Minggu, 09 September 2018

Tentang Tren E-Commerce dan Bertahan di Tengah Persaingan

Hari Jumat tanggal 7 September lalu, saya berkesempatan hadir di acara Digital Breakfast yang digelar di Lo.Ka.Si, Jl HR Djuanda 92 Bandung. Ternyata acara ini sebelumnya udah beberapa kali diadakan. Kemana aja saya yah. Haha



Digital Breakfast kali ini diisi oleh Mas Yoga sebagai Strategic Director Panenmaya Group dan Mas Lukman sebagai Product Manager Accurate.

Mas Yoga menjabarkan tentang perilaku konsumen Indonesia dalam berbelanja online. Ada beberapa info yang saya baru tahu. Misalnya, bahwa konsumen Indonesia paling sering belanja saat hari kerja dan jam kerja. Selain di Shopee, kebanyakan buyer adalah laki-laki.
Konsumen juga banyak yang mementingkan kecepatan pengiriman barang sehingga layanan kurir seperti Go Send sangat diminati.

Lalu bagaimana kita sebagai sebuah brand atau seorang marketer bisa survive dalam kancah jual beli online saat ini?


Mas Yoga menggunakan konsep IDEA yang terdiri dari Identity, Develop, Engage, dan Accelerate.

Dalam tahap Identity, kita harus  bisa menjabarkan identitas kita seperti apa. Setidaknya kita harus bisa menjawab 3 pertanyaan ini:

Who you are? 
Where you are? 
What you’re good at?

Mas Yoga memberi contoh akun IG milik temannya yang menyediakan jasa personal shopper atau lebih dikenal dengan jastip (jasa titip). Temannya ini tinggal dekat Mall of Indonesia yang menyediakan merek-merek fashion kelas dunia. Target marketnya tentu saja orang luar Jakarta bahkan luar pulau.

Well, saya jadi ingat punya teman yang juga bisnis jastip. Sepertinya menarik, mudah dan menyenangkan. Sayangnya saya ga punya hobi belanja sih. Mending di rumah, bisa golar-goler santai #emakpemalas.

Tak hanya bisnis online, bisnis offline pun juga sekarang membutuhkan pemasaran online. Bagi yang punya usaha offline dan membutuhkan orang-orang untuk datang ke toko, sekarang pemasaran digital semakin canggih. Kita bisa membuat iklan di Facebook yang ditargetkan untuk mereka yang (misalnya) berusia 18-35 tahun dan berada pada radius 5 km dari tempat usaha kita berada. Yes, bisa se-spesifik itu.

Pada tahap Develop, kita harus bisa membangun solution and story.

Kita perlu memiliki mindset untuk menjadi solusi bagi kebutuhan konsumen, tidak hanya jual produk.

Kemudian, jika kita adalah sebuah brand, penting untuk membangun cerita sebelum menjual. Develop a story before sales.

Misalnya kita menjual kain batik. Tentu batik kita akan semakin bernilai jika kita mampu menjelaskan pada konsumen makna dan cerita di balik motif batik tertentu.

Brand harus punya cerita karena adanya cerita akan membedakannya dengan komoditas.

Dalam tahap Engage, kita harus selalu berinteraksi dengan target pasar. 

Response, no matter what they say.
Ngomongin target pasar, kita harus bisa menyasar secara spesifik. Bukan terobsesi dengan promosi ke sebanyak-banyaknya orang. Kenapa? Karena setiap orang memiliki kebutuhan dan keinginan berbeda. Tentu akan sia-sia jika kita memberi penawaran pada orang yang sebenarnya tidak cocok atau tidak butuh akan produk kita.

Pada tahap Accelerate, kita harus selalu tanggap terhadap semua respon dan orderan konsumen. Untuk meningkatkan penjualan, kita bisa buka akun di beberapa social media dan juga marketplace.

Kita bisa menggunakan tool yang dapat mengelola semua kanal penjualan online (marketplace) dalam satu dasbor sehingga tidak akan mengalami lagi oversell, stok tidak update, dan orderan yang tidak terproses.



Materi selanjutnya adalah tentang aplikasi pembukuan canggih yang disampaikan oleh Mas Lukman. 

Beliau menjabarkan data tentang daya tahan perusahaan yang umunya cenderung menurun dari tahun ke tahun.
Kenapa?
  1. Mencoba melakukan semuanya sendiri
  2. Tidak memiliki tim yang kuat 
  3. Kalah berkompetisi
  4. Kurang mengerti strategi pemasaran
  5. Kurangnya pengetahuan di bidang keuangan


Khusus poin kelima, diperparah dengan SDM yang kurang kompeten dan juga mahalnya biaya untuk mempekerjakan akuntan.

Karena itu, Solusi UKM memperkenalkan Accelerate Online dimana kita bisa membuat pembukuan dan laporan keuangan secara mudah. Tidak perlu pengetahuan mendalam soal akuntansi, kita bisa melakukan input data sendiri dan secara otomatis aplikasi ini akan langsung menyajikan laporannya secara real time. Biaya berlangganannya juga sangat terjangkau.

Ilmu yang saya terima hari ini cukup memberi pencerahan dan menambah semangat untuk tidak sekedar survive tapi juga semakin maju mengembangkan bisnis.

See you next time ^^




1 komentar:

  1. wah, saya baru tau ada acara seperti ini..
    Memang harus belajar banyak ya tentang digital marketing
    Terimakasih untuk sharingnya mba :)

    BalasHapus