Sabtu, 10 April 2010

Actually...

Inspirasi postingan ini didapat setelah membaca sebuah postingan di blog senior.

“Kenapa aku yang mesti ngomong? Kamu lah, kan kamu yang perlu bantuan dia,”
“Kamu aja lah. Kan kamu temannya,”
“Gak mau ah. Aku malu,”
“Kenapa mesti malu? Kalau malu berarti suka,”


(mengembalikan handycam) “Tolong bilangin ke temen kamu yah, terimakasih, gitu,”
“Kepake gak handycamnya?”
“Enggak,”


“Kamu sms-an sama mereka? Kirain kamu ga ada pulsa. Kok kalau aku sms kamu, ga dibales?”
“Mereka pake IM3. Kamu enggak,”


“Tadi Mama nelpon, katanya kamu ngirim kado ya buat Mama? Cie..”
“Aku yang ngasih kado, kok malah kakak yang ditelepon Mama?”
“Kan nelpon sesama Esia gratis,”


“Berapa orang yang mau kamu traktir pas ultah kamu?”
“Hmm… 10 orang lah kira-kira,”
“Siapa aja mereka?”
“Pokoknya yang pernah traktir aku,”


“Kalau di sana Wisnu dan Ruli sama-sama dateng, kamu bakal duduk di dekat siapa?”
“Hmm… Ruli kayaknya,”
“Kenapa?
“Lebih enak diajak ngobrol,”
“Kalau Wisnu?”
“Dia mah cuma enak diliat doang..”


“Wah, abis juga. Kirain masakan aku gak enak,”
“Kan sebelum kamu masak juga aku udah janji bakal aku abisin,”


“Dia gak mau pacaran sama aku. Katanya aku jarang sholat,”
“Kamu rajin sholat juga belum tentu dia mau pacaran sama kamu,”
“Kenapa?”
“Karena dia maunya langsung nikah, ga pacaran,”


“Ayolah, kami butuh pemain ni, secepatnya,”
“Aku mau banget. Mauuuuu banget. Tapi ga bisa,”
“Kenapa?”
“Pacarku ngelarang aku jadi artis,”


“Aku punya berita buruk,”
“Apa?”
“Aku mau pinjam uang sama kamu,”
“Hahaha.. Itu berita buruk? Kalau gitu, aku punya berita yang lebih buruk,”
“Apa?”
“Aku juga lagi ga punya uang,”


“Sebenernya untuk apa sih bikin skripsi?”
“Biar dapat ijazah,”


“Kamu suka shushi?,”
“…. emmh, suka..”
“Aku tahu restoran Jepang yang enak. Kita ke sana aja ya?”
“Boleh..”
“ Tadinya aku mau bikin nasi goreng. Tapi nasinya aja belum dimasak. Takut kelamaan, ntar kamu keburu lapar,”
“Aku pengen masakan kamu aja,”


“Minggu depan mau datang ke konser musik ga?”
“Aku ga suka acara yang kayak gitu,”
“Oya? Tapi bulan lalu kamu mau aku ajak ke konser musik,”
“Waktu itu aku lagi stres,”


“Kamu sekarang sombong banget. Kenapa sih?”
“Kamu bukan sahabatku lagi,”
“Kok kamu ngomong gitu?”
“Sahabat itu harusnya selalu ada setiap kali dibutuhin,”
“Waktu itu aku lagi sibuk,”
“Aku yah, sesibuk apapun, kalau sahabat aku butuh, pasti aku luangin waktu buat dia,”
“Ya udah, mungkin aku memang ga bisa jadi sahabat kamu. Tapi aku masih bisa jadi temen kamu, kan?”


“Hei! Aku nyari kamu loh dari tadi. Kamu mau kemana?”
“Pulang,”
“Naik motor?”
“Yap,”
“Hmm, aku mau ke tempat temen aku ni di Cileunyi,”
“O gitu, ya udah. Hati-hati ya di jalan,”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar