Alhamdulillah..
Diberi kesempatan oleh Allah menginjak usia 27 tahun. Sudah makin tua.. hiks
Alhamdulillah..
Selama 27 tahun diberi kehidupan yang indah, dengan segala jatuh bangunnya, tangis tawanya, up-down nya.. hehe..
Alhamdulillah..
Masih diberi nikmat Iman dan Islam.. semoga sampai akhir hayat.
Alhamdulillah..
Masih memiliki orangtua yang lengkap dan adik-adik yang hebat.
Alhamdulillah..
Telah dipertemukan dengan pendamping hidup yang tulus, dan diberi amanah kehamilan yang kini menginjak 4 bulan. Semoga sehat hingga melahirkan dan ia tumbuh dewasa. Aamiin..
Hari ini, hanya ingin bersyukur pada Allah yang Maha Baik.
Alhamdulillah..
Alhamdulillah..
Alhamdulillah..
Sumber gambar : Pinterest
Jumat, 23 Mei 2014
Kamis, 20 Maret 2014
Suplemen Untuk Ibu Hamil
Just quick update..
Siapa tahu ada yang butuh informasi ini.
Jadi.. pertama kali datang ke dokter kandungan itu, saya diberi resep yang berisi 3 obat:
1. PIRALEN
Tablet yang mengandung Metoclopramide HCl 10 mg ini adalah untuk mengatasi rasa mual. Diminum 3x sehari, setengah jam sebelum makan. Kalau mualnya sudah hilang, tidak usah diminum.
Sejauh ini Alhamdulillah mual-mual saya tidak terlalu sering. Sejauh ini muntah juga cuma 3x dalam 3 hari yang berbeda. 2 hari terakhir malah sama sekali gak terasa mual. Meskipun rasanya masih kurang nafsu makan.
Pusing masih agak terasa, tapi kata dokter pusing itu normal karena perubahan hormon, dan dokter tidak memberi obat untuk mengatasi pusing ini.
Saya amat sangat bersyukur sekali bahwa sejauh ini kehamilan saya tidak mengganggu aktivitas saya di kantor. Semoga saya masih bisa bekerja sampai usia kehamilan 8 bulan. Aamiiin :D
2. FOLAVIT
Folavit mengandung Asam Folat 400 mikrogram, untuk dikonsumsi 1x sehari. Asam folat ini sangat penting untuk mendukung perkembangan otak janin. Info lengkap, silakan googling sajaaa..
*pemalas :p
3. DUPASTON
Hmm.. kalau gak salah sih iya Dupaston. Mengandung progesteron yang salah satu fungsinya adalah menguatkan rahim. Diminum 1x sehari sampai habis. Daaan.. harganya lumayan bikin saya shock : Rp. 207.000 + pajak.
Tapi kalau saya googling, ternyata harga segitu masih murah. Wew..
Yah.. tak apalah, yang terpenting, dedeknya selalu sehat dan kuat sampai lahiran, sampai tumbuh besar dan mendewasa *tsaaah
Aamiiin ya Allah..
Siapa tahu ada yang butuh informasi ini.
Jadi.. pertama kali datang ke dokter kandungan itu, saya diberi resep yang berisi 3 obat:
1. PIRALEN
Tablet yang mengandung Metoclopramide HCl 10 mg ini adalah untuk mengatasi rasa mual. Diminum 3x sehari, setengah jam sebelum makan. Kalau mualnya sudah hilang, tidak usah diminum.
Sejauh ini Alhamdulillah mual-mual saya tidak terlalu sering. Sejauh ini muntah juga cuma 3x dalam 3 hari yang berbeda. 2 hari terakhir malah sama sekali gak terasa mual. Meskipun rasanya masih kurang nafsu makan.
Pusing masih agak terasa, tapi kata dokter pusing itu normal karena perubahan hormon, dan dokter tidak memberi obat untuk mengatasi pusing ini.
Saya amat sangat bersyukur sekali bahwa sejauh ini kehamilan saya tidak mengganggu aktivitas saya di kantor. Semoga saya masih bisa bekerja sampai usia kehamilan 8 bulan. Aamiiin :D
2. FOLAVIT
Folavit mengandung Asam Folat 400 mikrogram, untuk dikonsumsi 1x sehari. Asam folat ini sangat penting untuk mendukung perkembangan otak janin. Info lengkap, silakan googling sajaaa..
*pemalas :p
3. DUPASTON
Hmm.. kalau gak salah sih iya Dupaston. Mengandung progesteron yang salah satu fungsinya adalah menguatkan rahim. Diminum 1x sehari sampai habis. Daaan.. harganya lumayan bikin saya shock : Rp. 207.000 + pajak.
Tapi kalau saya googling, ternyata harga segitu masih murah. Wew..
Yah.. tak apalah, yang terpenting, dedeknya selalu sehat dan kuat sampai lahiran, sampai tumbuh besar dan mendewasa *tsaaah
Aamiiin ya Allah..
![]() |
| Buah cinta :* :* :* |
Rabu, 12 Maret 2014
Review Merry Riana: Langkah Sejuta Suluh
Merry Riana : Langkah Sejuta Suluh
Penulis : Clara Ng
Tebal : 472 halaman
Terbit : Februari 2014
Alasan saya membaca buku ini adalah karena saya sudah membaca buku sebelumnya, Mimpi Sejuta Dolar karya Alberthiene Endah yang menurut saya sangat inspiratif. Tapi ternyata, buku Langkah Sejuta Suluh karya Clara Ng ini 2x lebih nancep di pikiran saya, mungkin karena gaya penceritaannya yang sangat filmis, dalam artian saya merasa seperti menonton sebuah film, dan yakin banget kalau buku ini difilmkan (dengan sutradara dan produser yang tepat tentunya), pasti bakal KEREN banget dan saya bakal bela-belain nonton :D
Saya mengambil banyak pelajaran mengenai kepemimpinan dalam buku ini.
Bagaimana seorang Merry Riana mengawali karir dari bawah dengan posisi kurang menguntungkan dari segi status, kewarganegaraan, dan etnis, hingga kemudian ia mencetak prestasi dan menduduki jabatan sebagai manajer hingga direktur.
Bagaimana ia merekrut timnya untuk yang pertama kali, belajar mengenal motivasi, sifat, dan karakteristik anggota tim..
Belajar memahami, berempati, dan memaksimalkan potensi tiap anggota tim yang berbeda-beda itu..
Bagaimana melakukan goal setting dengan tim, sehingga tujuan itu menjadi tujuan tim, bukan tujuan pribadi..
Bagaimana memelarkan otak sekreatif mungkin untuk mengalahkan kompetitor, bahkan dengan cara paling gila sekalipun (dan seperti ebook Buka Langsung Laris, LOW BUDGET :D)
Bagaimana dengan motivasi yang kuat, kerja keras, kreatifitas, kekompakan, dan kerja sama yang baik, sebuah tim amatir yang diremehkan pun bisa mengalahkan sang expert bagaikan kura-kura mengalahkan kelinci dalam lomba lari.
Buat yang berkarier di dunia Financial Consultant, tips dan trik yang dilakukan Merry Riana untuk berhasil di bidang ini, dikupas secara habis-habisan. Dijamin, hanya dengan meniru dan menduplikasi action-nya dia, bukan tidak mungkin Anda juga akan berhasil meraup jutaan dollar dan bebas finansial.
Saya memberi rating 5 stars di Goodreads untuk buku ini.
Sukses selalu Merry Riana, ditunggu filmnyaaaa! xD
Sumber gambar dan data buku : Gramedia Pustaka Utama
Senin, 10 Maret 2014
Maret Bahagia
Terakhir saya ngeblog kapan? Hmm.. akhir Februari ternyata. Dan selama 10 hari pertama bulan Maret ini, begitu banyaaaaak peristiwa yang terjadi *lebay*.
Apa sajakah itu? Mari kita simak. Yuwk.
1 Maret
Sang tamu bulanan sudah 7 hari tidak datang-datang. Suami pun lalu membeli test pack dan maksa-maksa saya untuk segera test padahal saya udah protes karena belum kebelet pipis :3
Sampai agak lama kemudian, hasrat hati ingin buang air kecil. Ya suw sekalian test pack. Dan hasilnya? Dua garis merah :D
Doi sampai nangis terharu gitu :))
5 Maret
Suami saya paling romantis sedunia ngeposting gambar ini di Facebook:
Sebuah hasil karya yang...berhasil membuat saya ngakak sekaligus nutup muka karena malu >.<
6 Maret
Dapat kiriman 2 buku Best Seller karya Salim A. Fillah : Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan dan Jalan Cinta Para Pejuang. Jazakillah khairan katsiran, Alvi.. :*
7 Maret
Pertama kali periksa ke dokter kandungan :')
Surprise pertama: di USG dan dikasih foto hasil USG-nya. Aaaak.. unyuuu.. ternyata usia kandungannya menurut dokter adalah 6 minggu. Ukurannya masih keciiiiiiiiiil sekali.Masih lebih gede upil, kata temen saya.
Surprise kedua : ternyata harga obatnya muahaaaaaal.. overbudget lah pokoknya. Tapi masih harus bersyukur, setidaknya masih punya rezeki untuk membayarnya. Insya Allah :)
Dapat kirimanfotokopian buku Menu Sehat untuk Ibu Hamil dan Menyusui dari mami tercinta. Daaan ada suratnya dong.. ditulis langsung oleh Mami. Wuaaa.. seumur-umur baru kali ini deh dapet "surat cinta" dari Mami. Maacih mamiii.. :')
9 Maret
Pindahan ke kosan baru. Alhamdulillah, sekarang tinggal di kosan yang lebih baik dengan ukuran kamar yang lebih luas, kamar mandi di dalam, udaranya sejuk, kalau malam bisa lihat citylight Bandung, dan dengan harga yang relatif lebih murah daripada yang lama, karena yang sekarang harganya sudah termasuk listrik dan air sementara yang dulu tidak. Ada kasur baru juga. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..
Begitu banyak yang harus disyukuri.
Terimakasih ya Allah, Engkau sungguh Maha Baik :')
Apa sajakah itu? Mari kita simak. Yuwk.
1 Maret
Sang tamu bulanan sudah 7 hari tidak datang-datang. Suami pun lalu membeli test pack dan maksa-maksa saya untuk segera test padahal saya udah protes karena belum kebelet pipis :3
Sampai agak lama kemudian, hasrat hati ingin buang air kecil. Ya suw sekalian test pack. Dan hasilnya? Dua garis merah :D
Doi sampai nangis terharu gitu :))
5 Maret
Suami saya paling romantis sedunia ngeposting gambar ini di Facebook:
Sebuah hasil karya yang...berhasil membuat saya ngakak sekaligus nutup muka karena malu >.<
6 Maret
Dapat kiriman 2 buku Best Seller karya Salim A. Fillah : Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan dan Jalan Cinta Para Pejuang. Jazakillah khairan katsiran, Alvi.. :*
7 Maret
Pertama kali periksa ke dokter kandungan :')
Surprise pertama: di USG dan dikasih foto hasil USG-nya. Aaaak.. unyuuu.. ternyata usia kandungannya menurut dokter adalah 6 minggu. Ukurannya masih keciiiiiiiiiil sekali.
Surprise kedua : ternyata harga obatnya muahaaaaaal.. overbudget lah pokoknya. Tapi masih harus bersyukur, setidaknya masih punya rezeki untuk membayarnya. Insya Allah :)
Dapat kiriman
9 Maret
Pindahan ke kosan baru. Alhamdulillah, sekarang tinggal di kosan yang lebih baik dengan ukuran kamar yang lebih luas, kamar mandi di dalam, udaranya sejuk, kalau malam bisa lihat citylight Bandung, dan dengan harga yang relatif lebih murah daripada yang lama, karena yang sekarang harganya sudah termasuk listrik dan air sementara yang dulu tidak. Ada kasur baru juga. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..
Begitu banyak yang harus disyukuri.
Terimakasih ya Allah, Engkau sungguh Maha Baik :')
Kamis, 27 Februari 2014
Menikahlah Sebelum Mapan
Seorang teman di Facebook membagi sebuah postingan status dari Ust. Adriano Rusfi yang menurut saya cukup anti-mainstream. Kenapa? Lihat saja, di saat banyak orang berpikir untuk memapankan diri sebelum menikah, beliau justru menyarankan untuk menikah sebelum mapan! Sebuah pemikiran yang seringkali tidak populer di antara para orangtua yang ingin menikahkan anaknya (terutama bila anaknya perempuan).
Alasan Ust. Adriano pun lumayan serius, "Agar anak-anak Anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan Anda."
Saya jadi ingat ketika saya memperkenalkan teman dekat yang belum mapan pada orangtua. Ibu saya awalnya agak keberatan karena tidak ingin saya hidup dengan kesulitan materi, seperti dulu saat Ibu saya menikah dengan Ayah.
Mengapa akhirnya orangtua saya merestui kami menikah? Jawabannya bisa jadi seperti kalimat ketiga Ust. Adriano, bahwa orangtua saya (dan anak-anaknya) telah merasakan ajaibnya kekuasaan Allah.
Sebenarnya ayah saya memiliki gaji yang lebih dari cukup untuk menghidupi anak istri. Namun masalahnya, ayah saya adalah seorang yatim, anak laki-laki pertama yang juga harus membantu menghidupi ibunya dan 5 orang adiknya. Itulah yang membuat kehidupan keluarga kami agak sulit pada awalnya.
Namun ayah saya ikhlas, dan terbukti seiring berjalannya waktu, kehidupan semakin membaik, bahkan ayah saya pernah mendapatkan hadiah perjalanan Haji gratis dari kantornya. Sebuah kesempatan yang secara logika sebenarnya sulit jika mengandalkan diri sendiri karena keluarga kami bisa dibilang tidak memiliki tabungan.
Kami anak-anaknya tumbuh dengan gizi baik, sehat, ceria, terpenuhi berbagai kebutuhan meskipun tidak memiliki harta berlebihan. Sama sekali tidak pernah merasa benar-benar kekurangan. Saya yakin itu karena orangtua kami berusaha untuk selalu bersyukur atas rezeki yang kami terima, dengan harapan Allah akan selalu menambah rezeki seperti yang Ia janjikan.
Kembali ke soal restu. Sejak awal, ayahlah yang lebih memahami perasaan calon suami saya saat itu, karena memang Ayah pernah berada di posisi yang sama 28 tahun yang lalu. Ayah saya yakin, meskipun saat ini belum mapan, selama sang laki-laki selalu berikhtiar dengan sungguh-sungguh, berdoa, solat tepat waktu, banyak bersyukur, bersedekah, dan tawakal, insya Allah kami tidak akan hidup berkekurangan, karena Allah sudah menjamin rezeki kami bahkan sebelum kami lahir. Ayah saya sudah membuktikan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki, Maha Mencukupi.
Jadi demikianlah. Akhirnya kami menikah, meski belum mapan (dalam artian belum memiliki rumah sendiri dan segala perabotannya).
Namun saat ini kami merasa cukup dengan tempat tinggal kami sekarang (ngekos), bisa makan dengan menu baik, bisa jajan dan jalan-jalan dalam kota. Semoga kami dapat selalu bersyukur dan merasa cukup, dengan terus berikhtiar.
Tidak ada manusia yang ingin mengalami kesulitan dalam hidupnya. Namun kesulitan selalu datang bersama kemudahan, dan dengan "paket" kesulitan+kemudahan yang Allah berikan itulah ia menunjukkan kekuasaan-Nya.
Terimakasih pada Ayah dan Ibu saya (juga Bapak dan Ibu mertua) yang menikah sebelum mapan, insya Allah kami telah paham hidup adalah perjuangan.
Terimakasih pada suami yang berani melamar saya meskipun belum mapan, semoga dapat mengajarkan pada anak-anak kami nantinya, agar mereka pun paham bahwa..
Hidup adalah Perjuangan.
Langganan:
Postingan (Atom)





