Kamis, 20 Oktober 2016

Trik Memilih Hadiah Istimewa untuk Ayah Tercinta

Membahagiakan orang tua adalah kewajiban semua orang sebagai anak. Orang tua tentu tidak mengharapkan hal yang muluk-muluk dari anaknya. Cukup dengan memperhatikan keadaannya saja, orang tua pasti sudah merasa sangat senang dan bersyukur. Namun bila sudah memiliki penghasilan sendiri, tentu tidak ada salahnya bila anak memberikan hadiah di hari istimewa orang tua.
Image from Pixabay

Banyak orang yang bingung bila harus memilih hadiah untuk orang tua. Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi bila Anda mau meluangkan waktu untuk mengingat-ingat selera orang tua. Ikuti beberapa trik ini supaya Anda tidak salah memilih hadiah untuk orang tua Anda :
Tidak Perlu Memberikan Hadiah yang Terlalu Canggih
Sering kali hadiah yang terlalu canggih malah membuat orang tua bingung menggunakannya. Mayoritas orang tua memang tidak familiar dengan barang-barang canggih seperti gadget, microwave, atau tablet PC. Jadi, berikan saja hadiah yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan orang tua. Misalnya, HP yang cukup untuk aktivitas menelepon, SMS, dan mengakses internet. Tidak perlu hadiah yang harganya selangit untuk membuat orang tua bahagia.
Mengamati Kegemaran Orang Tua Terlebih Dahulu
Kegemaran orang tua juga bisa menjadi acuan untuk memilihkan hadiah yang tepat. Misalnya, orang tua yang gemar memasak dan membuat kue pasti senang bila diberikan perabot dapur untuk mendukung kegemarannya. Lain lagi dengan orang tua yang hobi membaca buku, membuat kerajinan tangan, atau berkebun. Semua kegemaran orang tua akan menjadi petunjuk jitu bagi anak yang ingin memberikan hadiah.
Hadiah Berupa Perhiasan
Hadiah berupa perhiasan yang bernilai ekonomis tinggi bukanlah suatu pemborosan. Karena orang tua bisa menggunakan atau menyimpan perhiasan tersebut sebagai bentuk investasi. Bila ingin mencari cincin berlian pria, cincin emas, atau beragam perhiasan lainnya, Anda bisa mengakses MatahariMall. Varian cincin di MatahariMall sangat menarik dan bisa dipilih sesuai selera. Kini Anda juga dapat memanfaatkan promo cicilan 0% jika ingin membeli cincin tanpa harus mengeluarkan banyak uang tunai.

Sekarang, mari mengingat-ingat lagi kegemaran atau barang yang sedang dibutuhkan orang tua. Anda bisa memberikannya sebagai kejutan di hari ulang tahun atau hari jadi pernikahan orang tua. Niscaya doa orang tua yang bahagia senantiasa menyertai kelancaran hidup Anda.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Blogwalk to Rita-Asmara.com

Hola! Udah pertengahan Oktober aja nih. Kali ini jadwalnya blogwalking ke blog www.rita-asmara.com

Blog yang berjudul Spirit of My Life ini adalah milik Mbak Rita Asmariningsih. Seorang lifestyle blogger yang mendeskripsikan dirinya sebagai orang yang hobi membaca, menulis, mengisi dan membuat TTS. Wuih, unik banget ni suka TTS. Saya sih ngisi TTS waktu jaman SD aja di majalah Bobo. Heuheu

Tampilan blognya cukup simpel. Dengan background putih dan sidebar di sebelah kanan, juga fontnya yang di PC saya tampak cukup besar jadi enak membaca blognya.

Melihat arsip blognya, ternyata sudah lama juga beliau ngeblog. Dari tahun 2009. Sama kayak saya *cari temen*.

Menu kategori di blognya banyaaak sekali sampai saya bingung mau pilih yang mana. Untunglah di bagian bawah saya nemu popular posts. Dari sanalah saya mulai menjelajahi blog Mbak Rita.

Ada postingan tentang Hobi Teka Teki Silang (18 Mei 2010). Ya, hobi yang beliau tulis di bagian profil ini memang menarik. Jaman sekarang berapa banyak ya orang yang hobi mengisi TTS? Padahal mengisi TTS menuntut otak untuk 'melar', melatih daya ingat dan tentu saja menguji wawasan dan pengetahuan.

Dalam postingan tersebut Mbak Rita bercerita tentang tips mengisi TTS yang ia dapat dari papanya. Apakah itu? Yaitu harus punya kamus Bahasa Indonesia, kamus Bahasa Inggris, dan Buku Pintar yang mencatat jawaban-jawaban TTS yang digunakan. Kamus digunakan apabila TTSnya meminta padanan kata dalam Bahasa Indonesia/Inggris. Sementara Buku Pintar berguna saat menemukan ada TTS yang memiliki pertanyaan yang sama dengan TTS sebelumnya. Dulu ia sering ke toko buku untuk mengintip kamus. Untunglah sekarang sudah tidak perlu lagi karena sudah ada Google :D

Postingan lain yang menurut saya menarik adalah tentang Kisah Sebuah Rumah (7 November 2010). Postingan ini tentang rumah kontrakan yang diklaim pemiliknya sebagai rumah pembawa berkah yang mana setiap orang yang mengontrak di rumah ini selalu pindah saat sudah memiliki rumah sendiri.  Ternyata hal itu benar-benar dialami juga oleh Mbak Rita dan suami. Satu setengah tahun mengontrak, mereka kemudian punya rumah sendiri. Alhamdulillah ya..

Kalau ada rumah 'ajaib' seperti itu, mau juga deh saya ngontrak di situ. Xixixi..
Soalnya saya juga lagi pengen punya rumah sendiri. Tapi kalau bisa yang syariah, atau beli tanah dan bangun nyicil sesuai kemampuan. Aamiiin..

Ah kenapa saya yang curcol.

Lanjuuut..

Postingan Mari Berkunjung ke Palembang (21 Oktober 2013) bagus nih untuk yang mau berlibur ke Palembang. Isinya informatif dan bisa jadi referensi. Mbak Rita membuat list tempat wisata apa saja yang bisa kita kunjungi di Palembang. Antara lain Jembatan Ampera, Masjid Agung, Plaza Benteng Kuto Besak, Riverside Restaurant, Kampung Kapiten, hingga Pulau Kemaro.

Foto jembatan Ampera di blog Mbak Rita

Dua tempat wisata terakhir baru saya dengar. Dan ternyata keduanya punya kesamaan. Kalau Kampung Kapiten adalah tempat rumah-rumah warga Tionghoa yang telah berdiri ratusan tahun, di Pulau Kemaro ada pagoda tempat pemujaan bagi para etnis Tionghoa. Saya jadi ingat Batam, tempat saya dulu tinggal selama 4 tahun. Di Batam juga banyak etnis Tionghoa. Mungkin di Palembang juga seperti itu ya..


Mbak Rita suka menulis di blognya dengan gaya storytelling lengkap dengan dialog-dialog. Saya suka penulisan gaya seperti ini soalnya jadi merasa baca cerpen. 


Yuk ah berkunjung ke blognya. Insya Allah banyak postingan bermanfaat dan positif. 

Selamat blogwalking ^^


Kamis, 13 Oktober 2016

Happy 3rd Anniversary ^^

Alhamdulillah wa syukurillah..

Hari ini tepat 3 tahun usia pernikahan kami. Dari semua perasaan kayak nano-nano yang saya rasakan selama perkawinan ini, perasaan paling menonjol yang terasa saat ini adalah..

Terimakasih Dear,
untuk kehangatan yang tak pernah pudar,
untuk keromantisan 3 tahun yang masih sama seperti 3 bulan pertama.
#eeeaaaaaa

Ngomong-ngomong tentang keromantisan dan angka 3, tadi malam saya baca di IG @fufuelmart tentang 3 tipe romantis. And you know what, suami tercinta punya ketiga-ketiganya. Syuper syekaleee..

Apakah 3 tipe romantis itu? Ini saya tulis seingat saya ya,,

Romantis Menulis
Ada orang yang lebih mudah mengungkapkan perasaan melalui tulisan. Bisa lewat surat, status FB, SMS, sampai chat di WA.





Romantis Berbicara

Yang namanya perempuan meskipun suka bilang, "Jangan gombal deh!" tapi dalam hati sebenernya suka dan berbunga-bunga tuh. Kata-kata manis doi biasanya sih, "Aku sayang banget sama kamu.." atau "Kamu tuh wanita terbaik di antara semua wanita yang pernah aku kenal. Ga ada yang lebih baik daripada kamu." Ketahuan deh dulunya playboy :3

Baca juga : Beginilah Rasanya Punya Suami Gombal

Romantis Bertindak

Nah menurut tebakan saya nih, kalau seorang cowok susah bicara dan menulis romantis, berarti dia harusnya romantis dalam tindakan. Gak harus ngasih bunga, coklat, atau surprise lain sih. Bagi saya, romantis dalam tindakan itu misalnya ngasih nafkah abis gajian, nganter jemput, bantu jagain anak, bantu ngerjain pekerjaan domestik, bahkan sesepele menepi ke tukang cilok pinggir jalan saat saya lagi pengen cilok. Hahaha.. 

Tapi yang paling romantis dari segala bentuk keromantisan adalah... sholat berjamaah. 
#eeaaaa lagi


Dear suamiku yang paling romantis sedunia,
semoga kita menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Engkau adalah pemimpin,
dalam menjalani rumah tangga ini menuju syurga-Nya.

Semoga Allah memberkahi kita.

Aamiin.. ya Rabb


Senin, 03 Oktober 2016

Blogwalking to EtyAbdoel.com

Akhir bulan September adalah saatnya untuk para peserta Arisan link Blogger Perempuan Kelompok 4 jalan-jalan ke rumah maya Mbak Ety yang beralamat di www.etyabdoel.com

Blog dengan judul My Journal, When I Talk About Woman and Lifestyle ini tampilannya cakeeep. Ada empat slider yang memuat foto-foto dari beberapa postingannya. Menu di bagian paling atas pun begitu rapi. Ada home, about, contact, portfolio, dan disclosure.



Pastinya seperti biasa, saya intip dulu bagian about biar lebih kenal dengan sang pemilik blog.
Hmm.. ternyata Mbak Ety ini adalah seorang ibu dua anak yang tinggal di Solo. Beliau sudah lama ngeblog. Sejak tahun 2009. Di blognya ini ia rutin menulis dengan tema family, blogging & social media, health, lifestyle, dan review.

Kalau melihat portofolionya, ternyata karya tulisan Mbak Ety sudah sering dimuat di media cetak. Mulai dari Majalah Potret, Tabloid Mom and Kiddie, Majalah Parents Indonesia, Majalah parenting, dan lain sebagainya. Beliau juga menulis buku antologi, serta meraih prestasi dalam beberapa lomba blog. Keren deh pokoknya!

Mengintip beberapa postingan blognya, salah satu yang menarik adalah tentang tips menghadapi anak mogok sekolah. Membacanya membuat saya galau ngebayangin kalau Kakang nanti mogok sekolah (padahal Kakang 2 tahun aja belom. Hahahaha)

Tapi memang ceritanya menarik. Kedua anaknya pernah mogok sekolah dengan alasan berbeda. Yang pertama karena sulit beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Yang kedua karena mengalami kejadian kurang menyenangkan di sekolah. Sebagai ibu, Mbak Ety pun melakukan pendekatan pada sang anak juga bicara dengan wali kelasnya. Untunglah meski sempat harus menemani sang anak di DALAM kelas, pada akhirnya happy ending. Kedua anaknya kembali bersekolah seperti biasa.

Saat mengeskplor postingan lain, saya gunakan fitur kategori yang memang Mbak Ety gunakan dengan baik. Saya pilih kategori buku. Siapa tahu kan, saya nemu buku bagus yang beliau rekomendasikan. Saya pun lalu membaca postingan tentang Agar Perempuan Menjadi Ibu yang Baik.
Dalam postingan ini, Mbak Ety mereview buku berjudul Madrasah Itu Bernama Ibu, 40 Kiat Menjadi Wanita Hebat karya Abdul Cholik (atau lebih dikenal dengan pakde Cholik). Beberapa poin yang beliau catat dalam postingannya antara lain bahwa masa keibuan memang abadi. Meski anaknya sudah dewasa bahkan sudah memberinya cucu, tetaplah bagi seorang ibu, sang anak adalah her little boy/girl yang ingin selalu ia ketahui kabarnya, ingin selalu ia nasehati. Seorang ibu juga akan selalu menjadi pendengar yang baik, dan pendoa yang tak pernah putus mendoakan anaknya setiap hari.

Kategori lain yang bagi saya menarik adalah Holiday project. Saya baca semua postingan kategori ini. Maklum, kadang saya suka bingung ngisi kegiatan apa dengan anak selama di rumah. Mbak Ety suka bercerita tentang pengalamannya mengisi liburan di rumah bersama anak-anak dengan memasak atau mencoba science project.

Membayangkan kegiatan masak bareng anak-anak kayaknya seru ya. Ya Allah, pengen anak perempuan ya Allah *loh, salah fokus

Masak dengan anak-anak tentunya yang simpel dan mudah. Seperti Mbak Ety yang membuat donat dan juga jeli. Makanan favorit semua anak. Heuheu..  Kalau jeli siy memang tinggal mengikuti cara memasak di kemasannya. Nah yang donat nih, bagi saya pengetahuan baru dan sepertinya butuh usaha ekstra saat menguleni. Cara Mbak Ety menuliskan pengalaman memasaknya sangat bagus, ngalir, dan saya jadi membayangkan sepertinya mudah. Ga tau deh kalau saya praktekin. Xixixi..
Well, silakan loh yang mau jalan-jalan ke momblogger keren yang satu ini. Selamat blogwalking ^^




Selasa, 27 September 2016

Review Novel Milea, Suara Dari Dilan

Sudah lama sekali saya tidak membaca karya Pidi Baiq. Dulu saya suka baca Drunken Mama, Drunken Molen, dll yang membuat saya mengenal Pidi Baiq sebagai penulis yang unik. Belum pernah saya nemu buku yang gaya bahasanya seperti beliau. Dari segi cerita juga buat saya lumayan bikin mikir, ini kisah nyata apa ngarang ya? Ceritanya dekat dengan kehidupan sehari-hari tapi kok ngaco gini? Hwkwkwkw..

Pertama kali saya tahu Pidi Baiq mengeluarkan novel Dia adalah Dilanku Tahun 1990, saya surprised. Jenis novelnya fiksi. Ceritanya akan panjang. Ga mungkin jalan ceritanya ngaco kan? heuheu.. 

Saya tahu novelnya best-seller. Saya jadi penasaran tapi belum rezeki saya untuk membacanya. Eh tapi ternyata Allah ngasih saya kesempatan untuk baca buku ketiga serial Dilan ini yang berjudul Milea; Suara Dari Dilan
 

Saya baru tahu kalau adik saya sudah membaca buku ini dan 2 buku sebelumnya. 

Saya tanya padanya, "Buku ini nyambung ga sama buku-buku sebelumnya?"
"Nyambung sih.." jawabnya.
"Kalau aku baca Milea tanpa baca dulu buku sebelumnya, bakal ngerti ga?"
"Cobaiiin.."

Well. dipikir-pikir ga ada salahnya juga. Kalau saya ga ngerti, bakal saya jadikan bahan kritikan. Wahahahaha..

Eh tapi setelah selesai membacanya, saya cukup mengerti ceritanya.


Tentang Mantan
Menurut saya, novel ini isinya tentang kenangan dengan mantan. Hahaha..
Yang belum move on dari mantan kayaknya bakal baper baca novel ini.

Dengan sudut pandang seorang remaja laki-laki bernama Dilan, novel ini mengisahkan tentang lika liku hubungan asmaranya dengan Milea Adnan Hussain  Panggilannya Lia. 
*Ih mirip saya nih namanya. Kalau saya (Sinta)Milia binti Husin. #abaikan

Alurnya mulai dari pertama kali kenal, pedekate, pacaran, konflik, putus, sampai move on.
Klise? Ya kalau lihat alurnya saja. Tapi ada beberapa hal yang membuat novel ini istimewa dari novel-novel percintaan remaja yang biasa.

Hal-hal istimewa itu antara lain:

Lucu
Ini novel serius sebenarnya. Tapi celetukan-celetukan Dilan yang khas Pidi Baiq itu bikin saya ketawa ketiwi saat membaca. Di dalam novel disebutkan kalau Pidi Baiq dan Dilan itu orang yang berbeda. Tapi karena saya pernah baca gaya bahasa Pidi Baiq, saya selalu bayangin kalau Dilan itu ya Pidi Baiq. Entahlah apakah ini kekurangan ataukah nilai plus.

Sudut pandang orang pertama, laki-laki.
Entah apakah ini fakta atau saya nya aja kurang banyak referensi buku, tapi saya jaraaaaaaang sekali menemukan ada novel fiksi yang mengambil sudut pandang pertama cowok. Kalaupun ada, tidak 100% sepanjang novel, melainkan gonta ganti sudut pandang dengan tokoh perempuan. Mungkin malah ini yang pertama bagi saya. Saya jadi tahu bagaimana perasaan dan pikiran cowok saat jatuh cinta, kecewa, sedih dan patah hati.

Bandung Banget!
Anak muda Bandung jaman dulu atau jaman sekarang pasti akan merasa relate banget sama setting lokasi di novel ini. Begitu pula bahasa sunda gaul yang banyak saya temukan.

Pesan Moral
Buat saya sih, pesan moral novel ini cukup kuat dan tersurat. Bahwa sebaiknya kita tidak berprasangka (buruk). Bahwa menghindar bisa jadi sesuatu yang akan kita sesali. Bahwa bila kita cukup cerdas dan bijak untuk membangun komunikasi, bisa jadi segalanya akan lebih baik. 


This is really a must-have book! ^^
 
Buku ini bisa dibeli secara online di www.mizanstore.com. Kalau mau versi ebook, bisa didownload dari Google playstore.

Eh ada satu lagi yang lupa saya sebutkan bahwa saya juga suka novel ini karena Dilan suka membuat puisi dan puisinya banyak ditampilkan di sini. Ini salah satu favorit saya:


MENEMBUSMU
Setiap hal ketika aku menunggumu
waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku:
Malam berjalan lebih lambat
siang berjalan lebih melambat,
Jam dinding bergerak lebih lambat,
usia bertambah lebih lambat
Di saat mana jantungku berdetak lebih cepat
melebihi kecepatan cahaya
oleh keinginan bertemu denganmu
(Dilan, 1991)

Data buku
Judul : Milea; Suara Dari Dilan
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books
Jumlah halaman: 360 hal
Didistribusikan oleh Mizan Media Utama