23 Agustus 2015

Galeri Foto : Perayaan HUT RI ke 70 di Sumedang

16 Agustus: Bikin dekorasi

Salah satu bahannya: wadah Tahu Sumedang

Pasang di depan rumah

22 Agustus: Lomba Kelereng

Lomba memasukkan paku ke dalam botol

Lomba memecahkan plastik berisi air




Dirgahayu Indonesiaku!

12 Agustus 2015

Lebaran Tahun Ini: Awal yang Baru

http://heydeerahma.com/index.php/2015/07/13/kontes-blog-giveaway-lebaran-bersama-heydeerahma/


Lebaran tahun ini.. 'spesial' rasanya.

Ini pertama kalinya saya tidak menerima THR. Hiks. Sejak 2 minggu sebelum melahirkan, saya memang berhenti bekerja. Kebayang tahun lalu dapat THR yang jumlahnya menyenangkan. Tapi itu tinggal kenangan *tsah

Berharap THR dari suami, ternyata gaji dan THR dari perusahaan tidak cair 100%. Hanya separuhnya saja. Hmm.. sepertinya sedang ada masalah cashflow. Saya jadi agak khawatir dan mengatakan pada suami mungkin inilah saatnya ia pindah kerja.

Ia menyimak kata-kata saya. Namun setelah menimbang-nimbang, ia menggeleng.
"Kalaupun aku pindah kerja, aku gak mau jadi karyawan lagi. Aku mau bisnis." jawabnya.
Saya terkesima.
Dan tentu saja, mendukungnya.


***


Saya dan anak kami duluan mudik ke Sumedang, ke rumah orangtua suami. Kami tiba di sana beberapa hari sebelum bulan puasa. Sementara suami tetap di Bandung, bekerja dan tanpa saya ketahui..
BERDAGANG!

Saat ia mengabarkan bahwa ia jualan sop buah dan pisang ijo untuk berbuka puasa, saya takjub. Ternyata ia bersungguh-sungguh dengan niatnya memiliki bisnis sendiri. Setengah tak percaya, saya minta dia mengirimkan foto sebagai bukti. Ia lalu mengirimkan foto ini:

Lapak Sop Buah dan Pisang Ijo
  
Untuk membuat sop buah, ia dibantu teman-temannya. Ada yang berbelanja dan memotong-motong buah, sementara ia sendiri ikut jaga lapak sepulang bekerja.

Untuk pisang ijo, ia mengambil bahan dari seorang temannya. Ia tinggal menambah kacang, vla aneka rasa, dan es saat konsumen datang.

Ia juga banyak bercerita tentang suka duka selama berjualan.

"Ada anak yang pengen beli es buah buat buka puasa, tapi uangnya ga cukup..
aku gratisin tuh es buahnya..
ada bapak-bapak yang tiap hari beli terus, hampir gak pernah absen..
ada perkelahian di depan tempat jualan menjelang buka puasa, batal deh itu puasa sebelum bedug..
ngabuburit dengan cara yang asik..
saking asik ngabuburit, sampe buka puasanya beberapa menit setelah adzan terus, karena banyak yang beli..
ibu pemilik warung yang aku titipkan meja untuk jualan, menolak menerima uang dariku..
katanya niat bantu aja..
yang paling mengharukan, adalah ketika aku bisa transfer uang ke kamu dari hasil sop buah ini." 


Itulah beberapa kesan yang tertinggal baginya.

Saya senang karena ia tampak puas. Ia bahkan berniat mengembangkan usaha itu.



Selama lebaran, yang ada di kepalanya hanya ide-ide pengembangan bisnis sop buah. Hehehe..

Ia bertekad selesai libur lebaran, ia akan mencari supplier buah, mencari lokasi, dan membuat proposal bisnis untuk mendapatkan investor. Bisnis kali ini tidak akan seperti bulan puasa lalu yang sekedar gelar lapak. Kali ini harus lebih berkonsep dengan variasi buah yang lebih banyak dan pemasaran yang menggunakan strategi. Puasa memberikannya ide usaha sop buah dimana setiap harinya ada 7 jenis buah berbeda.

Sekali lagi, ia bersungguh-sungguh menjalankan rencananya.

Selesai libur lebaran dan kembali ke Bandung, ia kesana kemari mencari supplier buah ke Pasar Induk Caringin, Ciroyom, sampai ke Lembang. Ia kaget ketika mengetahui ada beberapa buah yang harganya amat mahal seperti anggur merah dan hijau, kiwi dan peach. Buah peach bahkan mencapai 135ribu perkilonya.

Ia laksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan mimpinya. Banyak hambatan tentu saja. Namun ia coba atasi pelan-pelan, satu persatu.

Baru-baru ini ia membuat sop buah dan memotretnya untuk dilampirkan dalam proposal. Saya sarankan padanya untuk mempublikasikan juga foto itu di media sosial sebagai teaser promo. Ia pun lalu mengunggah foto itu.




Es krimnya ancur. Hahaha...

Lebaran tahun ini sepertinya akan menjadi awal yang baru. Sebuah ikhtiar lain untuk menjemput rezeki yang telah Allah tetapkan. 

Sungguh saya salut padanya. Ia adalah sosok suami dan ayah yang mau bekerja keras untuk kehidupan kami yang lebih baik. 

Wahai suamiku,
Aku doakan semoga Allah berkenan menurunkan rahmat-Nya padamu, memberikanmu kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang halal serta berkah pada keluarga kecil kita.

Aamiiin ya Rabb..



Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayLebaran yang disponsori oleh Saqina.comMukena Katun Jepang Nanida, Benoa KreatiSanderm, Dhofaro, dan Minikinizz



29 Juli 2015

Sebuah Surat Darinya

Beberapa waktu lalu, saya dan suami mengikuti kontes kecil-kecilan, yaitu lomba menulis surat cinta berhadiah buku. Dalam lomba tersebut kami gak menang. Hiks.. Saingannya ribuan!

Daripada mubadzir, jadiin postingan blog aja deh!

Baca surat dari saya: Surat Untukmu


Berikut surat dari suami saya: 



Bandung, 3 Juli 2015. 01:39 WIB
Maaf Sayang,sudah tidur? Aku belum tidur.  

Aku baru selesai nonton film, judulnya The Age of Adaline. Film ini tentang seorang perempuan yang karena kecelakaan dia jadi awet muda terus (ada penjelasan ilmiahnya). Dan karena hal ini juga dia lari-lari terus dari orang-orang yang dia cintai dan mencintainya selama berpuluh-puluh tahun.  
Ya, karena dia berpikir kalau dia tidak akan tua, tidak akan bisa tumbuh dan menua bersama pasangannya. 
Sekarang aku paham makna dari menua bersama. Sangat menyakitkan bila kita bisa mengolok-ngolok uban yang tumbuh di kepala pasangan kita sedangkan dia tidak. Sangat menyedihkan bila kita bisa merasakan kulit pasangan kita semakin keriput tapi dia tidak. Hidup tapi tak punya kehidupan.  
Aku jadi memikirkanmu lebih sering saat nonton film ini, mendapatkan sudut pandang dari tokoh perempuan ini dan dari orang-orang yang -secara tidak langsung merasa tercampakan.  
Serasa menjadi tamparan keras buatku. Sangat keras. Aku menyadari kalau aku terlalu banyak membuang waktu untuk bisa bersamamu. Aku di Bandung, kamu dan anak kita di Sumedang. Bahkan aku melewatkan banyak momen perkembangan anak kita. Maafkan aku jika aku menumbuhkan pemikiran di kepala dan hatimu kalau aku mencampakanmu.  

Sumpah demi Allah, aku tidak berniat melakukannya dan tidak pernah mau melakukan itu. Kamu cintaku, kamu satu-satunya teman hidupku. Ya, love of my life. Only you, no else!  
Aku berjanji (janji yang sama dengan yang pernah aku ucapkan dalam ijab qobul pernikahan kita) bahwa waktu akan selalu menjadi sahabat kita dalam menemani langkah meniti kehidupan ini apapun keadaannya, kita akan menua bersama dengan anak-anak kita dan semoga cucu-cucu kita. Aamiin.   
Sekali lagi maafkan aku, Sayang.  

Ttd:  
Suamimu yang tak pernah berniat menzalimimu dan tak pernah mau menciderai sumpah suci kita. (Walau kenyataannya aku melakukannya tanpa aku sadari). 

I love you so much.


Gimana? Gombal apa gombal? Hihihi..

Baca juga gombalannya dulu saat mengajak saya menikah:

The Sweetest Words I Ever Read


Tonton juga video romantis buatannya di sini:



21 Juli 2015

Review Platform Toko Online Jejualan.com

"Mbak, nanti kalau pesanan saya udah dikirim, kabari saya ya."
"Baik Pak, nanti akan kami infokan melalui email."
"Kalau bisa lewat sms saja Mbak, saya jarang buka email."

Oh noooo..!

Itulah salah satu percakapan dengan konsumen saat dulu saya menjadi Customer Service (CS) sebuah toko online. Mengapa saya teriak "Oh noooo..!" dalam hati? Karena informasi pengiriman memang secara otomatis akan terkirim melalui email, bukan melalui sms. Bisa saja sih saya sms sendiri secara manual. Tapi kan yang saya layani gak cuma 1-2 orang per harinya, melainkan puluhan orang. Kebayang dong kalau semuanya minta laporan via sms. Bisa tambah tebal ni jempol. Mengetik sms untuk menjawab pertanyaan dan menerima orderan saja udah pusing pala barbie. Apalagi harus laporan ini itu.

Sekarang saya sudah resign, berencana untuk wirausaha dan memiliki toko online sendiri. Kalau membuat toko online dari nol, pasti mahal deh bayar jasa programmer-nya. Apalagi saya agak gaptek dan ga mau ribet mengurus soal teknis yang penuh coding. Ga ngerti blas. Jadi saya suka mencari tahu gimana caranya supaya bisa punya toko online cepat, mudah, dan harganya terjangkau.

Untunglah ternyata ada loh jasa pembuatan toko online yang setelah saya amati, fitur-fiturnya oke banget, yaitu http://jejualan.com. Salah satu yang saya suka adalah karena Jejualan punya fitur SMS report untuk para konsumen. Kalau via email udah pasti ada juga lah. SMS juga akan terkirim ke no HP pemilik toko online saat ada transaksi. Jadi kalau kita kebetulan tidak sedang online, tetap dapat notifikasi via SMS.


Mendaftar Jejualan sangat mudah. Hanya mengisi form yang terdiri dari 4 kolom yaitu nama, email, no HP, dan nama toko. Kemudian memilih paket apa yang kita inginkan. Begitu klik "Buat Toko", voila! Dalam sekejap toko kita jadi. Saya hitung-hitung, tidak sampai 10 detik proses setup-nya.


Setelah itu, kita langsung berada di halaman dashboard. Di halaman ini cukup menjalankan 5 langkah:
  1. Menambah Produk
  2. Menentukan Desain (tersedia 15-31 pilihan template)
  3. Mengisi data rekening untuk proses pembayaran dari konsumen
  4. Menentukan ekspedisi untuk pengiriman produk
  5. Mengisi halaman kontak

Setelah kelima langkah tadi selesai, kita pun siap berjualan!



Http://jejualan.com memiliki 4 paket yang dapat kita pilih sesuai kebutuhan. Berikut perbedaan harga dan fitur-fiturnya:

Selain fitur SMS report yang saya ceritakan di atas, ada fitur lain yang bagi saya menarik, yaitu Jasa Upload Produk (paket Gamma dan Delta).

Upload produk itu sebenarnya gampang. Tapi kalau produknya ratusan bahkan ribuan, bagi saya cukup membuang waktu. Kalau bisa didelegasikan, kita bisa menggunakan waktu kita untuk pekerjaan lain yang lebih menghasilkan. Promosi dan menarik trafic, misalnya.


Fitur lain yang bagi saya penting adalah marketing tools berupa Newsletter. Kenapa penting? Karena saya pernah membaca bahwa salah satu channel promosi yang efektif adalah melalui email. Konsumen yang mendaftar newsletter kita berarti tertarik dengan produk-produk kita, dan jika kita mengirim email penawaran yang sangat menarik, kemungkinan mereka untuk membeli cukup besar.

Saya pun mencoba fitur newsletter. Namun saya menemukan ada kekurangan.

Awalnya kita perlu membuat template email terlebih dahulu. Oke, saya pun membuat template email yang berjudul Diskon 50%.


Setelah menyimpan template email tsb, di halaman dashboard saya klik "Kirim Newsletter." Menurut saya, seharusnya ketika saya pilih template Diskon 50%, kolom konten akan otomatis terisi seperti yang sudah saya tulis sebelumnya. Ternyata kontennya kosong. Iseng saya tulis konten yang beda:


 Ketika saya klik "Kirim", previewnya seperti ini:

Kecuali judul, isi konten preview sama dengan template

 Ketika saya ketik "Ya", kira-kira semenit kemudian masuklah pesan ke dalam email yang telah saya daftarkan di newsletter:

Email yang diterima member berbeda dengan yang di preview/template

Semoga Jejualan bisa segera mengoreksinya. Untuk apa kita menulis template email kalau ternyata yang terkirim adalah yang kita tulis manual? Lalu mengapa email yang terkirim ke member berbeda dengan preview?

Meskipun ada ketidaksinkronan, bukan berarti fitur ini jadi tidak bisa dipakai sama sekali.
Solusi sementara sih, mungkin tak usah terlalu serius bikin template email dan abaikan saja preview. Yang penting di kolom terakhir "Kirim Newslettter", tulis konten yang sebenar-benarnya karena itulah yang akan terkirim pada para member.


Ada banyak fitur lain yang menarik namun belum sempat saya coba. Semoga di lain kesempatan bisa saya sharing lagi ya.

Sejauh ini saya cukup puas menggunakan http://jejualan.com versi trial. Soalnya SEMUA yang saya butuhkan terpenuhi di Jejualan: fitur lengkap dan mudah digunakan.

Saya juga sudah pura-pura berperan sebagai pembeli dan proses transaksi pembelian juga enak, sama sekali ga ribet.

Btw saya belum bilang ya kalau saya sudah pernah ke kantor Jejualan? Hehe.. Hari minggu juga ada staf yang standby. Beneran deh layanannya 24 jam!





Jejualan juga punya program menarik buat yang mau penghasilan tambahan, yaitu program Afiliasi. Caranya gampang. Tinggal daftar di http://aff.jejualan.com/, promosikan Jejualan, nanti jika ada yang order paket melalui link url kita, kita akan dapat komisi sebesar 30%.

Sebagai gambaran, misalnya ada yang pesan paket Gamma melalui link url kita. Harga paket tsb 499rb/bulan. Kita akan dapat komisi Rp. 149.700,- (30% dari 499rb). Ada 10 orang aja yang pesan, kita dapat Rp. 1.497.000,-
Lumayan banget kan buat jajan?


Akhir kata, semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat ya.
Yang mau gelar dagangan di Jejualan, silakan..
Yang mau jadi affiliate toko online nya juga silakan..
 
Semoga laris dan baaanyaaaaak dapat uangnya. Aamiin..

Good luck ^^

18 Juli 2015

Refleksi Keberagaman dalam Film Mencari Hilal

Sumber : Bintang.com


Setiap tahun, umat Islam di Indonesia menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal salah satunya adalah dengan cara melihat hilal (bulan sabit pertama yang menandakan awal bulan dalam kalender hijriah). Pemerintah sudah rutin melakukan hal ini. Namun bagi Mahmud (Deddy Sutomo), ia ingin melihat hilal dengan mata kepalanya sendiri. Misi ini begitu penting hingga ia berkata pada anak perempuannya, Halida (Erythrina Baskoro),
“Kalau nanti Bapak sampai meninggal sebelum melihat hilal, Bapak nggak ridho.”
Halida pun dengan berat hati melepaskan bapaknya pergi, dan memerintahkan adik laki-lakinya, Heli (Oka Antara) untuk menemani sang Bapak. Heli yang sering bertentangan dengan Bapak sempat menolak. Namun demi mendapatkan paspor untuk melawan kerusakan lingkungan di Nikaragua, Heli menurut. Hanya Halida yang bisa membantunya mendapatkan paspor itu.

[Warning: Ulasan berikut berisi spoiler]

Perjalanan mencari hilal dimulai. Perjalanan yang penuh hambatan mulai dari nama bukit tujuan yang berubah, bentuk fisik bukit yang nyaris lenyap karena eksploitasi, hingga pencarian lokasi lain yang juga tak mudah.

Selama perjalanan, mereka berdua mengalami beberapa peristiwa. Misalnya saat ormas Islam yang membubarkan ibadah umat Kristen. Untunglah konflik ini berakhir damai setelah Heli mengumpulkan warga untuk berdialog. Mereka juga melewati sebuah kampung dimana warganya mempraktekkan budaya yang Mahmud sebut bid’ah dan dengan tegas Mahmud ceramahi dua orang warganya. Heli memprotes sikap blak-blakan sang Bapak dan perlawanan Heli membuat Bapak berang hingga mengusir Heli.

Bagaimanakah akhirnya? Apakah Bapak berhasil melihat Hilal? Lalu bagaimana dengan Heli?
Kalau penasaran, tonton saja filmnya. Saya suka endingnya :)

Film ini menggambarkan besarnya kesenjangan antara Bapak sebagai generasi tua yang agamis-konservatif dengan Heli sebagai generasi muda yang apatis terhadap agamanya tapi menganggap penting kerukunan antar umat beragama. Tidak diceritakan detail mengapa atau bagaimana gap ini bisa terjadi di antara keduanya.  

Sulit bagi saya berpihak pada salah satu karakter. Saat Pak Mahmud berada dalam perjalanan di bus dan ingin bus berhenti sejenak agar bisa shalat, saya berpihak padanya. Namun saat Heli mengkritik gaya dakwah sang Bapak, saya berpihak pada Heli. Saya mah gitu orangnya. Labil.

Satu hal yang paling saya suka dari cerita film ini adalah, bahwa konflik sebesar apapun (termasuk yang menyangkut dengan Tuhan) tidak menghilangkan rasa hormat seorang anak pada Ayahnya, tidak menjadikan seorang Ayah benci pada anaknya.

Nonton film ini bikin saya inget Papa :’)

Berminat menonton? Film ini mulai diputar di bioskop tanggal 15 Juli 2015. 

Berikut trailernya:



Selamat menonton ^^