Jumat, 20 November 2009

Sebuah Realita Pahit

Dulu, ketika aku remaja, aku pernah berpikir bahwa,
aku tidak dugem, aku tidak pernah melihat narkoba, aku tidak mengikuti trend fashion, aku tidak pacaran, aku tidak merasa cukup “bersenang-senang”.
Itu adalah dunia remaja yang aku lihat di televisi.
Tapi mengapa sepertinya duniaku berbeda?
Duniaku biasa saja. Sangat “lurus”.
Jauh sekali dengan yang digambarkan di media.
Wajarkah dunia yang kujalani?

Tapi pada akhirnya justru aku mensyukuri hidupku yang biasa, lurus, dan baik-baik saja ini.

Di usia sekarang yang memasuki dewasa awal, hidupku masih lurus seperti biasa.
Tapi kemudian, tampaklah padaku realita itu. Realita yang biasanya aku lihat di televisi, kini bisa kulihat disekitarku, kutemukan di dekatku.

Tinggal bersama dengan kekasih tanpa ikatan pernikahan.

Married by accident.

Pelecehan seksual.

Percobaan bunuh diri karena ditinggal pacar.

Kupu-kupu malam dan waria menjajakan diri di pinggir jalan.

Pembuatan video mesum.
Cih.

Sepertinya narkoba saja yang belum pernah aku lihat

Naudzubillahi min dzalik…
Dunia apa ini?
Ya Allah, lindungi hamba dari syaitan yang terkutuk,
lindungi hamba dari segala dosa..


Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S. Al-Hadid:21)

4 komentar: