Rabu, 08 Juni 2011

From Launching To Kencing

Ceritanya kami sedang dalam perjalanan menuju rumah sepupu.

Di sebuah persimpangan, mobil terhenti karena lampu merah.

Yusuf memperhatikan banner yang terpampang di pinggir jalan.


Yusuf : Mah, launching itu apa?

Mama : Pembukaan.

Achmad : Pembukaan bukannya Opening?

Sinta : Launching itu peluncuran.

Papa : Kalau Ngising? :D

Achmad : Ngising tuh yang tadi di TV itu, Ma? *inget adegan anak hilang*

Yusuf & Mama : MISSING! *lol

Papa : Ngising itu bahasa Jawa..

Sinta : artinya BAB atau BAK?

Papa : Buang air besar..

Sinta : Kalau buang air kecil?

Papa : ... pipis..?

Mama : Kencing! Hahaha


*sungguh sebuah keluarga yang bergembira

Sabtu, 04 Juni 2011

Sayur "Asem"

Jadi hari ini aku masak sayur asem.
Bawa nampan, talenan, dan pisau di depan TV (masak sambil nonton).
Ambil kacang panjang, dan dipetikin.
Kata Mama dia aja yang metik. Aku motong jagung aja.
Okay.

Aku ambil jagung.
Aku potong, tapi mentok coz batangnya keras banget.
Aku tekan pisaunya, telapak tanganku sakit jadinya.
Akhirnya aku geprok-geprok aja.
Tau ga geprok-geprok? aku banting-banting jagungnya di talenan dengan pisau yang menancap.
Si Mama ngakak keras-keras.
Si Papa ngebelain kalem, "Ga diajarin Ma, di kuliah..."

Anehnya, bagi Mama gampang aja tuh.
Ditekan doang, jagungnya terbelah.
Ckckckckc.

Terus aku ngupas labu.
"Bagi dua, kupas kulitnya", kata Mama.
Aku melaksanakan.
Tapi kata Mama cara mengupasku salah.
Dia mengajari.

Aku masih motong-motong labu ketika Mama teriak di dapur,
"Cepetan dong! Udah mendidih nih airnya!"

Setelah selesai, aku bawa nampan berisi kacangpanjang, jagung, dan labu itu ke dapur.
Mama mencucinya dan memasukkannya ke dalam air mendidih,
setelah sebelumnya memasukkan kacang tanah.

Ia menyuruhku mengiris bawang merah dan bawang putih.
Aku iris.
Tapi katanya aku salah.
Ga ada cara motong bawang kayak gitu.
Mengiris bawang harusnya memanjang (vertikal, bukan horizontal)

Tugasku sampai di situ saja.
Mama mengerjakan sisanya.
Beberapa menit kemudian, sayur asem matang.

Aku makan dengan sayur asem.
Enak sekali.
Aku menghabiskan jagungnya dua potong!

Lain kali aku ingin memasak sayur asem lagi.

Terimakasih Mama, telah mengajari aku masak.

*lol
*tulisan gaya anak SD



Jumat, 03 Juni 2011

Do Not Regret Anything

Pernah baca postingan di tumblr. Kira-kira bunyinya seperti ini:

Do not regret anything coz at one time it was what you all wanted.

Itu adalah sebuah kalimat yang mengingatkan saya bahwa apapun kondisi, apapun yang saya lakukan sekarang, tidak pantas disesali. Toh saya yang memutuskan. Saya yang memilih.

Seperti saat ini.
Apakah saya menyesal pindah dari Bandung ke Batam? Tidak.
Cuma sedih. Dan itu wajar.
Sedih meninggalkan kehidupanku yang (almost) perfect di sana.

Apakah aku menyesal karena kehidupanku di Batam belum seperti yang aku harapkan?
hmmm.. sedikit.
Tapi sejauh ini I'm fine.
Setidaknya aku masih sehat, aman, nyaman, kenyang, dan punya (sedikit) uang :D

Aku memutuskan ke Batam karena ingin bersama orangtuaku, menghabiskan waktu selama mungkin bersama mereka sebelum aku 'diambil orang' (:p), dan belajar mengurus urusan domestik layaknya Ibu Rumah Tangga *lol

Boleh tertawa karena saya memang lobgay (loba gaya). Orang calon suami aja belum punya! *ketawa guling2
Tapi pengalaman membuktikan, saya tidak akan mencapai sesuatu kalau saya belum siap. Saya tidak lulus kuliah sampai saya merasa siap, saya tidak bekerja sampai saya siap. Saya yakin tidak akan menikah sampai saya merasa siap.
So?
Makanya sekarang saya bersiap-siap! :D

Meskipun teman saya yang bekerja sebagai recruitment staff pernah berkata bahwa masa-masa pengangguran harus diisi dengan aktivitas di luar rumah (alias menjadi pengangguran banyak acara), tapi 'hebatnya', saya malah bertahan di dalam rumah. Online all day long. Haha. Sempet jenuh tingkat tinggi sih, but a thought came to my mind...

Apakah begini rasanya jadi Ibu Rumah Tangga?
Bersihin rumah, nyapu, ngepel, masak, nyuci baju, jemur baju, nyetrika, nonton infotaiment (thanks God there are Star Movies & HBO here), sore-sore kongkow sama ibu-ibu sambil mengawasi rumah (biar ga kemalingan) dan mengawasi anak-anak bermain.

Oke lah mungkin ga se-ekstrim itu. Saya maunya nanti ada pembantu
*huuuuu **disorakin pembaca.
Kalau saya tidak mengerjakan 100% pekerjaan domestik, saya akan menggunakan waktu untuk menulis.
Tapi ya ampun! Bahkan nulis pun mesti nunggu mood & ide. Menyebalkan sekali T_T

Intinya adalah...
Keadaan yang saya jalani saat ini bisa jadi adalah keadaan yang akan saya jalani (lagi) di masa depan.

Meskipun ada pertanyaan besar: "Benarkah ini yang saya inginkan?",
Tapi setidaknya saya tahu,

I WILL SURVIVE IN THE HOUSE!
(jangan lupa pembantu! :p)







Rabu, 01 Juni 2011

Update

Helloooooww, fellas!

Kangen saya tidak?
Kangen dong pastinya.. *maksa*.

Udah lama banget saya ga posting ya..
Sebenernya sekarang juga masih males.
Tapi udah mentok banget ga ada hal lain yang bisa dikerjain lagi.
Ya suw, terpaksa posting deh. Hahahaha
*ckckckckck

Quick update sajalah.

1. Umur saya sudah 24 tahun! OMG!
Dan resolusi saya di umur ini adalah.. mulai sekarang saya akan menggunakan kata ganti "saya" di blog ini instead of "aku" yang sebelum ini saya gunakan.
Ga penting? Ember!

2. Status saya saat ini adalah: PENGANGGURAN. Huahahahaha *sok bangga
Nganggurnya saya kali ini lebih buruk daripada dulu pas habis wisuda. Kali ini saya tidak mood blogging, tidak bersemangat melamar kerjaan, tidak sedang terlibat produksi film, tidak bisa membaca novel-novel yang dulu saya sewa dengan beberapa ribu rupiah saja, tidak bisa kongkow dengan sahabat-sahabat saya sesama pengangguran terselubung, dan yang paling parah: tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk melalui ini semua *tsah!

Yah.. positifnya: saya tidak mencemaskan keuangan saya karena setidaknya sekarang saya tinggal di rumah (Batam), ga ngekos lagi di Bandung. But still, I lost everything!

Ga heran akhir-akhir ini saya agak stres.

3. Dua orang sahabat saya kompak banget lagi hamil dua bulan. Ckckckc. Pengen ngasih sesuatu tapi ga tau apa. FYI, saya tidak hadir di acara resepsi pernikahan dua sahabat saya itu. Kadang-kadang saya protes pada diri sendiri, sahabat macam apa saya?



Demikianlah kegalauan saya kali ini.
Terimakasih sudah menyimak.
Wasalam..

Y_Y






Senin, 30 Mei 2011

Tidak Pantas

Saya baru kena tegur Allah.

KataNya saya terlalu sering memikirkan tentang jodoh.
Padahal Ia sudah mengaturnya.
Jadi seharusnya saya memikirkan-Nya saja.

Ah, malu saya jadinya *blushing*

Ia memang Maha Pencemburu.
Ia ingin kita mencintai-Nya dan memikirkan-Nya di atas segalanya.
Tapi sungguh hanya Dia dan hanya Dia yang layak mendapatkannya.

Memikirkan doi lebih sering dibanding Dia?
Sungguh tidak pantas,
tidak pantas,
tidak pantas.