Selasa, 24 November 2009

Kembali Posting ;p

I'm back.
Miss me?

Hohoho..
begitulah kata Mbak Okke kalau udah menulis Hiatus.

Sebenarnya tidak ingin posting, hanya saja, sayang sekali kalau aku mematahkan komitmenku sendiri untuk posting setiap hari.
Dengan 'proyek' Posting Setiap Hari ini, tentunya aku berharap bisa belajar menulis secara konsisten, apapun isi tulisan itu.

By the way..
buat teman-teman yang nge-blog di Blogspot, mungkin ada yang tahu dengan Blogs of Note?
Itu loh.. jadi pihak Blogspot secara berkala suka merekomendasikan blog-blog keren yang "Patut Dilihat", begitu istilahnya.
Dan aku suka banget melihat blog-blog hasil rekomendasi Blogspot itu.

Selama ini sih, aku belum pernah melihat blog Indonesia yang masuk list.

Eh, pernah deng.
Bogor Daily Photo. Kalau ga salah loh.

Tapi yang mau aku bahas bukan itu.
Aku menemukan satu blog milik teman sekelasku yang keren: Firly in Curlyland.

Isinya gambar-gambar hasil karya dia,
dan cerita ala dongeng dalam bahasa Inggris.
Dengan isi yang sangat spesifik, fokus, dan totally in English itu,
blognya (menurut aku) layak untuk masuk Blogs of Note.

Tinggal tunggu waktu aja (amiin). Hehe..

Firly adalah anak yang sangat berbakat, jago gambar,
gaya berpakaiannya sangat unik, malah aku pernah dengar ada yang menjulukinya Agnes Monica ketika dulu dia bergaya Harajuku (bener ga, Fir?). Pernah juga pakai baju Tailor ala Sailormoon ke kampus, yang pastinya sangat menarik perhatian orang-orang.
Hoho..

Sampai-sampai aku pernah berkhayal, kalau aku bikin film beneran, dia bakal aku tarik untuk bagian Art & Wardrobe.
Hehe.
Imajinaaasii..

Ini salah satu gambar favoritku.



Cekidot yang lain, Gan... :)
Hanya di Firly in Curlyland..

Senin, 23 November 2009

Hiatus

Apakah hiatus itu?
Entahlah. Aku juga tidak begitu mengerti sebenarnya.
Konon katanya, kalau mau libur nge-blog, tulis itu aja.
Maksudnya mungkin sama dengan 'tidak ada postingan untuk sementara'.
hehe..

Sejak berusaha posting tiap hari, aku merasa tulisanku makin gak bermutu.
Sempat terpikir untuk tidak lagi posting tiap hari, mungkin seminggu sekali, yang penting setiap mem-publish tulisan, kualitasnya bagus.

Tapi kata hatiku yang lain bilang, salah kalau aku malah mengurangi kuantitas.
Kalau merasa kualitasnya kurang, ya tingkatkanlah kualitas itu!
Lagipula, bukankah dengan banyaknya kuantitas, bisa meningkatkan kualitas?
Betul, tidak?

:)

Hhh...
Posting tiap hari itu berat ternyata.
Aku akan mencoba konsisten,
tapi mungkin minggu ini akan bolong-bolong,
Pengen fokus skripsi.

Bye, guys..
aku tak akan lama absen.
Ga akan selama Raditya Dika, lah.
Hohoho...

See u soon..

Salam peace, love, and gaol
:*

H.I.A.T.U.S

Minggu, 22 November 2009

Jilbab Pertamaku



Ini kisah 8 tahun yang lalu.

Hari itu, Sabtu, dua hari sebelum hari pertamaku di kelas 2 SMP.
Aku adalah murid pindahan dari SMP Negeri 4 Bandung ke SMP Negeri 1 Lhokseumawe, Aceh Utara.
Aku tengah bermain bersama tetanggaku, Ami, ketika dia tiba-tiba bertanya,
"Seragam Teh Sinta kek mana?"
Dengan sedikit heran aku menjawab,
"Biasa.. putih biru, lengan pendek, rok selutut?"
Ami, yang baru masuk kelas 1 SMP itu berkata lagi,
"Kalau kami Teh, kemeja harus lengan panjang, rok juga semata kaki. Pakai jilbab. Semua murid perempuan harus seperti itu seragamnya.."

Aku sangat kaget. Aku langsung memberi tahu Mama. Mama mengkonfirmasi hal itu ke Mama Ami. Dan memang benar, sebagai propinsi yang mulai menerapkan syariat Islam, setiap siswa perempuan mulai tingkat SMP wajib mengenakan jilbab ke sekolah.

Wow.. keesokan harinya, aku dan Mama pontang-panting mencari seragam di pasar.
Kayaknya emang agak panik. Gimana enggak, masak nyari baju seragam H-1? Hehe..

Dan hari seninnya.. aku takjub melihat seisi sekolah para siswinya pakai jilbab semua. Sementara siswa laki-laki memakai celana biru panjang.
Untung Ami ngasih tahu, kalau enggak, aku pasti salah kostum dan jadi yang paling seksi disana. Huahaha..

Alhamdulillah, sampai sekarang jilbab itu bisa aku pertahankan sampai sekarang.
Jilbab yang menjadi kenang-kenangan, bahwa aku pernah tinggal di Aceh, wilayah yang pernah berkonflik, tapi sungguh-sungguh religius.
Apa kabar Aceh sekarang, ya?

Oya, ngomong-ngomong tentang jilbab pertama, sejak nonton Emak Ingin Naik Haji yang ceritanya karya Asma Nadia itu, aku semakin 'ngiler' pengen banget ikutan syuting film Jilbab Pertamaku. Cerita film itu kayaknya dari Mbak Asma Nadia juga, deh.

Pengeeeeennnn....
Huhu..
Pengen. Pengen. Pengen..

Note:
Gambar adalah hasil karya Sintamilia.
Boleh copas asal mencantumkan sumber.
Terimakasih..

Sabtu, 21 November 2009

Menjadi Dewasa

Aku menulis ini lewat tengah malam..
Agak mengantuk, tapi belum ingin tidur.
Akhir-akhir ini terkadang aku merasa seperti itu..
Mungkin karena pagi/siang/sorenya aku sudah tidur? Entahlah.
Tapi di sisi lain, aku merasa tidak ingin hari ini berakhir.

Aku ingin waktu berhenti. Aku ingin berada di hari ini selama mungkin.
Aku tidak ingin tertidur, kemudian ketika bangun, tanggal otomatis berganti.
Lucu sekali, bukan? Dengan tidak tidur pun waktu akan tetap berubah.
Hari dan tanggal akan otomatis berganti, baik aku tidur maupun tidak.

Aku merenung, betapa banyak waktu yang aku buang dengan percuma.
Di saat orang menghasilkan uang jutaan rupiah per jam, sementara aku sangat tidak produktif.
Siaul.
Aku tidak ingin terus seperti ini, tentu saja.
Tapi aku harus melawan diri sendiri sebelum bisa bergerak.
Ya Allah, tolonglah hamba..

Aku pernah mendengar pepatah,
Menjadi tua adalah pasti. Menjadi dewasa adalah pilihan.
Ha! Omong kosong! Menjadi dewasa adalah sebuah TUNTUTAN.
Tidak normal melihat orang tua yang bertingkah seperti anak-anak.
Setiap orang harus menjadi dewasa.
Harus.
Bisa.
Menjadi.
Dewasa.

Betapa indahnya masa kanak-kanak.
Betapa serunya masa remaja.
Lalu ketika kita harus meninggalkan saat-saat indah dan seru itu, bagaimana?
Aku tidak tahu seperti apa masa dewasa.
Dengan semua tanggungjawab yang diembannya, sungguh, sebenarnya aku takut menjadi dewasa.

Tapi aku tidak punya pilihan.
Menjadi dewasa bukan pilihan.
Menjadi dewasa adalah sebuah keniscayaan.
Sebuah syarat agar aku bisa hidup normal.

Buat kamu yang merasa dewasa, tolong jawab pertanyaanku,
Sebenarnya apa definisi dewasa itu?
Bagaimana rasanya menjadi dewasa?
Ceritakanlah yang bagus, karena yang aku butuhkan adalah jawaban yang membesarkan hati, yang menenangkan, yang menyemangati.

Tapi kalau pun menjadi dewasa adalah hal yang begitu buruk, tak apa. Ceritakan saja.
Karena jika kita tahu kemungkinan terburuknya, dan kita tahu cara mengantisipasinya, maka semuanya akan baik-baik saja.

So..

Dewasa itu apa?
Bagaimana rasanya?

Jumat, 20 November 2009

Sebuah Realita Pahit

Dulu, ketika aku remaja, aku pernah berpikir bahwa,
aku tidak dugem, aku tidak pernah melihat narkoba, aku tidak mengikuti trend fashion, aku tidak pacaran, aku tidak merasa cukup “bersenang-senang”.
Itu adalah dunia remaja yang aku lihat di televisi.
Tapi mengapa sepertinya duniaku berbeda?
Duniaku biasa saja. Sangat “lurus”.
Jauh sekali dengan yang digambarkan di media.
Wajarkah dunia yang kujalani?

Tapi pada akhirnya justru aku mensyukuri hidupku yang biasa, lurus, dan baik-baik saja ini.

Di usia sekarang yang memasuki dewasa awal, hidupku masih lurus seperti biasa.
Tapi kemudian, tampaklah padaku realita itu. Realita yang biasanya aku lihat di televisi, kini bisa kulihat disekitarku, kutemukan di dekatku.

Tinggal bersama dengan kekasih tanpa ikatan pernikahan.

Married by accident.

Pelecehan seksual.

Percobaan bunuh diri karena ditinggal pacar.

Kupu-kupu malam dan waria menjajakan diri di pinggir jalan.

Pembuatan video mesum.
Cih.

Sepertinya narkoba saja yang belum pernah aku lihat

Naudzubillahi min dzalik…
Dunia apa ini?
Ya Allah, lindungi hamba dari syaitan yang terkutuk,
lindungi hamba dari segala dosa..


Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S. Al-Hadid:21)