Minggu, 07 Juni 2015

Ingin Kutemui Orangtua, Untuk Pertama Kalinya Bersama Suami

“Ironis  ya, kamu sudah aku nikahi, tapi aku sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di rumahmu. Siapa tahu kan sebenarnya di sana kamu sudah bersuami atau sudah punya anak 2.” canda suami pada suatu ketika.

Saya hanya nyengir mendengarnya.

Suami saya memang belum pernah mengunjungi rumah orangtua saya di Batam, bahkan saat melamar dan menikahi saya.

Loh kok bisa? Begini ceritanya..

Keluarga saya tinggal di Batam. Namun sejak kuliah tahun 2005, saya ngekos di Bandung dan setelah lulus pun memutuskan bekerja di sini.

Tahun 2012, saya berkenalan dengan seorang pemuda bernama Yoga. Pemuda ini tertarik dan berniat menjalin hubungan serius dengan saya meski ia baru mengenal saya beberapa bulan. Karena tak ingin pacaran, saya tantang dia untuk bicara dengan ayah saya. 
Ia setuju, lalu menghitung-hitung ongkos yang diperlukan untuk membawa kedua orangtuanya di Sumedang ke rumah orangtua saya di Batam.

Harga tiket standar Bandung-Batam sekitar 1 juta per orang. Pergi Pulang 2 juta. Untuk 3 orang (dia dan kedua orangtuanya) total butuh  6 juta. Hanya untuk tiket pesawat! Baginya, itu biaya yang mahal. Maklum, ia bekerja di perusahaan kecil yang minim fasilitas. Ayahnya pun waktu itu adalah seorang penjual kupat tahu dan bubur ayam. Sangat sederhana.

Saat menceritakan tentang dia pada orangtua saya, tanpa diduga ibu saya berkata, 
“Gak usah ke Batam. Biar Mama dan Papa aja yang ke Bandung. Insya Allah nanti kami ke Bandung saat pernikahan Teh Ratih.”

Teh Ratih adalah sepupu saya yang tinggal di Bandung. Keluarga besar kami memang sebenarnya banyak yang di Bandung. 
Kenapa orangtua saya di Batam? Karena ayah saya ditempatkan perusahaannya untuk dinas di Batam.

Begitulah, sehari setelah gelaran nikahan Teh Ratih, keesokan harinya langsung acara lamaran saya. Pernikahan kami 4 bulan kemudian pun “numpang” di sebuah villa milik saudara di Garut, mengumpulkan seluruh keluarga besar orangtua saya.

Sampai sekarang, saat kami sudah memiliki anak berusia hampir 8 bulan, suami belum pernah menginjakkan kaki ke Batam, tempat tinggal orangtua saya. Sedih ya? Heuheu..

Jadi, andai bisa terbang gratis, saya ingin menemui orangtua di Batam, pertama kalinya bersama suami.

NGAPAIN AJA DI BATAM?
Di Batam nanti saya ingin mengajak orangtua dan suami saya berjalan-jalan ke Jembatan Barelang, menikmati kelapa muda di Pantai Melur, dan berwisata kuliner. Karena dekat laut, seafood di Batam lebih fresh dan lebih bervariasi daripada di Bandung. Saatnya pesta seafood!

TERBANG DENGAN CITILINK
Saya ingin ke Batam hari Jumat tanggal 3 Juli 2015 penerbangan dari Jakarta pukul 16.00 WIB. Sementara pulangnya hari Minggu tanggal 5 Juli pukul 14.15 WIB dari Bandara Hang Nadim Batam.

Untuk pemesanan tiket, saya memilih memesan tiket pesawat Citilink melalui Traveloka App. Kenapa Citilink? Karena harga tiketnya terjangkau, jarang delay, dan nyaman.

Booking tiket PP Jakarta-Batam-Jakarta via Traveloka



Rincian harga tiket


Malam sabtu sepertinya akan menginap di rumah orangtua, agar mereka puas main dengan cucu. Malam minggu inginnya sih menginap di hotel saja, biar bisa bulan madu #uhuk.

Saya pilih HARRIS Resort Waterfront karena lokasinya yang tak jauh dari rumah, berada di pinggir pantai, dan salah satu hotel terpopuler di Batam.

Pemesanan hotel juga lewat Traveloka App. Gampang!


Booking hotel via Traveloka


TRAVELOKA APP, BOOKING TIKET DAN HOTEL CEPAT & MUDAH!

Memesan tiket pesawat dan booking hotel via Traveloka sangat nyaman meskipun lewat mobile. Dengan adanya Traveloka App, saya bisa pesan tiket dan booking hotel dari mana saja, kapan saja. Tidak harus buka laptop dulu. Apalagi laptop saya loading-nya lama #curcol.

Caranya juga mudah. Hanya memasukkan data dan mengikuti instruksi. Tidak sampai 5 menit, tiket dan hotel yang saya inginkan sudah didapat.

Senangnya jika bisa ke Batam bersama suami. Karena perjalanan ini adalah sebuah pembuktian. Pembuktian bahwa saya belum pernah menikah sebelumnya apalagi punya anak. Hihihi..

Dear A Yoga, engkaulah yang pertama dan terakhir bagiku.

#gombal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar