Saya tidak pernah ngefans banget sama yang namanya artis, termasuk Ashraf dan BCL.
Tapi harus saya akui, Ashraf cukup tampan dan saya kagum saat dia bisa menghilangkan aksen Malaysianya saat berakting di sinetron Indonesia. Terhadap BCL saya pun salut dengannya yang fokus serta produktif berkarya (terutama film) dan tidak pernah mencari sensasi.
Mungkin yang bikin mata saya berkaca-kaca setiap baca atau nonton berita tentang meninggalnya Ashraf adalah karena saya merasa relate dengan mereka sebagai pasangan, sebagai keluarga.
Dengan mudah saya bisa memposisikan diri ada di posisi BCL.
Tampilkan postingan dengan label Artis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artis. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Februari 2020
Jumat, 22 Februari 2019
Goal Setting Ala Dian Sastrowardoyo
Dian berasal dari keluarga kelas menengah. Ayahnya meninggal saat Dian duduk di bangku SMP. Ibunya otomatis menjadi single parent yang bekerja keras menafkahi dan mendidik Dian sendirian.
Ibunya pernah mengatakan ini,
"Kita bukan orang kaya ya Dian. Saya gak bisa kalo kamu gak pinter. Kalau kamu mau sukses, kamu harus bersaing sama anak-anak pinter lainnya dari daerah untuk mencari pekerjaan...
Di jaman kamu akan lebih susah lagi persaingannya. Akan lebih banyak lagi anak-anak lebih pinter. Kamu harus jauh lebih pinter daripada saya."
Ibunya pernah mengatakan ini,
"Kita bukan orang kaya ya Dian. Saya gak bisa kalo kamu gak pinter. Kalau kamu mau sukses, kamu harus bersaing sama anak-anak pinter lainnya dari daerah untuk mencari pekerjaan...
Di jaman kamu akan lebih susah lagi persaingannya. Akan lebih banyak lagi anak-anak lebih pinter. Kamu harus jauh lebih pinter daripada saya."
Selasa, 25 Februari 2014
Raffi Ahmad, Ardina Rasti, Kiwil, Wendy Cagur dll ngucapin Happy Wedding ;)
Hari minggu lalu, saya dan pacar (baca: suami) berangkat ke Cirebon untuk menghadiri pernikahan sahabat kami, +Pengamen Cinta dengan +Nidya Meidhyana yang dilaksanakan hari Senin, 24 Februari 2014.
Pertanyaan besarnya adalah, kenapa SENIN gitu loooh? Kenapa ga sabtu atau minggu dimana lazimnya orang biasanya banyak menggelar pernikahan?
Kalau kata yang cowok sih, perhitungan tanggal baiknya ya 24 Februari.
Kalau kata yang cewek.. itu karena sudah keluar peraturan bahwa penghulu tidak boleh "menerima order" sabtu minggu karena uang yang mereka terima weekend itu termasuk suap. Penghulu hanya boleh bekerja Senin-Jumat seperti PNS lainnya, bahkan pencatatan nikah (akad?) pun seharusnya di KUA. Wew..
Di satu sisi, mungkin benar bahwa penghulu merupakan PNS yang tidak boleh menerima uang dari masyarakat karena toh mereka sudah digaji pemerintah. Tapi mbok ya masak sih ga ada sedikiiit gitu pengertiannya buat mereka yang ingin seluruh keluarga, kerabat, dan teman-temannya bisa hadir di acara akad nikah dan resepsi?
"Kan bisa Mbak, akad nikahnya Senin-Jumat, resepsinya Sabtu/Minggu?"
Bisa sih.. Tapi itu biaya makannya jadi double. Abis akad pasti pihak tuan rumah (biasanya mempelai perempuan) menjamu keluarga pihak laki-laki toh? Resepsi juga seperti itu, bahkan dengan lebih banyak undangan. Gak cuma biaya makannya, tp juga biaya make-up, baju pengantin, dokumentasi, dll.
Intinya semakin lama waktu perayaan, semakin boros jadinya.
Sebagian besar teman-teman pun jadi absen, lebih karena sulit minta izin bolos kerja. Untung saja atasan saya dan atasan suami mengizinkan kami tidak masuk kerja senin kemarin. Kalau tidak, sedih amat ke kondangan mesti dipotong gaji. Ckckck..
Saya perhatikan juga ada beberapa tamu yang datang dengan pakaian PNS. Mungkin mereka izin sebentar menghadiri kondangan sebelum kembali bekerja. Saya pribadi tidak menyalahkan. Bagaimanapun memenuhi undangan pernikahan adalah sunnah bukan? Tapi bagi saya itu jadi pemandangan 'ajaib' saja karena ini pertama kalinya saya lihat orang ke kondangan pakai seragam kerja alih-alih baju pesta :))
Kenapa sih penghulu itu gak diganti aja jam kerjanya, misal dari Rabu sampai Minggu. Senin-Selasa nya libur, gitu.. Jadi gak "mengorbankan" banyak orang. Kalau hajatannya weekdays, kasian ke para undangan karena sulit datang. Kalau banyak yang ga datang, kasian sama yang punya hajatan, acaranya sepi. Kalaupun ada yang datang, kasian yang datang itu harus minta izin bolos kerja bahkan bisa jadi dipotong gaji. Ah.. banyak deh kasiannya. Plus kasian juga kalau ada 1 orang yang dapet 3 undangan pernikahan, tiga-tiganya pas weekdays! Deziigg!
Saya sih berharap peraturan seperti itu direvisi, sehingga saya dan orang-orang lain bisa menghadiri kondangan di hari libur dengan tenang dan nyaman, yang punya hajat senang karena acara ramai, dan para supervisor dan manajer pun tidak perlu manyun karena karyawannya izin untuk menghadiri kondangan. Hihihi.. Aaamiiiin..
Anyway, saya dan suami mengucapkan selamat menempuh hidup baru buat Ceko dan Nidya, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, langgeng sampai maut memisahkan. Aamiin..
*ga mau kalah sama artis-artis ini :))
Pertanyaan besarnya adalah, kenapa SENIN gitu loooh? Kenapa ga sabtu atau minggu dimana lazimnya orang biasanya banyak menggelar pernikahan?
Kalau kata yang cowok sih, perhitungan tanggal baiknya ya 24 Februari.
Kalau kata yang cewek.. itu karena sudah keluar peraturan bahwa penghulu tidak boleh "menerima order" sabtu minggu karena uang yang mereka terima weekend itu termasuk suap. Penghulu hanya boleh bekerja Senin-Jumat seperti PNS lainnya, bahkan pencatatan nikah (akad?) pun seharusnya di KUA. Wew..
Di satu sisi, mungkin benar bahwa penghulu merupakan PNS yang tidak boleh menerima uang dari masyarakat karena toh mereka sudah digaji pemerintah. Tapi mbok ya masak sih ga ada sedikiiit gitu pengertiannya buat mereka yang ingin seluruh keluarga, kerabat, dan teman-temannya bisa hadir di acara akad nikah dan resepsi?
"Kan bisa Mbak, akad nikahnya Senin-Jumat, resepsinya Sabtu/Minggu?"
Bisa sih.. Tapi itu biaya makannya jadi double. Abis akad pasti pihak tuan rumah (biasanya mempelai perempuan) menjamu keluarga pihak laki-laki toh? Resepsi juga seperti itu, bahkan dengan lebih banyak undangan. Gak cuma biaya makannya, tp juga biaya make-up, baju pengantin, dokumentasi, dll.
Intinya semakin lama waktu perayaan, semakin boros jadinya.
Sebagian besar teman-teman pun jadi absen, lebih karena sulit minta izin bolos kerja. Untung saja atasan saya dan atasan suami mengizinkan kami tidak masuk kerja senin kemarin. Kalau tidak, sedih amat ke kondangan mesti dipotong gaji. Ckckck..
Saya perhatikan juga ada beberapa tamu yang datang dengan pakaian PNS. Mungkin mereka izin sebentar menghadiri kondangan sebelum kembali bekerja. Saya pribadi tidak menyalahkan. Bagaimanapun memenuhi undangan pernikahan adalah sunnah bukan? Tapi bagi saya itu jadi pemandangan 'ajaib' saja karena ini pertama kalinya saya lihat orang ke kondangan pakai seragam kerja alih-alih baju pesta :))
Kenapa sih penghulu itu gak diganti aja jam kerjanya, misal dari Rabu sampai Minggu. Senin-Selasa nya libur, gitu.. Jadi gak "mengorbankan" banyak orang. Kalau hajatannya weekdays, kasian ke para undangan karena sulit datang. Kalau banyak yang ga datang, kasian sama yang punya hajatan, acaranya sepi. Kalaupun ada yang datang, kasian yang datang itu harus minta izin bolos kerja bahkan bisa jadi dipotong gaji. Ah.. banyak deh kasiannya. Plus kasian juga kalau ada 1 orang yang dapet 3 undangan pernikahan, tiga-tiganya pas weekdays! Deziigg!
Saya sih berharap peraturan seperti itu direvisi, sehingga saya dan orang-orang lain bisa menghadiri kondangan di hari libur dengan tenang dan nyaman, yang punya hajat senang karena acara ramai, dan para supervisor dan manajer pun tidak perlu manyun karena karyawannya izin untuk menghadiri kondangan. Hihihi.. Aaamiiiin..
Anyway, saya dan suami mengucapkan selamat menempuh hidup baru buat Ceko dan Nidya, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, langgeng sampai maut memisahkan. Aamiin..
*ga mau kalah sama artis-artis ini :))
Banyak yak artisnya. Mulai Unang, Raffi Ahmad, Gilang Dirga, Kiwil, Yadi Sembako, Krisna bayu & Istri, Ardina Rasti, Denny Cagur, Wendy Cagur, Kiki Farel, Nina Zatulini, Yeyen Lidya, Aming, Ayu Hastari, Daus Sparo, Mega carefansa & Valent :)
Minggu, 25 September 2011
Katakan Sesuatu!
Jadi kemarin kantor saya kedatangan orang dari pusat yang kemudian memberi motivasi pada kami-kami sebagai pegawai cabang. Gaya berceritanya... hmm.. sulit dideskripsikan. Yang pasti ada unsur galaknya yang mengingatkan saya pada seorang dosen. Ngebentak-bentak gitu, plus suka nanya-nanya retoris.
Ini adalah sepenggal adegan di ruangan antara si Bos dengan teman saya, Dewi (bukan nama sebenarnya).
Bos : "Coba jawab pertanyaan saya, Dewi. Katakan sesuatu."Dewi : "...." *ngeblankBos : "JAWAB, DEWI. APAPUN! KATAKAN SESUATU!"Dewi : "...." *bingung & speechlessBos : "Katakan sesuatu Dewi. Apa saja. Katakan!"Dewi : "Hmm..."Sinta : (bantuin jawab) "SESUATU!"
Heran juga betapa beraninya saya menjawab "sesuatu" ketika si bos (tampaknya) sedang galak mode on. Tapi gimana dong. Saya kasihan sama Dewi. Lagipula toh perintah si bos kan "Katakan sesuatu". Ya suw, aku bilang aja itu "Sesuatu!" *syahrini mode on* Hwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk.
Untungnya si bos gak marah. Gimana mau marah, kan saya gak salah :p
Anyway, sejujurnya saya gak suka dengan penyalahgunaan kata "sesuatu" yang dipopulerkan Syahrini. Apa itu "sesuatu"? Artinya apppaaaaaa?? Lebih menyebalkan lagi ketika hampir semua orang (termasuk saya) ramai-ramai ngomong "sesuatu". Grrrrr..
Frasa "Alhamdulillah yahh" sih masih saya maklumi. Tapi "sesuatu"??? *jedot-jedotin kepala ke bantal*.
Jadi ingat, dulu senior saya sebal sekali kata "secara" disalahgunakan. Harusnya kan untuk kalimat seperti ini ya "Dia mengerjakan tugasnya secara baik dan benar." Tapi malah dipakai seperti ini "Gua ga mau lah.. SECARA gue gitu looooh..."
Apaan tuh? -___-"
Bagi saya ini seperti kasus bahasa alay, tapi dengan tingkatan yang lebih ringan.
Semoga "sesuatu" ini segera berlalu... Ckckckck
Kamis, 15 September 2011
Friendship Through The Years

Buat saya, foto di atas ini mengharukan sekali :')
Sepuluh tahun selalu bareng, dari anak-anak hingga beranjak dewasa.
Gak kebayang gimana jadi mereka yang sekarang harus berpisah.
Pasti sedih banget.
Saya belum pernah punya hubungan persahabatan sepuluh tahun.
Hubungan saya dengan teman terdekat saya baru akan menginjak 9 tahun. Itu pun cewek dan kami kuliah di kampus yang berbeda. Ga sebanding lah sama Emma, Daniel, & Rupert.
Emma sendiri pernah bilang.. apa ya.. intinya bahwa ga banyak orang di dunia ini yang tahu bagaimana rasanya jadi dia (secara dia aktris dan menghabiskan masa remajanya di film Harry Potter yang fenomenal itu). Cuma dua orang yang ngerti karena punya pengalaman yang kurang lebih sama dengan dirinya, yaitu Dan & Rupert. Emma sampai nangis pas produksi film HP berakhir dan dia tahu pasti akan sangat merindukan syuting bersama dua sahabatnya itu.
Saya gak tahu detail persahabatan mereka di dunia nyata. Yang saya tahu persahabatan Harry, Ron, dan Hermione di film (di buku udah lupa >.<).
Satu hal yang saya perhatikan: MEREKA SUKA BERTENGKAR! Hahahahaha..
Harry & Hermione jarang sih.
Ron & Harry kadang-kadang.
Ron & Hermione lumayan sering.
Bagi saya pribadi, pertemanan/persahabatan kurang afdol kalau belum bertengkar. Pertengkaran itu seperti ujian. Kalau setelah bertengkar kita tetap bisa bersahabat seperti sebelumnya, maka bisa dikatakan kita memang benar-benar sahabat. Sebaliknya, kalau malah membuat hubungan memburuk, kita tahu sebatas apa hubungan kita.
Selain pertengkaran, jarak dan waktu juga bisa menjadi ujian. Ketika kita berpisah jauh, atau jarang sekali bertemu, kita akan tahu sejauh mana nilai persahabatan saat kita bertemu. Apakah canggung atau bingung mau ngobrol apa, ataukah akan curhat panjang lebar seperti saat dekat dulu seolah jarak & waktu yang pernah memisahkan itu tidak pernah ada?
Saya benar-benar salut sama orang yang bisa mempertahankan persahabatan sampai bertahun-tahun. Ujian pertengkaran masih bisa dilewati kalau saya dan sahabat saya sama-sama ikhlas memaafkan. Tapi kalau ujian jarak dan waktu... saya agak susah nih, meskipun sekarang saya mulai berharap terbantu dengan adanya internet.
Melihat persahabatan Golden Trio juga bikin saya punya teori *halah.
Sebuah teori tentang persahabatan dengan lawan jenis.
Mari kita sebut dengan "Teori Persahabatan Hermione".
Begini bunyinya,
Seperti Hermione dan Ron, persahabatan bisa berubah jadi percintaan.Seperti Hermione dan Harry, persahabatan bisa bertahan selamanya.
*Eaaaaaa
Sesuatu banget kan ya? Hehehehehe..
Eniwei, bagaimana kabar sahabatmu? ;)
Rabu, 02 Februari 2011
Foto Bareng Siti Nurhaliza
Setelah 2 postingan sebelumnya bersedih-sedih ria, sekarang saatnya kembali ke kehidupan normalku yang menyenangkan & bahagia *hayhay
Tanggal 27 Januari lalu, aku diutus atasanku untuk mendokumentasikan sebuah acara di sebuah hotel keren. Perusahaanku menjadi salah satu pengisi acara & 2 orang pejabatnya menjadi pembicara.
Nah! Surprisingly, ternyata di sana ada Siti Nurhaliza dong! Dia gak nyanyi sih (gak tau deh kalau malemnya. Aku di sana cuma sampai sore soalnya), dia datang sebagai businesswoman, sebagai pemilik perusahaan kosmetik dengan merek Simplicity (=Simply Siti= Siti yang simple *azeeek)
Dia menjadi pembicara di salah satu sesi.
Memperhatikan dia berbicara, aku terpukau.
Dia begitu cantik, elegan, anggun, bersahaja, cerdas, dan tutur katanya lembut.
Ah, aku jatuh cinta!
Begitu acara selesai, banyak orang minta foto bareng, termasuk teman-teman kerjaku.
Aku gak mau ketinggalan dong, aku juga mau foto bareng dia!
Sebenarnya sih, aku pernah bertekad, ga akan mau foto bareng artis kecuali Baim Si Pipi Tembem & Rifky Balweel.
Aku pernah melewatkan kesempatan foto bareng Dewi Sandra, Saykoji, Revalina, Vino G Bastian, Andhika Pratama, dll demi tekadku itu. Tapi begitu melihat Siti Nurhaliza... aww... meleleh rasanya *lebay.
Pas aku update status tentang "Foto Bareng Siti Nurhaliza" di Facebook, seorang temanku ga percaya. Dikiranya aku berkhayal.
Akhirnya aku kasih deh, bukti nyata ini:
Dan dia pun speechless melihatnya.
Hihihi...
Senang sangat lah awak ni jumpa Puan Siti.. :)
*Foto diambil tanpa ijin dari facebook Nieke :p
Tanggal 27 Januari lalu, aku diutus atasanku untuk mendokumentasikan sebuah acara di sebuah hotel keren. Perusahaanku menjadi salah satu pengisi acara & 2 orang pejabatnya menjadi pembicara.
Nah! Surprisingly, ternyata di sana ada Siti Nurhaliza dong! Dia gak nyanyi sih (gak tau deh kalau malemnya. Aku di sana cuma sampai sore soalnya), dia datang sebagai businesswoman, sebagai pemilik perusahaan kosmetik dengan merek Simplicity (=Simply Siti= Siti yang simple *azeeek)
Dia menjadi pembicara di salah satu sesi.
Memperhatikan dia berbicara, aku terpukau.
Dia begitu cantik, elegan, anggun, bersahaja, cerdas, dan tutur katanya lembut.
Ah, aku jatuh cinta!
Begitu acara selesai, banyak orang minta foto bareng, termasuk teman-teman kerjaku.
Aku gak mau ketinggalan dong, aku juga mau foto bareng dia!
Sebenarnya sih, aku pernah bertekad, ga akan mau foto bareng artis kecuali Baim Si Pipi Tembem & Rifky Balweel.
Aku pernah melewatkan kesempatan foto bareng Dewi Sandra, Saykoji, Revalina, Vino G Bastian, Andhika Pratama, dll demi tekadku itu. Tapi begitu melihat Siti Nurhaliza... aww... meleleh rasanya *lebay.
Pas aku update status tentang "Foto Bareng Siti Nurhaliza" di Facebook, seorang temanku ga percaya. Dikiranya aku berkhayal.
Akhirnya aku kasih deh, bukti nyata ini:
Dan dia pun speechless melihatnya.
Hihihi...
Senang sangat lah awak ni jumpa Puan Siti.. :)
*Foto diambil tanpa ijin dari facebook Nieke :p
Sabtu, 28 Agustus 2010
19 Ramadhan: Life is a Climb, Miley Cyrus
Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam kesembilanbelas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
Sumber dari sini
-----
Beberapa hari yang lalu aku nonton Hannah Montana The Movie.
Lumayan. Lagu terakhirnya bagus: Life is a Climb.
Jadi inget sama postinganku yang berjudul Mengejar Impian Itu Seperti Mendaki Gunung
"I can almost see it.
that dream I'm dreaming, but
there's a voice inside of my head, tellin'
you'll never reach it
every step I'm takin'
every move I make
feels lost in no direction,
my faith is shakin'
but I gotta keep tryin'
gotta keep my head held high
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
always gonna be an uphill battle
sometimes I'm gonna have to lose
ain't about how fast I get there
ain't about what's waitin' on the other side
it's a climb
The struggles I'm facing
the changes I'm taking
sometimes they knock me down, but
no I'm not breaking
I may not know where, but
these are the moments that
I'm gonna remember most
I've just gotta keep goin', and
I gotta be strong
just keep pushing on, but
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
always gonna be an uphill battle
sometimes I'm gonna have to lose
ain't about how fast I get there
ain't about what's waitin' on the other side
it's a climb
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
always gonna be an uphill battle
sometimes I'm gonna have to lose
ain't about how fast I get there
ain't about what's waitin' on the other side
it's a climb
Keep on movin'
keep climbin'
keep faith baby
It's all about, it's all about
the climb
keep the faith, keep your faith, woah"
-Miley Cyrus-
Intinya:
hidup itu seperti mendaki gunung,
bukan tentang seberapa cepat..
bukan tentang apa yang menunggu kita di puncak atau di sisi lain gunung.
tapi tentang perjalanan itu sendiri.
tentang
perjalanan itu sendiri
Sumber dari sini
-----
Beberapa hari yang lalu aku nonton Hannah Montana The Movie.
Lumayan. Lagu terakhirnya bagus: Life is a Climb.
Jadi inget sama postinganku yang berjudul Mengejar Impian Itu Seperti Mendaki Gunung
"I can almost see it.
that dream I'm dreaming, but
there's a voice inside of my head, tellin'
you'll never reach it
every step I'm takin'
every move I make
feels lost in no direction,
my faith is shakin'
but I gotta keep tryin'
gotta keep my head held high
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
always gonna be an uphill battle
sometimes I'm gonna have to lose
ain't about how fast I get there
ain't about what's waitin' on the other side
it's a climb
The struggles I'm facing
the changes I'm taking
sometimes they knock me down, but
no I'm not breaking
I may not know where, but
these are the moments that
I'm gonna remember most
I've just gotta keep goin', and
I gotta be strong
just keep pushing on, but
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
always gonna be an uphill battle
sometimes I'm gonna have to lose
ain't about how fast I get there
ain't about what's waitin' on the other side
it's a climb
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
always gonna be an uphill battle
sometimes I'm gonna have to lose
ain't about how fast I get there
ain't about what's waitin' on the other side
it's a climb
Keep on movin'
keep climbin'
keep faith baby
It's all about, it's all about
the climb
keep the faith, keep your faith, woah"
-Miley Cyrus-
Intinya:
hidup itu seperti mendaki gunung,
bukan tentang seberapa cepat..
bukan tentang apa yang menunggu kita di puncak atau di sisi lain gunung.
tapi tentang perjalanan itu sendiri.
tentang
perjalanan itu sendiri
Minggu, 22 Agustus 2010
12 Ramadhan: Lagu Agnes Monica
Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-12, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
Sumber dari sini
-----
Lucu sekali lirik ini.
Kalau bisa, aku juga mau.
Bukan karena aku ga terima kekasihku mati.
Bukan karena aku pengen mati cepat (yang -sepertinya- dimaksud dalam lagu ini)
tapi..
Jelas, karena memang lebih enak hidup di surga daripada di bumi.
Ya toh? :p
Ckckckck...
Sumber dari sini
-----
"Dimana letak surga itu
Biar kugantikan tempatmu denganku.."
(Agnes Monica-Tanpa Kekasihku)
Lucu sekali lirik ini.
Kalau bisa, aku juga mau.
Bukan karena aku ga terima kekasihku mati.
Bukan karena aku pengen mati cepat (yang -sepertinya- dimaksud dalam lagu ini)
tapi..
Jelas, karena memang lebih enak hidup di surga daripada di bumi.
Ya toh? :p
Ckckckck...
Sabtu, 14 November 2009
Mama Loren
Dua hari yang lalu aku menerima pesan lewat offline message di ym yang intinya:
1. Mama Loren bilang, jalan layang terpanjang di Bandung akan runtuh hari Jumat/Sabtu
2. Korbannya akan lebih besar dari Padang dan Aceh
3. Dia mempertaruhkan nyawanya dan akan pindah agama kalau itu bohong
4. Jangan jauh dari keluarga, jangan lewat fly over
Membaca itu, jujur aku agak khawatir, meskipun aku tau haram hukumnya percaya sama ramalan. Tapi gimana ya.. Biarpun aku gak pernah mengamati/ membuktikan kebenaran setiap ramalannya, Mama Loren itu udah terkenal kredibilitasnya sebagai peramal.
Tapi akhirnya setelah berdiskusi dengan teman-teman, kami pun mencium kebohongan, karena:
1. Mama Loren ga pernah meramal se-spesifik itu. Biasanya beliau cuma bilang, tahun ini ada bencana.. artis nikah sekian orang, artis cerai sekian orang. Dia ga pernah nyebutin nama, apalagi tanggal.
2. Gak masuk akal kalau jalan layang runtuh tapi korbannya melebihi korban Tsunami Aceh.
3. Mama Loren itu taat beragama dan sangat aneh kalau dia 'mengiming-imingi' pindah agama
4. Motivasi orang mencatut Mama Loren di isu ini sepertinya: Supaya weekend ini Bandung ga macet! Tiap weekend kan Bandung dipenuhi sama visitors. Apalagi kalau malam minggu. Beuh.. bakal bete lah, kalau ke luar rumah dan ketemu macet.
Dan Alhamdulillah, ternyata itu memang berita yang tidak benar ;)
1. Mama Loren bilang, jalan layang terpanjang di Bandung akan runtuh hari Jumat/Sabtu
2. Korbannya akan lebih besar dari Padang dan Aceh
3. Dia mempertaruhkan nyawanya dan akan pindah agama kalau itu bohong
4. Jangan jauh dari keluarga, jangan lewat fly over
Membaca itu, jujur aku agak khawatir, meskipun aku tau haram hukumnya percaya sama ramalan. Tapi gimana ya.. Biarpun aku gak pernah mengamati/ membuktikan kebenaran setiap ramalannya, Mama Loren itu udah terkenal kredibilitasnya sebagai peramal.
Tapi akhirnya setelah berdiskusi dengan teman-teman, kami pun mencium kebohongan, karena:
1. Mama Loren ga pernah meramal se-spesifik itu. Biasanya beliau cuma bilang, tahun ini ada bencana.. artis nikah sekian orang, artis cerai sekian orang. Dia ga pernah nyebutin nama, apalagi tanggal.
2. Gak masuk akal kalau jalan layang runtuh tapi korbannya melebihi korban Tsunami Aceh.
3. Mama Loren itu taat beragama dan sangat aneh kalau dia 'mengiming-imingi' pindah agama
4. Motivasi orang mencatut Mama Loren di isu ini sepertinya: Supaya weekend ini Bandung ga macet! Tiap weekend kan Bandung dipenuhi sama visitors. Apalagi kalau malam minggu. Beuh.. bakal bete lah, kalau ke luar rumah dan ketemu macet.
Dan Alhamdulillah, ternyata itu memang berita yang tidak benar ;)
Minggu, 11 Oktober 2009
Kontroversi Miyabi
Wuah.. ini ketiga kalinya (berturut-turut, pula) aku membahas artis! Bonus payung cantik nih. Pantas saja banyak blogger entertainment yang blogwalking kemari.. Fiuh..
Kembali ke topik.
Sebelum ramai dibicarakan akhir-akhir ini, aku ga banyak tahu tentang Miyabi. Dari internet, aku baru tahu kalau dia bintang film porno di Jepang. Dan aku sama sekali tidak tertarik.
Tapi karena kabar kedatangannya ke Indonesia menjadi heboh, aku jadi penasaran. Yang mana sih cewek yang namanya Miyabi? (kan ceritanya aku cewek baik-baik yang belum pernah nonton film Miyabi :p) Maka googling-lah aku mencari gambar Miyabi. Aku sih ngebayanginnya bakal menemukan cewek sintal seperti Dewi Perssik, bibir tebal ala Manohara, muka ‘khas’ dan bodi gitar ala Julia Perez.
Ternyata.. apakah yang kutemukan??

Subhanallah.. ternyata Miyabi cantik!
Mukanya imut, innocent, wajah tanpa dosa.. (padahal mah…hehehe).
Waktu itu aku hanya berkomentar, “Oh.. ini toh yang namanya Miyabi..”
Sudah. Case closed.
Tapi seminggu setelah itu kontroversi semakin memanas. Mulai muncul demo-demo, para public figure mulai angkat bicara. Dan aku mulai penasaran tingkat dua: Emang seheboh apa sih Miyabi sampai orang-orang pada ribut? Wajahnya memang cantik. Tapi masih lebih cantik Dian Sastro, lah. Dan aku mulai berpikir untuk menonton film porno Miyabi.
“….”
Tiba-tiba aku tersentak.
Kini aku mengerti mengapa banyak orang yang tidak setuju Miyabi ke Indonesia. Dan sungguh aku merasa ngeri.
Aku teringat adikku yang cowok, Yusuf, yang baru menginjak masa puber.
Bagaimana jika ia berpikir seperti apa yang aku pikirkan sekarang?
Bagaimana jika ia mendengar kehebohan Miyabi, penasaran, mencari informasi tentangnya, melihat fotonya, dan (semoga tidak) menonton video pornonya?
Naudzubillahi min dzaliik..!
Banyak orang yang berkata wajar jika seorang pemuda menonton video porno. Tapi sungguh, aku tidak ingin dia terjerumus dalam maksiat yang berawal dari menonton video Miyabi. Tidak di usianya yang terlalu muda. Bagaimana jika ia menikmati tontonan itu? Bagaimana jika ia ketagihan? Bagaimana jika.. ah, aku tidak berani membayangkan hal yang mungkin terjadi selanjutnya.
Andai saja…
Andai saja…
I wish you never heard Miyabi’s name, Yusuf..
Kembali ke topik.
Sebelum ramai dibicarakan akhir-akhir ini, aku ga banyak tahu tentang Miyabi. Dari internet, aku baru tahu kalau dia bintang film porno di Jepang. Dan aku sama sekali tidak tertarik.
Tapi karena kabar kedatangannya ke Indonesia menjadi heboh, aku jadi penasaran. Yang mana sih cewek yang namanya Miyabi? (kan ceritanya aku cewek baik-baik yang belum pernah nonton film Miyabi :p) Maka googling-lah aku mencari gambar Miyabi. Aku sih ngebayanginnya bakal menemukan cewek sintal seperti Dewi Perssik, bibir tebal ala Manohara, muka ‘khas’ dan bodi gitar ala Julia Perez.
Ternyata.. apakah yang kutemukan??

Subhanallah.. ternyata Miyabi cantik!
Mukanya imut, innocent, wajah tanpa dosa.. (padahal mah…hehehe).
Waktu itu aku hanya berkomentar, “Oh.. ini toh yang namanya Miyabi..”
Sudah. Case closed.
Tapi seminggu setelah itu kontroversi semakin memanas. Mulai muncul demo-demo, para public figure mulai angkat bicara. Dan aku mulai penasaran tingkat dua: Emang seheboh apa sih Miyabi sampai orang-orang pada ribut? Wajahnya memang cantik. Tapi masih lebih cantik Dian Sastro, lah. Dan aku mulai berpikir untuk menonton film porno Miyabi.
“….”
Tiba-tiba aku tersentak.
Kini aku mengerti mengapa banyak orang yang tidak setuju Miyabi ke Indonesia. Dan sungguh aku merasa ngeri.
Aku teringat adikku yang cowok, Yusuf, yang baru menginjak masa puber.
Bagaimana jika ia berpikir seperti apa yang aku pikirkan sekarang?
Bagaimana jika ia mendengar kehebohan Miyabi, penasaran, mencari informasi tentangnya, melihat fotonya, dan (semoga tidak) menonton video pornonya?
Naudzubillahi min dzaliik..!
Banyak orang yang berkata wajar jika seorang pemuda menonton video porno. Tapi sungguh, aku tidak ingin dia terjerumus dalam maksiat yang berawal dari menonton video Miyabi. Tidak di usianya yang terlalu muda. Bagaimana jika ia menikmati tontonan itu? Bagaimana jika ia ketagihan? Bagaimana jika.. ah, aku tidak berani membayangkan hal yang mungkin terjadi selanjutnya.
Andai saja…
Andai saja…
I wish you never heard Miyabi’s name, Yusuf..
Sabtu, 03 Oktober 2009
Oki Setiana Dewi
Setelah di postingan sebelumnya aku membahas Sheila Marcia Joseph, kali ini aku membahas aktris pendatang baru sang pemeran Anna Althafunnisa di Mega Film Ketika Cinta Bertasbih: Oki Setiana Dewi.
Aduh.. Semoga blog ini tidak berubah jadi blog infotainment :p
Motivasiku menulis tentang dia: numpang beken! Hehe..
Ya.. siapa tahu banyak yang ngefans ma dia, terus gooling tentang dia, terus mampir di blogku! Kan lumayan.. heuheu..
Oke, jadi begini ceritanya..
Oki adalah adik kelasku di SMA Negeri 1 Batam. Waktu aku kelas 3, dia kelas 1. Saat itu aku tahu tentang Oki karena sejak SMP dia lumayan sering masuk koran lokal. Dan selalu, isinya tentang prestasi-prestasi dia yang bejibun mulai dari bidang modelling sampai akademik. Saat itu bisa dibilang dia sudah terkenal di Batam. Kalau mau googling, kamu bisa dapat info tentang Oki dari blog-blog orang Batam.
Yang aku ingat sih.. dulu dia sempat jadi latihan jadi mayoret.. sempat pula menunjukkan kebolehannya berjalan di atas catwalk-buatan di lapangan sekolah.. sempat minjem spidolku.. Haha.. ga penting banget aku cerita dia pinjem spidolku! Apalagi dia ga kenal aku.. :p
(eh, coba tebak, gimana ceritanya dia pinjem spidolku tanpa tahu namaku? *tetep ya.. dibahas.. heuheu)
Ketika aku mendengar dia lolos audisi KCB dan dapat peran Anna, aku kaget sekaligus senang. Sumpah ya, ni anak emang keren banget. Apalagi dengan penampilannya sekarang yang Subhanalloh.. jaaauhhh banget dari Oki yang aku lihat dulu, saat dia masih jadi model.
Aku dengar dari adik aku (yang juga adik kelas Oki), kalau Oki pindah ke Jakarta kelas 2 SMA untuk meniti karir di bidang entertainment. Ternyata di Jakarta dia dapat hidayah dan kemudian menutup auratnya. Bayangkan, ke Jakarta untuk meraih mimpi tapi memutuskan suatu hal yang berpotensi sangat besar untuk menghambatnya!
Waktu itu aku pikir, hancurlah cita-citanya.
Tapi ternyata.. jilbab itu yang kemudian membuat ia mendapat peran Anna. Membuka jalannya ke dunia entertainment tanpa meninggalkan perintah agamanya. Wuah.. Keren.. Tuhan kami Maha Keren!
Aku pun termotivasi. Aku pernah berpikir, sungguh jilbab ini membuat aku merasa agak terbatas. Habis, ga bisa jadi cheerleader & sexy dancer, hahaha.. becanda!
Aku ingin sekali terjun di bidang perfilman. Jadi orang di balik layar. Tapi aku melihat, tidak banyak jilbaber yang berada di lingkungan seperti itu. Aku dengar, pergaulan para artis yang sering dugem, narkoba, kru yang banyak merokok, dan hal-hal negatif lain yang membuat aku berpikir, mungkinkah aku..?
Dan dari KCB-lah aku menemukan jawabannya. Pada intinya, kita harus mencari orang-orang yang satu visi. Seperti para kru KCB yang mengemban misi yang sama: Dakwah. Sebelumnya aku tidak bisa membayangkan ada film yang dalam prosesnya sungguh-sungguh menjaga nilai-nilai keislaman. Yah.. memang sih, aku merasa agak aneh melihat adegan ranjang KCB dimana sang istri tetap pakai jilbab dan tidak bersentuhan kulit dengan suaminya. Tapi dari sana aku berpikir, hei, kreatif nih yang bikin film! Ternyata bisa loh, bikin adegan suami-istri tanpa melanggar perintah agama. Hal yang sulit aku temukan di film manapun yang pernah aku tonton.
Buat aku, film KCB adalah sebuah Masterpiece. Sebuah karya yang mampu mengubah pikiranku, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin. .
Ya Allah, izinkanlah hamba mengabdi pada-Mu melalui film.. Amin
NB:
Mau tahu apa yang paling membuatku iri pada Oki? Aku iri pada hidayah yang diberikan Allah padanya. Dan aku ingin sekali syuting bersama Deddy Mizwar T.T
Selasa, 15 September 2009
Sheila Marcia Joseph

sumber gambar: gadis.co.uk
Tumben amat nih aku ngebahas artis. Padahal aku bukan penonton setia infotainment. Tapi cewek yang satu ini beda.
Dia pernah jadi orang spesial bagi aku (APPAAAAA….??? Hehe).
Iya, jadi sebenarnya aku itu.. jatuh cinta pada pandangan pertama padanya
(APPAAAAA …?? Sinta, ternyata kamu….).
Hey, bentar. Begini ceritanya.
Waktu SMA, aku pertama kali melihat wajahnya di sampul majalah Gadis, dan aku langsung suka. Menurutku, mukanya cute dan eksotis. Saat itu warna kulitnya agak kecoklatan terkena matahari Bali *tsah*. Dan serius, aku ga bosan melihat wajah cantiknya.
Saking sukanya, dia jadi inspirasiku buat menulis novel! Waktu itu aku baru mulai menulis, dan pas melihat muka Sheila, aku langsung berandai-andai, jika novel ini difilmkan, aku pengen pemeran utamanya Sheila Marcia! *Imajinaaaaassiiii…..
Dan selama aku menulis, aku membayangkan adegan-adegan dalam novelku diperankan Sheila. Sheila yang cantik, imut, dan punya senyum manis. Ow..ow..ow.. I love you.. Sheila!
Sampai.. Sheila-ku yang manis, berubah. Sheila di kepalaku dengan Sheila yang di TV, berbeda. Mulai dari gaya pacaran dengan Roger yang kelewat mesra, penampilan yang terlalu seksi, semuanya bikin aku mengurut dada. Tapi aku masih menyukainya. Gak papa, wajarlah. Namanya juga artis.
Eh.. tiba-tiba dia tertangkap pakai narkoba dan masuk penjara. Lemaslah aku.
Sheila.. Sheila..
Tapi melihat perhatian dan kasih sayang ibunya, Sheila tampak tegar dan semakin dekat dengan Tuhan. Hm.. bagus. Bertobatlah kamu, Nak..
Dia sempat bebas, sempat jadi host Inbox di SCTV, dan sekarang dia masuk penjara lagi…
dan hamil.
HAMIL!
What the hell were you doing Sheilaaaaa…??
Sungguh, semua yang ia lakukan memporak-porandakan imaji indahku tentangnya.
Sepertinya, semua yang ia lakukan sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai yang aku pegang. Melihat mama Sheila dan mamaku, aku menemukan perbedaan prinsip diantara keduanya. Kalau mama Sheila membebaskan anaknya untuk melakukan apapun dengan membiarkan Sheila menanggung resikonya sendiri, tidak demikian dengan mamaku.
Mamaku dulu pernah berpesan, bahwa aku boleh memilih: dibebaskan melakukan segala sesuatu dengan penuh tanggung jawab, atau, jika aku belum bisa bertanggung jawab, maka lebih baik aku 'dipingit', alias dikekang saja sekalian. Demi kebaikanku.
Tentu saja aku memilih yang pertama.
Aku ingin bebas.
Dan aku tahu batasan yang dimaksud orang tuaku.
Hamil di luar nikah? Wow, bisa-bisa aku langsung dipecat jadi anak! Hehe..
But still, aku tidak ingin menghakiminya. Because I can’t put myself in her shoes. Aku tidak membenci Sheila. Tidak pernah. Tapi aku berharap, semoga tidak ada yang bernasib semalang Sheila. Semoga masyarakat Indonesia bisa memetik hikmah dari kisah hidupnya..
Langganan:
Postingan (Atom)

