Selasa, 07 Juli 2009

Elaboration Likelihood Model

Dalam rangka menyambut sidang kompre (yang akan dilaksanakan BEBERAPA bulan mendatang, hehe), aku pengen nyicil belajar dari sekarang ni, terutama teori-teori komunikasi yang jumlahnya puluhan itu.
Pernah dengar nasehat “ikatlah ilmu dengan tulisan?”. Karena itulah aku mencoba menuliskannya kembali, menurut pemahamanku, dengan bahasa se-pop mungkin. Biar bisa berbagi juga sama teman-teman.. biar ada yang meluruskan kalau aku salah..
Pengennya sih nanti bisa belajar kelompok. Tapi karena sekarang belum memungkinkan.. kita diskusi disini aja okay..?

Elaboration Likelihood Model
Tokoh: Richard Petty & John Cacioppo


Dalam proses komunikasi persuasi, terdapat dua ‘jalur’ yang dapat menunjukkan dan menjelaskan faktor-faktor yang dapat menentukan berubah atau tidaknya perilaku komunikan.

Pertama, jalur sentral. Jalur ini mementingkan kemauan dan kemampuan seseorang dalam meng-elaborasi PESAN persuasi. Elaborasi itu.. apa ya..? Aku sih memahaminya seperti.. menggali.. memikirkan.. merenung.. menganalisis.. menambah dengan perspektif dan pendapat pribadi..

Jalur yang kedua, adalah jalur cabang (apakah ini terjemahan yang tepat untuk Peripheral?). Jalur ini menjelaskan faktor alternatif selain pesan, yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku persuadee, yaitu kredibilitas komunikator, reaksi orang lain, dan penghargaan eksternal.

Contoh paling simpel, kampanye anti rokok.

Kalau komunikan (persuadee) ‘menempuh’ jalur sentral, maka ia akan memikirkan isi pesan itu.. mencari tahu kebenaran data-data tentang bahaya rokok.. dst. Kalau ia setuju dengan pesan tersebut, bisa saja dia berhenti merokok. Tapi jika setelah berpikir mendalam, dia merasa tidak bisa hidup tanpa rokok, maka perilakunya tidak akan berubah. Keputusan yang diambil melalui ‘jalur’ ini, bersifat kuat dan mantap.

Jika persuadee mengabaikan isi pesan, maka ia mungkin mengambil ‘jalur’ peripheral. Ia akan menilai kredibilitas komunikator, pendapat orang lain, dan ‘manfaat’ yang diperoleh dari hal-hal eksternal. Keputusan/ perubahan perilaku yang diambil melalui jalur ini bersifat lemah dan mudah berubah.
Meskipun begitu, jalur peripheral bisa dijadikan alternatif dan batu loncatan sebelum ‘dibelokkan’ ke jalur sentral. Misalnya, awalnya dia tidak tertarik dengan isi pesan, tapi dengan kredibilitas komunikator yang tinggi, serta dorongan teman-teman, membuat dia berpikir ualng dan memperhatikan isi pesan yang disampaikan.. (belok kan tuh..?? hehe)
Seperti itulah yang aku pahami. Ada tambahan, koreksi, pendapat, atau pertanyaan..???

5 komentar:

  1. lumayan deh penjelasannya..
    tapi masih kurang komrehensif, katanya mau ujian kompre? hehe..

    -dosen fikom unpad-

    BalasHapus
  2. wuah..
    jadi malu, dikunjungi dosen..

    iya, memang kurang komprehensif.
    maksudnya sih, pengen bikin yang singkat, padat, dan mudah dimengerti,
    makanya pake bahasa yang nge-pop.
    hehe..

    BalasHapus
  3. lumayan ringan nih bahasannya.
    ga berat kata-katanya. lumayan bisa ngerti elaboration likelihood, masalahnya 2 minggu lagi pgn presentasi ttg ini.


    -semester 2 FISIP Untirta-
    hehe

    BalasHapus
  4. Bahasanya mudah dimengerti, ngebantu banget buat tugas Analisis iklan make model elaboration likehood, mksh mbak :)


    -semester 2 FISIP UNDIP

    BalasHapus