Rabu, 20 Desember 2017

Astra, Pride of the Nation yang Inspiratif

Salah satu kegiatan favorit saya kalau berkunjung ke rumah adik adalah ‘mengobrak-abrik’ lemari bukunya. Maklum, sama-sama pecinta buku. Bedanya, saya sudah jarang belanja ke toko buku kecuali untuk beli buku Kakang (3 tahun). Sementara adik saya masih suka. So, tiap ke rumahnya saya berharap menemukan buku-buku bagus dan menarik untuk dibaca.
Suatu ketika, saya menemukan buku ini:




Bukunya tebal banget, kayak kamus. Isinya lebih dari 500 halaman. WOW

Buku ini ditulis oleh Yakub Liman, mantan eksekutif Astra yang pernah memimpin Astra Management Development Institute (AMDI) pada 2000-2008.

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Astra? Perusahaan ini kini menginjak usia 60 tahun. Itu bukan angka yang main-main. Kalau diibaratkan usia manusia, 60 tahun berarti telah mapan, telah banyak berkontribusi, settle dan kokoh.

Pride of the Nation memang menjadi goal Astra untuk dicapai pada tahun 2020. Telah banyak yang dipersembahkan Astra untuk bangsa ini. Astra merupakan pembayar pajak yang signifikan, memberdayakan lebih dari 200 ribu orang, hingga mengelola berbagai program CSR di bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan yang dilakukan hingga ke pelosok.

Kesuksesan Astra saat ini tak lepas dari nilai-nilai yang ditanamkan pendirinya, William Soeryadjaya. Sosok asal Majalengka, Jawa Barat ini sangat dihormati karena nilai-nilai dan prinsip-prinsip berbisnis yang visioner dan beretika. Rahasia Astra dapat bertahan melintasi zaman adalah karena Catur Dharma yang menjadi landasan norma dan budaya perilaku perusahaan.

Apakah Catur Dharma itu?
1.       Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara
2.       Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan
3.       Menghargai individu dan membina kerja sama
4.       Senantiasa berusaha mencapai yang terbaik

Sejak awal, beliau selalu ingin Astra dan seluruh insan di dalamnya sejahtera bersama bangsa, memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia. Untuk itu, beliau memprioritaskan agar perusahaan selalu menciptakan produk yang baik dan memiliki sistem manajemen berkelas dunia.

Kereeeeen!

Begitu banyak dan detailnya kontribusi Astra untuk Indonesia tentunya tidak mungkin saya rangkum di sini. Ringkasannya saja mungkin bisa jadi lebih dari 10 blogpost. Heuheu

Tapi salah satu hal yang saya perhatikan adalah betapa Astra sangat memperhatikan UMKM. William concern dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat karena Astra hanya akan tumbuh jika kelompok mayoritas yang berada di kalangan menengah mengalami perbaikan kehidupan ekonomi. Karena itu, William memberi kesempatan pada UMKM untuk menjadi pemasok berbagai kebutuhan Astra.

Untuk membantu UMKM yang sering terkendala modal dan kompetensi, Astra mengembangkan instrumen Astra Mitra Ventura untuk mengatasi masalah modal UMKM serta mengadakan program pembinaan kemampuan teknis dan manajerial melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra. Dengan dua instrumen tersebut, Astra melakukan pendekatan terpadu dan sistematis  dalam bentuk pelatihan, pemasaran, pembukaan jaringan, dan permodalan. Hingga tahun 2015, UMKM binaan mencapai jumlah lebih dari 9000 UMKM.

Saya tidak tahu seberapa banyak perusahaan yang menggaet UMKM sebagai mitra. Tapi saya berharap Astra dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi corporate lain. Dengan mindset tumbuh bersama ini, saya yakin pada akhirnya bangsa ini akan semakin kuat perekonomiannya.


Saya percaya sebenarnya Indonesia bisa. Indonesia masih memiliki banyak potensi. Seandainya kita semua mau belajar dari William dan mengaplikasikan juga Catur Dharma, baik sebagai individu, business owner, bahkan karyawan sekalipun, bukan tak mungkin kita akan mampu bertumbuh bersama masyarakat sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar