07 Juli 2015

Surat Untukmu

Kepada yang tercinta
: Yoga Nugraha

Dear kekasihku,
Kau tahu, saat kita menikah dulu, aku tak berharap kebahagiaan konstan bak dalam dongeng Cinderella.
Pun begitu, tak serta merta aku bisa menghalau semua halang rintang dalam perjalanan ini.

Pernah aku merasa kita tak cocok,
Merasa kesal hingga ingin minggat dari rumah (namun tak tahu mau ke mana),
Merasa marah, cemburu, dan penuh prasangka.
Hingga akhirnya aku bertanya, “Allah, mengapa rumah tangga kami begini adanya?”

Saat itu juga seolah Allah langsung menjawabnya,
”Kupasangkan untukmu seorang laki-laki yang menganggapmu begitu berharga untuk dimiliki, di saat laki-laki lain mendekatimu saja tidak.

Kujadikan ia suamimu, tempat ia mencurahkan segala cinta dan kasih sayang yang begitu besar untukmu, yang melindungimu, menafkahimu, dan bertanggungjawab atas segala salah dan khilafmu.

Kuanugerahi kalian berdua seorang bayi laki-laki sehat, tampan, dan cerdas yang menghangatkan hati, di saat pasangan lain masih mendambakan momongan.

Rumah tangga macam apa lagi yang engkau inginkan, Sinta?
Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?”

Kemudian aku tersedu, tersungkur bersimpuh memohon ampunan-Nya.
Karena aku tak ingin menjadi salah satu dari segolongan perempuan yang masuk neraka,
Bukan karena kufur pada Allah, melainkan kufur pada suaminya.

Allah, jadikanlah aku seorang istri yang pandai bersyukur.

Dear suamiku,
Terimakasih telah memilihku, mencintaiku, dan melakukan apa saja untuk membahagiakanku. Semoga Allah selalu merahmatimu..

26 Juni 2015

Rumah Kecil untuk Hati yang Lapang



Saat saya dan suami menikah pada Oktober 2013, kami tinggal di sepetak kamar kosan. Tiga bulan kemudian saya hamil. Ibu saya menyarankan untuk segera menyewa rumah, karena tidak mungkin nanti mengasuh anak di kosan. Apalagi kosan yang kami tinggali kebanyakan diisi oleh mahasiswa. Bagaimana mereka akan belajar kalau bayi saya nangis meraung-raung tengah malam? Heuheu.

Mencari rumah kontrakan murah ditengah Kota Bandung bukan perkara mudah. Jalan-jalan berburu sendiri, sudah. Browsing di internet, sudah. Beberapa kali saya menemukan rumah yang menarik seperti di Rumah.com, namun saat saya hubungi ternyata sudah ada yang menyewa. Wah, enak juga ya pasang iklan di Rumah.com. Mendapatkan penyewa atau pembeli rumah jadi mudah.

Untunglah ada teman yang memberi info bahwa ada rumah mungil yang harga sewanya relatif murah. Pada pertengahan Ramadhan 2014, saat kandungan saya 5 bulan, kami pun pindah dari kamar kosan ke rumah kontrakan.

Sehari setelah kami pindah, keluarga saya (papa, mama, dan adik-adik) dari Batam datang ke Bandung. Agar mereka tidak kaget melihat rumah kami, saya kasih ‘bocoran’ terlebih dahulu. Saat itu dalam perjalanan dari Stasiun Bandung menuju rumah.

“Rumahnya kecil, terutama dapur dan kamar mandinya. Dapurnya cuma bisa untuk menaruh kompor. Gak ada tempat untuk motong sayur atau bawang..” ucap saya hati-hati.

Respon ibu saya di luar dugaan.
Gapapa rumah kecil, yang penting hati lapang..”

Subhanallah Mama :’)

“Dinding dan pintu kamar mandinya kira-kira setinggi dada Abang. Satu setengah meter lah.” lanjut saya.

“HAAAAAA?!” seru semua orang.

Sesampai di rumah, semuanya menjelajah rumah kontrakan. Rumah kami terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 ada ruang tamu, satu kamar, dapur dan kamar mandi. Di lantai 2 ada dua ruangan besar. Satu untuk kamar, satu lagi kami jadikan gudang. Di lantai atas ini juga ada tempat untuk menjemur pakaian.

Adik-adik saya tertawa melihat kamar mandinya. Tertawa lucu, bukan tawa mengejek apalagi mem-bully. Orangtua saya cukup puas, karena di lantai dua ada kamar yang luas. Rumah mungil kami cukup untuk menampung keluarga.

Senangnya merayakan Ramadhan dan lebaran bersama keluarga besar saya. 
Bulan puasa diisi dengan kegiatan belanja aneka kebutuhan untuk mengisi rumah.

---

Tahun 2015 ini, keluarga saya akan merayakan lebaran di Batam. Sayangnya saya tidak bisa ke sana, karena tahun ini kami akan berlebaran di Sumedang, di tempat orangtua suami.

Beberapa hari sebelum puasa saya dan anak sudah tiba di Sumedang. Menjalani Ramadhan di Kota Tahu ini.  Rumah mertua lebih luas daripada rumah kontrakan kami di Bandung. Anak kami yang kini sedang belajar berjalan, dengan ceria melangkahkan kaki dari kamar, ruang tengah, ruang tamu, teras depan, hingga teras belakang.



Kalau tahun lalu saya masih bekerja, tahun ini saya fokus mengurus anak. Jadi ya, Ramadhan kali ini saya di rumah saja.

Buat saya tidak masalah Ramadhan di Bandung atau di Sumedang (atau mungkin di Batam, someday?). Yang penting saya menjalaninya bersama keluarga dan orang-orang terkasih.

Selamat menjalankan ibadah puasa..

Dimana pun Anda tinggal, semoga rumah selalu menjadi tempat yang paling nyaman.

Terutama saat Ramadhan, saat hati lebih mudah menjadi lapang..

25 Juni 2015

Tentang Milikmu dan Bukan Milikmu

Sumber: Status Facebook Fikry Fatullah

Beberapa peristiwa berikut terjadi pada orang-orang yang saya kenal.

Teman A mendapatkan proyek pembuatan sebuah aplikasi. Kalau lancar, A akan mendapatkan komisi 1 juta. Baginya, itu uang yang sangat lumayan. Ia yakin akan mendapatkannya. Sayangnya, ternyata aplikasi tersebut agak rumit dan A tidak berhasil menemukan orang yang bisa membuatnya, sampai akhirnya proyek tersebut dibatalkan. Bagi A, uang sejutanya melayang. Ia sangat kecewa.

Teman B sudah berpacaran kira-kira 3-4 tahun. Long Distance Relationship. Cowoknya sudah melamar. Saat persiapan hari H, sang cowok membatalkan pertunangan. Beberapa bulan kemudian, sang cowok menikah dengan perempuan lain. Nyesek!

Teman C hamil. Ia sangat bahagia. Betapa tidak, ia sebenarnya sulit hamil. Haidnya tidak teratur dan sel telurnya kecil-kecil. Dunia yang indah itu berakhir pada minggu ke 24. Tanpa pertanda apapun, mendadak ia tidak merasakan gerakan janin. Saat diperiksa, janinnya dinyatakan meninggal dalam kandungan. Baginya dunia seolah runtuh. Betapa hancur hatinya.

Teman D dianugerahi kehamilan segera setelah menikah. Ia bertamu ke rumah saya mungkin saat kandungannya berusia 1 bulan. Waktu itu belum terlihat hamil. Pertemuan kami berikutnya adalah di rumah sakit, saat saya menjenguk dia yang habis melahirkan secara Caesar. Sebenarnya belum waktunya ia melahirkan, karena usia kehamilannya masih 32 minggu. Tapi janinnya sudah meninggal dalam kandungan karena plasentanya melintir. Bayangkan, 32 minggu! Bayi perempuannya yang cantik tampak sempurna, kecuali detak jantungnya yang tiada.

Saya sempat merasa ”kesal”, karena Allah ternyata bisa juga PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Ah, tapi bagaimana mungkin kita menyalahkan Allah? Manusialah yang berharap.
Memang tidak salah untuk kita memiliki harapan. Namun seringkali kita harus ingat bahwa,

Yang ditakdirkan menjadi milikmu akan menjadi milikmu.
Yang ditakdirkan bukan milikmu tidak akan pernah menjadi milikmu.

Teman A ditakdirkan tidak menerima satu juta.
Teman B ditakdirkan tidak berjodoh dengan pacarnya itu.
Teman C dan D ditakdirkan untuk tidak perlu mengasuh anak-anak sulung mereka, karena Allah sudah menempatkan anak-anak mereka dalam syurga.

Bicara memang mudah. Tapi mari kita sama-sama belajar dan berusaha untuk tidak menyesali dan meratapi apa yang belum kita dapat. Belum milik kita. Itu saja alasannya.
Tak perlu juga mengejar berlebihan apa yang ingin kita dapatkan.

Rezekimu akan sampai padamu.








Note:

Kini saya setiap hari membiasakan diri selalu bersyukur untuk kebersamaan saya dengan anak (dan suami). Karena saya tidak akan pernah tahu apakah esok kebersamaan ini  masih menjadi milik kami atau tidak. Kebersamaan dengan keluarga, rezeki juga bukan?

22 Juni 2015

Happy 3rd Birthday, Aubrey..

Dear Aubrey Naiym Kayacinta,

Selamat ulang tahun yang ketiga, Sayang..
Ibu dengar implant koklea Ubii kemarin lancar ya? Alhamdulillah..

Ibu yakin, bersama mami, papi, dan adik Ubii kelak, hidup Ubii akan semakin membaik dan selalu indah.
Seperti dalam gambar yang Ibu buat untuk Ubii ini.


Di usia yang menginjak 3 tahun, Ubii berlimpah CINTA dari papi, mami, dan banyak orang yang kenal Ubii. Dunia Ubii juga PENUH WARNA.

Untuk semua yang Ubii miliki, jadilah gadis yang selalu bersyukur ya, Nak..
Karena engkau LUAR BIASA.

Semoga Tuhan selalu melindungi Ubii dan keluarga.
Aamiin..

20 Juni 2015

Menjadi Blogpreneur bersama Jarvis Store

Semenjak saya bercita-cita ingin punya penghasilan dari rumah, saya mempelajari berbagai macam model bisnis yang bisa dikerjakan secara online. Dari beragam model bisnis online yang ada, salah satu yang ingin saya coba adalah berjualan produk dengan sistem dropship

Kenapa dropship? Karena tidak perlu memproduksi barang (perlu modal nih), tidak perlu menyimpan stok barang (takut lumutan. Hihi), dan perputaran uangnya cepat (kalau jago jualan. Hahaha). Kita hanya perlu pajang foto produk, lalu jika ada yang memesan, kita minta supplier mengirimkan langsung ke konsumen. Simpel!

Saat ini saya sudah menemukan produsen yang barangnya berkualitas dan bisa sistem dropship. Saya tinggal mempublikasikan foto-foto produk dan mempromosikannya. Namun dimana akan saya pajang foto-foto produk itu?

Saya sudah membuat fanpage di Facebook tapi saya rasa itu tidak cukup.

Mungkin Anda yang hobi bermedia sosial sudah biasa melihat teman-teman Anda berjualan aneka barang di Facebook, Twitter, Path, Instagram, dll. Menggunakan media social SAJA untuk berjualan memang bisa. Tapi sebenarnya kita BUTUH website (dalam hal ini toko online) yang akan menjadi “rumah”. 

Media sosial idealnya berfungsi untuk mengumpulkan audiens dan menarik traffic ke toko online kita.  Untuk Anda yang pernah membuat fanpage di Facebook dan/atau akun Twitter untuk bisnis, pasti mengetahui bahwa ada kolom “website” yang bisa diisi. Kalau gak punya website atau toko online, mau diisi apa hayo?

Kalau minta tolong professional untuk membangun toko online kita dari nol, harganya bisa jutaan. Untunglah ada beberapa platform toko online instan yang bisa kita gunakan dengan harga sangat murah bahkan gratis. Salah satunya adalah Jarvis Store. Yuk kita bedah!

Bagi saya, toko online yang baik minimal harus memiliki 3 syarat berikut:
  1. Mudah bagi admin (penjual) untuk menggunakannya
  2. Mudah bagi pembeli untuk berbelanja
  3. Ada fitur blog untuk membuat artikel yang menarik pengunjung         

PENGALAMAN SEBAGAI ADMIN


Proses set up toko di Jarvis Store relatif mudah. Hanya isi nama toko, data diri, pilih template (ada 11 pilihan dan bisa custom warna), upload produk dan setting pembayaran, jadi deh tokonya! 

Pilah pilih template


Sempat sedikit bingung dengan navigasinya. Untunglah suka muncul petunjuk dan juga bisa nanya via chat box ke CS Jarvis Store. Lumayan sopan dan fast respon.

Saat memasukkan data produk, formnya sangat lengkap. Satu produk bisa 4 gambar (misal produknya baju, foto yang diupload bisa dari berbagai angle atau detail kerah, saku, motif, dll. Seru kan?). 

Bisa mencantumkan variasi warna, ukuran, beserta stoknya. 

Ada kolom harga coret (kalau kita lagi mau promo diskon). 

Ada kolom untuk memasukkan kata kunci agar SEOnya optimal. Komplit!

Kita juga bisa memasang banner di bagian atas toko dan bagian samping halaman detail produk. Penting nih!

Apabila ada orderan dan kita sudah memproses pengirimannya, kita bisa memasukkan nomor resi dan status transaksi pun berubah jadi “terkirim”. Pembeli akan menerima email berisi nomor resi tsb.

Ongkos kirim sudah ditentukan secara otomatis. Sayangnya, yang tertera di sana hanya JNE. Padahal ada beberapa kasus di mana penjual atau pembeli berhalangan memakai JNE (pengalaman pribadi). Tapi masalah ekspedisi ini insya Allah sepele jika komunikasi kita dan pembeli terjalin baik.


PENGALAMAN SEBAGAI PEMBELI

Penting untuk saya memastikan pembeli tidak kesulitan berbelanja di toko online saya. Saya pun lalu berpura-pura transaksi sebagai pembeli.

Ternyata transaksi pembelian sangat mudah. Cukup pilih produk yang diinginkan dan mengisi data diri. Yang menarik, pembeli dan penerima barang bisa orang yang berbeda. Sebagai contoh, saya bisa membeli mukena atas nama Sintamilia, dengan data penerima adalah suami saya (buat ibu mertua, masak suami pakai mukena :p). Jadi kalau mau ngirim barang sebagai kado, bisa banget nih!

Rincian Belanja


Pembeli juga menerima invoice melalui email berisi detail transaksi, jumlah total tagihan, nomor rekening untuk melakukan pembayaran, dan link untuk konfirmasi pembayaran. Sayangnya di paragraf terakhir email ada sedikit typo.

Tertulis "menghubingi", seharusnya "menghubungi"

Saat barang sudah terkirim, pembeli juga menerima email berisi nomor resi pengiriman. Jadi pembeli tidak perlu menagih-nagih resi ke penjual, kecuali kalau penjual terlalu lama tidak memberi kabar. Di email pengiriman barang lagi-lagi saya menemukan typo.

Tertulis "kemudaha", seharusnya "kemudahan"

Saya sedikit menyayangkan soal typo alias kesalahan pengetikan tersebut. Memang email-email itu dikirim oleh Jarvis Store, namun karena mengatasnamakan Rumah Sakinah (toko online saya), kesannya saya yang menulis typo. Semoga pihak Jarvis Store segera mengoreksinya.


SAATNYA MENJADI BLOGPRENEUR!

Sebagai blogger, aktivitas ngeblog harus tetap jalan termasuk di toko online. Syukurlah Jarvis Store memberi fasilitas blog untuk kita. Saya pun mencoba fitur blog ini.

Mengisi konten blog sangat mudah. Waktu itu saya hanya copas judul dan isi postingan dari Word, langsung publish. Tapi tapi..
ketika saya buka http://rumahsakinah.jstore.co, kok ga ada tab blog ya? Terus kalau saya mau lihat tampilan blog piye?

Walhasil saya pake cara manual. Alamat toko ditambah slash blog menjadi

Alhamdulillah muncuuul ^^


Saya cukup senang dengan tampilan blognya. Terutama karena di bagian atas blog langsung tertera nama toko dan kategori produk. Jadi pengunjung blog bisa langsung browsing produk :)

Masih ada beberapa fitur yang belum sempat saya ulik seperti kupon dll. Tapi nanti postingan ini kepanjangan dan baru selesai pas lebaran *lebay*. 

So, sampai di sini dulu ya reviewnya.
Semoga bermanfaat.

Keep blogging,

Happy selling ^^



UPDATE

Tanggal 30 Juni saya sebagai pembeli menerima email dari Rumah Sakinah Team yang meminta pendapat dan penilaian saya mengenai layanan toko Rumah Sakinah dan juga produk yang saya "beli" beberapa waktu lalu. Pembeli dapat memberi rating antara 1-5 bintang. Bintang 1 berarti sangat mengecewakan, bintang 5 sangat memuaskan.

Selain memberi rating, pembeli juga dapat menuliskan komentar dengan terlebih dahulu log in di Facebook. Wah, fitur yang mantap nih! Gak akan ada testimoni abal-abal atau anonim. 
Bisa jadi feedback  jujur untuk owner online shop, juga jadi referensi buat calon konsumen lain. Siiip ^^