Minggu, 25 September 2011

Katakan Sesuatu!

Jadi kemarin kantor saya kedatangan orang dari pusat yang kemudian memberi motivasi pada kami-kami sebagai pegawai cabang. Gaya berceritanya... hmm.. sulit dideskripsikan. Yang pasti ada unsur galaknya yang mengingatkan saya pada seorang dosen. Ngebentak-bentak gitu, plus suka nanya-nanya retoris.

Ini adalah sepenggal adegan di ruangan antara si Bos dengan teman saya, Dewi (bukan nama sebenarnya).

Bos : "Coba jawab pertanyaan saya, Dewi. Katakan sesuatu."
Dewi : "...." *ngeblank
Bos : "JAWAB, DEWI. APAPUN! KATAKAN SESUATU!"
Dewi : "...." *bingung & speechless
Bos : "Katakan sesuatu Dewi. Apa saja. Katakan!"
Dewi : "Hmm..."
Sinta : (bantuin jawab) "SESUATU!"
Heran juga betapa beraninya saya menjawab "sesuatu" ketika si bos (tampaknya) sedang galak mode on. Tapi gimana dong. Saya kasihan sama Dewi. Lagipula toh perintah si bos kan "Katakan sesuatu". Ya suw, aku bilang aja itu "Sesuatu!" *syahrini mode on* Hwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk.
Untungnya si bos gak marah. Gimana mau marah, kan saya gak salah :p

Anyway, sejujurnya saya gak suka dengan penyalahgunaan kata "sesuatu" yang dipopulerkan Syahrini. Apa itu "sesuatu"? Artinya apppaaaaaa?? Lebih menyebalkan lagi ketika hampir semua orang (termasuk saya) ramai-ramai ngomong "sesuatu". Grrrrr..
Frasa "Alhamdulillah yahh" sih masih saya maklumi. Tapi "sesuatu"??? *jedot-jedotin kepala ke bantal*.

Jadi ingat, dulu senior saya sebal sekali kata "secara" disalahgunakan. Harusnya kan untuk kalimat seperti ini ya "Dia mengerjakan tugasnya secara baik dan benar." Tapi malah dipakai seperti ini "Gua ga mau lah.. SECARA gue gitu looooh..."

Apaan tuh? -___-"

Bagi saya ini seperti kasus bahasa alay, tapi dengan tingkatan yang lebih ringan.

Semoga "sesuatu" ini segera berlalu... Ckckckck

Rabu, 21 September 2011

Live Your Life!

Take a step back. Fucking look at yourself. You are human. You are beautiful. You are so beautiful. And you can be anything. You can be everything.

Do not hate because someone broke your heart, or your parents split up, your bestfriend betrayed you, your father hit you, the kid down the street called you fat, ugly, stupid, worthless.

Do not concern yourself with things you cannot control. Cry when you need to, then let go when it's time. Don't hang onto painful memories just because you're afraid to forget. Let go of things that are in the past. Forget things that aren't worth remembering.

Stop taking things for granted. Live for something. Live for yourself. Fall in love. Fall out of love. Fall in love. Fall out of love. Do this over and over until you know what it really is to love someone.

Question things. Tell people how you really feel.

Sleep under the stars.
Create.
Imagine.
Inspire.
Share something wonderful.
Make something beautiful.

Meet new people
Make someone's day.

Follow your dreams. Live your life to its full potential. Just live, dammit. Let go of all the horrible things in your life and just fucking live.

And one day, when you're old, look back with no regrets.

Source: leilockhart.tumblr.com

Terjemahan bebasnya:

Coba mundur selangkah. Lihat dirimu. Kamu manusia. Kamu cantik. Cantik sekali. Dan kamu bisa jadi apapun. Kamu bisa jadi apa saja.

Jangan membenci karena seseorang membuatmu patah hati, sahabatmu mengkhianatimu, orangtuamu bercerai, ayahmu memukulmu, ababil di jalanan menyebutmu gendut, jelek, bego, ga berguna.

Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak dapat kamu kontrol. Menangislah kalau memang perlu, lalu lepaskan. Jangan bergantung pada ingatan menyakitkan hanya karena kamu takut untuk melupakan. Lepaskan semua hal di masa lalu. Lupakan yang gak penting untuk diingat.

Jangan cepat merasa puas. Hiduplah dengan tujuan. Hidup untuk dirimu. Jatuh cinta. Bangkit. Jatuh cinta lagi. Bangkit lagi. Lakukan itu terus menerus sampai kamu tahu sebenarnya bagaimana mencintai seseorang.

Pertanyakan hal-hal. Katakan pada orang lain apa yang kamu rasakan.

Tidur di bawah bintang-bintang.
Berkarya.
Berimajinasi.
Jadilah inspirasi.
Bagikan hal -hal hebat.
Buat sesuatu yang indah.

Temui orang baru.
Buatlah orang lain gembira.

Ikuti mimpimu. Hiduplah dan keluarkan semua potensimu. Tinggalkan semua hal buruk dalam hidupmu. Jalani saja hidupmu.

Suatu hari nanti saat kamu sudah tua, menolehlah ke belakang dengan tanpa penyesalan.





Selasa, 20 September 2011

My Another Dream Job

Saya (ternyata) adalah orang yang sangat selektif dalam mencari pekerjaan. Sudah lama orangtua saya ingin saya melamar ke salah satu BUMN terbesar di Indonesia, tapi saya tidak tertarik. Ratusan lowongan berserakan, kebanyakan saya pandang sebelah mata.

Kriteria yang saya tentukan saat memilih tempat kerja bukanlah gaji, jenjang karir, ataupun fasilitas. Nomor satu yang paling penting adalah: Saya MENYUKAI pekerjaan tersebut. Selain dari itu, urusan belakangan.

Pekerjaan pertama saya adalah freelance writer. Saya menyukainya karena saya memang hobi menulis dan profesi ini bisa dikerjakan di rumah. Honor yang saya terima pun sesuai dengan yang saya minta.

Pekerjaan kedua saya adalah videographer. Ini lebih menyenangkan lagi karena saya suka kegiatan syuting. Gajinya pun cukup bagi saya.

Sekarang saya ganti profesi. Bekerja sebagai customer service di sebuah lembaga bimbingan belajar. Dibanding dengan pekerjaan yang sebelumnya, jam kerja saya lebih banyak dengan gaji yang jauh lebih sedikit. Tapi memang jobdesc nya lebih mudah. Lulusan SMA/SMK pun bisa.

Saya memilih bekerja di sini karena saya bisa internetan dan mengakses media sosial dalam waktu yang lama (saya kecanduan internet, btw) tapi alasan yang lebih penting adalah karena pekerjaan ini bisa disambi dengan "kuliah" menulis online saya yang memang sedang saya tekuni.

Apapun jenis pekerjaannya, saya selalu meniatkannya untuk belajar dan mencuri ilmu. Begitu juga di sini. Saya belajar administrasi, pencatatan keuangan, marketing, handling complain, komunikasi interpersonal, manajemen, tips & trik matematika (hoho), hingga belajar naik motor! Hahahaha...

Sekali lagi, saya sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan yang saya sukai. Alhamdulillah yah... :)

"Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life" - Confusius


Senin, 19 September 2011

Book Your Blog


Pengen banget ikutan program #BookYourBlog yang diadain Leutika Prio. Apa itu Leutika Prio? Di websitenya sih keterangannya gini:


Leutika Prio adalah lini self publishing dari Leutika Publisher yang menyediakan berbagai macam paket penerbitan dengan sistem mudah dan harga terjangkau (www.leutikaprio.com). Self Publishing merupakan alternatif baru menerbitkan buku dengan lebih praktis dan tanpa seleksi. Para penulis tidak perlu repot membuat cover, mengurus ISBN, dan teknis buku lainnya karena Leutika Prio menyediakan layanan edit aksara, cover, layout, ISBN dan konsultasi yang telah disusun pada paket-paket penerbitannya. Penulis juga tetap mendapatkan royalti sebesar 15% dari harga produksi. Misi dari penerbit ini adalah mengajak sebanyak mungkin orang untuk menulis dan berbagi inspirasi pada para pembaca.

Membukukan isi blog saya sudah menjadi rencana saya tahun ini. Yah.. siapa tahu Leutika Prio bisa membantu saya mewujudkan mimpi saya ini ya? Hohohoho..



Kalau kamu pengen ikutan juga, gini nih caranya:

1. Tulis tentang event ini beserta logo event di blogmu dengan bahasamu sendiri, diberi tag #bookyourblog
2. Kirimkan alamat blog kamu ke eventleutika@hotmail.com
3. Tulis sinopsis blog kamu dalam 250 kata Ms Word. Sertakan nama, nama pena, TTL, alamat, no handphone, alamat e-mail, akun FB, akun twitter. Kemudian attach file ke dalam e-mail.
4. Tulis “Book Your Blog” di judul e-mail.
Blog seperti apa yang bisa menang?
1. Inspiratif, berisi cerita-cerita yang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.
2. Tidak mengandung SARA dan pornografi.
3. Berkarakter, konsisten berisi materi-materi yang terkonsep dan orisinil.
Apa Hadiahnya?
Dipilih 3 blog terbaik untuk mendapatkan:
1. Tulisan-tulisan di blog kamu akan diterbitkan GRATIS dalam bentuk buku oleh Leutika Prio
2. Royalti 15% dari harga produksi
3. Paket buku dari Leutika Publisher
Bagi yang belum terpilih tetap mendapatkan diskon paket penerbitan sebesar 20%.
Deadline : 30 September 2011
Twitter: @leutikaprio

Ikutan yuuuuwwk!

Sabtu, 17 September 2011

Puisi: Laut dan Langit

Sebenarnya tiap @writingsession melempar tema baru, saya pengeeeeenn banget bikin cerpen utuh dengan kalimat pertama yang nendang, pilihan kata yang "wow!" dan ending yang ga disangka-sangka. Apa daya, cerpen lain yang sedang saya garap belum selesai padahal cerpen itu udah mulai ditulis berabad-abad lalu *lebay*. Dengan keterbatasan durasi, saya cuma bisa bikin puisi. Hiks hiks. Tapi lumayan lah dibanding gak sama sekali kan?

Jadi tema @writingsession kemarin adalah LAUT. Saya pun mencuri sedikit waktu kerja saya untuk menulis beberapa bait puisi. Pada akhirnya, memang sih karya saya itu ga menang Best Of The Night tapi tapiiii... tumben-tumbenan nih adminnya ngasih komen! Asiiiik..

Aku share ya.


Laut dan Langit

aku laut
engkau langit
manusia mengira, kita bertemu pada cakrawala
padahal tidak begitu adanya

laut mengusap pantai dengan ombaknya
langit bercengkerama dengan awan-awannya
manusia di pantai melihat kita bersama-sama
padahal kita hidup sendiri-sendiri

warnaku biru laut
warnamu biru langit
apakah manusia tahu, biruku sebenarnya adalah pantulan birumu?

adakah manusia yang benar-benar memahami kita
tak melihat dari indahnya saja

karena aku laut dan engkau langit
meskipun serasi,
mustahil duduk saling bersisi.

Komentar admin:
Pertama kali membaca puisi ini, admin langsung sadar bahwa di dalam puisi ini tidak ada satupun huruf kapital yang digunakan.
Berhubung puisi adalah karya yang bebas (terlalu bebas, malah), saya penasaran sendiri, apakah ada filosofi tersembunyi di balik fakta tersebut. (masih belum terjawab sampai sekarang)

Metaforanya bagus. Meskipun laut dan langit sama-sama biru, tetapi mereka biru yang berbeda. Meski berbeda, tetapi yang satu hanyalah pantulan dari yang lain.

P.S : pertanyaan singkat, manakah yang memantulkan biru? Apa laut = pantulan biru langit, atau langit = pantulan biru laut? Ada teori yang mendukung keduanya loh ;)


Hohohhoo..
Saya balas komen admin ah.. (meskipun saya gak yakin admin akan mampir ke blog ini dan membaca balasan saya)

Ya, memang saya sengaja gak pake huruf kapital. Ada alasannya tapi ga ada filosofinya. Jadi sebaiknya saya rahasiakan saja karena alasannya ga seru banget :p

Metaforanya bagus? Trims. Sebenarnya saya agak maksa memuat tentang pantulan biru itu karena secara makna ga ada hubungannya dengan bait pertama dan terakhir. Tapi bisa-bisa aja sih dihubungkan kan ada tali *apasih

Ketika menulis puisi ini, saya berpikir lautlah yang memantulkan warna langit. Setelah membaca komen admin, saya baru ingat tentang teori yang menyebut bahwa langitlah yang memantulkan warna laut. Tidak usah diperdebatkan. Mungkin mereka saling memantulkan warna satu sama lain (???)

Eniwei, puisi ini saya kirim buat dibedah di tempat belajar saya menulis: Kelas Cendol. Penasaran deh pengen tahu komentar para cendoler.

Kalau komentarmu, apa? :)

Kamis, 15 September 2011

Friendship Through The Years


Buat saya, foto di atas ini mengharukan sekali :')
Sepuluh tahun selalu bareng, dari anak-anak hingga beranjak dewasa.
Gak kebayang gimana jadi mereka yang sekarang harus berpisah.
Pasti sedih banget.

Saya belum pernah punya hubungan persahabatan sepuluh tahun.
Hubungan saya dengan teman terdekat saya baru akan menginjak 9 tahun. Itu pun cewek dan kami kuliah di kampus yang berbeda. Ga sebanding lah sama Emma, Daniel, & Rupert.

Emma sendiri pernah bilang.. apa ya.. intinya bahwa ga banyak orang di dunia ini yang tahu bagaimana rasanya jadi dia (secara dia aktris dan menghabiskan masa remajanya di film Harry Potter yang fenomenal itu). Cuma dua orang yang ngerti karena punya pengalaman yang kurang lebih sama dengan dirinya, yaitu Dan & Rupert. Emma sampai nangis pas produksi film HP berakhir dan dia tahu pasti akan sangat merindukan syuting bersama dua sahabatnya itu.

Saya gak tahu detail persahabatan mereka di dunia nyata. Yang saya tahu persahabatan Harry, Ron, dan Hermione di film (di buku udah lupa >.<).

Satu hal yang saya perhatikan: MEREKA SUKA BERTENGKAR! Hahahahaha..
Harry & Hermione jarang sih.
Ron & Harry kadang-kadang.
Ron & Hermione lumayan sering.

Bagi saya pribadi, pertemanan/persahabatan kurang afdol kalau belum bertengkar. Pertengkaran itu seperti ujian. Kalau setelah bertengkar kita tetap bisa bersahabat seperti sebelumnya, maka bisa dikatakan kita memang benar-benar sahabat. Sebaliknya, kalau malah membuat hubungan memburuk, kita tahu sebatas apa hubungan kita.

Selain pertengkaran, jarak dan waktu juga bisa menjadi ujian. Ketika kita berpisah jauh, atau jarang sekali bertemu, kita akan tahu sejauh mana nilai persahabatan saat kita bertemu. Apakah canggung atau bingung mau ngobrol apa, ataukah akan curhat panjang lebar seperti saat dekat dulu seolah jarak & waktu yang pernah memisahkan itu tidak pernah ada?

Saya benar-benar salut sama orang yang bisa mempertahankan persahabatan sampai bertahun-tahun. Ujian pertengkaran masih bisa dilewati kalau saya dan sahabat saya sama-sama ikhlas memaafkan. Tapi kalau ujian jarak dan waktu... saya agak susah nih, meskipun sekarang saya mulai berharap terbantu dengan adanya internet.

Melihat persahabatan Golden Trio juga bikin saya punya teori *halah.
Sebuah teori tentang persahabatan dengan lawan jenis.
Mari kita sebut dengan "Teori Persahabatan Hermione".
Begini bunyinya,

Seperti Hermione dan Ron, persahabatan bisa berubah jadi percintaan.
Seperti Hermione dan Harry, persahabatan bisa bertahan selamanya.


*Eaaaaaa
Sesuatu banget kan ya? Hehehehehe..

Eniwei, bagaimana kabar sahabatmu? ;)






Senin, 12 September 2011

Pengangguran Tobat

Sejak lama saya meyakini bahwa mencari kerja di Batam relatif lebih mudah daripada di Bandung apalagi Jakarta. Buktinya, dulu pas saya kuliah tingkat satu di Jatinangor, teman-teman SMA saya di Batam semuanya sudah bekerja. Perlu di-bold: SEMUANYA! Yang kuliah, ngambil kelas malam.

Ga heran setelah saya lulus dan mencari-cari pekerjaan dengan pengalaman sangat minim, teman-teman saya di Batam (yang baru lulus ataupun malah belum lulus kuliah) justru sudah mulai mapan dengan karirnya. Keren ya?

Kalau setelah berminggu-minggu di Batam ini saya belum bekerja, itu lebih karena keinginan saya pribadi. Tiap ke mall, dimana-mana ada lowongan jadi penjaga toko. Saya tidak pernah tertarik duduk di toko sepanjang waktu. Sepertinya membosankan.

Sempat juga beberapa kali melingkari iklan lowongan kerja di koran, lalu terlupakan. Hahahaha. Kayaknya emang permasalahannya di niat kali ya. Hehehe.

Saya merasa hidup saya sudah cukup. Tinggal bersama keluarga, rumah nyaman, makan enak & kenyang, tanpa capek-capek bekerja. Mau beli ini itu tinggal minta duit. Apalagi yang kurang? My life’s perfect!

Suatu hari, saya ke toko buku dengan maksud membeli novel untuk menemani hari-hari pengangguran saya. Saya pulang dengan tangan kosong dan perasaan galau. Terpaksa saya baca buku yang ada, yaitu dua buku tentang persiapan pensiun yang ayah saya beli.

Di tengah-tengah bacaan, saya sempat merasa bahwa saya masih jauh di bawah umur untuk membaca buku-buku ini. Tapi karena kedua buku itu memang menarik, saya tetap baca sampai selesai. Hasilnya? Saya galau segalau-galaunya! Ckckckckckc.

Membaca buku-buku itu telah menampar, menyadarkan, dan kembali mengingatkan saya betapa pentingnya bekerja, berpenghasilan, menabung, berinvestasi, bersedekah, dan hidup mandiri. Hal-hal yang selama ini tanpa sadar saya abaikan karena terlalu nyaman tinggal dengan ortu.

Selama ini saya menganggap keberadaan saya di rumah sudah cukup. Bantuin nyuci piring, masak, bersih-bersih, cuci baju, nyetrika, dsb adalah bentuk bakti saya pada orangtua *tsah! Tapi kemudian saya sadar, peran saya di dunia ini bukan hanya sebagai anggota keluarga saja, tapi juga anggota masyarakat. Bukan hanya membantu orangtua saja, tapi juga menjadi manfaat bagi orang lain. Kalau saya belum butuh uang untuk makan, bukankah masih banyak orang di luar sana yang menunggu uluran tangan saya agar bisa makan? *jleb!

Akhirnya saya memutuskan,

Selamat tinggal dunia pengangguran.

Semangat kembali bekerjaaaaaaaaa...!!!