Kamis, 07 Februari 2019

Pencapaian di Luar Kantor

Ada yang berprestasi di kantornya, dapat reward wisata ke Eropa.

Ada yang berprestasi di kantornya, bisa naik haji gratis (ini ayah saya. Heuheu)



Terus apa kabar saya yang tidak berkantor?



Wait, dulu waktu saya ngantor juga gak pernah berprestasi sih. Wkwkwkwk


Syedih.





Seorang sahabat saya yang di tahun-tahun awal pernikahannya jadi full time SAHM, katanya pencapaian dia adalah saat bisa ngajarin anak ngaji atau hafal surat-surat pendek Al Quran. Baiklah. Itu saya coba lakukan. 


Di sisi lain kehidupan saya sebagai bakul online koko anak, saya berusaha mencapai sesuatu. Yang utama tentu omset sekian dan profit sekian, agar bisa beli dan melakukan ini itu yang butuh duit sekian.


Kadang target tercapai, seringkali tidak. Di tahun 2018, hanya 4 dari 12 bulan yang mencapai target omset. HAHAHA



But it's OK. Saya sudah tahu sejak awal memang begitulah dinamika bisnis.


Prestasi saya dalam hal jualan dimulai saat saya bergabung sebagai marketer di Distributor Salama Surabaya (sekarang sudah pindah ke Wates, DIY). Mbak Anik sebagai owner sangat baik mengelola reseller dan suka menyediakan reward bagi yang meraih omset tertinggi.


Sebenarnya saya pribadi ga punya target khusus. Saya jalani saja semampu saya. Jadi kalau ternyata saya jadi marketer dengan posisi nomor satu terus, saya yakin itu karena produknya memang bagus dan juga karena pertolongan Allah. Selama saya bergabung di sana, saya sudah dapat reward tas kecil, emas mini 0,4 gr dan buku bisnis. Thank you so much, Mba Anik :)




Dari Mbak Anik, selain produk Salama saya juga kemudian tahu tentang merek Fattaya. Ternyata lumayan laris juga loh. Untuk menambah varian produk, akhirnya saya cari distributor/produsennya dan daftar reseller. 


Tak lama, saya tahu kalau jadi agen Fattaya tidak ada target. Sebagai orang yang ga terlalu suka dengan target (halah cemen lu Sin), saya tertarik banget dong. Saking pengennya sampai-sampai saya kirim mini proposal bisnis ke sahabat saya. Alhamdulillah dia bersedia investasi. So, here I am, Agen Fattaya Sumedang ^^



Produk Fattaya



Dua bulan setelah itu, surprisingly saya mendadak jadi Agen Labella. Saya katakan surprisingly karena saya ga nyangka juga. Memang sih udah lama saya memendam keinginan jadi agen Labella. Hanya saja terkendala modal plus takut target bulanan itu. HAHAHA

Tapi setelah konsultasi, ternyata target boleh dicapai dengan akumulasi order (tak harus belanja grosir). Untuk belanja awal senilai 3 juta nett pun boleh akumulasi. WAOOW!

Itu benar-benar meringankan. Meski begitu, ternyata realitanya berat juga gaes.

Bayangkan, biasanya saya bisa langsung menikmati profit dari tiap transaksi. Sementara itu, dalam proses menjadi agen ini saya harus menyetor 100% hasil penjualan. Nanti kalau total akumulasi order sudah mencapai 3 juta nett, barulah saya bisa menikmati laba yang saya ‘tabung’ di distributor.

Aduh Maaak, mana saya daftarnya pertengahan bulan pula di saat dompet lagi kempes-kempesnya dan butuh duit. Apalagi ada beberapa orderan dari tim reseller yang mana mereka dapat harga diskon dari saya, tapi saya harus setor ke distributor dengan harga retail. Jadilah saya banyak nalangin dulu. Perjuangan bingiiiit!

Alhamdulillah semua sudah lewat. Sekarang harus lebih semangat lagi menjemput musim panen menjelang lebaran. Semangat, Sintaaaa ^^

Produk Labella


Yang pengen tahu koleksi lengkapnya, Follow IG @BajuKokoAnak dan turn on notification yaaaah heuheu















Tidak ada komentar:

Posting Komentar