Minggu, 22 Juli 2018

Buku Pertama Tentang Nabi untuk Kakang

Sepanjang usia Kakang, baru kali ini saya beli buku tentang Nabi. Gimana ya, saya sendiri ga tau sih sebenarnya usia berapa idealnya anak dikasih cerita tentang Nabi. Takut salah dan takut terlalu berat.

Pernah saya iseng ceritain tentang Nabi Ibrahim yang dibakar api. Kakangnya langsung ngerasa horor gitu (YA IYALAAAAH). Padahal kan endingnya sehat-sehat aja ya. Begitulah kalau belum tahu ilmunya. Ckckck

Di lain waktu, saya coba ceritain tentang Nabi Adam. Dari reaksi Kakang, dia tampak agak bingung. Kayaknya kalau saya coba menyelami pikiran Kakang, ada banyak pertanyaan seperti:

- Nabi Adam itu siapa? Yang mana orangnya? Tinggal dimana?
- Kenapa Umi cerita tentang dia? Dia siapanya Kakang?
- Kenapa aku harus dengerin cerita ini? Emangnya ceritanya rame? Rame mana sama cerita Sinbad?

(Hebat kan saya bisa baca pikiran anak? Wakakakaka #sotoy)


Dengan demikian, fix saya merasa butuh buku yang bisa memperkenalkan Nabi pada Kakang tanpa Kakang merasa horor, yang menarik, yang Kakang suka.

Naaah.. kebetulan ada temen yang jual. Ya udah deh saya coba beli.

Judul bukunya Aku Cinta Nabi dari Rayya Creativa. Saya suka banget dengan desainnya dalam bukunya yang ada halaman flip-flap, pop up, dan swipe.





Bahtera Nabi Nuh

Para 'penumpang' ada di amplop bagian belakang buku. Beneran bisa diselipin di perahu loh!
Cerita tentang peletakan Hajar Aswad


dfaa


Siti Hajar di antara bukit Shafa dan Marwah


Di buku ini ada kisah 5 Nabi yaitu Nabi Nuh AS, Nabi Yunus AS, Nabi Musa AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Muhammad SAW.

Setiap nabi hanya dikisahkan sedikiiit saja. Nabi Nuh AS dengan perahunya, Nabi Yunus AS dengan paus yang menelannya, Nabi Musa AS dengan laut yang ia belah, Nabi Ismail AS tentang ibunya yang cari air, dan Nabi Muhammad SAW tentang Hajar Aswad.


Syukurlah Kakang menyukainya ^^

Bagian favorit Kakang adalah saat dia menjalankan pion Siti Hajar untuk bolak balik bukit Shafa Marwah. Dia senang karena setelah berjuang, akhirnya Allah mengeluarkan air zam-zam agar bayi Ismail tidak kehausan. Allah Maha Baik ^^


Kalau saya bacakan teksnya, ga tau juga sih dia dengerin atau enggak. Sepertinya ilustrasi dan pop upnya lebih menarik. Tapi gapapa. Setidaknya ini jadi pengetahuan juga. Semoga next time kalau saya sebut kata 'Nabi' dia ga blank-blank amat gitu. Xixixi


Soleh selalu ya Kakaaang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar