomba blog atau kompetisi menulis. Iseng-iseng berhadiah. Hehe..

Untuk tahun 2015 ini, saya sudah menuliskan hal-hal yang semoga bisa terlaksana:
  • Tahajud min 3x/week
  • Hafal juz 30
  • Chat with old friends min 3 person/week
  • Move to a new house
  • Start to be a profesional blogger
  • Be an adsense publisher
  • Be a Yubi Affiliate, Clickbank, and product reviewer
  • Join Blogger Community
  • Trip to Jogja
  • Get min 10$/day at the end of 2015
  • Join min 12 blog competition/contest a year (1/month)


Demikianlah. Mohon doanya semoga tercapai semuanya. Semoga yang baca postingan ini juga tercapai apa-apa yang diinginkan tahun ini. Aamiiin ya Rabb..