Jumat, 24 September 2010

Patah Hati & Casting (ya, ya, emang ga ada hubungannya :p)

Beberapa hari terakhir ini banyak yang berseliweran di otakku.

Aku menemukan satu orang lagi korban patah hati.
Korban kali ini luka hatinya tak kalah parah dengan korban-korban terdahulu.
Ia sempat kepikiran mau ke psikiater.
Tapi sepertinya jadi ke psikolog saja (saja?)

Baguslah.
Setidaknya dia paling 'waras' dibanding korban-korban lain.
Korban yang satu ini setidaknya menuju tempat benar untuk mengobatinya.
tidak menyakiti diri sendiri seperti yang lain *sotoy*


banyak yang bisa dibahas tentang cinta.
ga akan pernah habis.

tapi aku merasa, saat ini bukan waktunya membahas panjang lebar, sampai mulut berbusa-busa, atau dalam hal ini, sampai jari-jari pegel ngetik.

yang perlu dia (dan mereka) lakukan hanya satu:
mempraktekkan ilmu ikhlas.
itu saja.



ngomong-ngomong tentang cinta,
aku mau bantuin publikasi nih.

Ada sebuah film drama romantis, tentang cinta.
sebuah proyek non-profit dari 89 project.
mereka (err.. lebih tepatnya, kami) sedang mencari pemain untuk film tersebut yang berjudul Flickering Light.

Pengen ikutan?
langsung saja lihat pengumuman detailnya di sana.

NB:
Buat siapapun yang sedang menderita karena cinta (tak sampai),
semoga cepat sembuh ya..

pasti bisa kok...
pasti sembuh...
ya? :)

Senin, 20 September 2010

Mama, Handphone, dan Cinta

Mamaku gaptek.
Bukannya aku ga gaptek. Aku juga gaptek. Gaptek twitter, salah satunya. Tapi mamaku itu gaptek handphone. Beliau nge-unlock hp aja baru belajar. Kalau mau sms, minta tolong anak-anaknya. Yang beliau bisa hanya menekan nomor dan call/ok. Pulsa jadi sering abis gara-gara nelpon mulu alih-alih sms an. Heuheu.

Mari kita berbelok sedikit.
Papa setiap hari bertemu Mama. Tapi tetap saja, setiap Papa kerja, ia menelepon Mama dari kantor (ga mungkin sms, kan Mama ga bisa buka inbox :p). Kata Mama, seringkali isi telepon Papa itu ga penting (Tentu saja. Hal penting apakah yang terjadi setiap hari?). Tapi yah, kalau panggilan Papa hilang (baca: misscalled), pasti Mama pengen nelepon balik (ciee.. prikitiew!).
Kalau ga ada pulsa dan ga bisa nelepon, Mama hanya bisa diam dan bertanya-tanya, ada apakah gerangan Papa menelepon? Aku sampai ‘menghibur’ Mama: “Ma, kalau penting, pasti Papa nelepon lagi. Berkali-kali. Kalau cuma satu kali berarti ga penting,” sahutku penuh ke-sotoy-an.

Pagi ini ketika aku sedang “sibuk” di kamar mandi, terdengar bunyi yang menandakan 3 sms masuk. Mama ribut.
“Sinta, ini bunyi sms apa bel (telepon-red)?”
“Sms..”
“Kalau bunyi bel?”
“.. bunyinya kayak kereta api,”
“Kalau bunyi alarm?”
Tiba-tiba terdengar lagi bunyi 3 sms masuk.
“Sinta! Tuh bunyi lagi!”
“Ah, paling.. sms yang terkirim ulang (duplicate message)”
“ Cepat dibuka bisi penting,”
“Ya Sinta kan lagi ***** Ma! Ya Allah!” sahutku sampai menyebut Allah di kamar mandi saking gemasnya. Mama tertawa.
“Makanya kalau ***** jangan lama-lama,” sahutnya masih tertawa.

Aku lalu keluar kamar mandi dan bilang, “Sms itu ga penting, Ma!”
“O gitu..” sahut Mama cengar-cengir melihatku ngomel-ngomel (jangan ditiru ya. Masa' sama Mama ngomel? heuheu)
“Iyalah. Kalau penting pasti dia nelpon!”
“O gitu..” Mama masih senyam-senyum.
Aku membuka hp.

“Tuh, kan dari Indri..” (bukan dari Papa, kan Ma..?)
6 sms dari Indri. 3 sms+ duplicate message? Ternyata bukan. Dia mengirim 5 sms bersambung dan 1 sms penutup. Ini isi 5 sms bersambungnya:

Pagi ini aku terketuk tentang pelajaran tentang cinta dan mencintai makhluk Allah sebagai wujud fitrah manusia.
Buat temanku yang sedang jatuh cinta, selamat ya, karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia. Jagalah cinta itu dalam ridho-Nya. Mohonkanlah kepada-Nya untuk dimudahkan menuju halal-Nya.
Buat temanku yang sedang terluka karena cinta, hidup itu bagaikan roda yang terus berputar. Satu saat akan berada di bawah & hidup terasa sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya. Bersabarlah dan berdoalah, karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu di waktu yang lebih indah.
Buat temanku yang tidak percaya akan cinta, buka hatimu. Jangan menutup mata akan keindahan yang ada di dunia. Maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.
Buat temanku yang mendambakan cinta, bersabarlah, karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejap. Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu (Wisata Hati)


Buat mamaku yang sudah menemukan cinta, santai Ma. Jangan kayak anak abege pacaran. Telponan mulu tiap hari. Aku kan jadi sirik, Ma..
Huehehehe..

Cium sayang buat mama dan papa :-* :-*
Semoga aku mendapatkan cinta seperti yang kalian berdua miliki.
Amin

Minggu, 19 September 2010

Bikin Sinopsis

Om Produser memintaku untuk membuat sinopsis cerita Flickering Light (FL) buat dipublish di blog 89 Project. Huh, padahal kan sebenarnya itu adalah tugas penulis skenario. Sempat ada miskomunikasi antara produser-scriptwriter-aku yang bikin aku melempari mereka granat (iya, beneran aku ngelempar granat. Via facebook :p).
Tapi yah.. karena aku kasihan sama produserku itu, dan aku juga anak yang baik hati dan penurut, maka aku iyakan sajalah meskipun aku agak-agak ga ngerti gimana bikin sinopsis yang “menjual” seperti yang ia inginkan. Aku pernah bikin sinopsis FL di blog ini, tapi menurutnya itu terlalu to the point. Ia ingin yang seperti sinopsis novel.
Aku pun lalu ngebela-belain ke Gramedia untuk melihat contoh sinopsis di cover belakang novel-novel. Hmm.. menarik juga. Aku mencatat berbagai format penulisan sinopsis. Ada yang diawali kutipan atau dialog isi novel, ada yang mendeskripsikan konflik, mendeskripsikan karakter, uraian penjelasan cerita, ada juga yang mengambil sudut pandang tokoh utama. Semuanya menarik, meskipun ada beberapa format yang menurutku kurang bisa diaplikasikan untuk membuat sinopsis FL.
Begitu sampai rumah, aku mulai bereksperimen membuat sinopsis dengan bermodalkan skenario dan sinopsis versi scriptwriter. Dari rencana bikin 2 buah, ternyata malah jadi 4 buah sinopsis yang akan dipilih salah satu. Lumayan..
Keesokan harinya, papaku (yang malam sebelumnya mengantarku ke Gramedia dan tahu kalau itu dalam rangka bikin sinopsis) memberiku referensi How To Write A Synopsis yang ia dapat dari hasil googling. OMG, papi! Perhatiannya sering bikin aku geleng-geleng kepala :D .Tapi agak telat. Coz aku kan udah menyelesaikan sinopsisnya duluan. Heuheu.
Begitu aku kirim 4 sinopsis itu ke Om produser, ia langsung menyetujui rekomendasiku dan memilih sinopsis D. Seperti apa sinopsisnya? Silahkan cekidot di Synopsis: Flickering Light.
Bikin sinopsis ternyata lumayan fun juga. Dan sekarang aku mulai berencana membuat sinopsis untuk novelku nanti.
…
Amin :)
Thanks to Om produser, yang udah ngasih kesempatan buat aku untuk menggali potensi diri (Bahasanyaa..! Yuwk)
Thanks to scriptwriter yang udah bikin skenario bagus. Sinopsis yang bagus *muji diri sendiri* kan berawal dari cerita yang bagus. Bukan begitu? ;)

Kamis, 16 September 2010

Passion

Dapat tulisan bagus nih dari Ngerumpi.
Ga bisa di copas, jadi aku tulis ulang aja (ini yang kedua loh, yang pertama di buku diary. Hehe)
But it's okay. Coz i love these words.

This is your life.
Do what you love, and do it often.
If you don't like something, change it.
If you don't like your job, quit.
If you don't have enough time, stop watching TV.
If you are looking the love of your life, stop;
They will be waiting for you whan you start doing thing you love.
Stop over analizing, life is simple.
All emotions are beautiful.
When you eat, appreciate every last bite.
Open your mind, arms, and heart to new things and people. We are united in our differences.
Ask the next person you see what their passion is,
and share your inspiring dream with them.
Travel often; getting lost will help you find yourself.
Some opportunity will come once, seize them.
Life is about the people you meet and the things you create with them. So go out and start creating.
Live is short.
Live your dream and wear your passion.

Minggu, 12 September 2010

Masjid di Ground Zero? Maaf, Tapi..

Aku baru membaca postingan Bybyq tentang opininya mengenai Ground Zero.

Dan ya, aku setuju dengan tulisannya.
Ini potongan komentarku:

klo diibaratkan tuh kayak Israel menyerang Monas, trus mendirikan tempat ibadah orang Yahudi di sana.

Menyerang->mengalahkan->menduduki.

Yang benar saja!


Bukannya aku ga setuju dengan pembangunan masjid di Ground Zero.

Bagus malah, jadi kalau kapan-kapan aku ke New York (amin), ga usah pusing karena susah nyari tempat salat.

Aku hanya merasa..

kebijakan itu tidak masuk akal.

Itu saja.

Maaf.