Kamis, 13 Agustus 2020

Hati-hati Penyakit Antraks pada Hewan Kurban

Akhir-akhir ini Kakang suka minta upgrade rumah. Alasannya, rumah yang kami tinggali ini (rumah mertua) menurutnya kurang besar. 

Zzzz..

Masih mending bisa punya tempat bernaung Kang. Abi-Umi belum punya uang nih buat beli rumah. Apalagi upgrade rumah. Heuheu

Kakang di Villa Cipedes, rumah terbesar yang pernah dia masuki. Heuheu


Ada seseorang yang bilang, kalau mau beli rumah cash itu urutannya gini (pengalaman pribadi beliau):

- Rutin nabung tiap bulan dalam bentuk logam mulia

- Selanjutnya logam mulia dikonversi jadi hewan ternak (domba/kambing/sapi)

- Biarkan hewan ternak beranak pinak yang banyak

- Jual saat menjelang Idul Adha. Panen kan. Bisa beli rumah cash deeeh


Jujur saya gak kepikiran cara seperti itu. Selama ini cuma ngebayangin kudu nabung emas sampai banyak, baru beli rumah. Atau gedein bisnis sampai profitnya stabil tiap bulan dan bisa bangun rumah sendiri pelan-pelan.

Wajar, karena pengetahuan saya soal peternakan hewan nol besar. Bisa aja sih kerjasama dengan peternakan terpercaya yang sudah ada. Cuma tetap aja kita meski paham sedikit banyak tentang hewan ternak. Betuuul?

Kalau untuk tempat beternak, pak suami pernah bilang bisa di kampung halamannya di Kuningan. Yang jagain dan ngasih makan bisa sama pamannya yang tinggal di sana. Terus saya mikir kemungkinan terburuk: kalau kena penyakit terus mati gimana?


Penyakit Antraks misalnya. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis ini bisa menyerang sapi dan kambing. Jika manusia memakan daging hewan yang terkena Antraks atau berinteraksi tanpa sarung tangan dengan hewan yang terinfeksi, bakteri pun akan berpindah ke tubuh manusia. 

Itulah mengapa salah satu syarat hewan yang akan dikurbankan haruslah sehat dan bebas penyakit. Jadi kita harus teliti saat memilih hewan kurban. Ciri hewan terkena Antrax misalnya demam, gigi gemerutuk, gelisah, luka pada lidah, sesak napas, pembengkakan pada leher, dada, perut, serta pinggang dan kelamin tampak menonjol ke luar. Keluarnya darah kehitaman dan encer pada lubang-lubang di tubuh juga menjadi tanda infeksi Antraks pada hewan.

Hewan herbivora memang mudah terkena dari tanah dan air yang tercemar spora bacillus anthracis. Antraks bisa menyebabkan kematian pada hewan dalam 1-3 hari setelah munculnya gejala. Kan sedih ya kalau peliharaan kita mati mendadak kayak gitu :(

Oh ya, kalau manusia terinfeksi Antraks, gejala yang dialami adalah demam, nyeri tenggorokan, terus merasa lelah, dan nyeri otot. Kalau lebih parah bisa menyebabkan mual, batuk darah, dan sesak napas. 

Karena gejalanya mirip dengan beberapa penyakit lain, solusinya sih langsung ke klinik terdekat agar bisa langsung diperiksa. Atau bisa juga konsultasi di aplikasi Halodoc dengan fiturnya Tanya Dokter.

Buat yang belum tahu, Halodoc adalah aplikasi kesehatan terlengkap di Indonesia. Melalui aplikasi ini, kamu bisa chat dokter, pemeriksaan di rumah sakit, beli obat, cek lab, dan update informasi tentang dunia kesehatan. 

Kabar baiknya, penyakit Antraks bisa dicegah dengan penggunaan vaksin pada hewan ternak. Jadi sebenarnya saya gak perlu khawatir amat kali ya. Kalau semua orang mikir jeleknya doang, nanti siapa dong yang beternak dan jualan hewan kurban? Heuheu

Semoga suatu hari nanti bisa punya peternakan. Sekarang sih fokus dulu meningkatkan penghasilan biar bisa menyisihkan untuk investasi. Syukur-syukur nanti hasilnya bisa untuk bangun rumah yang nyaman untuk keluarga besar. Aamiiin.. :D

Semangaaat.. ^^






Tidak ada komentar:

Posting Komentar